00:00Ya, membahas soal debut Manis Herdman di Timnas Indonesia yang kini membuka kembali asas skuad Garuda.
00:05Untuk berbicara banyak di panggung dunia, kita sudah bersama dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Niel Maizar.
00:12Selamat malam, Coach Niel.
00:14Selamat malam, Bang.
00:17Coach Niel, ini Anda sebagai pelatih, seperti apa melihat performa debut dari seorang John Herdman kemarin malam?
00:26Iya, kalau saya lihat tadi malam, itu kan debut Manis dia.
00:30Dengan, apa namanya, dengan mengetahui bagaimana cara dia mau handle Tim ini, itu yang saya lihat ya.
00:39Dan dia ingin mengetahui kapasitas pemain secara total yang 23 pemain itu sejauh mana kemampuan dia ketika dia main pertama
00:48kali di pertandingan pertama kali yang dia lakukan.
00:51Jadi kalau saya lihat, dia sudah bisa mengetahui komposisi pemain, 2-3 pemain ini apa yang dia harus lakukan ya.
01:01Jadi debut Manis ini hasilnya bagus dan ekspertasi masyarakat Indonesia juga saya pikir sudah lebih menyenangkan ya.
01:10Artinya pandang pertama ini menggoda.
01:13Ya selanjutnya tentu bagaimana John Herdman di pertandingan besok melawan burger ya di tanggal 30 kalau nggak salah, bisa menampilkan
01:23apa yang ada di otaknya untuk tim ini.
01:26Karena dia sudah melihat kapasitas ini pemain ini oleh seperti apa, sananta seperti apa, bekam seperti apa, sedikit sudah mulai
01:35dia tahu kapasitasnya.
01:37Jadi tinggal kita melihat bagaimana dia memberikan kepercayaan lebih lagi ke pemain untuk dia melihat serta total kapasitas pemain.
01:47Dan seolah tak ragu ya Coach, Coach Niel tak ragu untuk menguji kedalaman sekuat.
01:52Padahal kan kalau rangka tim nasi itu sudah ada, tapi memainkan pemain yang baru dipanggil berani ya Coach?
02:00Ya kan dia harus melihat itu Bang.
02:03Kalau dia tidak melihat kemampuan pemain di pertandingan ini, kapan lagi dia lihat?
02:07Karena pertandingan sebelumnya dia nggak pernah dicoba.
02:09Seorang pelatih tentu ingin melihat kapasitas seperti Donitri seperti apa, bekam seperti apa, sananta seperti apa yang udah pernah main
02:16di Brunei.
02:17Yang selama ini tidak menjadi pilihan utama, tapi sehari kemarin itu menjadi starting.
02:23Bahkan Donitri menjadi pemain yang main full time 90 menit.
02:27Jadi ini suatu hal yang positif buat kita, dan juga suatu hal yang mungkin sebagai seorang pelatih, dia ingin melihat
02:36ini, ini menampilkan ini sejauh mana itu.
02:39Pemain yang dia punya 23 ini, untuk bisa 2-3 tahun ke depan, tim ini menjadi utuh dan dia inginkan
02:46gitu.
02:46Tapi kalau di luar ini masih ada pemain lain, mungkin dia akan cari lagi yang lain.
02:51Tapi yang ada 23 ini, di luar yang 40 yang dia panggil kemarin, saya pikir dia sudah mulai mengetahui kapasitas
03:02pemain.
03:02Sehingga dia secara taktikal, enak dia mengemasnya.
03:06Dia pakai Jordi, dia pakai si Hiliski, Jay, Ergan, si Kevin Dick, Kevin Ferdon, jadi sudah mulai dia tahu.
03:17Ini kuncinya untuk tim nasional ke depan lebih baik.
03:20Saya pikir itu, Bang.
03:21Kos Niel, ini sebetulnya yang juga disorot adalah penampilannya di pinggir lapangan.
03:27Dia nggak betah belum lama-lama di bench.
03:30Tampaknya banyak direct instruksi langsung ke pemain.
03:34Itu biasanya seorang pelatih akan lebih efektif.
03:37Hal-hal seperti itu ketimbang hanya memantau bagaimana dari kejauhan tanpa menyampaikan instruksi secara langsung.
03:46Ya, trend modern ikut itu gitu, Bang.
03:50Kalau kita lihat Pep Goodwalla bagaimana dia mengandalkan, apa namanya, Manchester City atau Arsenal.
03:57Kan pelatih itu harus terlibat di pertandingan, Bang.
04:012 kali 45 menit.
04:03Bagaimana bertahan pemain dia?
04:05Bagaimana menyerang pemain dia?
04:06Apa yang harus diindruksikan dia supaya fokus dia itu di setiap pertandingan?
04:11Bukan menyalahkan, tapi mengingatkan.
04:14Memberikan motivasi.
04:16Nah, ini kan sebelumnya sudah ada dan ya beda-beda karakter.
04:20Tapi untuk Indonesia cocok ini, Bang.
04:23Mengingatkan, memberikan motivasi.
04:25Pas lah kalau untuk Indonesia.
04:27Jangan seperti pocet silent aja duduk.
04:31Tidak ada komentar.
04:33Lihat-lihat aja nggak bisa.
04:35Indonesia, pemainnya itu punya karakter untuk diberikan motivasi, Bang.
04:40Sehingga dia ter...
04:41Apa nama?
04:43Tepuk, apa nama?
04:47Beri motivasi dan dia ingin melakukan itu.
04:50Dan mengingatkan itu.
04:52Dan itu stylenya dari Jane Harman itu sangat diperlukan untuk sebagai pelatih tim Indonesia.
04:57Jadi...
04:58Beda, beda, Bang. Beda.
05:00Antara STY dengan Patrick Leber beda.
05:03Abang lihat praktik cuma tidak banyak komentar, tidak bisa melihat.
05:07Beda cara, beda pendekatan ya, Coach.
05:10Iya, pendekatan dia ketika pemain udah keluar lapangan, gitu, Bang.
05:15Coach, tapi ini waktu berkumpul pemain kan begitu singkat ya.
05:20Tapi sudah terlihat ya, Harman ini menguasai ruang ganti pemain.
05:26Ini, Bang.
05:27Ini pengalaman dia sebagai head coach.
05:29Di Kanada, dari Kanada yang tidak punya apa-apa, yang tidak tahu orang, sampai ke pilihan dunia.
05:35Sebenarnya dalam melatih itu kan bukan hanya punya knowledge, Bang.
05:39Tapi yang mahal itu experience.
05:41Experience ini adalah melatih tim Kanada.
05:44Dari tim yang dianggap belum punya prestasi.
05:49Abis itu mempunyai prestasi dan bahkan ikut pilihan dunia.
05:53Itu bukan hal yang mudah bagi seorang pelatih.
05:56Bagaimana membentuk tim itu bisa masuk ke pilihan dunia itu.
05:59Itu prestasi yang sangat luar biasa.
06:01Sehingga dengan apa yang sudah dilakukan di Kanada, dia ingin fotokopi pasti ke Indonesia.
06:06Tapi dengan budaya yang berbeda, dengan cara yang berbeda.
06:09Inilah caranya dia.
06:10Jadi kita tidak bisa meragukan lagi kemampuan dia.
06:14Tinggal bagaimana kita menunggu.
06:16Bagaimana prosesnya ini?
06:18Dari bulan ke bulan, tahun ke tahun.
06:20Karena target dia kan masuk ke dunia, 2020-2030.
06:23Nah, kita tunggu.
06:24Tapi di pertampilan yang pertama, kita harus yakin lah.
06:27Harus mempercayai dia, dia punya kemaksitas sebagai head coach.
06:30Oke, menarik.
06:32Nanti hari Senin diuji lagi nih, taktik strategi John Hurtman lawan Bulgaria.
06:37Terima kasih.
06:37Lawan Bulgaria.
06:38Coach Niel, untuk pandangannya di program Kepas Malam hari ini.
Komentar