Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan arahan tegas dalam acara Minerba Convex 2026 pada Senin, 2 November 2026. Dalam forum tersebut, ia meminta seluruh pengiriman ekspor sumber daya alam Indonesia seperti mineral, batu bara, hingga LNG dilakukan langsung dari tanah air ke negara tujuan.

Bahlil menyoroti praktik transit ke negara perantara yang selama ini hanya memberi keuntungan stempel, neraca perdagangan, dan pajak bagi negara lain. Pihak Ditjen Migas dan SKK Migas pun langsung diperintahkan untuk mengawal ketat skema ekspor langsung tanpa melibatkan negara perantara. Langkah ini ditegaskan sebagai wujud menjaga kedaulatan bangsa yang tidak boleh diintervensi oleh siapapun. Lantas, bagaimana dampak kebijakan tegas ini terhadap peta perdagangan komoditas Indonesia di tingkat global? Simak ulasan selengkapnya dalam video berikut.

#Bahlil #EksporTambang #ESDM

Creative/Video Editor: Aqilah/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Terakhir saja, Pak Dirjen saya perintahkan lewat forum ini, jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita kalau kita ekspor
00:10lewat transit negara tertentu.
00:16Saya enggak mau.
00:20Tidak boleh lagi sumber daya alam kita dari sektor SDM kalau kita mau kirim barang ke China, ya dari Jakarta
00:30langsung China.
00:32Tidak boleh dari Jakarta mampir negara yang itu, hanya stempel baru dia bilang ini ekspor by negara dia.
00:44Dari mana barang kau? Langsung aja.
00:51Langsung aja.
00:53Udah lama barang ini tertinggal begini terus.
00:56Saya enggak bisa diolah-olah oleh mereka ini, enggak bisa.
01:01Saya juga udah memerintahkan Dirjen Migas sama Kepala SKK Migas.
01:06Kalau kita mau kirim LNG, contoh ke Jepang atau ke Korea,
01:14langsung aja.
01:16Kenapa harus pakai negara lain?
01:20Mereka yang dapat pajak,
01:23mereka yang mempunyai neraca perdagangan,
01:28baru ada bencana sedikit saja sudah gopo-gopo kayak orang apa aja.
01:34Jadi, jangan lagi kita kirim ke sana.
01:37Kita kirim langsung tidak boleh lewat negara-negara perantara.
01:41Indonesia ini negara berdaulat.
01:43Bukan negara yang bisa diatur-atur oleh siapapun.
01:46Enggak boleh.
01:50Ini pasti teman-teman media,
01:51abis ini tanya saya, Pak, negara mana itu?
01:55Saya udah lihat muka-muka kalian,
01:57ini wartaun daripada saya.
02:00Kalau ditanya negara mana,
02:02yang kamu tahu dalam hati kalian sudah.
02:05Jadi, Bapak-Ibu semua, saya pikir itu,
02:08karena
02:09kedaulatan
02:12negara kita,
02:13itu adalah sesuatu yang
02:15tidak bisa ditawar-tawar.
02:16Itu harga mati.

Dianjurkan