00:00Kalau lihat dari militer, ini sekarang susah ya, semua orang akan bilang mereka paling kuat.
00:04Tapi yang mesti kita hargai, kita coba lihat Iran.
00:07Dalam hitungan normal, ini Amerika nomor satu di dunia, negara nomor satu, very powerful one.
00:11Kenapa bisa bertahan sekian lama dari Februari sampai sekarang?
00:14Artinya Iran itu juga nggak main-main.
00:15Dia sudah seperti yang disampaikan, sudah menyiapkan diri jauh-jauh hari.
00:19Senjata pun rudar-rudar menurut Iran, itu diklaim Iran belum keluar.
00:22Jadi tantangan ke depan itu sepertinya Iran nggak akan sama sekali ditantang apapun yang akan mundur.
00:27Nah yang saya mau balik sedikit ke arah Amerika Serikat, saya rasa Amerika Serikat juga harus mengukur ya.
00:32Lama-lama ini dunia juga akan marah semuanya, bukan saja kepada aspek hormus.
00:37Karena dampaknya sudah meluas, tadi saya sudah sampaikan beberapa yang terkait hormus.
00:40Tapi apakah ada yang sadar sekarang bahwa ruang-ruang udara pun sudah mulai bermasalah penerbangan,
00:45banyak yang di-reload, banyak area penerbangan misalnya Cina ditutup sementara ini dan itu.
00:50Jadi intinya doktrin militer Amerika yang ingin menguasai semua selat-selat itu mesti kayaknya direvisi.
00:55Karena ini kan dalam buku putih pertahanan Amerika yang terakhir itu menyampaikan,
01:00dia ingin menguasai choke point.
01:02Artinya apa? Kita perhatikan, 2025 dia sedang panama.
01:05Sekarang hormus.
01:06Yang saya khawatirkan, apalagi dengan kapal peran sudah melewati Malaka,
01:09saya nggak bilang bahwa kapal peran tidak boleh melewati Malaka.
01:12Tapi yang saya mau bilang adalah dengan adanya kenaikan derajat lewatnya kapal peran di Malaka
01:21ataupun dimintanya overflight blanket, itu menyatakan bahwa jangan sampai ini Malaka pun juga akan menjadi target Amerika Serikat.
01:30Apalagi tadi pada satu muka disampaikan bahwa pernyataan Menteri Perang Amerika kemanapun kapal Iran itu akan dikejar.
01:35Nah, jadi yang mau saya bilang bahwa sekarang itu siapa yang lebih kuat atau apa itu susah disampaikan ya.
01:42Karena semuanya, semua aspek akan bergerak.
01:44Yang mau saya lihat lebih kepada implikasinya untuk ke Global South itu apa?
01:47Terutama ke Indonesia sendiri.
01:49Karena kita itu harusnya mendorong diplomasi preventif.
01:52Itu sudah harus dilakukan.
01:53Bagaimanapun, kita sudah harus mengedepankan negara-negara Global South yang akan terdampak sangat.
01:58Mendorong gerakan baru Non-Alignment Movement 02 misalnya.
02:00Itu bagaimana kita juga membuat ketahanan energi untuk regional.
02:05Karena kalau saya bilang ini agak mengerikan nih.
02:07Ekskalasi dari Hormuz bisa ke Laut Cina Selatan dengan statement kita yang agak aneh kemarin itu beberapa waktu lalu pejabat
02:14kita yang sekarang dibajak bahas di Singapura dan di Malaysia.
02:16Itu bisa menjadi trigger untuk terjadinya ekskalasi di tempat lain.
02:20Nah, artinya yang saya sampaikan adalah posisi netral aktif kita tuh betul-betul harus menghindari pelebaran dan pendalaman dengan militer
02:28Amerika ataupun dengan negara baru.
02:48Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
02:53Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
02:57Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar