Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Respon Pernyataan Rocky Gerung, Menteri Hukum: Besok kalau Saya Salah, Dibilang Dungu

Sebuah momen menarik tercipta saat Menteri Hukum secara terbuka menyinggung pengamat politik Rocky Gerung.

Menteri Hukum berseloroh bahwa Rocky bisa saja bersikap ramah dan mengobrol santai hari ini, namun keesokan harinya tak segan melabelinya "dungu" apabila ia membuat kekeliruan dalam menjalankan tugasnya. Kelakar bernada sentilan tersebut langsung memancing perhatian ruang publik, sementara Rocky Gerung yang berada di lokasi hanya meresponsnya dengan tersenyum tipis.

Interaksi unik ini menggambarkan bagaimana dinamika kritik dan kelakar politik mewarnai hubungan antara pejabat negara dengan pengamat kritis.

#menterihukum #rockygerung #pastiadasolusi

Creative/Video Editor: Icha/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Bapak jangan, Bapak Ibu jangan pernah kehilangan harapan kepada Bapak Presiden.
00:06Walaupun kelihatan beliau lebih banyak diam sekalipun dicaci, tapi sesungguhnya kami bekerja dalam senyap.
00:15Untuk memperbaiki Indonesia yang kita cintai supaya bisa menjadi lebih baik.
00:21Kami menyadari kehadiran kami di sini, kami tahu tadi paparan saya menyusun.
00:27Sekarang di mana undang-undang P2MI?
00:30Saya berjuang berdua, memperjuangkan undang-undang P2MI itu bukan perkara mudah.
00:40Dulu bottleneck-nya bukan saja di masyarakat sipil, tapi di antar kementerian itu sulit.
00:51Antar kementerian ketenaga kerjaan dengan menteri P2MI sekarang nyatu.
00:55Sudah tidak ada masalah.
00:58Sekarang sudah selesai di DPR, saya bersama dengan menteri P2MI untuk mendorong itu.
01:05Sekarang sudah di badan legislasi, sedikit lagi dalam waktu dekat akan diparipurnakan.
01:10Kemudian kami menyusun DIM.
01:15Saya saja ikuti perkembangannya.
01:17Menteri Hukum berarti saya tahu kan di mana, sampai di mana sekarang undang-undang P2MI.
01:22Kenapa undang-undang P2MI-nya kita hold sementara?
01:26Karena kita mendahulukan undang-undang ketenaga kerjaan yang merupakan induk yang sudah disahkan kemarin.
01:31Nah, dalam waktu dekat undang-undang P2MI-nya, saya tadi sebelum ke sini bicara untuk kami pulang,
01:39bicara dengan DPR untuk segera kita selesaikan undang-undang P2MI-nya.
01:46Teman-teman semua, saya bilang, teman-teman itu bukan, saya tahu kalau boleh memilih,
01:55kalau boleh memilih, jauh lebih bagus bekerja di Indonesia.
02:03Oke?
02:05Tapi faktanya, faktanya, terpaksa harus keluar kan?
02:10Karena itu, negara menyadari sepenuhnya bahwa teman-teman adalah pahlawan devisa.
02:18Tapi, presiden tidak hanya sekedar mau membeli simbol itu.
02:27Tidakkan pernah presiden hanya mau memberikan simbol sekedar.
02:31Karena faktanya memang, uang yang masuk sebagai devisa ke negara itu Rp288 triliun setahun.
02:43Jadi kalau kami tidak peduli kepada Bapak Ibu semua, memang tidak masuk di APBN.
02:49Tidak masuk di APBN.
02:53Tetapi itu langsung terdistribusi, teman-teman ke keluarga, dan lain sebagainya ya.
02:59Tapi kan menggerakkan ekonomi Indonesia dengan Rp288 triliun itu luar biasa.
03:06Karena itu, pemerintah lewat presiden kita hari ini,
03:10memerintahkan kepada kami untuk memperhatikan, tidak boleh.
03:14Kami harus jaga, tadi banyak kasus, kami tahu.
03:17Karena itu kita selesaikan, tidak sama sekali untuk kami cari,
03:23apa ya?
03:26Bapak Ibu tahu, tadi laporannya berapa?
03:284.000 orang di Kementerian Hukum, kami kasih status keluarga negaraan.
03:33Lebih sedih dibandingkan teman-teman semua.
03:36Mereka stateless.
03:40Baru dibawa kemimpinan Bapak Presiden Prabowo,
03:434.000 orang, mungkin menjelang 10.000 orang,
03:46yang akan kami beri status keluarga negaraan.
03:52Teman-teman masih sudah bekerja.
03:55Ada anak-anak, bayangkan berapa banyak anak-anak.
03:58yang mau pulang ke Indonesia,
04:01itu tidak bisa pulang.
04:02Karena tidak memiliki status keluarga negaraan.
04:04Mungkin Pak Menteri mau terbitkan paspor,
04:07tapi karena tidak jelas ke status keluarga negaranya,
04:10tidak bisa.
04:11Pak Dirjen Dukcapil mau terbitkan KTP,
04:14tidak bisa.
04:15Masalahnya dia warga negara atau bukan.
04:17Nah inilah yang kami selesaikan.
04:20Karena itu kami undang Pak Roki untuk hadir,
04:23nanti pasti akan sampai.
04:25dan sekaligus mengawal kami,
04:28karena Pak Roki kan selalu bicara apa adanya.
04:33Tidak pernah Pak Roki ini bicara apa adanya.
04:35Suatu saat hari ini beliau mungkin datang ke saya,
04:38besok kalau saya salah beliau bilang saya dungu.
04:42Iya kan kalau saya salah.
04:44Nah karena itu saya mohon dengan hormat kali ini ya,
04:48Mbak siapa?
04:49Mbak Mariati.
04:51Tolong sampaikan ke kawan-kawan.
04:55Teman-teman boleh dipasti ada solusi,
04:57boleh ikut setiap hari Jumat,
05:00jam 10 pagi waktu Indonesia.
05:07Maksud saya,
05:09atau gini,
05:11atau gini,
05:12tadi kan Pak Menteri sudah kasih nomor telepon kan?
05:16Mbak Mariani percaya enggak?
05:18Saya kerja melayani warga sekarang sampai jam 3 pagi.
05:22Tapi bukan lewat handphone,
05:24tapi Instagram saya.
05:27Supratman08 boleh ngadu apa aja?
05:35Supratman08,
05:36Instagram,
05:37boleh DM ke saya.
05:40Saya lebih banyak pegang Instagram dibandingkan handphone.
05:46Maksudnya terima pengaduan.
05:49Terima pengaduan dibandingkan WhatsApp.
05:55Nanti ambil ke Instagram saya.
05:58Saya rasa itu dari saya,
06:00ya Mbak Mariani ya,
06:01jangan soal pertanggung jawaban,
06:07anggaran,
06:09mohon maaf,
06:11kalau kita mau ini menteri ya,
06:14saya aja jadi menteri ini.
06:15saya sampai hari ini sekalipun ngambil SBPD untuk jalan,
06:21uang harian itu enggak pernah loh.
06:24Cuman kan,
06:26ya bukan,
06:27maksud saya,
06:28kalaupun ada hak saya di situ,
06:31saya lebih baik kasih ke orang yang lebih mampu.
06:35jadi bukan,
06:37bukan enggak ngambil anu ya,
06:38cuman saya beritahu aja.
06:39Tapi,
06:41intinya bukan di situ.
06:42Tapi apakah masalah kawan-kawan itu bisa tertangani atau tidak?
06:46Apa bisa selesai negara hadir bersama kita semua?
06:50Ya,
06:51terima kasih.
06:56Terima kasih.

Dianjurkan