Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar hubungan Internasional Universitas St.Petersburg, Connie Rahakundini mengatakan kekuatan militer Iran tidak main-main.

Pasalnya, kata Connie, Iran masih bertahan setelah sebelumnya digempur AS dan Israel.

"Kalau lihat dari militer sekarang susah ya, semua orang akan bilang mereka paling kuat. Yang mesti kita hargai kita coba lihat Iran. Dalam hitungan normal, ini kan Amerika negara nomor satu di dunia. Kenapa masih bertahan sekian lama dari Februari sampai sekarang. Artinya, Iran itu tidak main-main (kekuatannya)," ujar Connie, Jumat (25/4/2026).

Baca Juga Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah di Berlin Usai Minta Negara Barat Dukung AS serang Iran di https://www.kompas.tv/internasional/665230/reza-pahlavi-disiram-cairan-merah-di-berlin-usai-minta-negara-barat-dukung-as-serang-iran

#iran #amerika #militer

Video Editor: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/665242/analisa-connie-rahakundini-soal-peta-kekuatan-militer-iran-dan-as
Transkrip
00:00Kalau lihat dari militer, ini sekarang susah ya, semua orang akan bilang mereka paling kuat.
00:04Tapi yang mesti kita hargai, kita coba lihat Iran.
00:07Dalam hitungan normal, ini Amerika nomor satu di dunia, negara nomor satu, very powerful one.
00:11Kenapa bisa bertahan sekian lama dari Februari sampai sekarang?
00:14Artinya Iran itu juga nggak main-main.
00:15Dia sudah seperti yang disampaikan, sudah menyiapkan diri jauh-jauh hari.
00:19Senjata pun rudar-rudar menurut Iran, itu diklaim Iran belum keluar.
00:22Jadi tantangan ke depan itu sepertinya Iran nggak akan sama sekali ditantang apapun yang akan mundur.
00:27Nah yang saya mau balik sedikit ke arah Amerika Serikat, saya rasa Amerika Serikat juga harus mengukur ya.
00:32Lama-lama ini dunia juga akan marah semuanya, bukan saja kepada aspek hormus.
00:37Karena dampaknya sudah meluas, tadi saya sudah sampaikan beberapa yang terkait hormus.
00:40Tapi apakah ada yang sadar sekarang bahwa ruang-ruang udara pun sudah mulai bermasalah penerbangan,
00:45banyak yang di-reload, banyak area penerbangan misalnya Cina ditutup sementara ini dan itu.
00:50Jadi intinya doktrin militer Amerika yang ingin menguasai semua selat-selat itu mesti kayaknya direvisi.
00:55Karena ini kan dalam buku putih pertahanan Amerika yang terakhir itu menyampaikan,
01:00dia ingin menguasai choke point.
01:02Artinya apa? Kita perhatikan, 2025 dia sedang panama.
01:05Sekarang hormus.
01:06Yang saya khawatirkan, apalagi dengan kapal peran sudah melewati Malaka,
01:09saya nggak bilang bahwa kapal peran tidak boleh melewati Malaka.
01:12Tapi yang saya mau bilang adalah dengan adanya kenaikan derajat lewatnya kapal peran di Malaka
01:21ataupun dimintanya overflight blanket, itu menyatakan bahwa jangan sampai ini Malaka pun juga akan menjadi target Amerika Serikat.
01:30Apalagi tadi pada satu muka disampaikan bahwa pernyataan Menteri Perang Amerika kemanapun kapal Iran itu akan dikejar.
01:35Nah, jadi yang mau saya bilang bahwa sekarang itu siapa yang lebih kuat atau apa itu susah disampaikan ya.
01:42Karena semuanya, semua aspek akan bergerak.
01:44Yang mau saya lihat lebih kepada implikasinya untuk ke Global South itu apa?
01:47Terutama ke Indonesia sendiri.
01:49Karena kita itu harusnya mendorong diplomasi preventif.
01:52Itu sudah harus dilakukan.
01:53Bagaimanapun, kita sudah harus mengedepankan negara-negara Global South yang akan terdampak sangat.
01:58Mendorong gerakan baru Non-Alignment Movement 02 misalnya.
02:00Itu bagaimana kita juga membuat ketahanan energi untuk regional.
02:05Karena kalau saya bilang ini agak mengerikan nih.
02:07Ekskalasi dari Hormuz bisa ke Laut Cina Selatan dengan statement kita yang agak aneh kemarin itu beberapa waktu lalu pejabat
02:14kita yang sekarang dibajak bahas di Singapura dan di Malaysia.
02:16Itu bisa menjadi trigger untuk terjadinya ekskalasi di tempat lain.
02:20Nah, artinya yang saya sampaikan adalah posisi netral aktif kita tuh betul-betul harus menghindari pelebaran dan pendalaman dengan militer
02:28Amerika ataupun dengan negara baru.
02:48Saudara kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
02:53Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
02:57Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan