Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menanggapi fenomena flexing di kalangan anak muda, Leonard Hartono mengibaratkan seperti personal branding di media sosial yang bisa membentuk persepsi tentang seseorang.

"Saya tidak against dengan orang-orang yang membeli barang mewah, kalau memang dia bisa afford dan tidak punya agenda. Tapi kalau memang itu untuk menipu, menimbulkan sebuah citra, itu yang sangat dangerous. Sayangnya, banyak orang yang tidak bisa membedakan," katanya.


Rosianna Silalahi mengundang Leonard Hartono, entrepreneur dan founder The Overpost. Ia aktif memberikan edukasi keuangan di akunnya.

Selengkapnya saksikan di kanal youtube KompasTV.



#anakmuda #reformasi #korupsi

https://youtu.be/Wkz8UNivs2g?si=TIukBoSEVuvGIF6h

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/595343/bahaya-flexing-di-kalangan-anak-muda-menurut-leon-hartono-rosi
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih di Rosy, saya masih bersama seorang anak muda namanya Leonard Hartono Entrepreneur
00:06dan dia founder dari The Overpost.
00:11Leon ini juga dinobatkan dalam list under 30 majalah Forbes.
00:18Leon, anak muda sekarang karena mereka sudah banyak mendapatkan informasi terpapar sosial media,
00:26mereka bisa menemukan banyak idola dan tak jarang idola anak muda ini adalah mereka-mereka yang memang ternama
00:37dan mengidolakan karena punya mobil mewah, punya jam tangan mahal, bisa punya private jet, atau yang kemudian dikenal dengan flexing.
00:49Kira-kira kalau anak muda kemudian menemukan role model dengan status sosial yang dipamerkan di media sosial,
01:01kira-kira ini sesuatu yang menurut Leon memang tidak terhindarkan atau any comment untuk itu?
01:08Ya, mungkin saya sedikit sharing tentang personal branding dulu untuk menjawab pertanyaan itu.
01:14Soalnya personal branding ini sebenarnya sesimpel apa yang kita upload, itulah personal branding.
01:20Kalau misalnya kita punya 10 carousel atau kita punya 10 reels dan yang kita upload itu adalah tentang mobil mewah, mobil mewah, mobil mewah.
01:29Persepsi orang adalah, Leon ini adalah orang yang punya banyak mobil mewah, itulah persepsinya.
01:34Tapi bahwa ini realitanya Leon memiliki mobil mewah atau enggak, terserah gitu kan.
01:38Jadi kalau misalnya dari saya, saya tidak against dengan orang-orang yang membeli barang-barang mewah kalau misalnya emang dia itu tuh bisa afford dan dia tidak punya agenda.
01:46Ini saya ambil namanya aja, saya yakin dia pasti don't mind.
01:50Misalnya kayak Andrew Susanto gitu misalnya.
01:51Dia misalnya naik Ferrari, naik Lamborghini, ya itu emang day-to-daynya dia.
01:56Kekayaan dia itu udah ada di situ, dia punya mobil itu cuman segini, ya dia enggak sengaja foto atau apa ya, emang udah jadi daily activity dia.
02:03Tapi saya dulu pernah ada lihat satu orang yang saya enggak gitu kenal secara pribadi, tapi saya tahu realitanya itu kayak gimana.
02:10Dimana dia menunjukkan sebuah supercar, dia kasih njuk terus tuh, dia punya supercar.
02:13Habis itu dia kasih njuk, ah hari ini pakai mobil yang mana ya, yang ini, yang ini, yang ini.
02:17Tapi sebenarnya supercar itu udah dijual dari kapan lalu, disita.
02:20Udah disita, tapi dia mesti bilang, oh hari ini saya pakai mobil yang mana ya, saya lagi bingung nih.
02:24Ada udah disita aparat penegak hukum maksudnya?
02:27Disita sama orang yang dulu dia pinjem duit.
02:30Dulu dia pinjem duit.
02:31Disita oleh kreditur.
02:32Betul, tapi dia masih bikin seakan-akan image-nya itu masih di atas sana gitu.
02:37Jadi saya tuh intinya tidak against dengan orang yang membeli mobil mewah, kalau misalnya dia emang bisa afford.
02:43Tapi kalau misalnya itu untuk menipu, ya kan menimbulkan sebuah citra yang dia itu sebenarnya enggak itu, itu yang sangat-sangat dangerous.
02:49Dan sayangnya emang banyak sekali orang-orang itu tidak bisa membedakan mana yang benar, mana yang enggak.
02:55Banyak orang itu tidak bisa membedakan.
02:56Dan ya kecuali kalau misalnya udah melewati sebuah stage lah.
03:01Mungkin kalau misalnya udah tahu, dengar cerita dalam inner circle, baru tahu gitu.
03:05Oh ternyata orang ini mobil udah disita dari 60 bulan yang lalu gitu.
03:07Jadi apa? Menurut Leon, anak-anak muda yang terpapar sosial media digital, apa sikap paling baik melihat begitu banyak orang memamerkan harta kayaan masih muda?
03:22Kan langsung pengen dong, ih gila umurnya masih segitu tapi udah bisa kaya banget rumahnya disini, ini ya ini.
03:28Kan itu apa pilihan bijak yang bisa diambil oleh anak muda?
03:33Menurut saya sih kayak gini, selama belum bisa membedakan mana yang beneran sama emang yang enggak, ngeliatnya biasa-biasa aja.
03:40Mungkin gara-gara sayangnya kan mobil mewah di Indonesia ini kan sangat-sangat mahal kan.
03:48Dan kita punya rata-rata income per orang juga di bawah gitu kan, dibandingkan dengan harga mobil mewah.
03:54Jadi emang jarang gitu kalau misalnya orang itu bisa naik mobil mewah.
03:57Tapi selama you belum bisa membandingkan mana yang bener sama mana yang salah, liatnya biasa dulu aja.
04:04Jadi bisa jadi soalnya ada orang yang punya mobil mewah itu gara-gara dia memiliki agenda tertentu.
04:09Dan ada juga yang enggak gitu.
04:11Jadi kalau misalnya you belum bisa membedakan, jangan take action gitu.
04:15Atau mungkin buat anak muda sekarang, supaya mereka juga tidak terlalu apa ya, kemudian mengejar hanya sesuatu yang bersifat material.
04:25Jangan mudah kagum pada mereka yang keliatannya kaya.
04:28Betul, betul. Itu sih betul banget ya.
04:30Karena ya ada banyak lah di luar sana.
04:34Ada hal yang lebih penting daripada keliatan kaya.
04:37Betul, ada banyak yang lebih penting dan ada banyak juga sebenarnya orang yang lebih kaya tapi dia enggak punya sports car.
04:42Atau dia punya sports car mungkin tapi enggak di upload.
04:44Mungkin emang gara-gara keterbiasaan dia itu bukan di sosmed aja gitu.
04:47Bisa juga kayak gitu.
Komentar

Dianjurkan