Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PONTIANAK, KOMPAS.TV - Pertunjukan musik tiup di atas sampan digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Jika biasanya musik tradisi ditampilkan dalam acara atau ruang tertentu, kali ini tampil dengan cara yang berbeda.

Memperingati 10 tahun Balaan Tumaan Ensemble, sebuah organisasi yang berfokus pada musik tradisi, digelar sebuah festival bernama Habe Fest.

Salah satu rangkaian acaranya adalah pertunjukan musik tradisional di atas sampan di Sungai Jawi, yang terbuka untuk masyarakat umum.

Festival perdana Balaan Tumaan ini berkolaborasi dengan sejumlah musisi, seniman, dan komunitas seni, salah satunya adalah Tanjidor Sumber Rezeki yang memainkan alat musik tiup berbahan logam di atas sampan.

Selain bertujuan mendekatkan musik tradisi dengan masyarakat, pertunjukan ini juga mengingatkan kembali tentang sejarah sungai sebagai identitas kota, serta melestarikan alat musik tradisional.

Salah satu warga, Jovanka, mengaku baru pertama kali menyaksikan festival yang unik, menarik, dan melokal seperti ini.

Sementara itu, Ketua Tanjidor Sumber Rezeki, Uray Ferry, menyebut bahwa pertunjukan seperti ini memberi ruang bagi para seniman dan musisi lokal untuk mengekspresikan bakatnya.

Tak hanya menampilkan musik, Habe Festival juga menghadirkan berbagai pertunjukan dan karya dari Balaan Tumaan serta para seniman lainnya, seperti pemutaran film budaya, pameran instalasi bunyi atau instrumen musik, lokakarya, diskusi, hingga pertunjukan karya-karya baru lainnya.

Baca Juga Jakarta Fair Kemayoran 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan Musik hingga Kuliner Nusantara di https://www.kompas.tv/nasional/600683/jakarta-fair-kemayoran-2025-resmi-dibuka-hadirkan-musik-hingga-kuliner-nusantara

#musik #musiktradisional #pontianak #tradisi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/602315/kemeriahan-habe-fest-pontianak-pertunjukan-musik-tradisional-dimainkan-di-atas-sampan
Transkrip
00:00Ya, Imron, hari di Pontianak, Kalimantan Barat, penyajikan muat ini semuanya menarik dalam cerita musim sana pada siang hari ini.
00:09Informasi yang pertama Imron, pertunjukan musik tiup di atas sampan digelar di kota Pontianak, Kalimantan Barat.
00:16Selain lebih dekat dengan masyarakat, pertunjukan ini juga mengingatkan tentang sejarah sungai dan melestarikan alat musik tradisional.
00:30Jika biasanya musik tradisi ditampilkan pada acara atau ruang tertentu, namun berbeda dengan yang satu ini.
00:38Memperingati 10 tahun Balantuman Asambel, yakni sebuah organisasi yang berfokus pada musik tradisi di gelar festival bernama HBFES.
00:48Satu di antara rangkaian dengan akses kepada masyarakat secara terbuka, yakni pertunjukan musik tradisional di atas sampan Sungai Jawi.
00:56Festival Perdana Balantuman ini berkolaborasi dengan musisi, seniman, dan komunitas seni lainnya.
01:03Salah satunya Tanjidor Sumber Rejeki yang bermain alat musik tiup besi di atas sampan.
01:10Selain agar lebih dekat dengan masyarakat, pertunjukan ini juga untuk mengingatkan tentang sejarah sungai sebagai identitas kota dan melestarikan alat musik tradisional.
01:20Ini pembukaan dari rangkaian HBFES, itu artinya sahutan dalam bahasa kaya.
01:29Saya memanai sahutan itu sebagai bentuk kolektif komunal gitu kan.
01:34Kemudian dihadirkanlah beberapa teman-teman bermain nada-nada panjang dengan rompet, saling sahut-menyawut gitu kan.
01:39Nah ini bentuknya untuk merayakan gitu kan.
01:41Merayakan sungai sebagai identitas kita dan identitas kota kita gitu kan.
01:47Salah satu warga, Jovan Kalmengaku, baru pertama kali melihat festival yang unik, menarik, dan melokal yang dekat dengan masyarakat seperti ini.
01:58Menurut pengalaman saya pribadi, ini adalah festival yang pertama kali saya lihat ataupun mungkin saya tonton di khususnya di kota Poljana.
02:08Suatu pertunjukan yang artinya melokal dan membawa kebudayaan yang sangat dekat dan lengkap dengan warga kita.
02:18Sementara itu, Ketua Tanjidor Sumber Rejeki, Ureferi menyebut, pertunjukan seperti ini memberikan ruang bagi para seniman dan musisi lokal untuk me-presikan bakat.
02:40Sebelumnya ini, alami-alami FG Pertan lah, bodi seni, tari, dan musik dulu, sekarang seni pertunjukan.
02:49Sebagai anak muda tentulah, pengen kebudayaan kita tidak boleh.
02:53Tidak hanya pertunjukan musik, berbagai rangkaian pertunjukan dan karya-karya balantuman, serta seniman dan musisi lainnya,
03:02juga digelar pada HB Festival seperti pemotaran film budaya, pameran instalasi bunyi atau instrumen musik, loka karya, diskusi, dan pertunjukan karya-karya baru lainnya.
Komentar

Dianjurkan