00:00Jumlah personel Indonesia yang gugur di Lebanon bertambah menjadi 4 orang.
00:04Bagaimana sikap Indonesia untuk mendesak PBB membuka hasil investigasi atas gugurnya personel Univill?
00:10Kita akan bahas bersama dengan pakar hubungan internasional Universitas Perahyangan Bandung, Julius Purwadi.
00:15Selamat malam, Mas Julius.
00:18Selamat malam, Mas Ibrahim.
00:20Mas Julius, ini mengapa hasil investigasi PBB masih bersifat awal setelah berminggu-minggu berlalu dan belum ada sanksi?
00:29Ya, kenapa berlarut-larut ya?
00:33Tentu saja tergantung apakah narasumber yang di lapangan ketika peristiwa terjadi itu mau berbicara, menyampaikan apa yang mereka ketahui.
00:44Tetapi sejauh yang saya pahami, tentara kita yang gugur, tentara kita yang keempat yang gugur, ini kan yang tanggal 29
00:51ya.
00:52Serangan di tanggal 29 dan Univill sudah menyatakan di tanggal 29 tadi, proyektilnya berasal dari tank Israel.
01:02Itu kan sudah eksplisit.
01:04Dan dari Kementerian Luar Negeri melalui suruh bicaranya, itu sudah menyampaikan dan mengutub bahkan serangan Israel.
01:11Jadi sudah betul itu.
01:12Nah, sekarang pertanyaan berikut itu saja adalah, kalau sudah disampaikan investigasinya Univill, lalu apa berikutnya?
01:20Ada dua yang harus dilakukan.
01:23Kalau betul ternyata itu dari tank Israel yang menyasar pusat komando untuk memonitor pergerakan tentara-tentara dari Israel maupun Hezbollah.
01:36Itu saja adalah, kalau terbukti Israel harus dilakukan investigasi kepada siapa yang melakukannya.
01:43Ini yang pertama.
01:44Dan kalau kita tahu, tidak ada kan investigasinya.
01:47Dan Israel membleming kepada tentaranya pada posisi di konflik.
01:53Nah, kalau itu tidak dilakukan, sebetulnya kita bisa membawa ke, yang tadi disebut oleh anggota DPR, ke Mahkamah Bidana Internasional.
02:03Nah, tentu saja perlu bukti yang lengkap.
02:06Jadi laporannya harus selengkap mungkin, dan ini bisa menjadi jalur kita untuk meminta.
02:12Mas Julius, maaf saya potong, tapi bisakah kita koordinasi dengan Perancis?
02:15Karena Perancis tentaranya juga jadi korban untuk kita bersama-sama membawa ke Mahkamah Internasional.
02:21Sudah ya, Indonesia sejauh saya tahu sudah berkoordinasi dengan Perancis.
02:25Apa yang dilakukan?
02:27Nah, yang kita tahu awal April ini, setelah serangan yang ke Indonesia yang menemaskan tentara kita,
02:34kan Indonesia meminta supaya DKBBU melakukan sesi khusus.
02:38Sudah dilakukan kan itu, gitu ya.
02:41Dan itulah Duta Besar Indonesia menyampaikan kutukannya.
02:45Dan negara-negara anggota yang lain juga sama, melakukan kutukannya.
02:48Nah, Indonesia tidak bisa mengajukan langsung ke ICC, gitu kan.
02:52Indonesia bukan yang berantifikasi dari traktat Roma, ya, yang membentuk ICC.
02:58Jadi mau nggak mau memang harus bekerja sama dengan Perancis, ya.
03:02Dan harapkan kita, ini salah satu jalurnya kan lewat resolusi DKBBB.
03:07Kalau nanti hasil investigasi kita mau dibawa ke ICC,
03:11itu harus ada rujukan dari DKBBB.
03:14Itu sudah betul, menurut saya.
03:15Sudah betul, Mas.
03:16Ini kalau misalkan nanti, jika investigasi PBBB tidak menghasilkan sanksi apapun,
03:22apakah posisi hukum Indonesia ini tetap berkewajiban
03:24mempertahan kepasukan di wilayah yang tidak mampu dijamin keamanannya?
03:29Situasi di Libanon sangat sulit, ya.
03:31Sangat sulit.
03:32Ini kan sudah ada kencatan senjata.
03:35Tetapi Israel masih tetap menyerang.
03:37Hari ini ada empat orang yang saya dengar meninggal, ya.
03:39Dan itu artinya betapa krusilnya perang perpasukan perdamaian PBBB
03:45yang sebetulnya sudah jadwal untuk ditarik mundur per Desember ini.
03:49Kan sudah, ya.
03:50Nah, kebanyakan nanti, sekarang masih ada pasukan perdamaian PBBB.
03:54Konflik masih berkecamuk, ya.
03:55Lalu, zona biru yang habisnya tidak boleh dilanggar, itu masih dilakukan.
04:02Tidak wise juga kita menarik, ya.
04:06Menarik pasukan kita, gitu.
04:07Tetapi mungkin pada tingkat tinggi, ya.
04:10Pasukan kita harus sangat hati-hati, gitu.
04:13Supaya tidak menjadi korban lagi.
04:15Seperti apa?
04:15Seperti apa mesirus mitigasinya agar tetap aman di daerah konflik nantinya?
04:19Nah, kemarin yang saya dengar,
04:22Panglima TNI kan sudah berkomunikasi dengan pasukan kita di sana, ya.
04:26Di Libanon Selatan, ya, gitu.
04:28Nah, saran dari Panglima TNI adalah kebanker, ya.
04:33Salah satunya, ya, gitu.
04:34Benar-benar memastikan diri di ruang yang aman.
04:39Supaya tidak terjadi peluru nyasar kalau bahasa pihak-pihak yang berkonflik, ya.
04:44Baik Pak Israel maupun Dar Esmul, lah.
04:47Kan begitu, ya, gitu.
04:48Nah, itu tidak bisa, ya.
04:50Semudah itu, gitu.
04:52Ketika misalnya kemarin Perancis, tentara Perancis ada dua orang, kan, gitu.
04:56Dia sedang menjalankan tugas untuk sebetulnya menindaklanjuti dari kesepakatan kejataan-kejataan-kejataan itu, gitu.
05:05Setelah kejataan-kejataan-kejataan, kan, penduduk pulang.
05:08Dan bahayanya adalah ternyata banyak sekali ranjur-ranjur darat, gitu ya.
05:11Jadi, pasukan perdamaian nggak bisa berdiam diri di bunker, ya.
05:15Tetapi harus membantu masyarakat sipil, memastikan mereka aman.
05:19Nah, ini saya kira dilemanya, ya, sulitnya.
05:21Apa, kalau hanya berdiam diri.
05:24Nah, itu tidak mudah, ya, masyarakat berakhir memastikan bahwa sipil aman, gitu ya.
05:29Mereka harus melapas.
05:30Prajurit juga aman, ya.
05:32Baik.
05:32Ya, itu juga.
05:33Agak-agak susah juga.
05:35Tapi, tentu bicara yang prioritas saat ini,
05:38keamanan prajurit Unifil kita di Lebanon,
05:40dan juga bagaimana investigasi yang dilakukan oleh PBB tentu ini yang ditunggu, tentunya.
05:45Terima kasih, Mas Julius Purwadi,
05:47Pakar Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Bandung,
05:50telah menyampaikan pandangannya di Kopas Malam hari ini.
05:54Terima kasih, Mas Ibrahim.
05:55Bye.
Komentar