Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menjelaskan alasan Kota Pekanbaru belum berhasil meraih penghargaan Adipura pada penilaian tahun 2025.

Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih perlu dibenahi.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan bahwa pada penilaian tahun 2025 tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang berhasil meraih Piala Adipura karena sistem penilaian yang kini diterapkan pemerintah pusat jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #adipura #pekanbaru #DLHK

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, DLHK,
00:05menjelaskan alasan Kota Pekanbaru belum berhasil meraih penghargaan Adipura pada penilaian tahun 2025.
00:11Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah pengelolaan tempat pembuangan akhir, TPA, yang masih perlu dibenahi.
00:19Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan bahwa pada penilaian tahun 2025
00:24tidak ada satupun daerah di Indonesia yang berhasil meraih Piala Adipura
00:28karena sistem penilaian yang kini diterapkan pemerintah pusat jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya.
00:32Kalau untuk kebersihan di jalan protokol dan kawasan permukiman sebenarnya sudah cukup baik,
00:37apalagi sekarang sudah dibantu oleh keberadaan Lembaga Pengelola Sampah, LPS.
00:42Namun untuk TPA memang masih menjadi perhatian karena sebelumnya pengelolaannya belum optimal,
00:47ujar Reza, Senin 9 Maret 2026.
00:51Ia menjelaskan, saat ini penilaian Adipura tidak hanya berfokus pada kondisi kebersihan kota,
00:56tetapi juga mencakup aspek pengelolaan sampah secara menyeluruh hingga ke tempat pembuangan akhir, TPA.
01:02Hal tersebut membuat sejumlah daerah, termasuk Pekanbaru,
01:05harus melakukan pembenahan dalam sistem pengelolaan sampah.
01:09Menurut Reza, pemerintah kota Pekanbaru saat ini tengah melakukan perbaikan pengelolaan TPA
01:14melalui kerjasama dengan pihak ketiga, yakni PT. AIS,
01:17agar pengelolaan TPA Muara Fajar dapat berjalan lebih optimal.
01:20Meski belum raih penghargaan, Reza menyebut secara nasional nilai yang diperoleh Pekanbaru sebenarnya cukup baik.
01:27Dari sekitar 300 kabupaten dan kota yang dinilai,
01:31Pekanbaru berada di peringkat ke-48 dan menjadi daerah dengan nilai tertinggi di Provinsi Riau.
01:36Pada 2025 tidak ada daerah yang mendapatkan Piala Adipura.
01:40Hanya ada 35 daerah yang memperoleh sertifikat Adipura.
01:43Untuk Pekanbaru sendiri selisih nilainya hanya 1,1 poin untuk mendapatkan sertifikat tersebut, jelasnya.

Dianjurkan