00:00Saudara tim Sargambungan menemukan dan merekam visual badan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di dasar laut Selat Bali.
00:06Kapal dalam kondisi terbalik berada di sekitar 3,9 km dari lokasi tenggelam.
00:12Operasi Sar Bawah Air kembali dilakukan tim gabungan di Selat Bali.
00:17Dengan menggunakan drone bawah laut dari KRI Spica, TNI Angkatan Laut melacak kapal penumpang Tunu Pratama Jaya yang tenggelam.
00:24Tim mendapatkan visual objek yang dipastikan sebagai badan KMP Tunu Pratama Jaya.
00:30Kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di dasar laut dan berada di sekitar 3,9 km dari titik kecelakaan.
00:40Pada saat itu kita mendeteksi objek koal air yang memang sudah dibuka itu adalah KMP Tunu Pratama Jaya.
00:49Hasil yang kami sistemikan adalah dengan kita melihat nama, kemudian bagian bawah yang identik dengan KMP Tunu Pratama Jaya.
01:02Kemarin KRI Spica yang on-board di atasnya adalah tim bawa air dari diselam air Corona 2.
01:09Sehingga kita kolaborasi tim dari Pusitu Rosal dengan tim dari Corona 2 untuk mendeteksi itu.
01:16Tim Sargabungan masih mengalami kendala dalam upaya pengangkatan bangkai kapal Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali.
01:26Meski posisi kapal telah ditemukan, melalui drone bawah laut milik TNI Angkatan Laut,
01:30cuaca buruk berupa angin kencang, arus deras dan gelombang tinggi menjadi faktor penghambat utama.
01:37Kemenhub menerjunkan tim ahli untuk menangani proses penandaan dan pengangkatan badan kapal KMP Tunu Pratama Jaya.
01:50Pengangkatan badan kapal akan dilakukan sesuai prosedur dengan tim teknis yang paham soal penandaan dan pengangkatan badan kapal.
01:58Pengangkatan bangkai kapal dinilai menjadi strategis untuk proses investigasi lanjut insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
02:06Kita terhubung dengan Dwi Renra, Jurnalus Kompas TV di Posko Terpadu ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
02:32Dwi, bagaimana perkembangan pencarian 17 korban yang hingga saat ini belum ditemukan?
02:40Ya, baik. Untuk hari 12 pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya, saat ini masih ada 17 orang yang hilang dan artinya belum ditemukan.
02:57Sedangkan 18 jenazah telah dilakukan evakuasi. Sedangkan di hari pertama 30 orang dinyatakan selamat.
03:08Dan dari 18 jenazah, ada 3 jenazah yang belum dilakukan penyerahan kepada pihak keluarga.
03:16Karena sampai saat ini masih dalam proses identifikasi di Rumah Sakit RSUD Belambangan Banyuwangi oleh tim DVI Polda Jatim.
03:27Dan untuk saat ini, sejumlah keluarga masih terlihat di Posko Pelabuhan Ketapang.
03:35Mereka masih menunggu kedatangan anggota keluarga atau penemuan yang selanjutnya.
03:42Ya, Rendera, pengangkatan bangkai kapal Tunu Pratama Jaya terkendala cuaca buruk katanya.
03:49Lantas, seperti apa penjelasan dari Basarnas?
03:52Ya, pihak Basarnas masih terus melakukan evaluasi terkait strategi bagaimana pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya
04:02yang berada di dasar laut kurang lebih kedalaman 49 meter.
04:07Dan saat ini kendalanya yaitu faktor cuaca.
04:11Meski begitu, saat ini Distrik Navigasi Tanjung Perak telah menerjurkan tim ahli dan tim teknis tujuannya untuk melakukan penandaan.
04:21Sehingga lokasi area di dasar KMP Tunu Pratama Jaya tidak diganggu oleh pihak operator lintas Jawa-Bali ini.
04:33Dan meski begitu, KMP Tunu Pratama Jaya saat ini telah dipastikan berada di Selat Bali dan jauh dari tabel PLN yang menghubungi Jawa-Bali.
04:45Ya, lantas bagaimana, apa tanggapan dari Basarnas terkait dengan pengangkatan yang sulit dilakukan?
04:54Ya, untuk saat ini pihak tim Sargabungan masih terus berkolaborasi dengan sejumlah TNI AL, pihak kepolisian, dan kitansi lainnya.
05:07Terus lama di BMKG, pihak Basarnas terus melakukan koordinasi BMKG terkait cuaca di Selat Bali.
05:14Dan untuk mengetahui sambutan dari Laksada Ribut Eko Suyata, ini dia laporan yang diberikan oleh Deputi Operasi Ketiapan Siap Jagaan Basarnas.
05:29Kesulitan yang utama adalah faktor alam.
05:35Angin, gelombang, dan arus.
05:38Perlu rekan-rekan media ketahui, untuk operasi penyelaman, saya tidak merekomendasi arus permukaan lebih dari 0,8.
05:48Kemarin, mungkin rame, sudah ada sampling diver turun dengan menggunakan tali sling pengaman turun langsung terbawa arus.
06:05Jadi, untuk operasional penyelam, kekuatan arus permukaan tidak lebih dari 0,8 ataupun 1.
06:13untuk perlunan ROV tidak lebih dari 2 0, karena akan menyulitkan ROV untuk bermanufar.
06:26Ya, saat ini faktor angin, gelombang, dan arus yang berada di dasar laut menjadi salah satu penyebab proses evakuasi yang belum bisa dilakukan.
06:41Dan, meski begitu, sudah ada 34 penyelam yang telah bersedia, yang telah standby di pelabuhan Ketapang ini.
06:53Mereka siap untuk dikomando ketika tim Sargabungan telah melakukan evaluasi.
07:00Dan, terkait jenazah yang belum diidentifikasi, saat ini pihak tim DVI telah menurunkan 31 ahli forensik yang berada di RSUD belabangan.
07:13Baik, terima kasih Dwi atas laporan Anda. Kita akan tunggu laporan Anda berikutnya terupdate esok hari. Selamat malam.
Komentar