Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Rocky Gerung Riuhkan WNI Hongkong: Sentil Sebutan Janda Kaya, Nobatkan Diri Jomblo Melarat

Anggota Watimpres Rocky Gerung hadir menyapa ratusan Pekerja Migran Indonesia dalam gelaran acara Pasti Ada Solusi Bersama Menteri Hukum Episode 23 pada Minggu, 1 November 2026. Dalam forum yang berlangsung di Hongkong tersebut, Rocky menepis anggapan dan julukan 'janda kaya' yang sering dilabelkan kepada para buruh migran di luar negeri. Sambil melontarkan kelakar bahwa dirinya hanyalah seorang 'jomblo melarat', Rocky memuji kontribusi besar para PMI sebagai rahim perekonomian nasional lewat remitansi yang dikirimkan ke tanah air.

Ia mendesak pemerintah agar menghadirkan regulasi serta jaminan status kewarganegaraan yang solid untuk melindungi hak-hak seluruh warga negara Indonesia di perantauan. Suasana forum yang diwarnai perdebatan hangat dan emosional tersebut diakhiri dengan pesan Rocky agar negara tidak pernah lepas tangan terhadap persoalan pekerja migran. Lantas,bagaimana langkah konkret pemerintah selanjutnya dalam membenahi regulasi dan perlindungan hukum bagi PMI di luar negeri? Simak ulasan selengkapnya dalam video berikut.

#rockygerung #wni #hongkong

Creative/Video Editor: Aqilah/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Apa itu masalah?
00:03Bukan, bukan berapa.
00:05Saya tanya apa itu masalah?
00:06Bukan berapa.
00:08Perhatikan cara kita ngobrol tadi ya.
00:13Masalah, tetap masalah kalau dia dihindari.
00:19Sekarang kita mau attack masalah itu.
00:22Walaupun waktunya terbatas.
00:26Tapi saya tahu bahwa ada kejujuran
00:29dari delapan menteri
00:31untuk datang menghadapi masalah.
00:35Kemarin saya harusnya ada di istana di Hambalang.
00:40Presiden tanya,
00:41Rocky Gerung kemana?
00:44Saya bilang,
00:44saya mau hadapi masalah di Hongkong.
00:51Terus Pak Presiden bilang,
00:54mau belanja masalah.
00:55Saya bilang enggak,
00:56saya mau belanja emosi.
01:01Dan akhirnya,
01:04yang terjadi adalah
01:07jualan emosi di sini.
01:09Dan saya borong semua.
01:12Borong artinya saya akan katakan kepada Pak Presiden
01:14bahwa emosi tetap ada.
01:16Kendati masalah sebagian sudah dipecahkan.
01:18Itulah sifat psikologi manusia.
01:23Saya ambil risiko untuk itu.
01:27Ada delapan menteri,
01:28saya tahu.
01:29Saya tahu semua masalah di Republik.
01:31Kendati saya baru dua minggu bekerja.
01:35Soal pertama adalah soal kewarganegaraan.
01:39Tadi ada yang sebut bahwa kami disebut sebagai
01:41janda-janda kaya Hongkong itu.
01:48Sementara saya jomblo yang melarat di Hongkong.
01:53Anda bukan janda kaya.
01:56Anda rahim Republik di luar tanah air.
01:59Begitu cara lihatnya.
02:05Pada rahim-rahim di Hongkong lah
02:07tergantung suplai nutrisi
02:10lewat tali pusar yang namanya regulasi
02:12supaya tiba di Magelang,
02:14tiba di Bitung,
02:15tiba di Banyuwangi.
02:17Melalui remitansi.
02:20Yaitu hubungan Anda dengan negeri,
02:23rahim Anda ada di luar tanah air,
02:26tetapi bayi Anda diasuh di tanah air.
02:29Dan saya merasakan itu
02:31sebagai penderitaan batin.
02:34Walaupun saya enggak punya rahim.
02:40Kita sepakati bahwa
02:43negara punya tugas untuk menjaga rahim itu
02:48sehat untuk menerima calon bayi.
02:51Regulasi itu namanya placenta.
02:55Yang kita bicarakan tadi
02:56memastikan bahwa placenta itu
02:59harus disediakan negara
03:01dalam bentuk status kewarganegaraan.
03:04Saya warganegara Indonesia,
03:06Anda warganegara Indonesia,
03:07itu perjanjian hukum saja.
03:09Tapi lebih dari menjadi warganegara,
03:12Anda warga dari republik.
03:16Tanggung jawabnya lebih besar
03:17dari segera menjadi warganegara.
03:20Kalau saya di warganegara,
03:22negara enggak urus,
03:23saya ganti warganegara.
03:24Saya ganti status warganegara saya
03:27untuk kepentingan bisnis.
03:29Maka saya punya dua paspor.
03:30Paspor hukum sebagai warganegara,
03:33paspor negara lain sebagai
03:36cara untuk menyelundupkan
03:39kepentingan saya.
03:40Dan itu namanya pengecut.
03:44Sekali lagi,
03:46kita sama-sama warganegara,
03:47tapi lebih dari sekitar warganegara,
03:50kita warga dari kebersamaan
03:52berbangsa,
03:53itu namanya warga republik.
03:56Jadi sekali lagi,
03:57saya suka ada
03:58kejujuran di sini.
04:01Dari Maryati,
04:03siapa tadi?
04:04Ibu Maryati ya?
04:07Dari Maryati ke Ibu Yuni.
04:11Maryati ke Ibu Yuni,
04:13sepenuh hati sangat berani.
04:18Oke,
04:19teman-teman,
04:20lain kali kita akan ketemu lagi.
04:23Waktunya sudah habis.
04:25Saya mesti tutup di sini
04:27dan saya percaya
04:28saya ada di Hong Kong,
04:29di mana ada masalah,
04:32di situ pasti ada solusi.
04:33Bila saya bikin salah,
04:35itu karena saya belum makan nasi.
04:38Baik.
04:38Oke,
04:40satu waktu kita masih bertemu,
04:43kita nongkrong di Hong Kong.
04:49Tapi di Hong Kong,
04:50tidak boleh ada kongkalingkong.
04:52Terima kasih.
04:58selamat menikmati.
05:01Terima kasih.

Dianjurkan