Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PAPUA, KOMPAS.TV - Aktivitas pertambangan nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, masih dihentikan sementara hingga menunggu keputusan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM.

Berdasarkan pantauan di area pertambangan nikel yang luasnya mencapai 600 hektar, terlihat sejumlah alat berat terparkir dan tidak melakukan aktivitas sejak 5 Juni 2025.

Hal ini karena dihentikan sementara oleh Kementerian ESDM.

Perwakilan dari PT Gag Nikel mengatakan, setelah melakukan pertambangan, perusahaan akan melakukan penataan ulang hingga penanaman pohon kembali pada area pertambangan tersebut.

Perusahaan menampung limbah pada satu area agar tidak terbuang ke lahan yang belum dibuka untuk pertambangan baru, dan mencegah agar air tersebut tidak terbuang ke laut.

Menurut Bupati Raja Ampat, Origenes Deko Iriano Burdam, aktivitas pertambangan di Pulau Gag sudah sejak tahun 1970 dan kini memasuki kontrak karya kedua.

Namun, kemudian hadir beberapa tambang lain yang memunculkan keresahan masyarakat akan terancam hilangnya satwa darat dan laut.

Bupati Raja Ampat meminta permasalahan segera mereda dan supaya aktivitas pertambangan dan pariwisata tidak mengancam satwa.

Baca Juga Aktivitas Tambang di Raja Ampat Dihentikan Sementara, Begini Respons PT Gag Nikel di https://www.kompas.tv/regional/598499/aktivitas-tambang-di-raja-ampat-dihentikan-sementara-begini-respons-pt-gag-nikel

#tambangnikel #rajaampat #pulaugag #saverajaampat

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/598508/bupati-raja-ampat-minta-pertambangan-tak-ancam-dan-ganggu-satwa
Transkrip
00:00Informasi berikutnya saudara, aktivitas pertambangan nikel di Pulau Gak, Kabupaten Raja Ampat masih dihentikan sementara hingga menunggu keputusan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ASDM.
00:14Berdasarkan pantauan di area pertambangan nikel yang luasnya mencapai 600 hektare, terlihat sejumlah alat berat terparkir dan tidak melakukan aktivitas sejak 5 Juni 2025.
00:25Hal ini karena dihentikan sementara oleh Kementerian ASDM.
00:30Perwakilan dari PT Gak Nikel mengatakan, setelah melakukan pertambangan, perusahaan akan melakukan penataan ulang hingga penanaman pohon kembali pada area pertambangan tersebut.
00:41Perusahaan menampung limbah pada satu area agar tidak terbuang ke lahan yang belum dibuka untuk pertambangan baru dan mencegah agar air tidak terbuang ke laut.
00:51Ini namun pada saat ini kegiatan kita tidak lakukan, kita hentikan sementara bisa dilihat dari ada unit eksavator yang lagi stand by karena kita menghormati keputusan dari Bapak Menteri bahwa kegiatan pertanggal 5 itu kita sudah stop.
01:09Nah, karena kegiatan kita stop sehingga tidak ada aktivitas yang di front saat ini.
01:15Menurut Bupati Raja Ampat, Orideko Iryano Burdam, aktivitas pertambangan di Pulau Gak sudah sejak tahun 1970 dan kini memasuki kontrak karya kedua.
01:29Namun kemudian hadir beberapa tambang lain yang memunculkan keresahan masyarakat akan terancam hilangnya satwa darat dan laut.
01:39Bupati Raja Ampat meminta permasalahan segera meredah dan supaya aktivitas pertambangan dan pariwisata tidak mengancam satwa.
01:47Aktivitas-aktivitas seperti tambang dan aktivitas-aktivitas juga seperti pariwisata orang di sana kemarin akan mengganggu aktivitas jalur ikrasi satwa laut.
02:02Sehingga ini harus kita redakan semua.
02:05Jangan terlalu juga aktivitas pariwisata jangan sampai tinggi.
02:09Karena transportasi ini di laut sana juga mengganggu satwa-satwa laut juga.
02:16Begitu juga ada aktivitas kalau aktivitas tambang juga mengganggu satwa laut.
02:21Karena dari situ lewat kisana kemarin bahkan yang di darat juga terpengaruh juga.
02:28Aktivitas pertambangan nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat, Daya menuai keprihatinan banyak pihak.
02:33Tagar safe Raja Ampat pun bermunculan di media sosial.
02:37Ada juga aksi dari para aktivis lingkungan hidup yang gencar menyuarakan keprihatinannya.
02:43Di antaranya juga ada dari kalangan musisi yang berharap dengan adanya kampanye itu dapat menjadi perhatian pemerintah.
02:50Ini adalah sebuah keharusan, sesuatu yang sangat positif.
02:55Bahkan bisa menjadi kekuatan satu-satunya untuk membangun awareness untuk masyarakat luas.
03:04Bagaimana pentingnya menjaga kestabilan alam gitu.
03:08Apalagi Raja Ampat dalam hal ini yang paling kita banggakan.
03:11Dan juga menjadi sangat powerful untuk merekomendasi untuk pemerintah mengambil langkah-langkah yang tepat.
03:18Mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat.
03:20Mengenai apa urgency yang harus dilakukan gitu.
03:24Sementara dari pihak pemerintah, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Nurofik pun telah menyampaikan
03:30akan meninjau kembali izin dari empat perusahaan tambang yang berpotensi merusak keaneka ragaman hayati
03:36di Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
03:40Sorotan terhadap empat perusahaan yang diduga terlibat dalam persoalan pertambangan nikel di kawasan Raja Ampat ini pun
03:46disampaikan Wakil Ketua Komisi 12 Sugeng Suparwoto.
03:50Ia pun menyampaikan bahwa Menteri SDM, Bahlil Lahadalia, semestinya mengunjungi keempat perusahaan tambang berpotensi merusak
03:58bukan ke lokasi tambang yang melakukan pelanggaran minor.
04:01Nah menjadi kontroversi kenapa? Karena kemarin Kementerian Menteri SDM dengan tim yang dikunjungi justru PT Gek tadi,
04:10PT Gek apa, padahal yang diprotes adalah keempat perusahaan ini, keempat PT ini.
04:17Dengan berbagai penyimpangan catatannya, seperti pernah di tahun 2008 misalnya,
04:22Angkatan Lawan sempat menahan, ada karena sudah mulai beroperasi mengirimkan nikel ke luar negeri,
04:31yakni padahal di sana telah dihentikan operasinya tahun 2008.
04:39Sebelumnya, Menteri SDM, Bahlil Lahadalia, meninjau langsung tambang nikel PT Gek-Nikel di Pulau Gek, Kabupaten Raja Ampat.
04:49Bahlil bilang, tidak ada pencemaran lingkungan pada tahun ini,
04:53karena proses produksi tambang terjadi tahun 2024,
04:57namun pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait izin tambang di Pulau Gek, Raja Ampat.
05:09Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan