00:00Kemudian saat ini perkara telah ditingkatkan dari ke tahap penyidikan dan hingga saat ini masih terus kita kembangkan
00:09untuk mengungkap jaringan perekrutan yang lebih luas baik di dalam maupun di luar negeri.
00:15Kemudian kegiatan sore hari ini merupakan transparansi dan akuntabilitas polri kepada masyarakat
00:22sekaligus menunjukkan komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap tindak pidana terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan
00:31termasuk perdagangan orang akan ditangani secara profesional, secara tegas, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
00:39Kami juga ingin menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap eksploitasi maupun perdagangan manusia
00:49siapapun pelakunya dan apapun latar belakangnya kita tetap akan menjunjung tinggi asas peraduga tidak bersalah
00:58dan tidak mendahului proses peradilan.
01:01Saat ini kasus yang ditangani oleh ditipit PPA-PPO maupun ditres PPA-PPO itu ada 5 laporan polisi
01:09yang pertama adalah laporan polisi nomor LPA 810 Romawi 2026 SPKT ditipit PPA dan PPO Baris Depori
01:20pada tanggal 21 Oktober 2026 dengan tersangka yang akan ditahan 1 orang dan jumlah korban 5 orang.
01:28Kemudian laporan polisi dari Polda Metro Jaya yaitu nomor LPA 10 Romawi 2026 SPKT Satres PPA dan PPO
01:40Polres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya tanggal 23 Oktober 2026
01:46dengan tersangka yang ditahan 5 orang yaitu 2 warga negara Rusia dan 3 warga negara Indonesia
01:53dan jumlah korban ada 12 orang.
01:56Kemudian LPD nomor 819810 Romawi 2026 SPKT Polda Metro Jaya tanggal 28 Oktober 2026
02:07dengan tersangka 2 orang WNI dan WNA Ukraina dan jumlah korban sebanyak 12 orang WNI.
02:15Kemudian laporan polisi nomor LPA 69 Romawi 2026 SPKT ditipit PPA-PPO
02:23Baris Krim Polri tanggal 25 September 2026 dengan tersangka yang ditahan 2 orang
02:30dan jumlah korban ada 7 orang.
02:33Kemudian laporan polisi nomor LPA 510 Romawi 2026 SPKT Satres PPA-PPO Polres Bogor
02:42Polda Jawa Barat tanggal 20 Oktober 2026 dengan tersangka yang ditahan ada 2 orang
02:501 masuk dalam daftar pencarian orang dan jumlah korban sebanyak 22 orang.
02:56Kami berharap penyampaian ini tidak hanya memberikan informasi kepada masyarakat
03:01tetapi juga menjadi peringatan dan pembelajaran bersama agar masyarakat semakin waspada
03:07terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri yang tidak jelas.
03:11Berani melapor dan bersama-sama mencegah terjadinya perdagangan orang.
03:16Dari perkara ini kami ingin menyampaikan bahwa tawaran menjadi tentara di negara asing
03:21dengan gaji dan bonus yang fantastis merupakan modus perdagangan orang
03:26yang menempatkan korban pada resiko yang sangat tinggi.
03:30Karena korban dikirim ke wilayah konflik bersenjata tanpa berlindungan hukum,
03:36tanpa kontrak yang jelas dan tanpa jaminan keselamatan terjadi.
03:41Terima kasih.