- 11 bulan yang lalu
- #hargaberas
- #beras
- #pemerintah
KOMPAS.TV - Menjadi sebuah ironi, di mana harga beras tak kunjung beres meski telah dijaga empat lembaga dengan stok berlimpah.
Benarkah beras oplosan murni kejahatan swasta tanpa andil pemerintah?
Perlukah mereformasi Kementan, Kemendag, Bulog, dan Bapanas dari urusan beras?
Kompas Bisnis membahasnya bersama Media Wahyudi Askar, Direktur Kebijakan Publik CELIOS.
Baca Juga Fakta Temuan 4 Anak Dirantai dan Kelaparan di Rumah Berkedok Yayasan di Boyolali | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/605242/fakta-temuan-4-anak-dirantai-dan-kelaparan-di-rumah-berkedok-yayasan-di-boyolali-sapa-pagi
#hargaberas #beras #pemerintah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/605249/full-ironi-harga-beras-tak-beres-meski-dijaga-4-lembaga-pemerintah-bisa-apa-sapa-pagi
Benarkah beras oplosan murni kejahatan swasta tanpa andil pemerintah?
Perlukah mereformasi Kementan, Kemendag, Bulog, dan Bapanas dari urusan beras?
Kompas Bisnis membahasnya bersama Media Wahyudi Askar, Direktur Kebijakan Publik CELIOS.
Baca Juga Fakta Temuan 4 Anak Dirantai dan Kelaparan di Rumah Berkedok Yayasan di Boyolali | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/605242/fakta-temuan-4-anak-dirantai-dan-kelaparan-di-rumah-berkedok-yayasan-di-boyolali-sapa-pagi
#hargaberas #beras #pemerintah
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/605249/full-ironi-harga-beras-tak-beres-meski-dijaga-4-lembaga-pemerintah-bisa-apa-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Anam yasikan segmen Kompas Bisnis bersama saya, Bria Barat, dan ayah saudara.
00:04Kelompok rentan sekarang lagi dihantam persoalan perut.
00:08Indonesia yang mengklaim stok rekor dan melimpah,
00:12ini masyarakatnya justru membeli beras dengan harga mahal.
00:17Mengapa kemudian kami memakai kata mahal?
00:19Karena data membuktikan harga beras melambung dari harga eceran tertinggi
00:24atau HET yang telah ditapkan oleh pemerintah.
00:28Nah kemudian saudara, ironi beras dijaga oleh 4 institusi harga yang gak beres nih katanya ya.
00:36Nanti kami akan paparkan datanya.
00:38Namun saudara, ini ada pernyataan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman
00:42yang mengklaim terkejut bahwa perusahaan swasta ada di balik tindak kejahatan beras oplosan.
00:50Hal ini akan menjadi perhatian kementar karena merugikan ekonomi, terutama pembeli.
00:56Sebelumnya Satgas menemukan 86 persen beras premium di Indonesia ternyata di oplos oleh penjual.
01:05Harga beras yang tidak sesuai standar atau kualitas dijual dengan harga tinggi.
01:10Itu seluruh Indonesia. Seluruh Indonesia terjadi.
01:1786 persen itu tidak sesuai dengan standar.
01:20Ini harus diperbaiki.
01:22Kesempatan kita perbaiki karena stok kita banyak.
01:25Ini sudah kerenasi dengan Satgas Pangan, itu ditindak tegas.
01:31Beras, bubu palsu, kemudian beras yang dioplos.
01:36Itu kami sudah bersurat secara resmi kepada Bapak Kapolri dan Jaksago.
01:41Dan sekarang saudara kita akan bahas nih, ada empat lembaga yang bertugas untuk mengawal beras agar urusan perut rakyat ini tidak bergejolak.
01:53Meski faktanya, setiap tahun harga beras ini selalu nggak beres.
01:57Mau stoknya ada ataupun stoknya seret, ini sama-sama harganya selalu nggak beres saudara.
02:03Kita akan paparkan lagi nih ya.
02:04Yang pertama ada Kementan atau Kementerian Pertanian.
02:09Nah, urusan dari Kementerian Pertanian ini terkait dengan produksi beras dalam negeri.
02:14Dari dulu nih, data produksi antara Kementan dan juga Bulog ini sebagai penyerap gabah petani kerap tidak akur.
02:22Yang paling baru, Kementan mengajukan tambahan anggaran untuk 2026 menjadi 44,4 triliun rupiah.
02:29Sebagian besar anggaran 10 triliun akan dipakai untuk mencetak sawah baru.
02:35Dari target semula 225 ribu hektare menjadi 275 ribu hektare.
02:43Kemudian ada Kementerian Perdagangan Saudara.
02:47Ini tugasnya adalah mengawasi mutu beras yang dijual ke masyarakat dan juga label kemasannya.
02:53Pertanyaannya, benarkah Kementak tidak tahu ada praktik kejahatan beras oplosan?
02:58Nah, lembaga ketiga saudara yang mungkin kita juga lagi dengar sering akhir-akhir ini terkait dengan beras yaitu Bapak Nas.
03:06Nah, Bapak Nas ini tugasnya mengatur ketersediaan dan juga kestabilan harga beras juga.
03:13Nah, dulu harga eceran tertinggi ada di Kemendak sejak tahun 2021 kemudian beralih ke Bapak Nas.
03:20Kemudian, ini yang terakhir adalah bulog saudara yang bertugas untuk menyerap gabah petani dan juga mengimpor sesuai dengan mandatori pemerintah.
03:30Tetapi, bulog ini juga jualan beras.
03:33Kemudian pertanyaan besarnya lagi saudara, tugas menyerap gabah ini apakah punya skill mumpuni untuk jualan beras?
03:40Kita ke informasi berikutnya ini adalah pernyataan dari Wakil Menteri Perdagangan, saudara.
03:46Meski kini tidak memegang tanggung jawab tentang harga beras, Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi dengan Bapak Nas untuk menstabilkan dan memastikan mutu beras di masyarakat.
03:56Nah, sekarang saudara kita lagi diharapkan pada tahun ajaran baru.
04:23Anak dari SD ke SMP, SMP ke SMA, bahkan SMA ke kuliah nih ya.
04:30Bahkan ini dikala banyak sekali kebutuhan-kebutuhan terkait pendidikan anak, masyarakat masih dihadapkan lagi dengan harga beras yang tidak bersahabat dengan perut.
04:40Nah, kita akan lihat dulu saudara harga beras dibandingkan dengan HET ataupun harga eceran tertinggi.
04:46Ini kami ambil sumbernya dari panel harga Bapak Nas di 15 Juli 2025.
04:53Nah, ini harganya per kilogram, saudara.
04:55Di beras medium, harga pasar sekarang ini Rp14.209 per kilogram.
05:03Sementara harga eceran tertingginya itu di angka Rp12.500 per kilogram.
05:09Ya, berarti ada selisih sekitar Rp2.000 per kilogram, saudara.
05:13Itu untuk yang medium.
05:14Kalau yang premium kita lihat, sekarang harga yang kita lihat di pasar itu Rp15.955 per kilo.
05:23Tapi, HET-nya sebenarnya adalah di Rp14.900 atau selisih sekitar Rp1.000.
05:29Tapi, saudara, yang kami pakai datanya ini adalah harga eceran tertinggi secara nasional.
05:37Sebenarnya ada juga pembagian zona.
05:39Zona 1, zona 2, zona 3.
05:41Ini harga eceran tertingginya berbeda-beda.
05:44Nah, kemudian yang menjadi fokus kita sekarang, saudara.
05:48Terkait dengan harga beras ini, ini harus segera beres dong ya.
05:52Ini masih di atas dari harga eceran tertinggi pemerintah.
05:55Karena memang, pengendalian harga beras ini bukan sekedar urusan kebutuhan pangan.
06:00Ada resiko sosial yang lebih besar kalau urusannya dengan perut.
06:05Ketika masyarakat, terutama kelompok rentan, kesulitan membeli bahan pokok utama,
06:10efek gulirnya bisa kemana-mana.
06:12Keuangan rumah tangga yang berantakan, sampai pertumbuhan ekonomi yang loyo,
06:16karena tidak ada daya beli.
06:20Nah, saudara, Bapak Nas bilang,
06:22stabilisasi harga pangan akan dikerjakan mulai Juli sampai Desember nanti,
06:27dengan modal cadangan lebih dari 4 juta ton.
06:31SPHP, stabilisasi pasokan dan harga pangan,
06:35ini juga akan dikerjakan mulai dari bulan Juli ini sampai dengan bulan Desember.
06:41Perlu dicatat bahwa SPHP dan bantuan pangan akan menggunakan beras cadangan pangan pemerintah
06:51yang dimiliki bulog saat ini.
06:53Total cadangan pangan pemerintah saat ini sebesar 4,2 juta ton.
06:58Dan ini akan kita pakai untuk melakukan intervensi.
07:02Kementerian Pertandian, Kementerian Perdagangan, Bulog, dan Badan Pangan Nasional
07:10masih relevankah 4 lembaga ini menjaga beras?
07:14Kompas Bisnis akan kembali untuk membahas.
07:17Kembali di Kopas Bisnis bersama saya Mere Manatena ya saudara.
07:31Menjadi sebuah ironi, dijaga 4 lembaga dengan stok berlimpah,
07:37harga beras gak beres.
07:39Benarkah beras oplosan ini murni menjadi kejahatan swasta tanpa andil pemerintah?
07:44Perlukah mereformasi kementan, kemenda, bulog, dan bapanas dari urusan beras?
07:50Kita akan tanyakan kepada media Wahyu di Askar, Direktur Kebijakan Publik Selios.
07:54Selamat pagi Mas Media.
07:56Selamat pagi Mas.
07:57Ya yang menjadi pertanyaan kami dan juga warga saudara di Indonesia,
08:02Mas Media ini terkait dengan harga beras ya.
08:04Ketika rekor stok beras kita mencapai 4 juta ton gitu ya,
08:08ternyata kok harga di pasar masih melonjak.
08:10Bahkan dibilang ini jadi komoditas yang paling dominan nih untuk inflasi.
08:16Bagaimana nih Mas Media?
08:18Iya Mas.
08:19Jadi per Juli itu cadangan beras kita itu ada di level tertinggi sepanjang masa,
08:244,2 juta ton.
08:26Dan kalau kita lihat data 2023 sampai 2025,
08:29produksi beras kita emang naik terus Mas.
08:32Dan kita klaim ini suasembada ya.
08:34Jadi suasembada itu kita mampu memenuhi kebutuhan konsumsi pangan dalam negeri
08:39tanpa bergantung pada impor.
08:41Tapi di sini catatan kritisnya Mas.
08:44Suasembada itu kan harusnya tidak hanya berbicara soal ketersediaan beras,
08:48tapi juga soal akses.
08:50Jadi percuma punya beras banyak,
08:52tapi masyarakat nggak bisa beli.
08:54Kenapa?
08:55Karena berasnya mahal.
08:57Dan ini yang terjadi hari ini.
08:59Stok beras melimpah,
09:00tapi harga beras naik.
09:02Apa yang terjadi?
09:03Ini karena pemerintah menurut saya
09:06mengintervensi sektor beras ini dengan tidak efisien.
09:09Jadi bulog itu lewat instruksi pemerintah,
09:12menampung beras dalam jumlah besar,
09:15beli beras dengan harga tinggi,
09:17di satu sisi petani diuntungkan.
09:19Cuma masalahnya bulog itu bisa beli,
09:21bisa nyetok, masukin ke gudang,
09:23tapi nggak bisa jual.
09:25Dan yang bisa jual itu swasta.
09:28Masalahnya karena beras di lapangan habis diborong oleh bulog,
09:32swastanya nggak kebagian,
09:34akhirnya beras di pasar,
09:36di toko retail berkurang,
09:37dan harga jadi naik.
09:39Jadi,
09:39akhirnya yang rugi,
09:40karena beras sekarang jadi mahal.
09:43Jadi,
09:43pemerintah tidak efektif
09:45mengintervensi dan mengolah bisnis beras ini.
09:48Jadi,
09:49sekarang semangatnya bukan lagi soal nyetok beras harusnya,
09:52tapi tantangannya gimana
09:53mendistribusikan beras lebih efisien,
09:56petani untung,
09:57rakyat juga bisa beli harga beras dengan harga murah.
09:59Memang ini kan masalahnya tidak hanya di stok yang melimpah,
10:03tapi juga distribusinya sebenarnya.
10:05Tapi kalau kita bicara soal bulog
10:07yang menyerap gabah petani
10:10dengan harga rata gitu ya,
10:12Rp6.500 dengan kualitas apapun gitu.
10:16Ini apakah bisa kita sebut sebagai pangkal
10:18masalah beras oprosan,
10:20kemudian juga pangkal dari melonjaknya harga,
10:22dan apakah artinya memang bulog ini yang paling bertanggung jawab
10:25atas masalah mahalnya beras ini, Mas Media?
10:28Ya, sekarang kan bulog main stok aja ya,
10:31yang penting cadangan beras naik,
10:33dan bahkan katanya stok beras di gudang,
10:36di pasar-pasar juga digeser ke gudangnya bulog, begitu.
10:40Masalahnya ini nggak cuma soal harga beras juga, Mas,
10:43tapi juga bulog bisa rugi besar,
10:45karena kalau bulog gagal mendistribusikan beras ini,
10:49beras itu kan paling lama hanya beberapa bulan,
10:51dan kalau tidak disalurkan, ya pasti jamuran, kutu, tikus,
10:56belum lagi banyak gudang bulog yang tidak layak di daerah.
10:59Jadi, ini bulog harus segera mendistribusikan ini.
11:03Dan, cuman masalahnya bulog juga tidak bisa menjual harga murah,
11:06karena kalau jual murah kan bisa dianggap bisnisnya bermasalah juga, begitu ya.
11:10Jadi, sekarang tidak ada jalan lain untuk bulog,
11:13untuk mungkin bekerja sama dengan swasta,
11:16memperkuat distribusinya,
11:17sehingga beras yang ada itu bisa masuk ke pasar, begitu ya.
11:22Jadi, harus ada mekanisme terobosan dari bulog,
11:24agar beras 4,2 juta ton itu tersalurkan, gitu.
11:28Karena kalau tidak, masyarakat harus siap-siap,
11:30harga beras ini akan naik terus,
11:33karena beras di lapangan habis disedot oleh bulog,
11:36tapi tidak kembali ke rakyat dengan harga murah, begitu ya.
11:40Ini seperti pepatah yang sebenar-benarnya, begitu ya,
11:43bahwa masyarakat Indonesia kelaparan di atas lumbung padi sendiri,
11:47kita terbada, tetapi harga beras mahal.
11:52Ya, mungkin tadi ya mas ya, 6.500 dibeli dengan harga rata gitu ya,
11:56tapi bagaimana kita bisa menyalurkannya dengan harga yang murah,
12:00kalau kita beli dengan harga yang dalam tanda kutip mahal.
12:02Kemudian yang menarik juga, mas media terkait dengan Kementerian Pertanian
12:05yang bilang kaget gitu ya, beras premium ini dioplos dan jadi kejahatan swasta.
12:10Nah, ini masa iya sih mas,
12:12nggak ada institusi pemerintah yang kemudian nggak tahu ada kejahatan beras oplosan.
12:16Kan selama ini mereka yang pegang data di hulu.
12:20Ini kan yang dipanggil oleh polisi terkait beras oplosan itu pemain besar semua dan merek ternama semua ya.
12:27Ini memang macam-macam modusnya,
12:29mulai dari poles ulang,
12:31kemudian mengurangi mutu fisik,
12:33begitu ya, sampai kemudian mengakali harga gitu.
12:37Dan, cuma saya melihat ini juga tanggung jawabnya pemerintah
12:41karena lemahnya sistem pengawasan pangan nasional
12:44dan ya singkat cerita ini juga akar masalahnya adalah kelemahan institusional dan sistemik,
12:50begitu ya.
12:51Dan kalau boleh jujur,
12:53ini juga agak tricky ya.
12:54Kementan nggak berdiri sendiri,
12:56jadi kementan bisa jadi nggak salah juga
12:58karena Menteri Pertanian itu kan tugasnya ya dalam tanda kutip nyangkul,
13:04mastikan bibit padi itu jadi beras, begitu ya.
13:07Tapi soal bagaimana beras itu dijual,
13:10itu ada di Kementerian Perdagangan,
13:11yang ngatur lalu lintas dagang berasnya.
13:14Bahkan kalau kelahan lagi,
13:16jangan-jangan ini salahnya Kementerian BUMN,
13:18karena bulog itu ada di bawah Kementerian BUMN,
13:21begitu ya.
13:23Dan Kementerian BUMN juga harus bertanggung jawab,
13:25ini Pak Erik Thohir harus ngomong ini,
13:28jangan diem-diem aja ketika sudah bermasalah,
13:31begitu dan pura-pura tidak tahu.
13:33Jadi, Kementerian Pertanian nggak bisa sendiri,
13:37ada Kementerian lain juga,
13:38dan inilah yang membuat situasinya jadi kompleks,
13:41karena masing-masing institusi punya narasi,
13:46data sendiri,
13:46dan intuisinya sendiri terkait beras.
13:49Nah, ini dia nih Mas,
13:50kan ada instasinya banyak yang ngurusin beras,
13:53ada empat gitu ya,
13:54Kementerian nggak bisa berdiri sendiri,
13:55ada bulog di sana,
13:57ada Kemendak,
13:58kemudian ada BAP Panas juga di sana.
14:00Tapi, sekali lagi Mas,
14:01kita balik ke pertanyaan awal,
14:02ini harga berasnya nggak beres-beres,
14:05masih aja tinggi,
14:06masih aja di atas HET,
14:07bahkan dari Januari kita sudah pantau gitu ya,
14:09dari data BPS sudah tinggi di atas HET.
14:12Masih relevan nggak nih Mas,
14:13empat institusi ini masih ada
14:15dan masih ngurusin beras gitu?
14:17Iya, jadi lagi-lagi Mas,
14:18beras ini kan bukan hanya urusan yang cool,
14:21tapi juga distribusi dan logistik.
14:23Pertama, kita lihat bulog dulu ya.
14:25Bulog itu harusnya,
14:27yang memimpin bulog itu adalah
14:28praktisi lulusan manajemen,
14:30ekonomi, bisnis,
14:32jadi bukan dipegang oleh polisi
14:33atau tentara begitu ya.
14:36Sesederhana supaya tahu dan paham
14:37bisnis beras ini.
14:38Jadi, bulog itu tahu
14:40cara mendistribusikan beras dengan efisien,
14:43dan itu ada ilmunya.
14:43Dan sekarang bulog kan cuma punya market share
14:4620-an persen.
14:47Jadi, kalau kita ke retail,
14:49ke Alfamart,
14:49Indomaret,
14:50Hypermart,
14:51itu kan semua beras swasta.
14:53Jarang kali kita nemu beras bulog.
14:55Dan saat ini bulog itu masih kuno gitu ya,
14:58cara pendekatannya.
14:59Dan bersamaan dengan itu,
15:01kalau kita lihat kementerian perdagangan juga,
15:03juga punya ruangnya sendiri,
15:04kementan gitu ya,
15:06bertanggung jawab atas produksi,
15:07badan pangan nasional.
15:08Ini masalahnya koordinasinya minim.
15:11Jadi, tidak ada satu institusi
15:13yang benar-benar pegang gedali,
15:15dan akhirnya jalan-jalan sendiri.
15:18Ini berbeda dengan negara-negara lain
15:21seperti Vietnam, Brazil, Thailand,
15:23yang mereka mengelolanya secara terpusat,
15:27terkoordinasi oleh satu lembaga,
15:30dan ada sinergi juga
15:33dengan sektor swasta dan operasi.
15:35Jadi, ini saya kira benang merahnya hari ini,
15:39di mana empat lembaga ini
15:41akhirnya saling bertabrakan,
15:44dan akhirnya nggak selesai-selesai.
15:46Jadi, meskipun komentan bilang
15:48ini suasembada beras,
15:50tapi kementerian lain,
15:52institusi lain bermasalah mendistribusikan,
15:54kita nggak akan kemana-mana.
15:55Oke, lebih baik mungkin kita,
15:57gimana caranya bisa empat institusi ini
15:59kemudian dalam tanda kutip bersatu
16:01dalam menjaga harga beras,
16:02sekali lagi bukan soal stoknya yang banyak,
16:04tapi bagaimana mendistribusikan beras ini
16:07kepada masyarakat secara rata.
16:09Terima kasih, Mas Media Wahyudi Askar,
16:12Direktur Kebijakan Publik SELEO
16:13sudah bergabung bersama kami di Kompas Bisnis.
16:15Selamat pagi.
16:16Selamat pagi.
Komentar