Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Debut manis tersaji kala Timnas Indonesia melibas klub dari Kepulauan Karibia, Saint Kitts and Nevis, 4 gol tanpa balas. Jay Idzes dan kawan-kawan tampil apik sejak pluit kick-off dibunyikan.

Dua gol bintang Persib Bandung, Beckham Putra, sontekan Ole Romeny, dan gol cantik Mauro Ziljstra menjadikan Timnas Indonesia digdaya atas negara dengan peringkat 154 dunia tersebut.

Namun, yang mencuri perhatian adalah penampilan dari John Herdman. Herdman, yang tak mau berdiam diri di bench, menunjukkan antusiasmenya saat memberi arahan pada skuad Garuda.

Kepada wartawan, Herdman mengaku aksinya di lapangan menunjukkan gairah dalam menangani Timnas Indonesia. Herdman menyinggung soal singkatnya waktu bonding dengan pemain Timnas, membuatnya harus memikirkan segala cara untuk menyatukan sebuah tim.Top of Form

Membahas soal debut manis Herdman di Timnas Indonesia, yang kini membuka kembali asa skuad Garuda untuk berbicara banyak di panggung dunia, kita sudah bersama mantan pelatih Timnas Indonesia, Nil Maizar.

#timnas #skuadgaruda #ekspelatihtimnas

Baca Juga Eks Menhan Juwono Sudarsono Wafat, Keluarga Kenang Pengabdian Puluhan Tahun di https://www.kompas.tv/nasional/659544/eks-menhan-juwono-sudarsono-wafat-keluarga-kenang-pengabdian-puluhan-tahun



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/659546/full-eks-pelatih-timnas-indonesia-soroti-soal-debut-manis-john-herdman-saat-fifa-series-2026
Transkrip
00:00Ya, membahas soal debut Manis Herdman di Timnas Indonesia yang kini membuka kembali asas skuad Garuda.
00:05Untuk berbicara banyak di panggung dunia, kita sudah bersama dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Niel Maizar.
00:12Selamat malam, Coach Niel.
00:14Selamat malam, Bang.
00:17Coach Niel, ini Anda sebagai pelatih, seperti apa melihat performa debut dari seorang John Herdman kemarin malam?
00:26Iya, kalau saya lihat tadi malam, itu kan debut Manis dia.
00:30Dengan, apa namanya, dengan mengetahui bagaimana cara dia mau handle Tim ini, itu yang saya lihat ya.
00:39Dan dia ingin mengetahui kapasitas pemain secara total yang 23 pemain itu sejauh mana kemampuan dia ketika dia main pertama
00:48kali di pertandingan pertama kali yang dia lakukan.
00:51Jadi kalau saya lihat, dia sudah bisa mengetahui komposisi pemain, 2-3 pemain ini apa yang dia harus lakukan ya.
01:01Jadi debut Manis ini hasilnya bagus dan ekspertasi masyarakat Indonesia juga saya pikir sudah lebih menyenangkan ya.
01:10Artinya pandang pertama ini menggoda.
01:13Ya selanjutnya tentu bagaimana John Herdman di pertandingan besok melawan burger ya di tanggal 30 kalau nggak salah, bisa menampilkan
01:23apa yang ada di otaknya untuk tim ini.
01:26Karena dia sudah melihat kapasitas ini pemain ini oleh seperti apa, sananta seperti apa, bekam seperti apa, sedikit sudah mulai
01:35dia tahu kapasitasnya.
01:37Jadi tinggal kita melihat bagaimana dia memberikan kepercayaan lebih lagi ke pemain untuk dia melihat serta total kapasitas pemain.
01:47Dan seolah tak ragu ya Coach, Coach Niel tak ragu untuk menguji kedalaman sekuat.
01:52Padahal kan kalau rangka tim nasi itu sudah ada, tapi memainkan pemain yang baru dipanggil berani ya Coach?
02:00Ya kan dia harus melihat itu Bang.
02:03Kalau dia tidak melihat kemampuan pemain di pertandingan ini, kapan lagi dia lihat?
02:07Karena pertandingan sebelumnya dia nggak pernah dicoba.
02:09Seorang pelatih tentu ingin melihat kapasitas seperti Donitri seperti apa, bekam seperti apa, sananta seperti apa yang udah pernah main
02:16di Brunei.
02:17Yang selama ini tidak menjadi pilihan utama, tapi sehari kemarin itu menjadi starting.
02:23Bahkan Donitri menjadi pemain yang main full time 90 menit.
02:27Jadi ini suatu hal yang positif buat kita, dan juga suatu hal yang mungkin sebagai seorang pelatih, dia ingin melihat
02:36ini, ini menampilkan ini sejauh mana itu.
02:39Pemain yang dia punya 23 ini, untuk bisa 2-3 tahun ke depan, tim ini menjadi utuh dan dia inginkan
02:46gitu.
02:46Tapi kalau di luar ini masih ada pemain lain, mungkin dia akan cari lagi yang lain.
02:51Tapi yang ada 23 ini, di luar yang 40 yang dia panggil kemarin, saya pikir dia sudah mulai mengetahui kapasitas
03:02pemain.
03:02Sehingga dia secara taktikal, enak dia mengemasnya.
03:06Dia pakai Jordi, dia pakai si Hiliski, Jay, Ergan, si Kevin Dick, Kevin Ferdon, jadi sudah mulai dia tahu.
03:17Ini kuncinya untuk tim nasional ke depan lebih baik.
03:20Saya pikir itu, Bang.
03:21Kos Niel, ini sebetulnya yang juga disorot adalah penampilannya di pinggir lapangan.
03:27Dia nggak betah belum lama-lama di bench.
03:30Tampaknya banyak direct instruksi langsung ke pemain.
03:34Itu biasanya seorang pelatih akan lebih efektif.
03:37Hal-hal seperti itu ketimbang hanya memantau bagaimana dari kejauhan tanpa menyampaikan instruksi secara langsung.
03:46Ya, trend modern ikut itu gitu, Bang.
03:50Kalau kita lihat Pep Goodwalla bagaimana dia mengandalkan, apa namanya, Manchester City atau Arsenal.
03:57Kan pelatih itu harus terlibat di pertandingan, Bang.
04:012 kali 45 menit.
04:03Bagaimana bertahan pemain dia?
04:05Bagaimana menyerang pemain dia?
04:06Apa yang harus diindruksikan dia supaya fokus dia itu di setiap pertandingan?
04:11Bukan menyalahkan, tapi mengingatkan.
04:14Memberikan motivasi.
04:16Nah, ini kan sebelumnya sudah ada dan ya beda-beda karakter.
04:20Tapi untuk Indonesia cocok ini, Bang.
04:23Mengingatkan, memberikan motivasi.
04:25Pas lah kalau untuk Indonesia.
04:27Jangan seperti pocet silent aja duduk.
04:31Tidak ada komentar.
04:33Lihat-lihat aja nggak bisa.
04:35Indonesia, pemainnya itu punya karakter untuk diberikan motivasi, Bang.
04:40Sehingga dia ter...
04:41Apa nama?
04:43Tepuk, apa nama?
04:47Beri motivasi dan dia ingin melakukan itu.
04:50Dan mengingatkan itu.
04:52Dan itu stylenya dari Jane Harman itu sangat diperlukan untuk sebagai pelatih tim Indonesia.
04:57Jadi...
04:58Beda, beda, Bang. Beda.
05:00Antara STY dengan Patrick Leber beda.
05:03Abang lihat praktik cuma tidak banyak komentar, tidak bisa melihat.
05:07Beda cara, beda pendekatan ya, Coach.
05:10Iya, pendekatan dia ketika pemain udah keluar lapangan, gitu, Bang.
05:15Coach, tapi ini waktu berkumpul pemain kan begitu singkat ya.
05:20Tapi sudah terlihat ya, Harman ini menguasai ruang ganti pemain.
05:26Ini, Bang.
05:27Ini pengalaman dia sebagai head coach.
05:29Di Kanada, dari Kanada yang tidak punya apa-apa, yang tidak tahu orang, sampai ke pilihan dunia.
05:35Sebenarnya dalam melatih itu kan bukan hanya punya knowledge, Bang.
05:39Tapi yang mahal itu experience.
05:41Experience ini adalah melatih tim Kanada.
05:44Dari tim yang dianggap belum punya prestasi.
05:49Abis itu mempunyai prestasi dan bahkan ikut pilihan dunia.
05:53Itu bukan hal yang mudah bagi seorang pelatih.
05:56Bagaimana membentuk tim itu bisa masuk ke pilihan dunia itu.
05:59Itu prestasi yang sangat luar biasa.
06:01Sehingga dengan apa yang sudah dilakukan di Kanada, dia ingin fotokopi pasti ke Indonesia.
06:06Tapi dengan budaya yang berbeda, dengan cara yang berbeda.
06:09Inilah caranya dia.
06:10Jadi kita tidak bisa meragukan lagi kemampuan dia.
06:14Tinggal bagaimana kita menunggu.
06:16Bagaimana prosesnya ini?
06:18Dari bulan ke bulan, tahun ke tahun.
06:20Karena target dia kan masuk ke dunia, 2020-2030.
06:23Nah, kita tunggu.
06:24Tapi di pertampilan yang pertama, kita harus yakin lah.
06:27Harus mempercayai dia, dia punya kemaksitas sebagai head coach.
06:30Oke, menarik.
06:32Nanti hari Senin diuji lagi nih, taktik strategi John Hurtman lawan Bulgaria.
06:37Terima kasih.
06:37Lawan Bulgaria.
06:38Coach Niel, untuk pandangannya di program Kepas Malam hari ini.
Komentar

Dianjurkan