Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 tahun yang lalu
Rumah Potong Hewan (RPH) Pekanbaru, Jalan Cipta Karya, menghentikan kegiatan pemotongan sapi imbas dari muncul wabah penyakit kulit berbonjol atau Lumpy Skin Disease (LSD) di Provinsi Riau.

Pemotong di RPH Pekanbaru, Alfianto mengatakan, tidak ada pasokan sapi dari Provinsi Lampung sehingga kegiatan pemotongan dihentikan.

“Karena pasokan sapi dari lampung ada yang masuk ada yang tidak. Sekarang pedagang ada yang punya spai ada yang tidak, kalau saya tidak motong karyawan saya dan peradangan di pasar ada sekitar 40 KK,” ujarnya, Sabtu, 26 Maret 2022.

Jika pengusaha tetap ngotot melakukan pemotongan dengan stok sapi saat ini, dikhwatirkan terjadi ketimpangan diantara pedagang daging sapi di sejunlah pasar.

“Pasti nanti ada ketimpangan ini, kalau mereka motong nanti ada ketimpangan jadi ini toleransi mereka tidak motong karena kasusnya ini wabah di Riau ini harusnya sapi di Riau yang tidak boleh ke luar,” jelasnya.

Alfianto menambahkan, saat ini pasokan sapi terbatas, jika tetap dilakukan pemotongan, maka untuk minggu depan pasokan sapi akan kosong.

“Kalau stok yang ada skrg itu paling stoknya satu atau dua hari paling lama, kalau kita motong semua senin depan sudah tidak ada lagi sapi itu,” tutur Alfianto.

Dalam hari biasa, RPH Pekanbaru memotong sebanyak 40 ekor hingga 50 ekor sapi.

“Biasanya pemotongnan sekitar 40 sampai 50 ekor di rumah potong hewan ini, harapan kita ada kebijaksanaan dari pemerintah,” terangnya.

LEBIH LENGKAP

https://www.riauonline.co.id/riau/kota-pekanbaru/read/2022/03/26/rph-setop-sembelih-hewan-kalau-dipotong-semua-senin-sudah-kosong

#riauonline
#kelangkaandagingsapi
#rumahpotonghewanpekanbaru

Kategori

🗞
Berita

Dianjurkan