Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.

Wartawan Harian Kompas, Antonius Tomy menilai bahwa ini bagian dari strategi Trump menekan Iran lewat ekonomi sehingga memaksa Iran kembali bernegosiasi.

"Jelas ini tujuannya adalah ekonomi jadi target Utama Amerika adalah memaksa Iran untuk masuk ke negosiasi dengan memberikan tekanan ekonomi dengan blokade," ujar Anto.

Secara sepihak, Presiden Donald Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, di tengah kebuntuan jalur negosiasi yang diprakarsai Pakistan.

Baca Juga Terbaru! Penampakan Kapal-Kapal Tertahan di Selat Hormuz, Imbas Ditutup Iran di https://www.kompas.tv/internasional/665250/terbaru-penampakan-kapal-kapal-tertahan-di-selat-hormuz-imbas-ditutup-iran

#trump #iran #amerika

Produser: Ikbal Maulana

Thumbnail: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/665254/perpanjang-gencatan-senjata-cara-trump-bujuk-iran-kembali-negosiasi-dengan-as-bola-liar
Transkrip
00:02Gencatan senjata disertai tarik ulur negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran
00:07tak menyurutkan ketegangan di Timur Tengah.
00:10Dari serangan udara dan balasan rudal balistik maupun drone,
00:13kini beralih ke perang tanker.
00:16Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran menyita kapal kontainer MSC Francesca
00:21yang dituding terafiliasi dengan Israel.
00:24Sementara dua kapal kargo lain, Epaminondas dan Evoria,
00:27diduga mengalami kerusakan akibat tembakan dan disita oleh Iran.
00:32Aksi IRGC merupakan balasan atas blokade laut dan penyitaan kapal kargo Tosca dan tanker Tiffany
00:39oleh militer Amerika Serikat.
00:41Sejumlah kapal kargo yang diduga terafiliasi dengan Iran
00:45bahkan dicegat militer AS hingga Samudera Hindia di luar wilayah Komando Senkom.
00:51Hingga Jumat ini ada 31 kapal yang diputar balik oleh Armada Laut Amerika.
00:57Tetapi buruk beroperasi ekonomi berjalan,
01:01dan blokade ini berkembang efektif dan berhasil berjalan.
01:06Berhubungan dan kapal yang bergerak dari port-anak.
01:11Kita mengembangkan ekonomi mereka melalui blokade ini.
01:18Sebelumnya Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqci merespons keras dengan menyebut blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai tindakan perang.
01:27Araqci menyatakan memblokade pelabuhan Iran adalah tindakan perang dan pelanggaran gencatan senjata,
01:35menyerang kapal komersial dan menyandra awaknya adalah pelanggaran yang lebih besar lagi.
01:40Aksi balas blokade laut membayangi proses negosiasi AS-Iran yang dibangun Pakistan sejak awal April.
01:47Perang retorika semakin membuat gencatan senjata mengambang, memacetkan peluang putaran kedua negosiasi di Islamabad.
01:55Kebuntuan tampak dari langkah Presiden Donald Trump yang terus memperpanjang batas waktu gencatan senjata.
02:02Seharusnya berakhir selasa malam waktu Amerika, lalu diperpanjang sehari dan lagi-lagi diperpanjang tanpa batas waktu.
02:10Klaim Trump, ia menunda serangan ke Iran untuk memberi waktu Iran mengajukan proposal perdamaian yang baru.
02:22Dalam unggahan di akun X, Presiden Pezeskian menyatakan,
02:26Iran menyambut dialog dan kesepakatan, tapi pelanggaran komitmen, blokade dan ancaman menghambat negosiasi.
02:33Di unggahan berikutnya, Presiden Pezeskian menegaskan,
02:37di Iran tak ada kelompok garis keras atau kelompok moderat yang ada bangsa Iran dan kaum revolusioner
02:44dengan persatuan bangsa dan negara serta kepatuhan pada pemimpin tertinggi.
02:49Kita akan membuat agresor menyesal.
02:52Menurut pengamat pertahanan Kony Rahakundini Bakri,
02:56Trump mengubah strategi dari dominasi serangan udara
02:59ke tekanan ekonomi jangka panjang terhadap Iran lewat blokade laut.
03:04Blokade hormus ini berfungsi sebagai leveraging tool sebenarnya
03:07untuk ekonomi maksimal, quality secondary sanction.
03:10Berkaitan ini mencerminkan ada transisi dari kinetic dominance,
03:13yaitu serangan udara yang kemarin,
03:19Perang tanker dan blokade yang meluas berpotensi menjerumuskan dunia lebih dalam
03:24ke disrupsi energi berkepanjangan.
03:27Perang yang mengambang, tak jelas kapan dan bagaimana mengakhirinya
03:31berisiko meluber dampak geopolitiknya keluar wilayah Timur Tengah.
03:36Perang Iran, Amerika dan Israel membuktikan
03:39perang militer dan perang ekonomi adalah dua sisi dari koin yang sama.
03:49Halo selamat malam saudara, boleh lihat kembali menggelinding kehadapan Anda.
03:54Secara sepihak, Presiden Donald Trump memperpanjang gejatan senjata dengan Iran
03:59di tengah kebuntuan jalur negosiasi yang diperangkarsai Pakistan.
04:04Barang memang sedikit meredah, tapi di laut eskalasi meningkat menghasilkan
04:08api ketegangan yang sewaktu-waktu bisa berkobar.
04:11Wasalnya dari blokade selat hormus yang dibalas blokade laut,
04:14serangan ke tanker yang dibalas pemeriksaan maritim,
04:17kian panas penyitaan kapal kargo diresponse penyitaan tanker.
04:21Mengapa gencatan senjata dan negosiasi yang mengambang
04:25potensial menarik Iran dan Amerika Serikat kembali ke tepi jurang perang?
04:29Saudara, inilah bola liar.
04:31Bersama saya, Mas Sistir Tarikan.
04:36Malam ini kita kedatang sejumlah tamu yang akan membahas topik bola liar.
04:41Kali ini saya menyapa, Pak Muradi, guru besar politik dan keamanan.
04:44Unpat semalam, Pak Muradi.
04:45Malam.
04:47Smit Al-Hadar, pengamat Timur Tengah, penasehat Ismail.
04:50Selamat malam, Pak Smit.
04:51Selamat malam.
04:52Imran Kotandu, Basairi untuk China 2010-2013.
04:56Selamat malam, Imran.
04:58Laksamana Punawirawan Ade Supandi, kepala staf Angkatan Laut 2014-2018.
05:02Padi, selamat malam.
05:04Pauzia Cempaka Timur, politicianer in the fast-based strategic intelligence.
05:07Selamat malam, Pak Cempaka.
05:09Reiko Marbun, alumnus Raja Ratman School of International Studies, NTU.
05:13Selamat malam, Pak Reiko.
05:15Dan di floor saya menyelap asinur saya, Antonius Tomi, wartawan Harian Kongpas.
05:19Selamat malam.
05:21Saya langsung ke Pak Muradi dulu, Pak Muradi.
05:24Belakangan kita lihat bahwa perang tanker dan kapal kargo, apakah ini tandanya sudah bergeser ke ekonomi atau justru ini merupakan
05:30perubahan strategi dari seorang Trump?
05:33Saya kira polanya saja yang berubah.
05:35Jadi, target ke perang daratan kemudian bergeser.
05:39Karena yang agak membedakan Iran dengan US adalah ketika dengan Ukraina dan Rusia, itu karena perbatasan tidak langsung.
05:49Ini yang membuat mereka rumit untuk melakukan upaya penama serangan darat.
05:53Nah, serangan darat itu kan harusnya setelah kemudian terjadi serangan-serangan bertubuh dari rudal dan sebagainya, diikuti oleh serangan darat.
05:59Biasanya kalau kita mengacu pada 2003, mereka menyerang Irak itu butuh 450 ribu.
06:05Artinya kalau dengan kondisi Iran hari ini, saya kira 500-900 ribu personil untuk bisa menguasai Iran secara dajur dari
06:13faktu.
06:14Itu yang pertama.
06:14Yang kedua, saya kira kalaupun kemudian bergeser ke maritim atau ke laut, lebih pada soal bagaimana kemudian mereka mengupayakan perperangan
06:25jangka panjang yang memang pada akhirnya membuat mana yang paling daya tahajat lebih kuat.
06:29Saya kira Iran konteks hari ini bisa dikatakan lebih jauh lebih susen ketimbang kemudian tahun lalu ketika 2025 mereka deseran
06:37dan kemudian mereka terjadi apa, genjara senjata begitu mbak.
06:39Oke baik, terkait dengan strategi tadi, kita coba melihat lagi detailnya pergeseran blokade Amerika Serikat di Timur Tengah.
06:47Kita kutip dari Senkom Saudara, dalam rangka kampanye blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran,
06:52sejumlah aset utama menumpuk di bawah komando Senkom yang membawahi Timur Tengah, terdiri dari tiga gugus serangan kapal induk dan
06:59dua gugus serang MPB,
07:00bapak ibu, tiga gugus serang kapal induk yakni USS Garefford, USS Abraham Lincoln, dan USS George H.W. Bush dengan
07:08diiringnya sejumlah kapal perusahaan dan logistik masing-masing,
07:11dua gugus serang MPB yakni USS Trifoli dan USS Boxer yang masing-masing sepakai dengan unit marinir 31 dan juga
07:2011.
07:21Berikutnya, selain aset grup kapal induk dan MPB, di bawah kendali Senkom terdapat sekitar 10 ribu personel,
07:30lebih dari 100 unit pesawat tempur, sayap putar dan intai, belasan kapal perang utama, heli serang Apache,
07:38pesawat misi intai dan perang elektronik, tanker udara, dan pesawat angkut berat.
07:44Dan meski sejumlah basis militer Amerika Serikat di Timur Tengah sempat diserang Iran pada awal perang,
07:50sejumlah pangkalan akan menjadi titik tumpu aset dan operasi udara Amerika Serikat
07:56yang di pangkalan Diego Garcia di Samurah India, Eliad dan Nevatim di Israel,
08:02Prince Sultan dan Al-Davra di Semenanjung Arab, dan Chania kereta untuk transit
08:08dari pangkalan Milton Hall di Inggris.
08:11Saya ke Mbak Cempaka.
08:12Mbak Cempaka, kalau susunannya seperti ini, bagaimana kekira-kira posisi
08:16yang akan dijalankan oleh Amerika Serikat?
08:18Silahkan diterangkan.
08:23Itu Mbak Ilona, kita masih ingat pekan lalu kita sangat senang gitu,
08:29yaitu ada tweet dari Araqci yang menyatakan bahwa Iran akan membuka Slat Hormuz.
08:37Dan ternyata hanya dalam 17 jam saja, kurang dari 24 jam, tweet tersebut dibatalkan
08:45dan akhirnya Slat Hormuz ditutup kembali.
08:47Dari penjelasan Mbak Ilona sebelumnya, kita tahu bahwa saat ini ada sekitar 26 aset maritim
08:53di Amerika Serikat yang sedang bergerak maupun sudah berada di sekitar daerah Slat Hormuz.
08:59Dan yang pertama mungkin yang tadi disampaikan bahwa USS Ford saat ini sudah sampai di daerah sini, Mbak.
09:06Jadi dia awalnya bergerak dari atas, dari sekitar Yunani, dan sudah berada saat ini di daerah sini.
09:12Dan yang tentu saja yang memang sejak Januari sudah berada di daerah Timur Tengah memang adalah
09:19yaitu USS Lincoln yang memang mengawal bagaimana pergerakan serangan Amerika Serikat
09:25dari tanggal 28 Februari.
09:27Dan posisi banyak sekali analis memandang bahwa ketika USS Lincoln berada di daerah sini
09:32dan juga saat ini masih mengawal blokade Amerika Serikat,
09:36ini memang berada di daerah sekitar, di bawah Gulf of Oman di daerah sini, Mbak.
09:41Nah, ada satu yang sebenarnya juga tadi telah disampaikan yaitu USS George W. Bush
09:46yang saat ini berjalan dari arah Afrika di bawah dan bergerak menuju ke arah Senkom 5th Fleet
09:54yaitu di daerah sini.
09:56Nah, tapi belum sampai, Mbak.
09:57Tapi memang dalam waktu dekat akan segera sampai yang sebenarnya menunjukkan build up
10:01atau penumpukan pasukan militer dalam konteks maritim terbesar pasca 2003, Mbak.
10:06Jadi yang dalam konteks ini ketika ada tiga aset militer yang cukup besar, kapal induk Amerika Serikat,
10:11terakhir terjadi di tahun 2003 yaitu ketika Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Irak.
10:18Nah, ini kita lihat bagaimana saat ini hal itu terjadi kembali, Mbak.
10:21Jadi ada penumpukan.
10:22Jadi pergerakan ini arahnya kemana? Apakah ini merupakan blokade laut?
10:27Atau justru mungkin ada kemungkinan operasi daerah yang akan dilakukan?
10:30Dari konteks aset militer tentu saja selain tiga kapal induk tadi,
10:34kita tahu di sini adalah digunakan untuk antisipasi pecahnya konflik
10:39jika nanti terjadi penutupan huti di sini, yang terjadi diaman oleh dari Bap Elmandeb yang berada di sini
10:47tentu saja menjadi sangat kritis.
10:49Sehingga penempatan USS Ford yang berada di sini tentu saja untuk antisipasi tersebut.
10:54Yang kedua tentu saja dalam konteks blokade Amerika Serikat dikawal oleh USS Lincoln
11:01yang memang sudah berada di sini, konteksnya dan juga didampingi oleh sekitar 10 kapal destroyer
11:08milik Amerika Serikat yang kita tahu waktu awal penutupan blokade itu sempat dua diantaranya
11:14merangsek ke dalam Gulf of Oman sendiri.
11:18Jadi kalau saya tanya ke Pak Ade, kira-kira dengan pasukan yang mungkin akan dikirimkan oleh Amerika Serikat
11:25dan yang sudah tadi sampaikan oleh Mbak Cepaka, operasinya kira-kira kemana?
11:29Nah benar-benar blokade laut saja atau mungkin ada kemungkinan tang darah yang akan dijalankan oleh Amerika Serikat?
11:34Silahkan Pak Ade.
11:36Baik terima kasih.
11:38Saya mungkin jadi penyaji perang ya untuk kegiatan ini.
11:43Tadi saya punya asisten dari Strategik Intelijen menjelaskan mengenai manuver kapal-kapal
11:49jadi kelihatannya saya pasangan yang cocok ya.
11:52Jadi kalau cerita mengenai situasi di perang teluk ini
11:56yang pertama bahwa isu-isu mengenai blokade kemudian penutupan selat
12:04kemudian juga bagaimana gencarnya Amerika memberitakan manuver dan deployment
12:12ada dua kegiatan itu manuver dan deployment
12:15kapal perangnya untuk bisa mengalahkan Iran.
12:19Kalau kita lihat yang pertama mungkin adalah analisa darah operasi ya.
12:23Jadi analisa darah operasi ini yang jadi perbincangan kita selama ini adalah
12:28teluk Persia, kemudian selat Hormuz, dan teluk Oman.
12:33Ini ada tiga negara yang memiliki dengan sebutan yang berbeda ya.
12:39Persia memang dari sejarah dia merupakan wilayahnya Persia.
12:42Kemudian Hormuz juga punya Iran.
12:45Senangkan Oman tentu saja milik Oman ini kan.
12:48Nah kalau kita lihat pada dinamika yang terjadi saat ini
12:53maka sebenarnya Iran itu bukan melaksanakan blokade
12:57tapi dia melaksanakan penutupan selat Hormuz.
13:01Sehingga tidak ada kapal-kapal yang keluar.
13:03Kecuali yang koalisinya saja.
13:06Apa, maksudnya negara-negara yang menjadi temannya ya.
13:12Kemudian tindakan Amerika Serikat adalah blokade.
13:17Artinya menutup perairan dituluk Oman ini.
13:22Sehingga tadi ada menu perkapal-kapal untuk memperkuat blokade ini.
13:26Tetapi kan yang di blokade ini ada kepentingan negara lain
13:31yang sama-sama besar.
13:32Yaitu Cina dan Rusia.
13:36Tinggal nanti bargaining bagaimana Amerika Serikat menghadapi
13:39dua negara tersebut.
13:41Yang keduanya adalah merupakan partisannya Iran.
13:46Tapi kira-kira mungkin tidak nantinya bisa diterobos misalnya oleh Iran.
13:51Blokade laut itu.
13:52Dalam perbincangan yang muncul selamat ini bahwa
13:55dan saya juga sudah pernah ketemu sama pemimpin Iran, Angkatan Laut.
13:59Jelas mereka akan mendesain strategi Angkatan Laut adalah mengamankan teluk ini.
14:04Sehingga dia tidak mungkin membuat kapal induk besar-besar.
14:09Yang akan dia buat adalah kapal-kapal kecil.
14:12Yang sekarang lagi tren disebut dengan Suom Protila atau Armada Semut.
14:17Armada Semut ini bagi Iran itu senjata pengacur yang sangat murah.
14:23Murah meriah untuk bisa menenggelamkan kapal induk.
14:28Karena lebar selat ini adalah kurang lebih 50 mil.
14:33Kalau menggunakan peluru kendali yang buatan Tiongkok ya.
14:38Yang jarak pendek, rata-rata 20 nautikal mil.
14:41Maka kapal induk itu langsung bakal mungkin dengan
14:44yang dinamakan damage assessment.
14:46Dia hanya cukup dengan 30 kendali, dia akan tenggelam.
14:50Dan ribuan, saya lihat memang dia memproduksi ribuan swarm boat
14:54untuk bisa menghancurkan ini.
14:56Dan juga memproduksi rudal dengan jarak 20 mil.
15:00Sekarang bukan yang susah.
15:01Toh Iran sudah bisa bikin yang 22 ribu.
15:04Apalagi yang 20 nautikal mil.
15:07Artinya kita bisa bayangkan dari sisi sustainability
15:10peluru kendali dia sangat banyak.
15:12Oke, nanti kita perdalam lagi di semain berikutnya.
15:14Saya persilahkan duduk Mbak Cempaka dan juga Pak Ade.
15:17Makasih.
15:18Saya ke Mas Sato.
15:19Kira-kira kenapa kedua belah pihak dari sekadar paksa putar balik kapal
15:25lalu kemudian melakukan penembakan penyitaan yang seperti terjadi saat ini.
15:30Ada eskalasi kan kita lihat.
15:32Pertama ini jelas tujuannya adalah ekonomi.
15:35Jadi target utamanya saya kira dari Amerika adalah memaksa Iran untuk masuk ke negosiasi
15:41dengan memberikan tekanan ekonomi yang tadi disampaikan adalah melakukan blokade
15:45dan laporannya antara 31 sampai 33 kapal yang sudah dialihkan.
15:51Dan menurut Anda apakah nanti Iran akan tunduk?
15:54Nah ini kemudian kaitannya juga tadi sempat disinggung soal twitternya Arakci yang kemudian dihapus.
15:59Kemudian ada juga pernyataan Trump bahwa di dalam Iran sendiri juga ada bukan dua kubu ya
16:05tapi katakanlah ada sebuah diskusi hangat lah tentang bagaimana kedepannya Iran gitu ya persoalan.
16:11Kan tuntutannya Amerika itu ada tiga intinya.
16:13Tidaknya nuklir dihentikan kemudian rudal balistik dihentikan dan proxy di stop gitu ya intinya.
16:19Nah tawar-menawarnya di situ.
16:21Itu yang harus cari jalan tengahnya.
16:23Persoalannya adalah sejauh mana kemudian blokade itu bisa mempengaruhi Iran.
16:27Lalu yang kedua adalah aspek tadi juga sudah disinggung soal China.
16:31Jadi sebenarnya blokade itu tentunya juga mempengaruhi China karena China membeli.
16:34China dan Rusia.
16:35Sehingga sebenarnya yang diharapkan China kemudian meminta Iran untuk setidaknya mendorong Iran
16:41untuk kembali ke negosiasi.
16:43Jadi ini intinya adalah Trump ingin bernegosiasi.
16:46Perang yang seperti sebelumnya apakah bisa terjadi?
16:49Kalau kita lihat dari domestik Amerika publik tidak menyukai perang yang seperti dulu.
16:54Tapi bukan berarti itu tidak diambil ya.
16:57Karena Trump juga Amerika juga sedang menyiapkan untuk melakukan operasi
17:02memastikan supaya Hormuz tidak lagi terganggu.
17:05Karena itu memberi tekanan yang cukup besar ya pada Trump terutama ya.
17:09Karena nanti November akan ada.
17:10Dengan juga coba mengusik China dan juga Rusia begitu kan.
17:14Baik saya ke Pak Imron.
17:15Kalau memang tujuannya adalah mengusik juga si China sama Rusia.
17:19Apakah ini justru nanti akan mempercepat negosiasi dan Iran mau kembali ke meja negosiasi?
17:24Karena tadi kata Mas Satu adalah cara Trump untuk mengembalikan Iran ke meja negosiasi.
17:31Saya agak berpikir agak lain.
17:34Apa itu?
17:34Pikiran saya itu begini.
17:38Strategic objective yang ingin dicapai oleh Amerika Serikat dan Israel itu kan sebenarnya ada dua.
17:44Pertama adalah regime change.
17:46Ternyata tidak terbukti kan.
17:48Kemudian mereka mencoba mencari signpost lain.
17:52Nah Israel itu bertujuan untuk menciptakan apa yang dinamakan greater Israel.
18:00Jadi tujuannya menguasai dari Mesir, Syria sampai ke Iran.
18:08Nah ternyata Iran bisa bertahan kan.
18:13Oleh karena itu saya melihat penutupan dari selat ini itu bagian daripada exit strategy.
18:20Oleh karena itu Amerika memberikan tidak ada batas waktu untuk ceasefire saat ini.
18:28Karena pertempuran yang sesungguhnya itu bukan di Iran tapi di dalam negeri Amerika Serikat.
18:35Ada dua faktor yang kita harus hitung.
18:37Yang pertama adalah approval rating dari Presiden Trump itu hanya 30-an persen.
18:45Dari 8 polling pendapat ya.
18:48Jadi bukan hanya satu nih.
18:50Dari mulai Reuters, Ipsos, Pew dan semuanya itu meramalkan bahwa approval rating dari Trump itu berkisah antara 30-39.
19:02Jadi rendah sekali.
19:03Nah kemudian yang kedua, faktor yang kedua kita harus hitung adalah 27 persen saja rakyat Amerika yang mendukung perang ini.
19:14Kenapa? Karena langsung mempengaruhi kehidupan mereka.
19:18Sekarang satu galon itu tadinya 3 dolar, sekarang menjadi 4, sekian.
19:23Jadi kehidupan mereka sangat berat.
19:26Jadi pertempuran itu bukan di Iran kalau menurut saya.
19:29Pertempuran itu di dalam negeri.
19:31Dan jangan lupa apabila tingkat ketidakpuasan rakyat Amerika Serikat terhadap Trump,
19:39itu akan berdampak kepada apa yang dinamakan midterm elections.
19:42Pada tanggal 3 November yang akan datang, di mana komposisi dari Kongres, Senat dan House of Representatives akan ditentukan.
19:51Prediksi saya, tolong diingat-ingat nih, mark my words ya, kemungkinan Republikan akan kalah.
19:59Kalau dia kalah, maka impeachment terhadap Trump akan terbuka.
20:04Oleh karena itu, Trump ingin melihat ada alasan menutup blokade ini sebagai alasan apabila El Mandeb dan kemudian Selat Hormuz
20:17ini dibuka.
20:18Dia mempunyai alasan untuk mengatakan, mission accomplished, I won the war.
20:23Untuk merebut hati penduduk Amerika Serikat.
20:26Oke, nanti saya lanjut ke Pak Imran lagi.
20:28Sekarang saya ke Bang Riko.
20:29Bang Riko, apakah cara Amerika Serikat melakukan blokade ini cukup sukses mencekik logistik ekonomi Iran?
20:36Jadi sebenarnya kalau kita bicara ada satu adagium itu, memulai perang itu memang lebih mudah daripada mengakhirinya.
20:43Jadi kalau kita ingat ya, kita bisa berkaca dalam sejarah yang mungkin ada kemiripannya.
20:48Sama-sama perang asimetris ya, artinya seperti Amerika melawan Vietnam.
20:54Itu salah satu contoh yang menurut saya bisa kita lihat, ambil pelajarannya.
20:57Jadi perbincangan damai antara Vietnam Utara dengan Amerika itu mulainya tahun 1968.
21:06Persis setelah Nixon itu terpilih.
21:08Tapi perjanjian damai di tanda tangan ini selesai itu 1973.
21:13Jadi yang sekarang efektif atau tidak dilakukan oleh Amerika Serikat untuk mencekik ekonomi?
21:16Saya pikir itu belum ke arah sana.
21:18Walaupun tujuannya mungkin bisa ke arah sana.
21:21Yang bisa kita pelajari adalah, walaupun dua-duanya mungkin sama-sama ingin berhenti perang,
21:26tapi dua-duanya nggak ada yang mau mengaku kalah duluan.
21:29Makanya salah satu strategi yang paling utama yang sering kita lihat adalah ekskalasi untuk de-ekskalasi.
21:35Jadi mereka selalu memberikan hukuman kepada lawannya,
21:38dengan harapan supaya lawannya mau maju ke meja perundingan.
21:42Dalam hal ini, kita kan bisa tahu bahwa 90% perdagangan dari Iran itu keluar dari wilayah, itu lewat laut.
21:50Jadi kalau ini dicekik, harapannya Iran mau kembali ke meja perundingan.
21:56Kenapa? Karena daya dukungnya untuk melanjutkan perang itu tidak ada.
22:00Tapi ini ada satu hal yang agak berbahaya menurut saya.
22:03Apa?
22:03Kalau ini tidak menjadi exit strategi.
22:06Tetapi kalau kita baca national security strateginya Amerika,
22:09kalau ini merupakan bagian besar dari cara Amerika balik menjekik China.
22:14Itu yang jadi bahaya.
22:16Baik, kalau saya ke Pak Smith, saya punya pertanyaan.
22:18Apakah blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat justru akan membuka peluang perang tanker
22:23atau justru mempercepat proses negosiasi?
22:26Nanti dijawab Pak Smith, kami serta kembali saudara.
22:28Tetap di Bola Liar.
22:40Gencatan senjata mengambang di tengah kemandegan negosiasi putaran kedua AS-Iran.
22:45Blokade dan perang tanker menarik kedua seteru ke tepi jurang perang.
22:49Kita telah memperkenalkan ekonomi mereka melalui blokade ini.
22:53Saya akan memperkenalkan Amerika untuk memperkenalkan musalah dan diplomasi.
22:59Penelitian ini mencerminkan ada transisi dari kinetik dominan ke perolong ekonomi virusnya.
23:04Bola Liar, pukul setengah sembilan, malam ini, live di Kompas TV.
23:10Gencatan senjata mengambang di tengah kemandegan negosiasi putaran kedua AS-Iran.
23:15Blokade dan perang tanker menarik kedua seteru ke tepi jurang perang.
23:19We are.
Komentar

Dianjurkan