00:03Terpotong tadi, jadi Pak Smith, di gencatan pertama itu cukup mulus ketika Trump berubah pikiran, kemudian si Mustafa Kemenei punya
00:10restu, lalu kemudian China ikut campur, tapi ternyata di gencatan kedua ini seperti mengambang. Kenapa kira-kira?
00:16Iya, karena Amerika Serikat sudah tidak bisa memenangkan perang. Blokade kapal itu, itu Iran punya tetangga di utara, Armenia, kemudian
00:27Laut Hitam itu kan bertetangga dengan Rusia.
00:30Itu makanan bisa di... Karena Rusia berkepentingan untuk menjaga eksistensi rezim mula Iran. Karena dia adalah buffer zone untuk menjaga
00:42pengaruh Rusia di Asia Tengah.
00:45Sehingga kalau regime change terjadi di Iran, maka pengaruh Rusia di Asia Tengah itu akan lenyap.
00:55Amerika Serikat akan berpengaruh di Asia Tengah itu dan proyek infrastruktur global dari China ke Timur Tengah ke Afrika harus
01:07melalui Iran.
01:08Oleh karena itu China berkepentingan juga untuk menjaga rezim ini. Terus berada di sini. Harus terus eksis.
01:17Nah, Trump ingin keluar, tetapi di pihak lain, di dalam negeri Amerika Serikat itu ada lobby Yahudi yang sangat kuat.
01:24Kaum komunitas evangelis itu juga percaya bahwa eksistensi Israel terkait dengan agama.
01:34Bahwa Yesus akan datang, nubuah. Yesus akan datang ketika Israel memenangkan.
01:41Israel telah menjadi satu negara yang damai, menang. Lalu Yesus turun yang kedua.
01:50Dan itu basis dukungan Trump di Amerika Serikat itu kaum evangelis dan lobby Yahudi.
01:55Dan Israel berkepentingan untuk perang ini dilanjutkan.
02:01Nah, Trump akan kalah telak kalau dia menghentikan perang sebelum Iran kalah.
02:10Tapi Iran tidak bisa kalah dalam soal ini.
02:14Nah, sehingga dilematis bagi Israel.
02:18Israel sudah, semua tujuan perang Israel itu gagal di Timur Tengah.
02:23Hamas saja, dua tahun lebih, dia nggak bisa kalahkan.
02:28Dia nggak menang di Gaza, dia.
02:30Lalu di Lebanon selatan, Hezbollah masih tetap hidup.
02:33Dan Israel kewalahan menghadapi Hezbollah di front utaranya.
02:40Lalu Iran sekarang, yang tadinya dia berpikir cuma empat hari bisa regime change di sana.
02:46Ternyata, Iran justru lebih kuat sekarang ini.
02:49Saya tidak setuju tadi dengan pendapat bahwa...
02:52Pendapat yang malah, siapa?
02:54Pendapat yang bahwa kekuatan Iran itu karena kekuatan itu tidak bisa diukur dari hard power saja.
03:01Kekuatan senjatanya.
03:03Itu memang Amerika Serikat kuat.
03:06Tapi Iran punya kekuatan lain yang dipunyai oleh.
03:10Pertama, Iran itu negara yang belum pernah berhasil diperintah oleh negara asing.
03:16Sejak Alexander the Great itu, Iskandar itu tidak pernah.
03:21Yang kedua, mereka itu adalah penganut mahasiswa Syiah.
03:27Mereka memuja mati syahid.
03:30Martir drum.
03:32Kematian syahid itu dipunyai oleh orang Syiah.
03:36Nah, kesalahan Trump itu dia membunuh Ali Khamenei.
03:40Ali Khamenei bukan tidak tahu bahwa dia akan dibunuh.
03:44Tapi ketika dia dibilang bahwa Bapak akan diserang, dia bilang nggak.
03:52Dengan membunuh Trump, Trump senang Ali Khamenei dibunuh.
03:56Tapi justru, dengan kematian Ali Khamenei, itu roh pemujaan terhadap mati syahid itu di Iran.
04:07Bangkit seluruhnya, oposisi hilang.
04:10Sekarang Iran itu dipersatukan oleh kebudayaannya.
04:14Jadi, resiliensi satu negara itu bukan diukur dengan kekuatan hard power, kekuatan militer saja.
04:23Tapi kekuatan sejarahnya dia punya, kekuatan kebudayaannya dia punya, kekuatan geografinya dia punya.
04:35Kemudian, dia mempunyai leverage di Selat Kormus itu.
04:42Sehingga...
04:42Berarti simpulannya blokade dilakukan Amerika Serikat sama sekali tidak menyentuh Iran.
04:47Oke, baik. Saya ke Mbak Cempaka. Mbak Cempaka, di putaran pertama untuk menjatuh senjata ada restu dari Mustafa Khamenei.
04:54Kenapa dengan putaran kedua? Belum ada restu? Belum ada lampu hijau?
04:57Saya melihatnya ini ada banyak peran Tiongkok sebenarnya, Mbak.
05:01Karena kalau kita lihat, ada tiga tahapan bagaimana Tiongkok merespon perang ini.
05:06Pada awal dari 28 Februari hingga Maret, itu tidak ada statement apapun di media maupun dari Menteri Luar Negeri.
05:16Tiongkok, maksud saya, dalam konteks menanggapi perang ini meskipun ditanyakan oleh media dan lain sebagainya.
05:21Namun, pada saat masuk ke gencatan senjata yang pertama, itu ada statement dari Wang Yi, dari Kemlu, terutama juga ada
05:31ketika Pakistan ke Tiongkok.
05:33Dan sampai mengeluarkan statement bersama.
05:35Dan itu pun tidak menentuh Amerika Serikat, tapi hanya bicara bahwa terkait dengan konsep peace.
05:40Jadi konsep perdamaian yang perlu diciptakan di Timur Tengah.
05:43Dan beberapa hari setelahnya, baru terjadi pertemuan di Islamabad.
05:48Itu tanda yang kedua.
05:49Tanda yang ketiga, tentu saya lihat bagaimana blokade ini sebenarnya tentu sangat berpengaruh bagi Tiongkok.
05:55Mengapa? Karena lihat satu tanda adalah kunjungan Lavrov dari Rusia beberapa waktu yang lalu ke Tiongkok.
06:01Dan di situ didiskusikan, dinyatakan bahwa memang ada diskusi terkait dengan kondisi antara Iran dan Amerika Serikat.
06:09Dan saat ini kita lihat bagaimana Arakci, meskipun Arakci tidak ke Islamabad untuk diskusi dan negosiasi dengan Amerika Serikat.
06:17Beberapa jam yang lalu, Arakci pergi ke Islamabad.
06:20Dan dinyatakan bahwa akan melakukan safari diplomasi ke beberapa negara.
06:24Misalnya ke Muskat, ke Oman, dan juga ke Rusia bahkan.
06:27Jadi kita lihat ada tiga negara, meskipun bukan Tiongkok, yang dikunjungi.
06:31Tetapi kita lihat bagaimana upaya mencari exit ramp ini sebenarnya ada juga dari Iran.
06:36Terutama dari pihak-pihak seperti Pezeskian dan juga Arakci untuk mencari exit ramp agar negosiasi ini terwujud.
06:44Jadi apakah artinya Mostaba ada kemungkinan mengirim Arakci untuk membuka kemungkinan negosiasi?
06:49Kalau kita lihat dari statement Pezeskian, Arakci dan juga Galibaf tentu saja ini menunjukkan kebersatuan di Iran
06:57dan tidak akan dilakukan atau dikirimkan Arakci jika tidak ada restu dari Mostaba Hamenei.
07:04Itu yang pertama mbak.
07:05Dan yang kedua tentu saja kita lihat bagaimana pilihan yang sangat luas dan sangat cermat menurut saya
07:11memilih misalnya kunjungan ke Oman karena kita lihat diskusi bilateral antara Iran dan Oman
07:18sudah dilakukan ketika membahas bagaimana mekanisme mengatur Selat Hormuz.
07:23Dan ini kunjungan kembali ke Oman ini menunjukkan adanya keseriusan untuk melihat bagaimana
07:28tawar-menawar dalam konteks Selat Hormuz.
07:31Apakah memang jika misalnya blokade Amerika Serikat ini nanti dicabut
07:35dan bagaimana selanjutnya pengelolaan Selat Hormuz itu?
07:39Oke baik saya ke Pak Muradi.
07:41Jadi kira-kira apakah memang saat ini kan lagi ramai soal isu perpecahan di dalam
07:46tetapi apakah menurut Anda bahwa sebenarnya Mostaba sedang mengirim Arakci untuk membuka peluang negosiasi?
07:55Ya tadi yang saya di awal saya sampaikan bahwa diplomasi pihak ketiga itu tidak penting ya.
07:59Sampai hari ini kan memang opsinya baru China.
08:03Baru kemudian memang ada beberapa usulan kemudian misalnya yang sudah di awal bisa Oman
08:07kemudian Turki dan seterusnya gitu.
08:10Tapi saya menangkap begini.
08:11Kalaupun kemudian itu dilakukan saya sih merasa bahwa situasi ini gak akan mengubah apapun.
08:16Karena signyal itu harus kemudian ada dua syarat.
08:19Suara pertama adalah membuka, bukan membuka.
08:23Mengendurkan bukade Amerika Serikat di Selat Hormuz.
08:25Yang kedua adalah bagaimana kemudian mereka bisa diyakinkan bahwa ketika itu dilakukan
08:30maka tunturan mereka yang tiga itu yang oleh Iran sampaikan itu bisa kemudian mereka diskusikan.
08:36Nah beberapa media sebenarnya kan sempat juga menyampaikan bahwa Trump menyetujui apa yang diminta Iran
08:42tapi belakangan kemudian dibantah lagi.
08:44Artinya apa?
08:45Sebenarnya secara prinsip ini hanya untuk buying time saja.
08:49Baking time situasi yang kemudian sama-sama pada akhirnya membuat posisi Trump
08:54kalau dia kemudian sampai, saya nyebut misalnya katakanlah satu dua bulan ke depan ya.
08:59Begitu kemudian terjadi dinamika yang kemudian tidak bisa dikendalikan oleh Trump
09:02maka saya kira situasinya justru kemudian dia tidak hanya kemudian kalah secara sewar
09:09dalam konteks Amerika Serikat di Timur Tengah tapi juga dia memiliki.
09:14Dan hari ini di EX pihakiran mengatakan bahwa tidak ada yang namanya perpecahan di dalam katanya Mas Atto.
09:21Jadi bagaimana menurut Anda? Sebenarnya mana yang benar? Benar-benar ada perpecahan atau justru yang kita sebut tadi?
09:26Oh ini menuju negosiasi kok. Nanti dijawabkan misalnya kembali saudara.
09:29Tetapi bulan liat.
Komentar