Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat Timur Tengah sekaligus penasihat IMSES, Smith Alhadar menilai Israel memiliki kepentingan untuk Amerika Serikat (AS) melanjutkan perang dengan Iran.

"Israel berkepentingan untuk perang ini dilanjutkan. Trump akan kalah telak kalua dia menghentikan perang sebelum Iran kalah, tapi Iran tidak bisa kalah sehingga dilematis bagi Israel," ujar Smith.

Namun, ia menegaskan Iran memiliki kekuatan yang justru sulit dikalahkan.

Baca Juga Perang AS-Iran, Pengamat: Donald Trump Panik Cari Jalan Keluar | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/internasional/665256/perang-as-iran-pengamat-donald-trump-panik-cari-jalan-keluar-bola-liar

#iran #israel #amerika

Produser: Ikbal Maulana

Thumbnail: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/665258/tarik-ulur-negosiasi-as-iran-pengamat-israel-punya-kepentingan-perang-lanjut-bola-liar
Transkrip
00:03Terpotong tadi, jadi Pak Smith, di gencatan pertama itu cukup mulus ketika Trump berubah pikiran, kemudian si Mustafa Kemenei punya
00:10restu, lalu kemudian China ikut campur, tapi ternyata di gencatan kedua ini seperti mengambang. Kenapa kira-kira?
00:16Iya, karena Amerika Serikat sudah tidak bisa memenangkan perang. Blokade kapal itu, itu Iran punya tetangga di utara, Armenia, kemudian
00:27Laut Hitam itu kan bertetangga dengan Rusia.
00:30Itu makanan bisa di... Karena Rusia berkepentingan untuk menjaga eksistensi rezim mula Iran. Karena dia adalah buffer zone untuk menjaga
00:42pengaruh Rusia di Asia Tengah.
00:45Sehingga kalau regime change terjadi di Iran, maka pengaruh Rusia di Asia Tengah itu akan lenyap.
00:55Amerika Serikat akan berpengaruh di Asia Tengah itu dan proyek infrastruktur global dari China ke Timur Tengah ke Afrika harus
01:07melalui Iran.
01:08Oleh karena itu China berkepentingan juga untuk menjaga rezim ini. Terus berada di sini. Harus terus eksis.
01:17Nah, Trump ingin keluar, tetapi di pihak lain, di dalam negeri Amerika Serikat itu ada lobby Yahudi yang sangat kuat.
01:24Kaum komunitas evangelis itu juga percaya bahwa eksistensi Israel terkait dengan agama.
01:34Bahwa Yesus akan datang, nubuah. Yesus akan datang ketika Israel memenangkan.
01:41Israel telah menjadi satu negara yang damai, menang. Lalu Yesus turun yang kedua.
01:50Dan itu basis dukungan Trump di Amerika Serikat itu kaum evangelis dan lobby Yahudi.
01:55Dan Israel berkepentingan untuk perang ini dilanjutkan.
02:01Nah, Trump akan kalah telak kalau dia menghentikan perang sebelum Iran kalah.
02:10Tapi Iran tidak bisa kalah dalam soal ini.
02:14Nah, sehingga dilematis bagi Israel.
02:18Israel sudah, semua tujuan perang Israel itu gagal di Timur Tengah.
02:23Hamas saja, dua tahun lebih, dia nggak bisa kalahkan.
02:28Dia nggak menang di Gaza, dia.
02:30Lalu di Lebanon selatan, Hezbollah masih tetap hidup.
02:33Dan Israel kewalahan menghadapi Hezbollah di front utaranya.
02:40Lalu Iran sekarang, yang tadinya dia berpikir cuma empat hari bisa regime change di sana.
02:46Ternyata, Iran justru lebih kuat sekarang ini.
02:49Saya tidak setuju tadi dengan pendapat bahwa...
02:52Pendapat yang malah, siapa?
02:54Pendapat yang bahwa kekuatan Iran itu karena kekuatan itu tidak bisa diukur dari hard power saja.
03:01Kekuatan senjatanya.
03:03Itu memang Amerika Serikat kuat.
03:06Tapi Iran punya kekuatan lain yang dipunyai oleh.
03:10Pertama, Iran itu negara yang belum pernah berhasil diperintah oleh negara asing.
03:16Sejak Alexander the Great itu, Iskandar itu tidak pernah.
03:21Yang kedua, mereka itu adalah penganut mahasiswa Syiah.
03:27Mereka memuja mati syahid.
03:30Martir drum.
03:32Kematian syahid itu dipunyai oleh orang Syiah.
03:36Nah, kesalahan Trump itu dia membunuh Ali Khamenei.
03:40Ali Khamenei bukan tidak tahu bahwa dia akan dibunuh.
03:44Tapi ketika dia dibilang bahwa Bapak akan diserang, dia bilang nggak.
03:52Dengan membunuh Trump, Trump senang Ali Khamenei dibunuh.
03:56Tapi justru, dengan kematian Ali Khamenei, itu roh pemujaan terhadap mati syahid itu di Iran.
04:07Bangkit seluruhnya, oposisi hilang.
04:10Sekarang Iran itu dipersatukan oleh kebudayaannya.
04:14Jadi, resiliensi satu negara itu bukan diukur dengan kekuatan hard power, kekuatan militer saja.
04:23Tapi kekuatan sejarahnya dia punya, kekuatan kebudayaannya dia punya, kekuatan geografinya dia punya.
04:35Kemudian, dia mempunyai leverage di Selat Kormus itu.
04:42Sehingga...
04:42Berarti simpulannya blokade dilakukan Amerika Serikat sama sekali tidak menyentuh Iran.
04:47Oke, baik. Saya ke Mbak Cempaka. Mbak Cempaka, di putaran pertama untuk menjatuh senjata ada restu dari Mustafa Khamenei.
04:54Kenapa dengan putaran kedua? Belum ada restu? Belum ada lampu hijau?
04:57Saya melihatnya ini ada banyak peran Tiongkok sebenarnya, Mbak.
05:01Karena kalau kita lihat, ada tiga tahapan bagaimana Tiongkok merespon perang ini.
05:06Pada awal dari 28 Februari hingga Maret, itu tidak ada statement apapun di media maupun dari Menteri Luar Negeri.
05:16Tiongkok, maksud saya, dalam konteks menanggapi perang ini meskipun ditanyakan oleh media dan lain sebagainya.
05:21Namun, pada saat masuk ke gencatan senjata yang pertama, itu ada statement dari Wang Yi, dari Kemlu, terutama juga ada
05:31ketika Pakistan ke Tiongkok.
05:33Dan sampai mengeluarkan statement bersama.
05:35Dan itu pun tidak menentuh Amerika Serikat, tapi hanya bicara bahwa terkait dengan konsep peace.
05:40Jadi konsep perdamaian yang perlu diciptakan di Timur Tengah.
05:43Dan beberapa hari setelahnya, baru terjadi pertemuan di Islamabad.
05:48Itu tanda yang kedua.
05:49Tanda yang ketiga, tentu saya lihat bagaimana blokade ini sebenarnya tentu sangat berpengaruh bagi Tiongkok.
05:55Mengapa? Karena lihat satu tanda adalah kunjungan Lavrov dari Rusia beberapa waktu yang lalu ke Tiongkok.
06:01Dan di situ didiskusikan, dinyatakan bahwa memang ada diskusi terkait dengan kondisi antara Iran dan Amerika Serikat.
06:09Dan saat ini kita lihat bagaimana Arakci, meskipun Arakci tidak ke Islamabad untuk diskusi dan negosiasi dengan Amerika Serikat.
06:17Beberapa jam yang lalu, Arakci pergi ke Islamabad.
06:20Dan dinyatakan bahwa akan melakukan safari diplomasi ke beberapa negara.
06:24Misalnya ke Muskat, ke Oman, dan juga ke Rusia bahkan.
06:27Jadi kita lihat ada tiga negara, meskipun bukan Tiongkok, yang dikunjungi.
06:31Tetapi kita lihat bagaimana upaya mencari exit ramp ini sebenarnya ada juga dari Iran.
06:36Terutama dari pihak-pihak seperti Pezeskian dan juga Arakci untuk mencari exit ramp agar negosiasi ini terwujud.
06:44Jadi apakah artinya Mostaba ada kemungkinan mengirim Arakci untuk membuka kemungkinan negosiasi?
06:49Kalau kita lihat dari statement Pezeskian, Arakci dan juga Galibaf tentu saja ini menunjukkan kebersatuan di Iran
06:57dan tidak akan dilakukan atau dikirimkan Arakci jika tidak ada restu dari Mostaba Hamenei.
07:04Itu yang pertama mbak.
07:05Dan yang kedua tentu saja kita lihat bagaimana pilihan yang sangat luas dan sangat cermat menurut saya
07:11memilih misalnya kunjungan ke Oman karena kita lihat diskusi bilateral antara Iran dan Oman
07:18sudah dilakukan ketika membahas bagaimana mekanisme mengatur Selat Hormuz.
07:23Dan ini kunjungan kembali ke Oman ini menunjukkan adanya keseriusan untuk melihat bagaimana
07:28tawar-menawar dalam konteks Selat Hormuz.
07:31Apakah memang jika misalnya blokade Amerika Serikat ini nanti dicabut
07:35dan bagaimana selanjutnya pengelolaan Selat Hormuz itu?
07:39Oke baik saya ke Pak Muradi.
07:41Jadi kira-kira apakah memang saat ini kan lagi ramai soal isu perpecahan di dalam
07:46tetapi apakah menurut Anda bahwa sebenarnya Mostaba sedang mengirim Arakci untuk membuka peluang negosiasi?
07:55Ya tadi yang saya di awal saya sampaikan bahwa diplomasi pihak ketiga itu tidak penting ya.
07:59Sampai hari ini kan memang opsinya baru China.
08:03Baru kemudian memang ada beberapa usulan kemudian misalnya yang sudah di awal bisa Oman
08:07kemudian Turki dan seterusnya gitu.
08:10Tapi saya menangkap begini.
08:11Kalaupun kemudian itu dilakukan saya sih merasa bahwa situasi ini gak akan mengubah apapun.
08:16Karena signyal itu harus kemudian ada dua syarat.
08:19Suara pertama adalah membuka, bukan membuka.
08:23Mengendurkan bukade Amerika Serikat di Selat Hormuz.
08:25Yang kedua adalah bagaimana kemudian mereka bisa diyakinkan bahwa ketika itu dilakukan
08:30maka tunturan mereka yang tiga itu yang oleh Iran sampaikan itu bisa kemudian mereka diskusikan.
08:36Nah beberapa media sebenarnya kan sempat juga menyampaikan bahwa Trump menyetujui apa yang diminta Iran
08:42tapi belakangan kemudian dibantah lagi.
08:44Artinya apa?
08:45Sebenarnya secara prinsip ini hanya untuk buying time saja.
08:49Baking time situasi yang kemudian sama-sama pada akhirnya membuat posisi Trump
08:54kalau dia kemudian sampai, saya nyebut misalnya katakanlah satu dua bulan ke depan ya.
08:59Begitu kemudian terjadi dinamika yang kemudian tidak bisa dikendalikan oleh Trump
09:02maka saya kira situasinya justru kemudian dia tidak hanya kemudian kalah secara sewar
09:09dalam konteks Amerika Serikat di Timur Tengah tapi juga dia memiliki.
09:14Dan hari ini di EX pihakiran mengatakan bahwa tidak ada yang namanya perpecahan di dalam katanya Mas Atto.
09:21Jadi bagaimana menurut Anda? Sebenarnya mana yang benar? Benar-benar ada perpecahan atau justru yang kita sebut tadi?
09:26Oh ini menuju negosiasi kok. Nanti dijawabkan misalnya kembali saudara.
09:29Tetapi bulan liat.
Komentar

Dianjurkan