JAKARTA, KOMPASTV - Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi, menilai sulit mempercayai konsistensi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam proses perundingan damai terkait konflik Iran dan Israel.
"Kalau pertanyaannya bisakah kita percaya atau tidak, menurut saya sekarang susah untuk percaya kepada Trump. Saya menggambarkannya dalam satu kalimat, kepastian Trump adalah ketidakpastiannya," kata Hasibullah di Dialog Sapa Pagi KompasTV, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, selama kurang lebih 48 hari sejak gencatan senjata berlangsung, perkembangan proposal perdamaian yang sebelumnya disebut sangat positif justru mengalami kemunduran hanya dalam hitungan jam.
"Ini potensi kesepakatan damai yang layu sebelum berkembang," ujarnya.
Senada dengan itu, pakar hubungan internasional dari Universitas Katolik Parahyangan, Kishino Bawono, menilai hambatan terbesar perundingan justru datang dari perbedaan kepentingan antara Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Kishino, meski Iran dan Amerika Serikat kemungkinan sudah menunjukkan progres dalam perundingan, posisi Israel belum tentu sejalan dengan arah kesepakatan damai.
"Kalau Amerika Serikat dan Iran sudah bisa sepakat, tetapi Israel belum sepakat, ini bisa jadi masalah," ujarnya.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Joshua
#as #iran #donaldtrump
Baca Juga Pemerintah Salurkan Bantuan PIP Anak Sekolah, Siswa SMA dan SMK Terima Rp1,8 Juta di https://www.kompas.tv/info-publik/670857/pemerintah-salurkan-bantuan-pip-anak-sekolah-siswa-sma-dan-smk-terima-rp1-8-juta
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/670868/kesepakatan-damai-iran-as-terancam-mandek-trump-dinilai-ubah-sikap-sapa-pagi
Komentar