00:00Apa itu masalah?
00:03Bukan, bukan berapa.
00:05Saya tanya apa itu masalah?
00:06Bukan berapa.
00:08Perhatikan cara kita ngobrol tadi ya.
00:13Masalah, tetap masalah kalau dia dihindari.
00:19Sekarang kita mau attack masalah itu.
00:22Walaupun waktunya terbatas.
00:26Tapi saya tahu bahwa ada kejujuran
00:29dari delapan menteri
00:31untuk datang menghadapi masalah.
00:35Kemarin saya harusnya ada di istana di Hambalang.
00:40Presiden tanya,
00:41Rocky Gerung kemana?
00:44Saya bilang,
00:44saya mau hadapi masalah di Hongkong.
00:51Terus Pak Presiden bilang,
00:54mau belanja masalah.
00:55Saya bilang enggak,
00:56saya mau belanja emosi.
01:01Dan akhirnya,
01:04yang terjadi adalah
01:07jualan emosi di sini.
01:09Dan saya borong semua.
01:12Borong artinya saya akan katakan kepada Pak Presiden
01:14bahwa emosi tetap ada.
01:16Kendati masalah sebagian sudah dipecahkan.
01:18Itulah sifat psikologi manusia.
01:23Saya ambil risiko untuk itu.
01:27Ada delapan menteri,
01:28saya tahu.
01:29Saya tahu semua masalah di Republik.
01:31Kendati saya baru dua minggu bekerja.
01:35Soal pertama adalah soal kewarganegaraan.
01:39Tadi ada yang sebut bahwa kami disebut sebagai
01:41janda-janda kaya Hongkong itu.
01:48Sementara saya jomblo yang melarat di Hongkong.
01:53Anda bukan janda kaya.
01:56Anda rahim Republik di luar tanah air.
01:59Begitu cara lihatnya.
02:05Pada rahim-rahim di Hongkong lah
02:07tergantung suplai nutrisi
02:10lewat tali pusar yang namanya regulasi
02:12supaya tiba di Magelang,
02:14tiba di Bitung,
02:15tiba di Banyuwangi.
02:17Melalui remitansi.
02:20Yaitu hubungan Anda dengan negeri,
02:23rahim Anda ada di luar tanah air,
02:26tetapi bayi Anda diasuh di tanah air.
02:29Dan saya merasakan itu
02:31sebagai penderitaan batin.
02:34Walaupun saya enggak punya rahim.
02:40Kita sepakati bahwa
02:43negara punya tugas untuk menjaga rahim itu
02:48sehat untuk menerima calon bayi.
02:51Regulasi itu namanya placenta.
02:55Yang kita bicarakan tadi
02:56memastikan bahwa placenta itu
02:59harus disediakan negara
03:01dalam bentuk status kewarganegaraan.
03:04Saya warganegara Indonesia,
03:06Anda warganegara Indonesia,
03:07itu perjanjian hukum saja.
03:09Tapi lebih dari menjadi warganegara,
03:12Anda warga dari republik.
03:16Tanggung jawabnya lebih besar
03:17dari segera menjadi warganegara.
03:20Kalau saya di warganegara,
03:22negara enggak urus,
03:23saya ganti warganegara.
03:24Saya ganti status warganegara saya
03:27untuk kepentingan bisnis.
03:29Maka saya punya dua paspor.
03:30Paspor hukum sebagai warganegara,
03:33paspor negara lain sebagai
03:36cara untuk menyelundupkan
03:39kepentingan saya.
03:40Dan itu namanya pengecut.
03:44Sekali lagi,
03:46kita sama-sama warganegara,
03:47tapi lebih dari sekitar warganegara,
03:50kita warga dari kebersamaan
03:52berbangsa,
03:53itu namanya warga republik.
03:56Jadi sekali lagi,
03:57saya suka ada
03:58kejujuran di sini.
04:01Dari Maryati,
04:03siapa tadi?
04:04Ibu Maryati ya?
04:07Dari Maryati ke Ibu Yuni.
04:11Maryati ke Ibu Yuni,
04:13sepenuh hati sangat berani.
04:18Oke,
04:19teman-teman,
04:20lain kali kita akan ketemu lagi.
04:23Waktunya sudah habis.
04:25Saya mesti tutup di sini
04:27dan saya percaya
04:28saya ada di Hong Kong,
04:29di mana ada masalah,
04:32di situ pasti ada solusi.
04:33Bila saya bikin salah,
04:35itu karena saya belum makan nasi.
04:38Baik.
04:38Oke,
04:40satu waktu kita masih bertemu,
04:43kita nongkrong di Hong Kong.
04:49Tapi di Hong Kong,
04:50tidak boleh ada kongkalingkong.
04:52Terima kasih.
04:58selamat menikmati.
05:01Terima kasih.