Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, akhirnya menunaikan janji datang ke sidang atas kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baiknya.

Selain iringan pendukung, Jokowi hadir ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur ditemani putra-putrinya, Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu. Di luar kebiasaannya yang selalu berkemaja putih, Jokowi hadir mengenakan batik dan berpeci hitam.

Seperti yang sudah ditunggu-tunggu, Jokowi menuntaskan rasa penasaran publik dengan menunjukkan ijazahnya.

Mulai dari pendidikan dasar hingga sarjana kehutanan yang selama ini jadi perdebatan di ruang publik.

Saat ditanya mengapa tidak sejak awal menunjukkan saja ijazah S-1-nya kepada publik, Jokowi beralasan tidak yakin persoalannya akan langsung selesai.

Roy Suryo yang berdiri dekat Jokowi menyoroti kejanggalan ijazah yang ditampilkan Jokowi dalam sidang. Roy justru tertawa lebar dan sempat melontarkan kata-kata palsu.

Roy menekankan latar belakangnya sebagai fotografer sehingga optimistis dapat mengkritisi perbedaan foto pada ijazah Jokowi.

Tim Roy Suryo sempat meminta Jokowi agar ijazahnya diuji ulang secara forensik oleh lembaga independen. Langkah ini diambil karena adanya keraguan besar terhadap hasil uji forensik sebelumnya.

Namun, Jokowi keberatan dengan permintaan itu. Penolakan ini membuat kubu Roy mendorong majelis hakim untuk setidaknya memberi Roy Suryo kesempatan menguji ijazah yang diperlihatkan Jokowi di persidangan.

Baca Juga Drama Sidang Ijazah: Reaksi Tawa Roy Suryo, Tifa Soroti Penampilan 'Beda' Jokowi | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/700146/drama-sidang-ijazah-reaksi-tawa-roy-suryo-tifa-soroti-penampilan-beda-jokowi-berut

#ijazahjokowi #jokowi #roysuryo #sidangijazah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/700150/tertawakan-jokowi-unjuk-ijazah-roy-suryo-itu-palsu-kompas-petang
Transkrip
00:01Presiden ke-7 Jokowi Dodo mengaku keberatan bila ijasa S1 miliknya kembali diuji di Laboratorium Forensik Polri.
00:07Hal ini diungkap Usai Refli Harun meminta kesediaan Jokowi agar ijasahnya diuji ulang demi pembuktian keaslian ijasa sebagai objek perkara.
00:30Ijasa saya sudah diuji di Laboratorium Forensik milik Polri.
00:39Pasca Jokowi menunjukkan ijasa sarjananya di muka sidang, Kubu Roy kembali menantang agar ijasa tersebut harus diuji ulang oleh Laboratorium
00:49Forensik Polri atau Laboratorium independen lainnya.
00:54Merespons permintaan tersebut, Jokowi tegas menolak dan keberatan.
00:57Jokowi bilang ijasahnya sudah pernah melalui proses pengujian resmi.
01:03Apakah saudara sebagai saksi pelapor bersedia apabila majelis hakim memerintahkan dilakukannya uji Laboratorium Forensik ulang secara transparan di persidangan?
01:16Saya keberatan yang mulia, karena ijasa saya sudah diuji di Laboratorium Forensik milik Polri.
01:30Penolakan Jokowi ini membuat Kubu Roy mendorong majelis hakim untuk setidaknya memberi Roy Suryo kesempatan untuk menguji ijasa yang diperlihatkan
01:41Jokowi di persidangan.
01:45Pengujian independen, kalau hanya ditunjukkan itu hanya so of force saja, apakah kalian bisa mengerti apakah itu asli atau palsu
01:52hanya dengan ditunjukkan?
01:53Kan tidak bisa, karena itu berikan kesempatan Mas Roy berdasarkan fasal fitnah yang dikatakan itu adalah untuk mengujinya.
02:00Paling tidak Mas Roy, rela bisa dilakukan terhadap dokumen tersebut.
02:05Bila perlu rismon juga itu, melakukan uji di depan kita semua, siapapun yang memiliki kompetensi agar kemudian topi merah.
02:16Kalau cuma sekedar kata-kata seperti itu, pertanyaan saya adalah setelah 6 jam sidang, apakah kalian punya kesimpulan asli atau
02:24palsu ijazahnya?
02:24Pengunjung, gajar ribut.
02:31Juga menjadi sorotan, yakni momen Roy Suryo menertawakan Jokowi ketika memperlihatkan satu persatu ijazah pendidikannya ke hadapan pengunjung.
02:44Mas kenapa tadi tertawa pada saat ditunjukkan ijazah saya?
02:48Ya tertawa, karena barang kayak gitu dijadikan barang bukti.
02:52Ya saya langsung tertawa, karena itu jelas-jelas menunjukkan 99,9 persen palsunya.
02:58Satu, yang kami lihat pada saat gelar perkara tanggal 15 Desember itu, fotonya sangat-sangat tajam.
03:04Sama seti foto yang ditempelkan pada beberapa berkas tadi.
03:07Itu ada foto yang tajam banget. Ya mungkin lupa dia mengganti foto.
03:10Karena barang yang tadi dilihat tuh, begitu saya koreksi fotonya sangat tajam, yang ini tadi udah diganti.
03:16Fotonya agak-agak dibuat agak-agak kusam gitu.
03:18Dulu ingat, saya mengatakan ada watermark, tambahin watermark.
03:22Watermark yang pada tanggal 15 Desember itu jelas banget.
03:26Tidak seperti watermark, malah seperti cetakan.
03:28Terus kemudian emboss, ya.
03:30Tadi juga dipaksakan, ada embossnya.
03:32Meskipun agak lucu juga, ya pemaksaan itu.
03:34Karena posisinya juga, apa, tidak pada satu hal yang benar-benar tajam, ya.
03:41Kini, bola panas desakan Kuburoi untuk menguji ulang ijasa Jokowi ada di tangan majelis hakim.
03:50Jokowi sendiri tegas menyatakan ijasanya asli.
03:53Ia pun mempersilahkan Kuburoi untuk membuktikan sendiri ucapannya.
04:04Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan