Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026) siang di rumah sakit kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Putra pertama almarhum, Vishnu Juwono, menyampaikan bentuk pengabdian sang ayah pada negara.

"Beliau sudah berusaha keras memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara, mulai dari dunia akademisi, terutama di bidang hubungan internasional, dan juga mengabdi di beberapa jabatan pemerintahan, di antaranya Menteri Lingkungan, Menteri Pendidikan, dan kemudian juga Menteri Pertahanan," ujar Vishnu pada media, Sabtu (28/3/2026).

Ia berharap bahwa sepak terjang ayahnya, menginspirasi generasi muda sekarang, bahwa pengabdian itu harus dilandasi oleh integritas, kerja keras dan keikhlasan, sehingga pengabdian yang sudah berlangsung selama puluhan tahun ini tidak sia-sia.

Ia juga menyebut rencana prosesi penghormatan terakhir bagi almarhum akan disemayamkan di Gedung Urip Sumiharjo di Kementerian Pertahanan dan setelah itu juga langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata.

Vishnu juga mengungkapkan kondisi kesehatan almarhum sebelum wafat sempat menderita sakit stroke keempat.

Sementara itu, juru bicara keluarga, Yudha, menyebut bangsa Indonesia kehilangan sosok penting.

"Kita semua kehilangan, bangsa ini kehilangan patriot sejati yang sudah berbakti pada negara. Beliau belakangan memang jatuh sakit dan akhirnya harus dipanggil oleh Allah SWT. Kita berduka, dan tentu semua apa yang sudah beliau lakukan menjadi solidaritas bagi kita semua," katanya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Novaltri

Baca Juga Bus Jemaah Umrah Asal Indonesia Terbakar di Madinah, Kemenhaj Minta Pihak terkait Ganti Rugi di https://www.kompas.tv/nasional/659535/bus-jemaah-umrah-asal-indonesia-terbakar-di-madinah-kemenhaj-minta-pihak-terkait-ganti-rugi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659544/eks-menhan-juwono-sudarsono-wafat-keluarga-kenang-pengabdian-puluhan-tahun
Transkrip
00:11Kami berharap agar meninggalnya ayah saya ini bisa memberikan penghormatan kepada beliau ya,
00:23karena beliau sudah berusaha keras ya memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara.
00:30Mulai dari dunia akademisi ya, terutama di bidang hubungan internasional dan juga mengabdi di beberapa jabatan pemerintahan,
00:39diantaranya adalah Menteri Lingkungan, Menteri Pendidikan, dan kemudian juga Menteri Pertahanan.
00:46Sehingga kita berharap bahwa sepak kerja beliau, kerja keras beliau bisa menginspirasi generasi muda sekarang,
00:56bahwa pengabdian itu harus dilandasi oleh integritas, kerja keras, dan keikhlasan.
01:05Sehingga pengabdian beliau yang sudah berlangsung selama bulan tahun ini tidak sia-sia ya.
01:12Dan harapan keluarga ya kita berharap apa yang sudah diajarkan beliau kepada para mahasiswa dan mahasiswinya
01:21yang sekarang sudah jadi pejabat dan pengambil kebijakan bisa meneruskan legasi beliau dalam pengabdian tersebut,
01:29terutama di bidang hubungan internasional dan tentu saja bidang pertahanan.
01:34Mas besoknya kan rencanakan juga disemayamkan di Kementerian Pertahanan ya,
01:39mungkin bisa dijelaskan terkait dengan rencana besok jam berapa, terus nanti dikebumikan jam berapa?
01:43Jadi rencananya besok akan disemayamkan di gedung Urib Sumi Harjo di Kementerian Pertahanan,
01:49dan setelah itu juga langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Kalibatak gitu ya,
01:57rencananya, dan saya dengar rencananya akan dipimpin oleh Menteri Ketahanan Bapak Syafrik Samsudin
02:05dalam upacara tersebut gitu.
02:08Mudah-mudahan juga sahabat-sahabat beliau ya,
02:12yang juga beliau cukup punya banyak kenalan,
02:15selain di kalangan akademisi,
02:18khususnya hubungan internasional juga kalangan TNI,
02:22beliau juga punya kenalan,
02:24dan kita harap mereka bisa memberikan silaturahmi dan penghormatan terakhir beliau di acara tersebut.
02:32Sakitnya sudah berapa nggak sih Pak?
02:35Sakitnya sebenarnya sudah berlangsung 4 tahun,
02:38beliau menderita sakit stok keempat,
02:41sehingga makanya beliau sudah hilang dari publik selama beberapa tahun ini,
02:46karena fokus pada penyembuhannya,
02:48tetapi sebetulnya takdir Allah subhanahu anhu mengatakan lain,
02:52dan sehingga beliau dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta'ala hari ini.
02:57Terima kasih.
02:58Boleh barangkali berisi yang keluarga terkait dengan meninggal dunia Pak Jumbo,
03:03seperti apa?
03:03Ya tentu kita semua kehilangan,
03:06bangsa ini kehilangan patriot sejati yang sudah berbakti pada negara,
03:10dan beliau belakangan memang jatuh sakit,
03:12dan akhirnya harus dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
03:15Kita berduka,
03:17dan tentu semua apa yang sudah beliau lakukan,
03:20almarhum lakukan, menjadi suri ta'ala dan bagi kita semua,
03:23khususnya di hari ini, dan tentu yang akan datang.
03:27Kalau kita ketahui kan juga Pak Juwono kan adalah Menteri Pertahanan Sipil pertama di Indonesia,
03:31gitu.
03:31Nah, apresiasi dari, ataupun mengingat dari jasa-jasa Pak Juwono ini kan dari Kementerian Pertahanan
03:35juga akan melakukan upacara pelepasan besok.
03:37Mungkin barangkali bisa dijelaskan.
03:39Mungkin harus diralat juga, bukan sipil yang pertama ya.
03:42Dulu juga pernah ada Iwaku Suma-Sumantri.
03:44Itu juga menurut perang.
03:45Tapi, di masa hari baru, memang beliau yang pertama,
03:49sebagai orang sipil yang ditunjuk dan mengembat tugas yang cukup berat waktu itu.
03:54Banyak tugas-tugas yang mungkin menjelang reformasi.
03:58Salah satunya kan mencoba memastikan bisnis TNI dan sebagainya bisa diatur lebih seimbang dan proper begitu ya.
04:05Tapi, itu adalah kan sebuah awal yang baik juga untuk kita ke depan.
04:09Itu menjadi rumah duka ke-2 dan kemudian itu menjelang sebelum ke Makam Pahlawan Kalibata.
04:20Dan itu saya rasa sesuai dengan protokol negara.
04:23Pak, tadi kan disebutkan almarhum ini sempat mengalami sakit.
04:26Mungkin bisa dijelaskan sakitnya apa sehingga harus dirawat rumah sakit gitu sebelumnya?
04:30Sakitnya sudah cukup lama dan kami bersyukur juga beliau bertahan
04:34dan berusaha punya semangat yang tinggi sekali
04:37dan bagian dari keluarga yang tak terpisahkan menjadi suruh itu ladang.
04:41Tapi, perjuangan beliau tentu ada batasnya dan kami semua berduka.
04:45Dan ini memang sudah suratan dan kami redoh dan menerima dengan hati lapang
04:51karena beliau akhirnya dipanggil oleh Allah.
04:55Tapi juga kami tetap berduka sebagai manusia biasa.
04:58Mudah-mudahan apa yang sudah ditinggalkan oleh almarhum,
05:01baik waktu menjadi Menteri Pendidikan dan Menteri Pertahanan
05:04juga bisa menjadi contoh bagi yang lain di kemudian hari ini.
05:08Terima kasih banyak Mas.
05:09Kita turut berduka cerita atas kehilangan hari ini.
05:16Terima kasih telah menonton!
05:52Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan