00:00Maaf ya Bu, Ibu kan di kursi roda udah berapa puluh tahun?
00:07Saya kecelakaan itu tahun 1993.
00:12Jadi kalau sekarang 32 tahun hampir, 31 tahunnya.
00:17Dan waktu itu Ibu masih tetap meneruskan kuliah S2 di UI kan Bu?
00:21Iya.
00:23Saya baca Ibu harus ditandu.
00:26Ya, karena masalahnya memang tempat saya kuliah itu di lantai 4.
00:33Dan gak ada lift waktu itu Bu?
00:34Ada, ada lift.
00:36Tapi suatu semester itu liftnya rusak.
00:41Liftnya rusak dan fakultas belum punya duit untuk memperbaiki itu.
00:52Dan mereka bilang, Bu minta maaf kami tidak punya ruang di bawah untuk Ibu bisa kuliah.
01:00Saya jawab, oh gak apa-apa.
01:03Karena saya merasa bahwa yang butuh ilmu itu adalah saya, bukan fakultas.
01:11Jadi itu.
01:11Jadi Ibu menerima situasi terberat sekalipun, karena mau mencari ilmu.
01:16Iya.
01:17Karena bukan fakultas yang membutuhkan saya, tapi saya membutuhkan fakultas.
01:22Wow.
01:23Itu yang membutuhkan ilmu.
01:25Jadi karena itu, saya menganggap bahwa ini adalah tantangan buat saya.
01:31Saya harus mencari jalan bagaimana saya mengatasi tantangan ini.
01:35Saya akhirnya membeli kursi plastik itu loh.
01:43Kursi plastik yang ada lengannya tapi.
01:46Kemudian saya membeli dua bilah bambu.
01:48Saya potong.
01:49Bambunya saya ikatkan di bawah.
01:52Di bawah kursi, diikat untuk membawa saya ke atas.
01:57Saya minta tolong subir atau satpam dan sebagainya.
02:01Dan ketika saya dibawa ke atas, ditandu dengan itu.
02:06Saya membesarkan hati saya dengan mengatakan.
02:10Nah, sekarang kan saya sudah seperti Jenderal Sudirman.
02:15Bedanya, kalau Jenderal Sudirman ditandu untuk merebut kemerdekaan Indonesia.
02:22Tapi saya ditandu untuk merebut masa depan saya.
02:26Wow.
02:27Itu yang membuat saya besar hati dan melakukan semuanya itu.
02:34Wow.
02:35Itu gak gampang sih, Bu.
02:37Ya, memang.
02:38Terima kasih telah menonton.
Komentar