Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut tingginya antusiasme masyarakat saat open house di Istana menjadi alasan pemerintah menggelar acara serupa dengan skala lebih besar di Monas.

Pemerintah menyiapkan 100 ribu kupon sembako senilai Rp500 ribu serta 300 ribu porsi makanan dari ratusan pedagang kaki lima.

"Presiden instruksikan kami, kementerian UMKM juga untuk melaksanakan bazar, hiburan rakyat, permainan rakyat. Kemarin saat Lebaran ada Istana untuk rakyat, antusiasme masyarakat lebih dari yang kita perkirakan. Pertama kalinya di Monas dibuat acara seperti ini," ujar Teddy.

Program yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto ini menghadirkan bantuan nyata bagi masyarakat melalui pembagian 100.000 kupon belanja senilai Rp500.000.

Selain itu pemerintah juga menyediakan 300.000 porsi makanan gratis.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Novaltri

Baca Juga [FULL] Pakar HI Soroti Trump yang Minta Iran Buka Selat Hormuz Usai Beberapa Negara Diizinkan Lewat di https://www.kompas.tv/internasional/659538/full-pakar-hi-soroti-trump-yang-minta-iran-buka-selat-hormuz-usai-beberapa-negara-diizinkan-lewat



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659545/instruksi-presiden-prabowo-gelar-pasar-murah-di-monas-ini-kata-seskab-teddy
Transkrip
00:00Jadi untuk tadi satu kupon 500 ribu, 300 ribunya itu berupa sembako.
00:05Assalamualaikum, selamat malam semua.
00:07Jadi pada hari ini malam minggu, tanggal 28 Maret, masih di bulan syawal setelah lebaran, hampir setiap minggu setelah lebaran,
00:21Bapak Presiden menginklusikan kami, kemudian melalui juga ada kementerian UMKM dan beberapa kementerian lainnya
00:31untuk melaksanakan bazar, kemudian pasar murah, kemudian ada hiburan rakyat, kemudian ada permainan anak-anak.
00:42Untuk apa? Jadi kemarin saat hari lebaran itu ada istana untuk rakyat,
00:50nah tapi antusiasme masyarakat yang hadir di istana melebihi yang kita perkirakan,
00:57kemudian Bapak Presiden ingin membuat nuansa kegembiran lebaran ini masih terasa,
01:03nah sehingga mungkin untuk pertama kalinya ya, pertama kalinya setelah lebaran di sini di Monas,
01:09di lapangan besar ini dibuatlah acara seperti ini gitu ya.
01:14Jadi kalau rekan-rekan lihat di belakang ada istana untuk rakyat,
01:17jadi diharapkan semuanya masyarakat bisa merayakan lebaran,
01:22tadi ada kita berikan kupon, ratus ribu kupon, satu kupon itu lima ratus ribu rupiah.
01:30Jadi ada untuk sembako, ada juga untuk barang, barangnya apa?
01:35Nah sekalian juga untuk menghidupkan UMKM, UMKM, pedagang-pedagang.
01:40Nah dari ada pasar Tanah Abang, pasar Senen, pasar Ular, kemudian beberapa pasar lain sejauh tapek,
01:46melalui Pak Menteri UMKM, Pak Maman, dibawa ke sini, mereka jualan, kita beli barangnya,
01:54nah kemudian masyarakat yang datang gratis diberikan kupon, kemudian mereka menukarkan kupon itu gitu ya.
02:00Itu yang untuk barang. Untuk apa? Jadi bahwa Presiden ingin ya berbagi kebahagiaan lah.
02:06Ada warga-warga dari daerah, belikan anaknya baju, baju lubaran, sepatu, tas, perangkapan sekolah, alat ibadah, dan sebagainya.
02:18Intinya kira-kira begitu.
02:18Kemudian juga ada kurang lebih seribu pedagang kaki lima, jadi disiapkan 300 ribu porsi makanan,
02:28makanan minuman untuk masyarakat semuanya.
02:31Jadi datang ke sini, bisa makan semuanya, ada hiburan, kemudian bisa membelikan sanak keluarganya barang-barang di kecil.
02:39Itu kira-kira?
02:39Yang item barang-barangnya itu per paket 200 ribu?
02:43Ya, jadi untuk tadi satu kupon 500 ribu, 300 ribunya itu berupa sembako,
02:48kemudian 200 ribunya itu bisa dibelikan, ditukarkan dengan barang-barang yang dari UMKM dalam pedang kecil.
02:55Kira-kira itu.
02:56Jadi ini untuk pertama kalinya ada acara seperti ini.
02:59Jadi bahwa Presiden tadi sekali lagi saya sampaikan ingin kegembiraan nuansa lebaran dapat dirasakan oleh masyarakat sebanyak mungkin.
03:08Gitu kira-kira.
03:09Ini pertama kali tentunya kita pasti bahwa Presiden ingin yang terbaik, ya pasti akan rutin gitu ya.
03:17Kemudian ini persiapannya cukup singkat, tapi Alhamdulillah lancar semuanya dari segi pengamanan.
03:25Kemudian tadi minta maaf ada yang antri.
03:28Kita udah buka banyak banget pintunya sebenarnya, cuman tadi Anda bilang benar.
03:32Antusiasme tinggi, jadi mengantri agak panjang.
03:37Tapi ya ada makanan, ada minuman.
03:39Tadi saya tanya satu-satu juga.
03:41Mereka menyadari bahwa ya nggak apa-apa antri namanya ini sekaligus menikmati nuansa monas malam hari, lampu-lampu, musik, dan
03:49sebagainya.
03:50Itu kira-kira Pak Menteri, Pak Maman?
03:53Memang tadi karena antusiasme yang luar biasa, jadi ada suasana kegembiraan karena kita gabungkan dengan acara mainan anak-anak, terus
04:02musik.
04:03Jadi status nunggu juga tadi terhibur juga gitu, itu satu.
04:06Nah, di satu sisi memang ada titipan pesan juga dari Pak Presiden bahwa momentum ini kan juga momentum menggerakkan ekonomi.
04:15Karena kita melibatkan kurang lebih ada seribuan usaha mikro, pedagang makanan, dan minuman yang dimana disitu kan bergerak tuh.
04:25Mereka pesan makanan, pesan minum, segala macam.
04:28Lalu kurang lebih ada 100 ribu paket baju-baju, sepatu, tas, dan lain sebagainya yang senilai 200 ribu per paket.
04:36Nah, ini impact ekonominya kayak di Pasar Tanah Abang, terus di Pasar Senen, dan di beberapa pasar.
04:42Ada yang di Bandung, teman-teman asosiasi pembuat kerajinan sepatu, dan itu juga akhirnya bergerak tuh.
04:48Karena mereka bisa menghabiskan stok yang kemarin masih ada, dan yang mereka juga bisa putar lagi, beli lagi, ada dengan
04:55stok yang baru.
04:56Jadi ini impactnya juga seharapan Pak Presiden untuk bisa menggerakkan ekonomi juga di momen paska lebaran ini.
05:06Enggak-enggak, ini pos anggarannya semua di kementerian SESCAP.
05:17Kita bahas UMKIM dulu, ini ada acara lebaran, lebaran bersama rakyat di Monas, masih bulan syawal, kita bahas itu dulu,
05:25oke?
05:29Kita sekali lagi, kita bahas yang ini dulu, mas. Oke? Ada pertanyaan terkait ini?
05:34Next, ada di kota lain nggak mas?
05:37Kalau yang secara serentak ini saja, cuma kemarin beberapa kementerian, dan ini kan juga menghimbau ke kepala daerah, tapi waktunya
05:46terserah kepala daerah masing-masing gitu ya.
05:48Intinya konsepnya adalah, sebanyak mungkin masyarakat itu merasakan kebahagiaan lebaran, baik yang tidak bisa mudik, kemudian yang sudah kembali mudik,
06:02datang ke sini, kan?
06:03Kemudian, ya kita wasilitasi tadi dijemput dari luar-luar pake bus, terima kasih dari pihak kepolisian, kemudian sebentar, kemudian dijemput
06:14ke sini, diantar ke sini, ketua RT-nya, ketua RPU-nya yang mencatat siapa yang berangkat, bersama anak-anaknya, bersama
06:23keluarganya, nanti diantar kembali pulang gitu kan?
06:27Sekalian liburan, bagi mereka-mereka yang nggak ada di sekitar Jakarta, kira-kira itu, ya?
06:32Kalau agenda itu untuk kakek ini, kita ini nanti akan diri sekitar bawang atau ada umum-umum lain?
06:37Kalau tidak.
06:37Sambil kita lihat perkembangan mas, kan ini kan juga acara kan belum selesai nih, nanti insya Allah selesai semuanya, ya
06:43sambil kita monitoring dan kita evaluasi ya plus minusnya bagaimana kan gitu.
06:46Oke, kira-kira gitu.
06:47Yang semangatnya adalah kegembiraan mas.
06:49Yes, dan juga kalau Anda ingat waktu 17-an, jadi di sini juga ada semacam seperti ini, karnaval malam, ya
06:57kan?
06:58Karnaval, masyarakat ke sini, ada permainan, makan, kemudian ada hiburan, gitu kira-kira.
07:04Jadi, sebisa mungkin ada event-event nasional bahwa Presiden ingin semua rakyat merasakan kebahagiaan.
07:10Itu aja, kira-kira.
07:11Oke, terima kasih semua rakyat-rakyat media sudah nunggu di sini, sudah dari tadi.
07:18Silahkan menikmati juga.
07:20Oke, itu aja.
07:24Kita bahas ini dulu, tadi saya bilang.
07:35Ya, sebisa mungkin masyarakat hadir, kemudian merasakan kebahagiaan, bisa membelikan keluarganya barang-barang baru, gitu ya.
07:48Untuk lebaran, kemudian bisa nyaman di sini.
07:52Ini tadi laporan dari Pak Kapolda, lebih dari 100 ribu orang, dari jam 4, yang hadir ke sini.
07:59Dan makin malam pasti makin lame, mungkin sekitar 200 ribu.
08:03Kita kalau porsi makanannya saja 300 ribu, dan tadi laporannya sudah hampir habis, berarti ya lebih dari segitu, gitu ya.
08:10Jadi, Alhamdulillah, antusiasme masyarakat tinggi menunjukkan juga...
08:14Suasana kegembiraan, Bang.
08:15Suasana kegembiraan, gitu, kira-kira.
08:18Kalau harapan kejutan masyarakat ini gimana, Bang?
08:23Kalau kuponnya, iya.
08:25Kuponnya, iya.
08:27Kemudian terdata, makanya tadi ketua RT, ketua RW mendata, kemudian kita jemput ke sini, ya kan.
08:33Kemudian, tapi kan kita untuk membuka juga masyarakat lain, gitu ya.
08:36Dan sebisa mungkin, masyarakat yang datang pulang, itu membawa sesuatu lah.
08:40Walaupun kecil, itu membawa sesuatu, ya kan.
08:44Sudah kira-kira, ya.
08:44Terima kasih semua.
08:45Terima kasih.
08:46Terima kasih.
09:29Terima kasih.
09:51Terima kasih.
09:53Terima kasih.
09:54Terima kasih.
09:54Terima kasih.
09:54Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan