PONTIANAK, KOMPAS.TV - Luqman, warga Pontianak, mulai beternak hamster di rumahnya sejak 2010 lalu. Awalnya, ia beternak hanya karena hobi. Namun di tahun 2013, ia memberanikan diri untuk membuka peternakan hamster.
Tingginya permintaan saat itu, membuat Luqman membuat peternakan dengan modal lima juta rupiah. Saat itu, Luqman harus menjual Playstation miliknya, dan meminjam uang dari temannya.
Suka duka beternak hamster sudah ia lalui. Ia pernah merugi akibat kandang hamster yang terlalu panas, sehingga mengakibatkan hamster mati. Pernah pula hamsternya diserang hama tikus.
Saat ini, Luqman mampu mengumpulkan omzet hingga 20 juta rupiah setiap bulan, meskipun di masa pandemi seperti saat ini. Harga hamster yang ia jual, per ekornya berkisar 25 ribu sampai dengan 100 ribu rupiah.
Penjualan hamster ini dilakukan secara online dan ofline. Pembeli bisa datang dari mana saja, baik dari Kalbar maupun luar Kalbar. Sebelum pandemic, pembelinya bahkan banyak berasal dari luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.
Seorang pembeli mengaku, sengaja membeli hamster sebagai penghilang stres di masa pandemi.
Saat ini, Luqman terus mengembangkan usaha ternak hamsternya, dengan menyediakan berbagai kebutuhan hamster, seperti kandang, makanan, dan alat bermain hamster.
Komentar