Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat Timur Tengah sekaligus penasihat IMSES, Smith Alhadar mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump panik mencari jalan keluar dari perang dengan Iran.

"Dia kepingin cari jalan keluar bagaimana exit dengan selamat," ujar Smith.

Selain itu, dia pun menilai Iran dengan sikapnya yang keras kepala meyakini mampu menjatuhkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Secara sepihak, Presiden Donald Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, di tengah kebuntuan jalur negosiasi yang diprakarsai Pakistan.

Baca Juga Perpanjang Gencatan Senjata, Cara Trump Bujuk Iran Kembali Negosiasi dengan AS? | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/internasional/665254/perpanjang-gencatan-senjata-cara-trump-bujuk-iran-kembali-negosiasi-dengan-as-bola-liar

#trump #iran #amerika

Produser: Ikbal Maulana

Thumbnail: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/665256/perang-as-iran-pengamat-donald-trump-panik-cari-jalan-keluar-bola-liar
Transkrip
00:03Jadi Pak Asmi, dengan blokade dilakukan oleh Amerika Serikat, apakah justru membuka peluang adanya perang tanker atau justru mempercepat proses
00:13negosiasi dengan Iran?
00:15Ya sebenarnya begini, Trump itu dalam keadaan panik sekarang ini.
00:19Tidak ada jalan keluar untuk dia.
00:22Dia ingin cari jalan keluar bagaimana exit dengan selamat.
00:26Nah, dia tidak punya leverage sekarang ini untuk memaksa Iran ke meja perundingan.
00:34Nah, awal bulan depan, Trump akan mengunjungi Cina.
00:41Dan itu bagi Trump adalah suatu peristiwa historis.
00:45Dan dinanti oleh Cina untuk menyelesaikan masalah kebijakan tarif Trump itu.
00:52Nah, karena militer bukan opsi, Amerika Serikat tidak akan lagi menggunakan militer sebagai strategi untuk mengalahkan Iran.
01:03Karena itu sudah gagal.
01:08Itu senjata-senjata strategis Amerika Serikat yang diandalkan seperti F-35, Stilt yang tidak bisa dijangkau itu, ternyata dijatuhkan oleh
01:17Iran.
01:19Helikopternya yang penting dijatuh di padang pasir.
01:21Jadi, senjata-senjata yang jadi kebanggaan Amerika Serikat itu, ternyata bisa dihancurkan oleh Iran.
01:31Sehingga opsi militer itu sudah tidak ada bagi Trump.
01:34Tapi bagaimana sekarang ini, Trump keluar dari persoalan yang diciptakannya sendiri dengan menyelamatkan mukanya.
01:43Nah, caranya dia blokade kapal khusus untuk Cina.
01:47Dengan harapan akan membawa Iran negosiasi?
01:49Nah, karena Cina satu-satunya negara yang menyerap 90% produksi minyak Iran, dan Trump akan mengunjungi Cina.
01:58Maka dia berpikir, ya bujuk sama Xi Jinping lah, coba bilang sama Iran supaya mengalah.
02:05Jadi menurut Pak Semir sendiri, apakah blokade laut yang dilakukan oleh Trump ini akan efektif menuju tujuannya?
02:12Yaitu mendorong Iran dengan menyenggol Cina untuk ikut campur.
02:16Tidak bisa, karena Cina tidak mau, Cina berkepentingan menjaga eksistensi Iran.
02:24Rezim mulai Iran itu penting bagi Cina untuk eksis.
02:28Karena dia itu sekutu alami Cina.
02:31Jadi apa yang dapunkan oleh Trump saat ini, apa nanti yang dia peroleh?
02:34Kalau misalnya negosiasi tidak dapat, China tidak bisa digenggang?
02:37Paling aman itu Trump, dia sudah kalah.
02:39Amerika Serikat sudah kalah dalam pertempuran.
02:41Sekarang, masalahnya dia tidak melibatkan diplomat-diplomat Amerika Serikat yang berpengalaman.
02:49Kementerian luar negerinya.
02:51Bagaimana berunding dengan Iran itu.
02:54Tapi saya juga melihat bahwa sikap keras Iran ini, dia yakin betul.
03:01Dia bisa menjatuhkan Trump.
03:04Dia bisa menjatuhkan Trump.
03:06Dan kalau dia bisa menjatuhkan Trump, ada keuntungan yang diperoleh dalam hal ini.
03:13Iran keluar sebagai super power regional.
03:20Skenario Israel di Timur Tengah untuk menjadi hegemon utama itu.
03:25Gagal total kalau Iran keluar sebagai pemenang.
03:27Dan yang ketiga adalah proyek nasionalisme kulit putih yang dijadikan kebijakan Trump
03:44untuk kembali menjadi super power yang sedang dia turun itu,
03:49itu tidak akan berhasil kalau Trump jatuh.
03:53Dan itu kekalahan dia atas Iran, itu merupakan satu kekalahan kolosal bagi Amerika Serikat
04:01yang mungkin satu-satunya yang dialami oleh Amerika Serikat secara memalukan dalam sejarahnya.
04:11Dan itu Iran bisa melakukannya.
04:14Oke baik, nanti saya lanjut lagi ke Pak Smith.
04:15Setelah ini saya ke Mas Ato dulu.
04:17Mas Ato, kalau kita lihat bagaimana penyitaan tanker yang kita lihat sudah bahkan sampai ke samudah India,
04:21apakah ini cukup mengganggu China dan juga Rusia?
04:24Bagaimana analisis Anda?
04:26Pertama, kita satu-satu.
04:28Kalau China, dia juga sudah mengeluarkan pernyataan mengingatkan bahwa aksi blokade Amerika itu
04:32inilah sesuatu yang tidak elok gitu ya.
04:37Lalu yang kedua Rusia.
04:38Sebenarnya Rusia kan pihak yang diuntungkan dari perang ini ya.
04:41Karena dia bisa menjual minyaknya,
04:43dan dia bisa mendapatkan mitra-mitra yang membutuhkan tambahan minyak
04:47akibat kesulitan di Selat Hormuz.
04:50Jadi memang ini situasi perang ini sebenarnya ada beberapa analisis juga mengatakan
04:56sebenarnya itu bagian juga dari Amerika untuk mengakhiri pengaruh China di Timur Tengah.
05:01Karena China dan Iran itu cukup erat gitu ya.
05:06Sehingga diharapkan dari perspektif Amerika ya tentunya.
05:10Dengan Iran dilemahkan, maka pengaruh China pun akan berkurang.
05:15Jadi sebenarnya cerita perang ini juga bisa dikaitkan juga dengan rivalitas strategik Amerika dan China ya.
05:21Rivalitas yang multidimensi.
05:23Lalu satu sisi perang ini juga memang betul itu juga membuat lemah Amerika.
05:28Karena dia menurut laporannya sudah 1100 tomahawk ya habis.
05:32Lalu 1100 rudal jelajah jarak menengah juga habis.
05:36Dan padahal itu rata-rata itu lebih kurang 10 kali dari pembelian rudal tiap tahun yang dilakukan oleh Amerika.
05:43Itu bisa dikatakan bahwa cadangan ininya, persenjataannya berkurang dengan ini.
05:48Itu artinya posisi Amerika kan melemah.
05:50Padahal ada front yang juga dibuat oleh katakanlah China ya.
05:54Misalnya di Pasifik dan sekitarnya.
05:57Dan satu sisi juga bagi Rusia, perang ini kan membuat dia punya tambahan uang untuk membiayai perang di Ukraina.
06:04Itu tambahan yang cukup luar biasa saya kira.
06:06Sehingga kemudian itulah memang perang itu kan kompleks ya.
06:11Dia saling terkait apalagi disini ada persaingan Great Powers gitu ya.
06:15China dan Amerika seperti itu.
06:17Oke.
06:18Maka kemudian apakah itu akan berujung pada negosiasi?
06:21Tentu masih ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi itu saya kira.
06:25Kita juga sebenarnya punya data, laporan Intel Amerika Serikat soal Arsenal Iran.
06:30Saudara ini kalau kita lihat sejumlah media di Amerika Serikat membuat laporan badan intelijen pertahanan DIA
06:37yang menyatakan kekota militer Iran masih cukup kuat meski digempur oleh operasi Epic Fury.
06:41Rincannya persediaan rudal balistik masih 50% dengan sistem peluncur relatif masih utuh.
06:49Persediaan rudal balistik masih 50% dengan sistem peluncur relatif masih utuh.
06:53Saudara, kemudian kekuatan angkatan laut masih utuh 60-70%
06:59dan mayoritas kapal cepat rudal masih berfungsi dan angkatan udara Iran 66% masih operasional.
07:06Meski sistem pertahanan udara utama seperti S-300 banyak yang hancur
07:10namun Iran memiliki cukup sistem hanut jarak menengah
07:14buatan lokal yang aktif dan mampu mengancam jet tempur musuh.
07:19Sementara untuk ranjau laut, Iran memiliki stok ribuan unit
07:23yang bisa digeser dengan cepat dan berikutnya kami juga punya data
07:28meski infrastruktur militernya banyak mengalami kehancuran
07:31akibat serangan Amerika Serikat dan Israel
07:33sejumlah arsenal utama Iran diakini aman di dalam fasilitas bawah tanah.
07:39Ujung tombak utamanya antara lain rudal Heversonik Fatah II,
07:43rudal balistik berhulu ledak besar Koramsar IV alias Kaibar,
07:49rudal balistik Sejil, drone Kamigaze Sahet 136, drone jarak jauh Aras II,
07:56dan sistem hanut lokal yang diklaim setara S-300 yakni Bavar 373.
08:03Jadi Pak Ade silahkan dijelaskan bagaimana kira-kira cara Iran melawan sejumlah gerakan
08:10yang mungkin dilakukan oleh Amerika Serikat.
08:19Jadi kalau kita lihat bahwa Iran itu adalah negara yang diembargo.
08:25Jadi saya masih menyaksikan data yang diperoleh oleh US terhadap kekuatan kini daripada Iran,
08:33apakah itu data yang memang berasal pada strategik intelijen dia atau memang asumsi ya.
08:40Tapi kalau saya lihat tadi dari data, negara yang diembargo memproduksi rudal supersonik dengan kecepatan 15 maaf itu luar biasa.
08:50Artinya dia selama diembargo sudah memiliki satu asumsi yang beauty-oriented dia bagaimana perangannya akan datang.
08:59Karena kalau kita lihat dengan hubungan sejarah bahwa Iran ini kan asal-mela Persia.
09:05Dan pada tahun sekian dia kan pernah menguasai Israel.
09:10Ini kan mengulangi sejarah sebenarnya.
09:12Sehingga dia sudah punya bayangan bagaimana dia untuk menyerang ke negara itu dengan rudal balisik yang dia miliki.
09:20Jadi sebenarnya yang saya sangat kagum ya bagaimana Iran mengembangkan kemampuan industri pertahanan selama dia embargo.
09:29Walaupun saya yakin itu dengan bantuan Rusia dan China ya.
09:33Nah kemudian juga kalau melihat pada dinamika perang sekarang, apakah Iran bisa bertahan?
09:40Konsepnya adalah seperti gajah melawan semut.
09:44Tanda petik ya.
09:45Artinya dalam konsep strategi militer bahwa kekuatan konvensional US itu bisa mengalahkan Iran.
09:52Tapi Iran memiliki kekuatan asimetrik dan berikutnya adalah kekuatan yang sifatnya adalah yang dikembangkan dari sistem pertahanan armada semut tadi.
10:02Ya tapi kalau misalnya tadi kita lihat dari data di IA ya, itu lihat kekuat ini dari meskipun tadi Bapak
10:09bilang belum tentu 100% benar.
10:10Tapi dari laporan ini saja menunjukkan bahwa Iran itu masih kuat.
10:15Ini berbeda dengan pernyataan dari Trump seakan-akan Iran itu sudah keok.
10:18Kalau narasi itu kan sekarang lebih gampang karena media lebih gincar dibanding faktanya gitu kan.
10:24Kan di jalan kedua tadi tuh bahwa kalau saya lihat dalam konteks mempertahan kepemimpinan bahwa narasi itu perlu dia keluarkan.
10:33Perbandingan bagaimana posisioning dari kekuatan kemampuan pertahanan ataupun bertahan antara Iran dengan Irak bisa dilihat dari narasi yang dibuat oleh
10:44para pemimpin ya.
10:45Iran sampai sekarang saya lihat sudah menggunakan...
10:49Tapi kan itu narasi Pak Ade kalau saya potong.
10:51Narasi dari jurubicaranya seorang perempuan.
10:56Tapi US masih tetap seorang presiden gitu.
10:58Di sini bisa kelihatan mengenai lay pelering.
11:01Oke tetap Pak Ade maaf kalau saya potong.
11:03Oke itu narasi.
11:04Tapi sekarang kita kembali ke data.
11:06Ini disampaikan oleh pihak Amerika Serikat saja bahwa kekuatan Iran dalam bidang perang ini saja mereka masih kuat.
11:14Sangat berbeda dengan disampaikan oleh Trump.
11:16Kalau kita konsen ke sini artinya seberapa kuat Iran menahan kekuatan dari Amerika?
11:21Sekarang kan peserangan ke Israel kan sudah dikurangi.
11:25Ya hanya Osporadis saja.
11:26Tapi kan YNC-nya apakah armada blokade US sudah ada yang menerobos, selat warbos.
11:33Belum ada sampai sekarang.
11:34Artinya bahwa US sendiri belum tahu kekuatan real.
11:38Terutama berkaitan berapa jumlahnya suam plotila tadi.
11:42Yang kedua kan kalau dilihat kekuatan ERGC ini kan 70%.
11:49Kemudian yang berikutnya mungkin Pak Imran memahami ya pantai Iran itu tidak dibangun permukiman yang mewah-mewah.
12:01Kebanyakan dibiarkan dia tandus.
12:04Hanya berapa pelabuhan penting saja dia bangun gitu kan.
12:08Esensinya apa? Dia sudah memahami itu menjadi killing ground.
12:12Kalau itu akan menjadikan tempat pendaratan.
12:14Beda dengan kita kan di Tiongkok, di Singapura, pantai itu pasti bagian yang paling mahal untuk pemukiman.
12:21Tapi pesisir Iran itu tidak ada pemukiman yang mewah.
12:25Sehingga dia kalaupun dicerang oleh US tidak akan rugi gitu kan.
12:30Oke baik.
12:31Saya ke Pak De tetap di sini saja.
12:34Saya biarkan jangan duduk dulu.
12:36Saya ke Pak Muradi kalau begitu.
12:37Pak Muradi bagaimana kontra taktik dan strategi yang dipakai Iran
12:41untuk nanti mencegah penerobosan militer Amerika Serikat di Selat Hormuz kira-kira.
12:46Sejauh ini kan masih dia yang memegang kendali kan.
12:48Ya karena begini.
12:49Jadi dalam tradisi apa dalam teori perang itu
12:52memang hari ini dalam hitungan dua bulan berjalan ya
12:57itu ketika dia tidak bisa memasuk ke wilayah daratan
13:01maka sebenarnya secara-secara faktual dia kalah.
13:07Artinya apa?
13:08Artinya saya tadi yang dijelaskan kepada dengan cepatkan tadi sebenarnya itu bukan omong kosong ya.
13:13Sesuatu yang sebenarnya tidak penting.
13:15Karena apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat jauh lebih besar di 2003.
13:21Itu pun dengan bantuan aliansi yang lebih dari 15 negara.
13:26Artinya apa?
13:27Secara prinsipnya sebenarnya Iran tidak dalam posisi yang kemudian di kalahkan.
13:31Itu paling pertama.
13:32Yang kedua kalau apakah kemudian akan menerobos?
13:34Saya kira kalau tadi menjawab bahwa apakah ini akan bergeser ke ekonomi saya kira tidak.
13:40Ini tetap bahwa konteksnya masih konteks soal proud as a hegemonic state ya.
13:46Jadi ingin mengarah ke sana.
13:48Tadi Pak Smith menyampaikan bahwa saya meyakini betul
13:51Bahasa Iran pasca perang ini akan menjadi salah satu negara yang setara dengan China dan juga Rusia.
13:59Dia bukan cuma di kawasan tapi juga di dunia.
14:01Artinya memang ini juga salah satu yang saya kira penting buat kita.
14:03Dan yang kedua yang saya katakan tadi soal internal US.
14:07Saya kira tetap ini kalau ini dia tidak sampai...
14:11Katakanlah saya nyebut misalnya 3 bulan ke depan ya.
14:13Itu dia tidak bisa betul menguasai keadaan.
14:16Dia bukan cuma kalah Pak Republik tapi juga dia mungkin juga jatuh.
14:21Karena situasi sudah tidak memungkini.
14:23Karena makanya gini kalau kita peta di dalam negeri Amerika sekat itu adalah
14:26Yang hanya 27 persen itu itu adalah konservatif.
14:30Mohon maaf Kristen konservatif maka menjadi baik pendukung utamanya.
14:37Selebihnya sudah geser semua.
14:39Jadi kalau kemudian-kemudian ini dia tidak bisa menggeser sampai katakanlah bulan-bulan Agustus gitu.
14:43Maka saya meyakini betul Republik yang kalah kedua Trump dalam posisi yang sangat kritik.
14:49Baik saya ke Mbak Cempaka.
14:50Mbak Cempaka badan intelijen Amerika saja menganggap Iran ini masih cukup kuat.
14:54Apakah kalau memang seperti ini faktanya yang disampaikan oleh Amerika Serikat.
14:59Ini Iran mampu mengimbangi atau bahkan mengungguli langkah taktik yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan melakukan blokade.
15:06Tentu kita lihat bahwa memang Amerika Serikat dan Iran ini dua posisi yang berbeda.
15:11Kita tahu bahwa perang ini adalah perang asimetris.
15:13Dimana Iran tidak butuh untuk menang Mbak.
15:16Tapi yang dibutuhkan adalah untuk bertahan.
15:18Dan kita lihat bagaimana perang ini sudah masuk ke hari ke-55, 56 saat ini.
15:23Dan waktu ada bersama Iran.
15:25Maksudnya adalah tidak diburu-buru tidak ada yang memburu-buru Iran untuk memenangkan perang ini.
15:30Ataupun kapan untuk bertahan.
15:31Tetapi untuk Amerika Serikat sendiri banyak waktu yang harus dikejar.
15:35Tadi Prof. Pak Dubes menyatakan misalnya terkait dengan dalam konteks midterm election.
15:41Yang lebih dekat sendiri kita tahu ada New Wars Power Act yang memang mewajibkan Presiden untuk bertanggung jawab di depan
15:48Kongres ketika sudah 30 sampai 60 hari.
15:51Dan ini akhir April ini waktunya sudah habis untuk Trump akhirnya untuk duduk dan bersama-sama dengan Kongres mempertanggung jawabkan
15:57apa justifikasi mengapa harus ke Iran begitu berperang.
16:02Dan ini tentu saja mengikat bagaimana di dalam negeri Amerika Serikat sendiri dan Trump sendiri.
16:08Tadi kita dengar juga bagaimana dukungan dari sekutu tidak ada juga bagi Amerika Serikat.
16:15Dan ini juga tentu saja memaksa Amerika Serikat untuk segera mencari cara.
16:20Oke baik coba kita tunjukkan lagi di peta.
16:23Di peta Pak Ade kira-kira kontra strategi apa yang nanti dipakai oleh Iran agar armada tankernya bisa keluar dari
16:30kepungan blokade dan bisa mengirim minyak keluar timur tengah dengan aman.
16:34Apalagi ini terkait dengan kepentingan rekannya juga ada China dan juga Rusia.
16:38Mereka kalau tidak jualan tidak dapat revenue.
16:40Ya itu memang risiko daripada negara yang memiliki sumber minyak ya.
16:44Artinya dia harus melindungi kepentingan nasional yang kedua adalah kepentingan perdagangan internasional.
16:50Memang kan Iran menutup slat supaya orang tidak keluar dan masuk ya.
16:55Yang kedua Amerika Serikat adalah memblokade.
16:58Menutup sehingga kepentingan kembalikan Iran berhenti.
17:02Termasuk juga Rusia dan China.
17:04Di sini ada faktor bargaining ya.
17:05Yang berikutnya kalau saya lihat dari inisiasi awal tujuan daripada perang ini itu kurang bisa dipahami.
17:15Karena kan kalau konsep meniadakan nuklir Iran maka kan konsepnya tidak berkutat di sini.
17:22Semua kan orang berada di sini semua gitu kan.
17:25Padahal esitinya kan kemampuan Iran dalam nuklir.
17:28Yang kedua adalah tujuannya adalah meniadakan kepentingan Iran dalam konteks perdagangan ekonominya.
17:37Apakah Amerika berhasil hanya di sini aja?
17:40Nggak juga gitu kan.
17:42Sehingga sebenarnya yang menang itu dari secara politik internasional adalah Iran gitu kan.
17:47Walaupun sampai sekarang akibat gencatan senjatanya plotting gitu mundur maju.
17:52Yang rugi kan dunia seluruhnya gitu kan.
17:55Nah di sini sebenarnya kepentingan internasional untuk menekan US sebenarnya.
18:00Sehingga dia bisa kemudian kalau kata-kata Pak Esmail itu kan sebenarnya Amerika itu kan sudah dalam posisi sebenarnya kerugian.
18:11Kerugian dari sisi publiknya.
18:13Yang kedua juga tekanan internasional.
18:15Ketekanan internasional yang dirasakan oleh Trump adalah tidak ada dukungan NATO gitu kan.
18:20Padahal kalau NATO bergerak ke sini itu akan lain persoalannya.
18:24Tapi kalau NATO bergerak ke sini, NATO juga akan rugi dengan Iran gitu Kak.
18:29Oke.
18:29Yang berikutnya adalah yang menurut saya adalah Iran juga mengembangkan masalah proksi dan asimetric warfare.
18:38Oke.
18:38Dan ini justru lebih bahaya lagi karena negara kawasan ini akan juga kena getahnya.
18:44Dan sampai sekarang negara-negara di teluk ini belum ada yang bergerak.
18:48Cuma pasif.
18:50Menunggu.
18:51Caranya kan menunggu dari sahabat di Arabia kan.
18:53Oke baik.
18:54Terima kasih Pak D. Silahkan duduk kembali.
18:56Saya ke Bang Riko.
18:57Pertanyaannya sama.
18:58Kira-kira kontras strategi apa yang akan dilakukan Iran agar tankernya bisa lolos dari blokade, kepungan blokade dari Amerika Serikat?
19:05Saya pikir hanya ada dua ya.
19:07Pertama, beberapa pekan yang lalu kita pernah mendengar bahwa Iran itu menembakkan rudalnya sejauh 4.000 km ke markas di
19:16Ergo Garcia.
19:17Artinya kalau itu dibantu dengan cara mereka melakukan tracking dan mentarget sasaran secara precise begitu ya.
19:28Seperti yang kita lihat bagaimana Iran itu mentarget radar di seluruh negara-negara di teluk yang ada pangkalan Amerika, mentarget
19:35sasaran-sasaran di Israel.
19:36Kalau itu dia bisa ada bantuan begitu ya.
19:39Ada bantuan mendeteksi secara prisa situ lokasi di mana itu bisa akan sangat menyulitkan.
19:45Yang kedua yang bisa membantu itu hanya China menurut saya yang artinya secara kekuatan itu kira-kira seimbang dan sepadan
19:56dengan Amerika.
19:56Tapi saya mungkin mau kasih sedikit mbak.
19:59Ini kita menurut saya ya apakah ini menjadi exit strategi atau tidak ya.
20:05Seperti juga diskusinya itu selalu dua menurut saya.
20:09Apakah ini menjadi exit strategi atau ini juga bisa menjadi sarana bagi Trump untuk memoleh situasi untuk memperpanjang perang.
20:18Saya ambil contoh begini.
20:18Kalau kita baca secara serius polling mungkin sebagian besar membaca polling itu hanya melihat oh 60% tidak setuju Trump
20:27melakukan perang di sana.
20:28Tapi kalau kita baca lebih lanjut ya ternyata hampir 50% juga nih 50-50 ya lebih banyak yang menyatakan
20:37bahwa mereka masih setidaknya setuju dengan cara Trump menjalankan perang ini.
20:44Yang ketiga kita juga bisa melihat bahwa ternyata walaupun dalam situasi berat yang dirasakan oleh publik Amerika.
20:53Mereka itu masih bisa melihat data dari Pew Research ya bahwa setidaknya 6 bulan sampai 1 tahun ke depan mereka
21:02bisa melihat perang ini masih berlangsung ke arah sana.
21:05Dan termasuk juga apa namanya ceasefire ya.
21:08Ini makanya menurut saya ya kita harus hati-hati melihat apa kata-kata Trump.
21:12Kenapa Trump itu ngotot ceasefire?
21:14Padahal kan ini perangnya nggak berhenti sebenarnya.
21:16Perangnya nggak berhenti baik oleh Israel maupun oleh Amerika ini nggak berhenti.
21:19Cuma beda gaya aja.
21:20Tapi kenapa Trump memilih kata ceasefire?
21:23Karena memang 75% penduduk Amerika itu dininabobokan dengan kata ceasefire.
21:29Mereka dikasih kata-kata udah gencatan senjata mereka udah happy.
21:33Itu menurut saya.
21:34Tapi secara pasukan ada data juga yang menunjukkan bahwa
21:38Satu kan kapal aircraft carrier Amerika kan dulu cuma dua kan.
21:43Sekarang tambah satu jadi tiga.
21:45Pasukan Amerika marinir itu ada informasi masuk sudah ke dalam sana.
21:49Masuk sudah lewat Selat Hormuz.
21:51Masuk di negara-negara yang mereka punya pangkalan militer.
21:55Jadi secara pasukan sebenarnya masih ready.
21:58Dan ini kan Amerika belum pakai semua senjatanya.
22:02Kalau dia pakai semua senjatanya ya...
22:04Jadi menurut Anda apakah nanti akan ada opsi militer atau tetap begitu di blokade dalam jangka panjang?
22:12Ini akan tergantung dari situasi dalam negeri Amerika sendiri kalau menurut saya ya.
22:16Kalau misalnya tanda-tandanya Amerika itu publik masih bisa menerima terutama di basis republik.
22:23Partainya Donald Trump.
22:24Itu kita bisa melihat ternyata sampai sekarang ini walaupun mereka berdebat begitu.
22:2970% dari orang-orang partai republik atau mengaku memilih partai republik masih setuju sama Trump.
22:36Jadi kalau dia merasa bahwa gue masih bisa lanjut tempur ini.
22:40Orang buktinya partai republik masih dukung ya kenapa enggak?
22:43Makanya ini jadi berbahaya menurut saya.
22:45Kenapa?
22:45Karena kalau ini blokade diteruskan bersama dengan Venezuela kemarin itu diselesaikan.
22:51Itu kan artinya 30% data realnya walaupun orang bicara mau genjatan senjata.
22:5630% oil yang masuk ke China itu stop.
23:00Apa China mau terima?
23:01Itu kan pertanyaannya di situ.
23:03Nanti kita bahas lebih jauh lagi.
23:06Barikos saya ke Pak Imron.
23:07Pak Imron, jadi yang Anda lihat apakah memang ini ada perubahan strategi misalnya dari opsi militer ke blokade dalam jangka
23:13panjang?
23:13Lagi-lagi saya melihat ini fakta ya.
23:18Ini tidak bisa kita bantah.
23:21Amerika Serikat itu biasanya memberi ultimatum itu dengan time frame yang jelas.
23:26Seasfire dua minggu.
23:28Katakan demikian.
23:29Sekarang ini seasfire-nya enggak ada batas.
23:32Artinya apa?
23:33Amerika itu memberi kesempatan kepada Iran.
23:37Look, kasih saya alasan untuk menghentikan peperangan ini.
23:42Kalau Amerika Serikat ada orang yang mengatakan Trump ingin ini, perang ini berkepanjangan.
23:50Agaknya bertentangan dengan kenyataan.
23:53Bahwa 27% mendukung dia, 39% approval rating.
24:00Dan kemudian jangan lupa 40% maga itu sebagian besar sudah lari.
24:06Kalau semakin lama ini, maka tujuan dia untuk memenangkan midterm election tidak akan tercapai.
24:14Itu satu.
24:15Yang kedua, Rusia sangat berkepentingan ini berkepanjangan.
24:18Karena apa? Dia punya dua keuntungan.
24:21Pertama, embargo-nya sudah dicabut oleh Amerika Serikat gara-gara perang ini.
24:25Dan yang kedua, dia adalah produsen minyak.
24:29Sehingga dia bisa menjual ke Indonesia 1.500.000 barel.
24:34Itu kan sudah suatu pendapatan yang luar biasa.
24:37China berbeda.
24:39China ingin sekali perang ini berhenti karena 90% kebutuhan dari minyaknya itu datang dari kawasan yang bergolak.
24:50Oleh karena itu, tadi dikatakan kunjungan daripada Trump ke China itu, it's very strategic.
24:58Dia ingin menggunakan China.
24:59Hey look China, tekan dong Iran itu supaya kasih saya alasan.
25:04Asset strategy, supaya saya bisa hentikan perang ini.
25:07Otherwise, dia akan kalah di midterm.
25:11Lagi-lagi pertempuran ini bukan pertempuran di timur tengah.
25:14Pertempuran ini adalah pertempuran domestik.
25:16Oke, jadi Pak Smith, ngomong-ngomong soal mengembang kali ini.
25:20Waktu gencatan senjata pertama, itu Trump berubah pikiran.
25:25Kemudian ada restu dari Mustafa Kemeni yang dimana ikut campur si China.
25:30Tapi kenapa untuk yang kali ini tampaknya mengembang?
25:34Jangan dijawab dulu.
25:35Boleh ada yang kembali, saudara.
25:36Tetap bersama kami.
25:36Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan