Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Istana meningkatkan kewaspadaan usai kasus penyadapan Presiden Prabowo terungkap.

Soal konsolidasi dengan partai politik koalisi usai penyadapan, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan konsolidasi dengan partai politik koalisi sudah rutin dilakukan.

Dalam kasus ini, Prasetyo mendorong tim khusus bentukan Kapolri harus transparan dalam mengusut penyadapan.

Siang tadi, Jumat (6/11/2026) Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra mendatangi Istana untuk menemui Presiden Prabowo Subianto dan melapor pascapolisi mengungkap kasus penyadapan.

Saat ditanya ada tidaknya keterkaitan penyadapan eks Kapolri Listyo Sigit dengan pemerintahan sebelumnya, Kepala BIN fokus menjawab bahwa tindakan penyadapan terhadap Presiden Prabowo tergolong ilegal dan mengarah ke makar.

Bagaimana melihat konsolidasi lingkar partai politik koalisi Presiden?

Kita bahas bersama Muradi, Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, dan Ketua Gerakan Cinta Prabowo, Kurniawan.

Baca Juga Kasus Penyadapan Prabowo Ikut Bayangi Pergerakan Pasar Saham | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/700149/kasus-penyadapan-prabowo-ikut-bayangi-pergerakan-pasar-saham-kompas-siang

#penyadapan #presidenprabowo #istana #konsolidasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/700151/full-istana-perkuat-konsolidasi-usai-penyadapan-presiden-terbongkar-ini-respons-kurniawan-muradi
Transkrip
00:01Saudara istana meningkatkan kewaspadaan usai kasus penyedapan Presiden Prabowo Subianto terungkap.
00:07Lalu bagaimana melihat konsolidasi lingkar partai politik Kualisi Presiden?
00:11Kita akan diskusikan bersama dengan Prof. Muradi yang merupakan guru besar ilmu politik dan keamanan Universitas Pajajaran
00:17dan juga ada Ketua Gerakan Cinta Prabowo, Bung Kurniawan.
00:20Selamat sore Bapak-Bapak, Assalamualaikum.
00:24Selamat sore Bapak, Assalamualaikum.
00:25Saya ingin ke Prof. Muradi dulu. Prof. Muradi, Mensesnek tadi siang mengatakan peningkatan kewaspadaan terus dilakukan secara terus-menerus.
00:35Nah, kalau dari kacamata Anda sebagai politik dan juga keamanan, peningkatan kewaspadaan seperti apa yang sudah seharusnya dilakukan kepada jajaran
00:43dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini?
00:46Khususnya di lingkar Presiden Prabowo?
00:49Ya, ini kan satu situasi yang sebenarnya menjadi celah buat kita semua ya.
00:55Ketama buat pengamanan Presiden dan wakil Presiden.
01:00Artinya memang perlu juga kemudian menegaskan bahwa mau mulai melacak kembali, nilai kembali apa yang sudah bisa diproteksi kepada Presiden.
01:10Sampai sejauh ini saya kira kalau orang internal bisa tembus, saya kira eksternal akan punya ruang untuk melihat.
01:16Eksternal adalah kita pernah punya pelajaran ketika waktu URA-nya Pak SBI.
01:21Ada dari Singapura, kemudian Australia, dan seterusnya.
01:24Jadi saya kira ini sudah betul untuk memenangkan konsultasi.
01:27Tapi ini bukan bagian yang harus direpon dengan misalnya berlebihan ketika terkait dengan kasus penyadapan itu.
01:36Artinya gini, yang itu dikerjakan saja, diselesaikan secara normatif dan sebagainya.
01:41Tapi yang paling penting ke depan seperti apa?
01:43Nah saya kira targetnya bukan kemudian menguliti apa yang sudah ada, tapi bagaimana kemudian menyiapkan supaya kemudian di masyarakat datang
01:50tidak terjadi lagi.
01:51Tidak-tidakkan yang sifatnya mengarah kepada akses orang lain atau akses publik terhadap entitas negara dalam ini misalnya Presiden dan
02:01wakil Presiden.
02:02Oke, jadi perlu ada peningkatan kuasa padan yang terus-menerus dilakukan di lingkar Presiden.
02:09Nah kalau soal konsolidasi dari sisi politik, Anda melihat konsolidasi di lingkar koalisi usai kasus penyadapan ini terbongkar,
02:17ini seperti apa? Walaupun memang Mencestek mengatakan koalisi parpol sebenarnya konsolidasinya sudah rutin dilakukan.
02:25Ya secara prinsipi saya kira ini momentum ya. Momentum untuk misalnya mengurai kembali loyalitas lah.
02:33Mengurai kembali misalnya soal apa komitmen, mengurai kembali misalnya soal bagaimana penambahannya tegak lurus ke Presiden dan seterusnya.
02:43Saya kira itu poin pentingnya. Dari tiga itu, kalaupun kemudian perlu dikocok ulang atau perlu kemudian dievaluasi,
02:49saya kira momentumnya hari ini. Karena banyak misalnya momentumnya saat ini karena ketika kondisi makin tidak clear,
02:59maka saya kira poin penting untuk kemudian Presiden dan orang selirnya bisa kemudian melakukan upaya evaluasi.
03:04Jadi menurut Anda lebih cocok konsolidasi atau kocok ulang?
03:09Saya sih dua tahapan ya. Dievaluasi dulu, dikocok ulang, dikocok ulang. Kalau konsolidasi dari mereka belum clear ya,
03:20artinya katakanlah masih ada anasir, anasir yang dianggap punya potensi untuk mengarah kepada makar dan sebagainya,
03:27saya kira penting untuk kemudian mengocok ulang. Artinya mengevaluasi teman-teman yang katakanlah mana yang berkait,
03:32mana yang kemudian terikat dan terus lagi.
03:34Oke, bagaimana Bung Iwan, kalau menurut relawan sendiri, kocok ulang atau konsolidasi?
03:40Yang jelas begini ya, dari jauh-jauh hari sudah saya ingatkan berkali-kali bahwa istana nggak steril ya.
03:47Selama ini kan kita berpikir,
03:50ante-ante asing, kepentingan-kepentingan luar negeri,
03:55sehebat apapun orang di luar, dia tidak akan bisa beraktivitas di dalam istana.
04:00Kalau orang-orang yang di dalam istana tidak memberikan akses ya,
04:05bisa dibayangkan, seorang Kapolri yang menginisiasi terjadinya penyadapan di lingkungan istana,
04:12ini tentunya sangat bahaya sekali mbak.
04:14Dan dalam sejarah baru ini terjadi,
04:17kalaupun ada sadapan-sadapan yang dilakukan oleh orang-orang luar negeri,
04:21karena kepentingannya mereka itu masih-masih bisa ditolerir ya.
04:24Tapi ini justru, kepala kepolisian yang saat itu masih aktif sebagai Kapolri,
04:30justru yang melakukan penyadapan, melibatkan anak buahnya untuk menyadap presidennya sendiri.
04:37Nah, berarti antara orang di luar dengan yang di dalam,
04:42ini mereka sudah terjadi kesepakatan.
04:45Dan ini bahaya.
04:46Kalau saya, pendapat saya,
04:49bersihkan lagi lingkaran dalam, baru membersihkan yang di luar rumah.
04:52Karena sudah saya pastikan, yang di dalam istana ini yang gak steril.
04:56Jadi saya lebih sepakat, dikocok pulang saja.
04:59Cek kembali.
05:00Yang jelas kita semua ini,
05:03sudah begitu kaget dengan kejadian ini,
05:06kita marah, kita kecewa ya.
05:08Bayangkan seorang Sigit,
05:11seorang mantan Kapolri yang sekarang sudah mantan,
05:14waktu melaksanakan penyadapan itu masih aktif sebagai Kapolri,
05:18mengorbankan institusinya,
05:19hanya untuk kepentingan usernya.
05:22Menyadap seorang kepala negara,
05:24dan pejabat-pejabat lainnya yang ada di dalam Kabinet Merah Putih.
05:28Ini bahaya sekali.
05:29Dan saya lebih sepakat,
05:30kocok pulang saja.
05:33Konsolidasi boleh,
05:34tapi intinya,
05:35bersihkan kembali lingkaran dalam istana.
05:37Itu yang paling penting.
05:38Oke.
05:39Ini kalau menarik ya,
05:40kesepakatan di luar orang istana,
05:42kemudian juga tadi disebutkan oleh Anda,
05:45Bung Iwan,
05:46istana tidak steril begitu ya.
05:47Nah, kalau dari Prof Muradi,
05:49Anda melihat ini motifnya jadi sebenarnya apa?
05:52Mengarah ke makar,
05:53penyadapan apa ini?
05:55Mengarah ke makar atau seperti apa?
05:59Prof Muradi?
06:01Prof Muradi?
06:03Ya, ujung pangkalnya sebenarnya kan bagaimana kemudian
06:05komunikasi antara presiden dan pembagi presidennya.
06:09Saya kira motif awalnya kan normatif itu.
06:12Pak Sigit pengen akses,
06:14pengen tahu pola dan sebagainya.
06:16Sementara kemudian,
06:17apa namanya,
06:18pintunya tidak terbuka.
06:20Nah, jadi kalau itu kemudian dibuka,
06:22saya kira memang ini momentum untuk merapihkan.
06:25Bukan cuma koncok ulang,
06:26konsolasi,
06:27tapi bagaimana kemudian,
06:28pola komunikasi di istana,
06:29lebih mudah.
06:31Biarkan kemudian para pembantu,
06:32juga bisa mengakses presiden.
06:34Supaya,
06:34apalagi terutama ada institusi yang terkait dengan keamanan ya,
06:38di sini.
06:39Ya, polisi, tentara,
06:40intelijen, dan sebagainya.
06:41Jadi, dari situ saya kira akan memudahkan untuk konsolidasi.
06:45Bahwa nanti konsolidasi kan kita bisa lihat ya.
06:47Bisa lihat banyak-banyak siapa yang kemudian
06:50terapiliasi dari geng Solo dan sebagainya.
06:53Oke.
06:54Oke, Bung Iwan,
06:55kalau menurut Anda,
06:56apakah yang tadi dikatakan oleh Prof Muradi sesederhana itu?
06:59Ketika pintu komunikasi ditutup,
07:01kemudian menjadi motif,
07:03kemudian penyadapan yang dilakukan oleh
07:05ex-kapolri jenderalist Yusigit Prabowo?
07:07Bung Iwan?
07:08Tidak begitu juga justru.
07:10Dengan adanya penyadapan ini,
07:12itu menunjukkan bahwa memang ada niatan jahat
07:15dari seorang kapolri saat itu.
07:18Dengan melakukan penyadapan ini,
07:20ini kejadian yang luar biasa ini.
07:23Yang tidak bisa dianggap biasa-biasa saja ini.
07:26Ada unsur makarnya di sini.
07:28Justru, ini juga evaluasi juga.
07:31Boleh evaluasi dalam arti begini.
07:33Pak Prabowo itu tipikal pemimpin
07:36yang suka berkomunikasi dengan siapapun.
07:39Kalaupun ada saluran-saluran yang disumbat,
07:42ini harus dievaluasi.
07:44Jangan juga Pak Prabowo dibuat eklusif,
07:46sehingga dia tidak bisa mendengar
07:48masukan-masukan dari luar.
07:50Ini yang memang harus kita perbaiki juga ya.
07:53Sistem komunikasi antara istana
07:54dengan masyarakat,
07:56masyarakat ke istana.
07:57Nah, kalaupun selama ini terjadi
07:59kesulitan untuk bisa komunikasi
08:01dengan Presiden,
08:02saya akui memang ada sistem yang salah di sini
08:05dan ada oknum-oknum yang sengaja membuat
08:08sulitnya komunikasi antara Menteri dengan Presiden,
08:11dengan pimpinan-pimpinan lembaga dengan Presiden,
08:14itu memang ada saya akui ya.
08:16Ini kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
08:18Intinya,
08:20penyadapan ini sangat-sangat salah
08:23dan harus dihukum
08:25yang setimpal dengan kesalahannya.
08:27Ini sudah makar
08:28dan bukan semata-mata
08:29hanya melakukan penyadapan,
08:31tapi sudah ada niatan jelek
08:33dari seorang Kapolri
08:35beserta anak buahnya
08:36untuk melakukan sesuatu yang jahat
08:38kepada Presiden ya.
08:40Di mana seorang negara
08:41yang mempercayakan keamanannya ke Kapolri-nya,
08:44justru Kapolri-nya sendiri yang menyadap.
08:46Ini sangat-sangat fatal
08:48dan tidak bisa toleri lagi ya.
08:50Intinya perbaikan evaluasi harus
08:51supaya ke depannya
08:53menjadi lebih baik.
08:55supaya Presiden juga bisa komunikasi
08:57luas dengan masyarakat
08:59dan masyarakat dengan kejadiannya.
09:00Serah gitu, Mbak.
09:01Oke, nah kalau kita lihat begitu ya,
09:03akan ada konsolidasi partai politik
09:05yang memang sudah dilakukan oleh
09:07koalisi pemerintahan Prabu Gibran.
09:09Jadi siapa yang sebenarnya
09:11harus diawasi dalam hal ini
09:12dan juga diwaspadai Bang Iwan
09:15dalam hal ini?
09:15Tapi jangan dijawab dulu,
09:16kita akan temukan jawabannya.
09:17Usai jadah kami akan kembali.
09:30Terima kasih sudah masih bersama kami
09:32dalam Kompas Petang.
09:33Saudara, saya langsung membahas
09:34ke Bung Iwan.
09:35Bung Iwan, jadi
09:36melanjutkan dialog kita tadi,
09:38jadi sebenarnya setelah konsolidasi
09:39di partai politik pendukung
09:42dari pemerintah ini,
09:43siapa yang harus diwaspadai
09:44dan diawasi setelah adanya penyadapan ini?
09:48Jadi gini ya,
09:50semua orang yang ada kepentingannya
09:52dengan Pak Prabowo
09:53itu harus diawasi,
09:55dimonitor,
09:56melekat ya,
09:57dalam arti begini nih.
09:58Ya tapi yang paling penting
10:00yang harus dilakukan oleh Pak Prabowo
10:01adalah yakinkan dulu
10:03orang-orang yang berada
10:04di lingkaran Prabowo
10:06itu adalah orang-orangnya Pak Prabowo asli.
10:09Kalau tamu,
10:10tamu yang bergabung,
10:12orang yang bergabung baru
10:12tiba-tiba diberikan kekuasaan yang luas,
10:15kita sendiri belum yakin
10:17bahwa orang itu
10:17benar-benar orangnya Pak Prabowo.
10:19Jadi siapapun dia,
10:21ajudan,
10:22aspri,
10:23protokol,
10:24setah pribadi,
10:25ataupun siapapun yang ada
10:26di lingkaran Prabowo,
10:27harus dipastikan
10:28100% itu orang Prabowo.
10:30Jadi kalaupun orang-orang baru
10:32terus bergabung
10:33diberikan kekuasaan yang luas,
10:35ya seperti sekarang ini
10:36kejadiannya gitu loh.
10:38Jadi dalam sebuah organisasi,
10:41harus dipastikan
10:42semua satu warna,
10:43satu irama.
10:44supaya semuanya bisa berjalan
10:46dengan
10:47dengan lancar,
10:48dengan aman.
10:49Tapi kalau ini
10:50tiba-tiba orang baru
10:53bergabung,
10:54terus diberikan kepercayaan
10:56yang over,
10:57ya seperti ini
10:58kejadiannya gitu loh.
10:59Ya Mbak.
11:00Oke, Prof Muradi,
11:01apa benar,
11:01harus benar-benar
11:02diwaspadai
11:03dan diawasi gitu
11:04orang-orang yang memang
11:05benar-benar orang
11:06Pak Prabowo begitu ya.
11:09Lantas kita tahu kan
11:10Pak Prabowo sendiri
11:11sifatnya adalah
11:12merangkul semuanya
11:13dari semua unsur.
11:15Prof Muradi.
11:16Saya ini
11:18memperkuatkan
11:18sementara Bang Iwan ya.
11:19Ada tiga layer,
11:20Pak.
11:21Layar pertama itu adalah
11:22relawan
11:23dan partai
11:24solidasi Indonesia.
11:26Itu yang kemudian
11:26saya kira
11:28lingkaran paling dekat
11:29Pak Jokowi.
11:30Yang kedua adalah
11:31partai politik
11:32yang dekat
11:33dengan Pak Jokowi.
11:34Saya menyebut ya,
11:35ada
11:37konstitusi.
11:38Dan yang ketiga,
11:39apa namanya,
11:40Menteri
11:41atau Kepala Badan
11:42yang
11:43dianggap
11:44apa namanya,
11:45dekat
11:45atau diendos
11:47oleh Pak Jokowi
11:47ketika maju.
11:48Tiga itu aja
11:49kita clear-kan.
11:50Jadi Bang Iwan
11:50tidak spesifik tuh.
11:53Tidak spesifik nih.
11:53Layar pertama
11:54adalah relawan dan PSI.
11:55Oke, jadi tiga layarnya
11:56tadi siapa saja?
11:57Prof Muradi,
11:58tiga layar.
11:58Yang pertama,
11:59layar pertama adalah?
12:01Pertama PSI
12:01dan relawan
12:02yang ada di dalam itu.
12:04Relawannya Pak Jokowi.
12:05Yang kedua adalah
12:06partai politik
12:07yang mengusung
12:09Pak Gibran ya.
12:11Yang ketiga adalah
12:13Kepala Badan
12:13atau Menteri
12:14dan Wakil Menteri
12:14yang kemudian
12:15diendos
12:15oleh Pak Jokowi.
12:17Itu aja.
12:18Kira-kira
12:18Pak Pak Iwan
12:20lebih paham
12:20soal bagaimana
12:22orang-orang ini tadi.
12:23Gimana Pak Bung Iwan?
12:25Gimana Bung Iwan?
12:27Ini berkaitan
12:28dengan penyadapan
12:29yang paling lakukan oleh Pak Sigit
12:30dan kawan-kawannya.
12:32Kita tunggu aja
12:33berapa hari ini
12:34begitu ada
12:36release resmi dari istana
12:37maupun dari
12:38Bares Krim
12:39baru kita bisa
12:40menyimpulkan
12:41intinya
12:42siapapun dia
12:43yang berada
12:44di lingkaran dalam
12:45Pak Prabowo
12:46termasuk
12:47sespri
12:48termasuk
12:49seskapnya
12:51termasuk
12:52ajudan
12:52protokolnya
12:53sekalipun
12:54harus benar-benar
12:55dipastikan bahwa
12:56dia orangnya
12:57Prabowo asli.
12:59harus orangnya
13:00Prabowo asli
13:01karena
13:02rata-rata yang melakukan
13:03pengkhianatan
13:03ini justru
13:04orang-orang baru
13:06yang bergabung
13:07ke dalam lingkaran
13:07Prabowo Subianto
13:08kalau orang lama
13:10sudah saya pastikan
13:11Mbak
13:11mereka itu berangkat
13:13karena ikatan emosi
13:14karena hubungan
13:15hierarki
13:16antara
13:18antara pimpinan
13:19dan anak buahnya
13:20kalau orang-orang baru ini
13:22kita tidak bisa
13:23memastikan bahwa
13:24dia itu
13:24murni pengabdian
13:26di dasari karena
13:27kecindaan kebanggaan
13:28kepada Pak Prabowo
13:29atau bagaimana
13:30tapi yang terjadi
13:31justru adalah
13:32orang-orang titipan
13:34yang kemungkinan besar
13:35setiap saat
13:36bisa menusuk Pak Prabowo
13:37dari belakang
13:37itu yang kita harus
13:38antisipasi
13:39dan kita minta
13:40semua dikocok ulang
13:41dan supaya
13:42semuanya bisa berjalan
13:44dengan aman
13:45dan lancar Mbak
13:45itu artinya
13:46tidak bisa lagi
13:47merangkul semua unsur dong
13:49padahal kan Pak Prabowo
13:51inginnya semua unsur
13:52dirangkul oleh Pak Prabowo
13:54oke semua unsur
13:55kita rangkul
13:56tapi untuk
13:57hal-hal yang
13:58yang sangat-sangat vital
14:00itu harus dipastikan
14:02itu orangnya Pak Prabowo sendiri
14:03tidak boleh
14:04orang luar
14:04yang apalagi
14:05orang baru yang bergabung
14:06karena ini bahaya
14:07ya menyangkut keselamatan
14:09dari keamanan
14:10penguasa negara
14:11dari penyelenggara-negara
14:13itu tidak boleh Mbak
14:13oke
14:14jadi yang vital
14:16itu harus
14:16orang-orang Pak Prabowo sendiri
14:18saya rasa itu
14:18oke
14:19dalam waktu dekat ini
14:20berarti berapa lama lagi Bang?
14:22Anda sudah dapat kode-kode itu?
14:25ya kita tunggu aja
14:26mudah-mudahan sih
14:28minggu depan lah
14:29ini udah hari Jumat kan
14:30minggu depan sudah ada
14:32gebrakan yang super
14:33dari istana
14:34siapa-siapa yang masih dipakai
14:36mana yang tidak bisa dipakai
14:37ya silahkan saja
14:38kita berikan
14:39berikan
14:40support kepada Pak Prabowo
14:42untuk tidak ada
14:43waktu lagi bahasa-basi
14:44tidak ada lagi
14:45sukar-sungkan
14:46yang bukan orang kita
14:47yang berhianat
14:49ya buang saja
14:50masih banyak
14:51anak-anak
14:52bangsa yang lebih setia
14:53lebih mumpuni
14:55lebih loyal
14:55lebih
14:57memiliki profesional
14:58yang lebih bagus
14:59daripada mempertahankan
15:00yang bermasalah
15:01saya rasa itu
15:02oke gimana Prof Muradi
15:03jadi
15:03kalau yang dipakai
15:05ya saat ini
15:05harusnya memang
15:06totali orang-orang Prabowo
15:07kalau dari kacamata Anda
15:09Prof
15:10ya setuju
15:11kalau kita
15:12mau
15:13pintu masuk
15:14dalam termakar tadi
15:15maka saya sudah nyebut
15:17tiga layer tadi
15:18Bang Iwan
15:19di layer itu adalah
15:20orang yang kemudian
15:22mau jadi sesara tembak ini
15:24saya sudah jelaskan
15:25layer pertama
15:26kedua
15:27ketiga
15:27tadi saya bayangin
15:28itu keluar keralimat itu
15:29nama dari Bang Iwan
15:30sebenarnya
15:30supaya apa
15:32supaya kemudian kita akan
15:33mengungkur nih
15:34kelihatan kok
15:35misalnya katakanlah
15:36saya nyebut satu nama
15:36misalnya
15:37Menteri Kehutanan
15:38jelas-jelas
15:39yang pasti kemudian itu
15:40adalah bagian dari
15:41Partai Papa Jokowi
15:42kalau memang targetnya adalah
15:44bakar
15:44maka saya kira itu
15:45yang harus di
15:46relawan siapa
15:47beberapa wakil menteri
15:48ada yang relawan
15:49kemudian misalnya
15:51partai yang kemudian
15:52mengusung itu
15:53saya sebut misalnya
15:54katalah
15:54Partai Golkar
15:55yang kemudian memang
15:57perlu dievolusi juga
15:58misalnya
15:58yang ketiga
15:59yang ketiga tadi
16:00misalnya
16:01apa namanya
16:02profesional yang kemudian
16:03diusung banyak
16:04beberapa nama
16:05yang kemudian akhirnya
16:06sekarang masuk
16:06partai politikan gitu
16:07artinya itu yang kemudian
16:09tadi saya minta
16:10Bang Iwan
16:10melis itu sebenarnya
16:12supaya kita kelihatan
16:13mana yang paling dekat
16:14dengan Solo
16:16yang kemudian dianggap
16:17sebagai bagian dari
16:18quote-unquote
16:19sebagai makar tadi
16:20artinya kalau saya
16:22saya berharap
16:23itu keluar dari
16:24kalimat itu keluar
16:25supaya konsep ulangnya
16:26enak
16:27karena tanpa
16:28koordinasi
16:28tanpa konsulasi
16:30tanpa konsep ulang
16:30ini akan jadi
16:31apa jadi
16:32isu baru
16:33kenapa
16:34karena mereka akan dianggap
16:35sebagai bagian dari
16:36yang tidak clear
16:37untuk kemudian
16:38mendorong proses
16:39perbaikan
16:40di kinerja Kaminitu
16:41sendiri gitu
16:42oke kalau kita lihat kan
16:44kalau dari
16:44pihak beberapa
16:46ada
16:46Menko Yusril
16:48kemudian ada
16:49Men Sesnek
16:49kemudian juga
16:50beberapa juga sudah
16:52mengatakan ini
16:52mengarah ke makar
16:53jadi menurut Anda
16:54memang betul kah ini
16:55sudah mengarah ke makar
16:56sebegitunya
16:58Prof Muradi
17:00ya saya sih
17:02tahapannya belum sampai
17:03ke sana
17:03jadi tahapannya
17:05sekarang masih
17:05proses gini
17:06makar itu
17:07saya berharap
17:08minggu depan
17:09ada kalimat
17:10yang begini
17:10atau antemuan
17:11misalnya dari
17:12penjidik bahwa
17:13ada aliran informasi
17:14dari Pak Sigi
17:16dan Kan Rauwan
17:17ke Solo
17:18misalnya
17:18itu yang kita tunggu
17:20karena kalau gitu
17:21baru masuk tuh barang
17:22kan
17:22masuk tuh
17:23delik makar
17:24dan seterusnya
17:24kalau sekarang
17:25dianggap
17:26potensi makar
17:27makarnya apa
17:27karena yang dipakai oleh
17:29Pak Sigi
17:30itu lebih kebersihan
17:31informasi
17:31untuk menyenangkan
17:32Presiden
17:33mungkin Bang Rauwan
17:34pasti paham
17:35bagaimana kemudian
17:35menyenangkan Presiden
17:36kalau nggak tahu
17:37polanya nggak bisa
17:38kita
17:38sekarang ini
17:39saya berharap
17:40minggu depan
17:41ada tuh misalnya
17:42aliran
17:42aliran
17:43informasi
17:44yang dikumpulkan
17:45oleh timnya
17:46Pak Sigi
17:46untuk
17:47dikirimkan ke Pak
17:48Cukowi
17:49atau misalnya
17:50kelompok yang dianggap
17:51sebagai-bagian dari makar
17:52kalau itu ada
17:53saya meyakini betul
17:54bahwa potensi makarnya
17:55kelihatan
17:56jadi ketika itu
17:57dilakukan maka
17:58tiga layar itu
17:59dimungkinkan
17:59layar pertama dulu
18:01minggu depan
18:01harus diselesaikan
18:02Bang Iwan
18:03sampaikan ke teman-teman itu
18:05bahwa ini layar pertama
18:06yang kemudian
18:06tidak masalah
18:07layar kedua
18:08baru ada evaluasi
18:08misalnya nanti
18:09sekarang misalnya
18:10ada munas
18:11itu bagian dari
18:12dari strategi
18:14yang ketiga
18:14misalnya
18:15orang-orang yang dianggap
18:16profesi lebih dekat
18:18dan di edus
18:18lebih baik
18:18oke
18:19saya ke
18:21Bung Iwan terakhir
18:21Bung Iwan singkat saja
18:22jadi sebenarnya
18:23siapa yang paling
18:23berkepentingan
18:24dengan hasil
18:24dari penyadapan ini
18:27usernya
18:28Pak Sigit melakukan
18:30sadapan ini
18:31bukan untuk Pak Sigit
18:32tapi untuk user
18:34untuk usernya
18:35dan saya pastikan
18:36ini adalah
18:37upaya jahat
18:38yang dilakukan
18:39oleh Pak Sigit
18:40atas permintaan
18:42usernya
18:42nah siapa usernya
18:44tunggu saja mbak
18:45dalam dua tiga hari
18:46ke depan
18:47kita semua akan
18:47monitor
18:48kita akan tahu
18:49setelah
18:50dari bar es krim
18:51malah menyampaikan
18:53rilis resmi
18:53dari istana
18:55mengeluarkan rilis resmi
18:57siapa-siapa-siapa
18:57yang terlibat
18:58walaupun saat ini
18:59kita sudah bisa
19:00menduga-duga
19:00jadi sabar aja
19:01Pak Profesor
19:02dalam dua tiga hari
19:04ke depan
19:04semua kita buang itu
19:06kita bersihkan
19:07semua istana
19:07dan orang-orang
19:08yang bermasalah
19:09yang ada di
19:10dalam istana
19:11saya rasa itu
19:11oke kita akan tunggu
19:13bagaimana nanti
19:13ke depannya seperti apa
19:14terima kasih
19:15ada Profesor Muradi
19:16kemudian juga ada
19:17dari Bang Kurniawan
19:19Gerakan Cinta Prabowo
19:21selamat menikmati

Dianjurkan