Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ibu negara ke-4 Republik Indonesia, Sinta Nuriyah Wahid menuturkan kecelakaan yang menimpanya pada tahun 1993. Kala itu, Sinta Wahid tetap melanjutkan kuliahnya di Universitas Indonesia meski masih dalam pemulihan pasca-kecelakaan.

"Yang butuh ilmu, adalah saya. Bukan fakultas," katanya.

Perjuangan Sinta Wahid untuk menempuh pendidikan tidaklah mudah. Lift kampus sempat rusak kurang lebih selama 1 semester.

Maka, beliau kemudian ditandu menggunakan kursi plastik dan dua bilah bambu. Sopir atau satpam kampus membantu mengangkat tandu agar dapat belajar di ruangan lantai empat. Saat ditandu, Ibu Sinta membesarkan hatinya sendiri dengan berkata,

"Sekarang saya sudah seperti Jenderal Sudirman. Bedanya kalau Jenderal Sudirman, ditandu untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Tapi saya, untuk merebut masa depan," ungkapnya.

Saksikan dalam ROSI eps. Sinta Nuriyah Wahid, Bukan Sekadar Ibu Negara di kanal youtube KompasTV.



https://youtu.be/3Yfegd-Cvm8

#gusdur #sintawahid #toleransi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/587592/ditandu-untuk-berkuliah-sinta-wahid-saya-seperti-jenderal-sudirman-rosi
Transkrip
00:00Maaf ya Bu, Ibu kan di kursi roda udah berapa puluh tahun?
00:07Saya kecelakaan itu tahun 1993.
00:12Jadi kalau sekarang 32 tahun hampir, 31 tahunnya.
00:17Dan waktu itu Ibu masih tetap meneruskan kuliah S2 di UI kan Bu?
00:21Iya.
00:23Saya baca Ibu harus ditandu.
00:26Ya, karena masalahnya memang tempat saya kuliah itu di lantai 4.
00:33Dan gak ada lift waktu itu Bu?
00:34Ada, ada lift.
00:36Tapi suatu semester itu liftnya rusak.
00:41Liftnya rusak dan fakultas belum punya duit untuk memperbaiki itu.
00:52Dan mereka bilang, Bu minta maaf kami tidak punya ruang di bawah untuk Ibu bisa kuliah.
01:00Saya jawab, oh gak apa-apa.
01:03Karena saya merasa bahwa yang butuh ilmu itu adalah saya, bukan fakultas.
01:11Jadi itu.
01:11Jadi Ibu menerima situasi terberat sekalipun, karena mau mencari ilmu.
01:16Iya.
01:17Karena bukan fakultas yang membutuhkan saya, tapi saya membutuhkan fakultas.
01:22Wow.
01:23Itu yang membutuhkan ilmu.
01:25Jadi karena itu, saya menganggap bahwa ini adalah tantangan buat saya.
01:31Saya harus mencari jalan bagaimana saya mengatasi tantangan ini.
01:35Saya akhirnya membeli kursi plastik itu loh.
01:43Kursi plastik yang ada lengannya tapi.
01:46Kemudian saya membeli dua bilah bambu.
01:48Saya potong.
01:49Bambunya saya ikatkan di bawah.
01:52Di bawah kursi, diikat untuk membawa saya ke atas.
01:57Saya minta tolong subir atau satpam dan sebagainya.
02:01Dan ketika saya dibawa ke atas, ditandu dengan itu.
02:06Saya membesarkan hati saya dengan mengatakan.
02:10Nah, sekarang kan saya sudah seperti Jenderal Sudirman.
02:15Bedanya, kalau Jenderal Sudirman ditandu untuk merebut kemerdekaan Indonesia.
02:22Tapi saya ditandu untuk merebut masa depan saya.
02:26Wow.
02:27Itu yang membuat saya besar hati dan melakukan semuanya itu.
02:34Wow.
02:35Itu gak gampang sih, Bu.
02:37Ya, memang.
02:38Terima kasih telah menonton.
Komentar

Dianjurkan