00:00Diduga akibat malapraktik tangan seorang balita asal desa Tambe, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, harus diamputasi.
00:08Orang tua korban menuding adanya malapraktik yang dilakukan tiga layanan kesehatan milik pemerintah,
00:14yaitu Puskesmas Bolo, RSUD Sondosia di Kabupaten Bima, dan RSUD Bima.
00:23Di umurnya yang belum kenap dua tahun, balita perempuan ini harus kehilangan tangan kanannya
00:28akibat dugaan malapraktik.
00:31Kejadian berawal pada April 2025, saat bocah perempuan ini mengalami demam.
00:37Saat dirawat Puskesmas Bolo, tangan kiri yang dipasang infus, bengkak, hingga kemudian dipindahkan ke tangan kanan.
00:44Ibu korban yang cemas meminta rujukan namun ditolak.
00:47Meski akhirnya dirujuk, namun anak perempuannya tidak mendapatkan perawatan yang memadai,
00:52hingga akhirnya diamputasi di RSUD NTB.
00:55Udah tau kalau ternyata pas dikompres air, diinginkan, tiba-tiba gintam, saya langsung minta rujukan.
01:02Karena saya bilang ini bukan lagi peradangan, bukan lagi bengkak biasa, tapi defeksi.
01:06Saya minta rujukan sama perawat, perawatnya ditanya dokternya, tapi tidak diaksesikan.
01:11Mana dikasih sumah salep, pas tanggal 15 saya lagi minta rujukan di dokter umum,
01:15katanya harus komplit masih lagi ke dokter spesialis, sampai suara nggak dikasih.
01:19Makanya saya lari dari perawatan anak ke UGD menangis.
01:23Minta.
01:24Tolong.
01:25Dan tolong rujukan akses ke arah biar rujukan paksa.
01:28Baru dia sisa.
01:29Orang tua korban menuding adanya malah praktik ini dilakukan tiga layanan kesehatan milik pemerintah,
01:38yaitu poskesmas Bolo, RSUD Sondosia di Kabupaten Bima, dan RSUD Bima.
01:43Mereka pun melaporkan kejadian ini ke polisi dan dinas kesehatan terkait.
01:47Namun belum mendapatkan tindak lanjut.
01:49Karena kondisi yang sudah memburuk, akhirnya amputasi dilakukan di RSUD Nusa Tenggara Barat.
01:54Saat ini RSUD Provinsi NTB tengah bersiapkan operasi bedah plastik sebagai tindakan lanjutan.
02:00Insya Allah kalau tidak ada halangan, mungkin pekan depan,
02:04hari Senin kalau tidak ada halangan, akan dilakukan operasi lanjutan oleh dokter bedah plastik RSUD Provinsi NTB.
02:11Kemudian tadi juga di sini hadir Bapak Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
02:19Dan Alhamdulillah kalau kita berbicara tentang kasus ini ya, Mbak Dian ya, dan tim,
02:28sedisa mungkin kalau bisa kita bicarakan dengan baik,
02:32mungkin kita berdiskusi nanti bersama dengan semua pihak,
02:35sehingga apa yang menjadi hajatan daripada Arumi dan orang tua khususnya bersama tim kuasa hukum,
02:43sehingga kita fokus kepada penanganan kesehatan Arumi.
02:49Sehingga nanti Arumi tetap sehat,
02:51dan insya Allah RSUD Provinsi NTB,
02:54seperti yang disampaikan tadi oleh dua dokter spesialis kami di sini,
02:59dokter bedah plastik dan dokter ortopedi,
03:02siap untuk dilakukan operasi insya Allah pekan depan di sini.
03:07Operasi rencana dilakukan pekan depan.
03:09Selain bedah plastik, akan dilakukan juga rekonstruksi anatomi pergelangan tangan.
03:13Fitri Rahmawati, Kompas TV, Mataram, Lombok, NTB
Komentar