Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Jumlah personel Indonesia yang gugur di Lebanon bertambah menjadi empat orang. Bagaimana sikap Indonesia untuk mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa membuka hasil investigasi atas gugurnya personel UNIFIL?

Kita akan bahas bersama Pakar Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Yulius Purwadi.

Baca Juga Praka Rico Gugur Usai Dirawat Akibat Serangan Israel, Total 4 Prajurit TNI Gugur di Lebanon di https://www.kompas.tv/nasional/665106/praka-rico-gugur-usai-dirawat-akibat-serangan-israel-total-4-prajurit-tni-gugur-di-lebanon

#tni #lebanon #pbb #unifil

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665260/sejauh-mana-indonesia-desak-pbb-investigasi-4-prajurit-tni-gugur-di-lebanon
Transkrip
00:00Jumlah personel Indonesia yang gugur di Lebanon bertambah menjadi 4 orang.
00:04Bagaimana sikap Indonesia untuk mendesak PBB membuka hasil investigasi atas gugurnya personel Univill?
00:10Kita akan bahas bersama dengan pakar hubungan internasional Universitas Perahyangan Bandung, Julius Purwadi.
00:15Selamat malam, Mas Julius.
00:18Selamat malam, Mas Ibrahim.
00:20Mas Julius, ini mengapa hasil investigasi PBB masih bersifat awal setelah berminggu-minggu berlalu dan belum ada sanksi?
00:29Ya, kenapa berlarut-larut ya?
00:33Tentu saja tergantung apakah narasumber yang di lapangan ketika peristiwa terjadi itu mau berbicara, menyampaikan apa yang mereka ketahui.
00:44Tetapi sejauh yang saya pahami, tentara kita yang gugur, tentara kita yang keempat yang gugur, ini kan yang tanggal 29
00:51ya.
00:52Serangan di tanggal 29 dan Univill sudah menyatakan di tanggal 29 tadi, proyektilnya berasal dari tank Israel.
01:02Itu kan sudah eksplisit.
01:04Dan dari Kementerian Luar Negeri melalui suruh bicaranya, itu sudah menyampaikan dan mengutub bahkan serangan Israel.
01:11Jadi sudah betul itu.
01:12Nah, sekarang pertanyaan berikut itu saja adalah, kalau sudah disampaikan investigasinya Univill, lalu apa berikutnya?
01:20Ada dua yang harus dilakukan.
01:23Kalau betul ternyata itu dari tank Israel yang menyasar pusat komando untuk memonitor pergerakan tentara-tentara dari Israel maupun Hezbollah.
01:36Itu saja adalah, kalau terbukti Israel harus dilakukan investigasi kepada siapa yang melakukannya.
01:43Ini yang pertama.
01:44Dan kalau kita tahu, tidak ada kan investigasinya.
01:47Dan Israel membleming kepada tentaranya pada posisi di konflik.
01:53Nah, kalau itu tidak dilakukan, sebetulnya kita bisa membawa ke, yang tadi disebut oleh anggota DPR, ke Mahkamah Bidana Internasional.
02:03Nah, tentu saja perlu bukti yang lengkap.
02:06Jadi laporannya harus selengkap mungkin, dan ini bisa menjadi jalur kita untuk meminta.
02:12Mas Julius, maaf saya potong, tapi bisakah kita koordinasi dengan Perancis?
02:15Karena Perancis tentaranya juga jadi korban untuk kita bersama-sama membawa ke Mahkamah Internasional.
02:21Sudah ya, Indonesia sejauh saya tahu sudah berkoordinasi dengan Perancis.
02:25Apa yang dilakukan?
02:27Nah, yang kita tahu awal April ini, setelah serangan yang ke Indonesia yang menemaskan tentara kita,
02:34kan Indonesia meminta supaya DKBBU melakukan sesi khusus.
02:38Sudah dilakukan kan itu, gitu ya.
02:41Dan itulah Duta Besar Indonesia menyampaikan kutukannya.
02:45Dan negara-negara anggota yang lain juga sama, melakukan kutukannya.
02:48Nah, Indonesia tidak bisa mengajukan langsung ke ICC, gitu kan.
02:52Indonesia bukan yang berantifikasi dari traktat Roma, ya, yang membentuk ICC.
02:58Jadi mau nggak mau memang harus bekerja sama dengan Perancis, ya.
03:02Dan harapkan kita, ini salah satu jalurnya kan lewat resolusi DKBBB.
03:07Kalau nanti hasil investigasi kita mau dibawa ke ICC,
03:11itu harus ada rujukan dari DKBBB.
03:14Itu sudah betul, menurut saya.
03:15Sudah betul, Mas.
03:16Ini kalau misalkan nanti, jika investigasi PBBB tidak menghasilkan sanksi apapun,
03:22apakah posisi hukum Indonesia ini tetap berkewajiban
03:24mempertahan kepasukan di wilayah yang tidak mampu dijamin keamanannya?
03:29Situasi di Libanon sangat sulit, ya.
03:31Sangat sulit.
03:32Ini kan sudah ada kencatan senjata.
03:35Tetapi Israel masih tetap menyerang.
03:37Hari ini ada empat orang yang saya dengar meninggal, ya.
03:39Dan itu artinya betapa krusilnya perang perpasukan perdamaian PBBB
03:45yang sebetulnya sudah jadwal untuk ditarik mundur per Desember ini.
03:49Kan sudah, ya.
03:50Nah, kebanyakan nanti, sekarang masih ada pasukan perdamaian PBBB.
03:54Konflik masih berkecamuk, ya.
03:55Lalu, zona biru yang habisnya tidak boleh dilanggar, itu masih dilakukan.
04:02Tidak wise juga kita menarik, ya.
04:06Menarik pasukan kita, gitu.
04:07Tetapi mungkin pada tingkat tinggi, ya.
04:10Pasukan kita harus sangat hati-hati, gitu.
04:13Supaya tidak menjadi korban lagi.
04:15Seperti apa?
04:15Seperti apa mesirus mitigasinya agar tetap aman di daerah konflik nantinya?
04:19Nah, kemarin yang saya dengar,
04:22Panglima TNI kan sudah berkomunikasi dengan pasukan kita di sana, ya.
04:26Di Libanon Selatan, ya, gitu.
04:28Nah, saran dari Panglima TNI adalah kebanker, ya.
04:33Salah satunya, ya, gitu.
04:34Benar-benar memastikan diri di ruang yang aman.
04:39Supaya tidak terjadi peluru nyasar kalau bahasa pihak-pihak yang berkonflik, ya.
04:44Baik Pak Israel maupun Dar Esmul, lah.
04:47Kan begitu, ya, gitu.
04:48Nah, itu tidak bisa, ya.
04:50Semudah itu, gitu.
04:52Ketika misalnya kemarin Perancis, tentara Perancis ada dua orang, kan, gitu.
04:56Dia sedang menjalankan tugas untuk sebetulnya menindaklanjuti dari kesepakatan kejataan-kejataan-kejataan itu, gitu.
05:05Setelah kejataan-kejataan-kejataan, kan, penduduk pulang.
05:08Dan bahayanya adalah ternyata banyak sekali ranjur-ranjur darat, gitu ya.
05:11Jadi, pasukan perdamaian nggak bisa berdiam diri di bunker, ya.
05:15Tetapi harus membantu masyarakat sipil, memastikan mereka aman.
05:19Nah, ini saya kira dilemanya, ya, sulitnya.
05:21Apa, kalau hanya berdiam diri.
05:24Nah, itu tidak mudah, ya, masyarakat berakhir memastikan bahwa sipil aman, gitu ya.
05:29Mereka harus melapas.
05:30Prajurit juga aman, ya.
05:32Baik.
05:32Ya, itu juga.
05:33Agak-agak susah juga.
05:35Tapi, tentu bicara yang prioritas saat ini,
05:38keamanan prajurit Unifil kita di Lebanon,
05:40dan juga bagaimana investigasi yang dilakukan oleh PBB tentu ini yang ditunggu, tentunya.
05:45Terima kasih, Mas Julius Purwadi,
05:47Pakar Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Bandung,
05:50telah menyampaikan pandangannya di Kopas Malam hari ini.
05:54Terima kasih, Mas Ibrahim.
05:55Bye.
Komentar

Dianjurkan