Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Buntut kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, Istana terus meningkatkan kewaspadaan.

Sementara di Gedung Parlemen, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta Komisi 3 DPR mengawasi perkembangan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden.

Buntut kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, Istana terus meningkatkan kewaspadaan.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, meminta tim khusus investigasi Polri bekerja transparan dalam menangani kasus dugaan penyadapan Presiden.

Mensesneg, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, mengingatkan penyidik agar investigasi kasus penyadapan Presiden sesuai dengan undang-undang.

Sementara itu, Prasetyo juga menanggapi rencana konsolidasi antarparpol merespons kasus penyadapan ini.

Di Gedung Parlemen, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta Komisi 3 DPR mengawasi perkembangan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.

Dasco menyebut, menyerahkan proses penegakan hukum kepada Mabes Polri.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Muhammad Herindra, juga sudah mendatangi Istana, menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melapor pascakasus penyadapan terungkap.

Saat ditanya soal keterkaitan pelaku penyadapan dengan pemerintahan sebelumnya, Kepala BIN justru menjawab, tindakan penyadapan kepada Presiden Prabowo tergolong ilegal dan mengarah ke makar.

Total sudah ada empat tersangka dalam kasus ini. Tiga tersangka ditahan di Mako Brimob, sementara tersangka keempat, Irjen Slamet Uliandi, belum ditahan karena sakit.

#penyadapanpresiden #presidenprabowo #istana

Baca Juga Pria Tewas Terborgol, Polisi: Motif Karena Salah Satu Tersangka Sakit Hati | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/700160/pria-tewas-terborgol-polisi-motif-karena-salah-satu-tersangka-sakit-hati-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700161/buntut-kasus-penyadapan-presiden-istana-tingkatkan-kewaspadaan-berita-utama

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Yang juga jadi sorotan saudara, buntut kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto,
00:04istana terus meningkatkan kewaspadaan.
00:07Sementara di gedung parlemen, Wakil Ketua DPR RISUF Midas Kuahmat meminta Komisi 3 DPR
00:12mengawasi perkembangan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden.
00:23Buntut kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto,
00:28istana terus meningkatkan kewaspadaan.
00:31Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta tim khusus investigasi Polri
00:36bekerja transparan dalam menangani kasus dugaan penyadapan Presiden.
00:42Mensesnek yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra
00:45mengingatkan penyidik agar investigasi kasus penyadapan Presiden sesuai dengan undang-undang.
00:51Sementara itu, Prasetyo juga menanggapi rencana konsolidasi antarparpol
00:57merespons kasus penyadapan ini.
01:00Kalau kewaspadaan kan terus-menerus ya.
01:03Kewaspadaan terus-menerus. Bersih-bersih terus.
01:04Bersih-bersihnya dalam konteks seperti apa?
01:06Menyisir satu-satu lagi profil dari orang-orang ini?
01:08Apakah ada keterlibatannya?
01:11Diselesaikan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan,
01:15peraturan terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi.
01:18Kasus Gionom bilangnya akan ada rencana untuk konsolidasi pimpinan parpol
01:21merespons dari penyadapan ini?
01:27Di gedung parlemen, Wakil Ketua DPR RI Sufni Dasko Ahmad
01:31meminta Komisi 3 DPR mengawasi perkembangan penanganan kasus dugaan
01:36penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.
01:39Dasko menyebut menyerahkan proses penegakan hukum kepada Mabes Polri.
01:43Kami menyerahkan sepenuhnya proses-proses hukum tersebut kepada pihak kepolisian
01:50dan kami akan meminta Komisi Teknis, dalam hal ini Komisi 3,
01:55untuk melakukan pemantauan secara perkala terhadap perkara ini.
02:02Kepala Badan Intelijen Negara, Muhammad Herindra, juga sudah mendatangi istana,
02:08menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melapor pasca kasus penyadapan terungkap.
02:13Saat ditanya soal keterkaitan pelaku penyadapan dengan pemerintahan sebelumnya,
02:18Kepala BIN justru menjawab,
02:20tindakan penyadapan kepada Presiden Prabowo tergolong ilegal dan mengarah ke makar.
02:26Penyadapan itu kan dikaitkan dengan Presiden terdahulu Pak Jogowi dan Geng Solo dan lain-lain,
02:33itu kalau dari pemerintah info yang didapat seperti apa Pak Kepala BIN?
02:37Saya pikir itu adalah suatu tindakan yang ilegal dan mengarah ke tindakan yang makar gitu ya.
02:47Pak sudah mengarahnya siapa siapa?
02:49Ini mau apa Pak?
02:50Yang mau mintasnya siapa?
02:51Apakah itu asim silingan atau misi Pak?
02:54Pendalangan harus ada laporan Presiden.
02:55Kalau dilaporkan Pak, dikaitkan dengan Pak Jogowi atau Geng Solo?
02:59Ada titikasinya sih Pak?
03:00Ya, itu sudah didalami Pak.
03:03Total sudah ada empat tersangka dalam kasus ini.
03:07Tiga tersangka ditahan di Mako Brimob,
03:09sementara tersangka keempat Irjen Selamat Uliandi belum ditahan karena sakit.
Komentar

Dianjurkan