Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI menyoroti risiko distribusi susu formula dalam Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Peringatan itu disampaikan IDAI melalui siaran pers resmi pada Kamis, 21 Mei 2026. Meski mengapresiasi program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak, IDAI memberi catatan kritis terhadap petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional atau BGN. IDAI juga mengingatkan, distribusi produk pengganti ASI secara nasional tanpa perlindungan laktasi yang kuat berisiko dapat memicu efek domino yang merugikan, seperti memfasilitasi terjadinya promosi silang produk susu buatan, meruntuhkan angka keberhasilan laktasi, serta merosotnya capaian target ASI eksklusif nasional.

Link terkait:
https://www.suara.com/health/2026/05/21/191352/idai-ingatkan-risiko-susu-formula-di-mbg-asi-tak-bisa-digantikan-produk-pabrik



#IDAI #MBG #ASI #MakanBergisiGratis #IkatanDokterAnakIndonesia

Creative/Video Editor: Najwa/Yansen
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00IDAI ingatkan resiko susu formula di program MBG, ASI tak bisa digantikan.
00:05Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI menyoroti resiko distribusi susu formula dalam program makan bergizi gratis.
00:12IDAI menilai pembagian susu formula secara massal dinilai dapat mengganggu keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Indonesia.
00:20Peringatan itu disampaikan IDAI melalui siaran pers resmi pada Kamis 21 Mei 2026.
00:25Meski mengapresiasi program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak, IDAI memberi catatan kritis terhadap petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional.
00:34Ketua Satgas ASI IDAI, Dr. Naomi Ester Nita F. Dewanto menegaskan bahwa ASI memiliki ratusan komponen bioaktif yang tidak bisa
00:44digantikan produk pabrikan manapun.
00:46IDAI juga mengingatkan distribusi produk pengganti ASI secara nasional tanpa perlindungan laktasi yang kuat beresiko dapat memicu efek domino yang
00:55merugikan.
00:56Seperti memfasilitasi terjadinya promosi silang produk susu buatan, peruntuhkan angka keberhasilan laktasi, serta merosotnya capaian target ASI eksklusif nasional.
01:07Selain itu, IDAI juga mendesak agar regulasi teknis di lapangan tetap berjalan di koridor hukum dan regulasi kesehatan yang sudah
01:16ada.
Komentar

Dianjurkan