00:00Silahkan Pak, dengan Bapak siapa dan dari mana?
00:02Saya Deddy Kristanto dari Komunitas Katolik Indonesia Hongkong.
00:06Dengan Pak siapa Pak?
00:07Nama saya Deddy Kristanto dari Komunitas Katolik Indonesia di Hongkong.
00:12Pekerjaan saya setiap hari menangani kasus.
00:15Kalau Miss Yuni ini adalah konten kreatornya mendapatkan kasus,
00:19dia limpahkan kepada saya.
00:22Saya nggak bohong.
00:24Silahkan tanya.
00:26Baik Pak Kristanto.
00:27Saya tidak akan pakai protokoler.
00:28Saya langsung menanyakan, kalau bisa ke-8 Menteri.
00:34Untuk Kementerian Pelindungan Pekerja Migran, KP2AMI.
00:38Bapak Menteri, kami di Hongkong angkat tiga jari.
00:4428 kemarin ada demo besar-besaran kebetulan,
00:47keponakan-keponakan saya ikut demo.
00:50Tiga jari, artinya marah.
00:52Karena potongan agen masih 6-7 bulan gaji setiap bulan.
00:596-7 kali potongan gaji itu masih dialami oleh teman-teman pekerja migran yang baru datang ke Hongkong.
01:09Kecewa, karena kalau lapor, disuruh damai.
01:14Tidak menyelesaikan masalah.
01:17Mau lapor ke KJRI atau apalagi lapor ke agen.
01:21Lawan.
01:22Karena kami disebut pahlawan devisa,
01:25tetapi kontrak kami masih diberi, dijual beli kayak barang saja.
01:29Dan banyak kasus yang datang kepada saya semacam itu.
01:33Pertanyaannya, kapan zero cost benar-benar zero, Pak?
01:37Undang-undangnya belum dicabut sampai sekarang.
01:42Bapak Kementerian Hukum, terima kasih sudah hadir di Hongkong.
01:46Di Hongkong ada 180 ribu lebih pekerja migran, tadi sudah disebutkan.
01:52Dan sekarang ada yang namanya skema Hongkong membekai ESLS.
01:57Teman-teman saya kira sudah tahu itu.
01:59Dan kami banyak mendapatkan laporan, banyak sekali, mungkin 50-60 persen,
02:07kontrak kosong berbahasa Mandarin.
02:11Kalau kami menuntut agen di labor tribunal, kami butuh pengacara.
02:19Siapa yang akan mendampingi teman-teman ini?
02:22Apakah KJRI? Apakah Kementerian Hukum?
02:28Kalau mereka butuh legal aid kepada siapa?
02:31Karena prosesnya akan panjang.
02:33Oke, itu untuk Pak Menteri Hukum.
02:36Untuk Kementerian Luar Negeri, negara hadir, terima kasih.
02:42Kami dekat, terima kasih.
02:44Tetapi kami tadi sudah disebutkan,
02:46bahwa teman-teman di sini itu live-in dengan para majikan 24 jam.
02:54Kalau hari Minggu libur, mereka, saya tadi berangkat ke sini banyak,
02:59setiap hari, setiap minggu saya menemukan itu antri panjang.
03:04Antri apa?
03:06Untuk mengurus dokumen-dokumen.
03:08EKTLN, ID Migrasi, dan seterusnya.
03:12Tetapi ada banyak calo yang belum diberantas di sini.
03:17Kalau negara hadir,
03:20bebaskan teman-teman pekerja migran di Hong Kong dari calo-calo.
03:26Ya, itu.
03:28Lalu, untuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
03:34Ibu Veronika, terima kasih sudah hadir di sini.
03:37Saya mewakili 99 persen perempuan.
03:41Ya, saya laki-laki.
03:43Tapi saya lahir dari perempuan, ibu saya perempuan.
03:50Saya mendapatkan setiap minggu laporan pelecehan seksual oleh majikan di Hong Kong.
04:0040 persen pada tahun 2025.
04:05Ini adalah data dari Mission for Migrant Workers.
04:09Kalau mereka lapor, kami akan sulit visanya.
04:15Bahkan banyak yang lapor ke KJRI,
04:19lalu dilimpahkan ke AG,
04:21saya banyak menangani kasusnya,
04:24lalu diikhlaskan kasusnya,
04:27disuruh pulang cepat-cepat.
04:28Mereka tidak mendapatkan kepastian dan keadilannya di Hong Kong.
04:34Padahal bisa.
04:36Hukumnya jelas di Hong Kong.
04:39Ya.
04:40Lalu untuk Kementerian Imigrasi,
04:43paspor kami ditahan agen dan majikan itu sudah banyak sekali ceritanya.
04:49Ya.
04:49Cek di teman-teman.
04:51Silahkan, ini banyak teman-teman di sini.
04:53Ya.
04:55Imigrasi Hong Kong bilang,
04:56itu ilegal.
04:58Tetapi,
04:59Imigrasi Indonesia akan diam.
05:02Pertanyaannya,
05:03kapan Indonesia akan blacklist agen-agen yang menahan paspor?
05:08Itu jelas.
05:09Hukumnya.
05:10Ya.
05:13Lalu untuk Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri,
05:17anak kami di kampung dititipkan nenek-nenek.
05:21Ya.
05:22Stunting.
05:23Oke.
05:24Pak Rogi Gerung, nanti tolong sampaikan Pak Presiden.
05:27Soal MBG.
05:29Ya.
05:31Tapi ketika kami pulang,
05:33ibu-ibu ini pulang,
05:35kami dicap janja-janja Hong Kong.
05:37Hasil riset sosial banyak menyebutkan itu.
05:39Dan tidak dapat TKH,
05:42karena dianggap kaya.
05:44Ya.
05:45Apakah lapan Kementerian ini...
05:47Pak mohon izin Pak,
05:48dianggap diulang Pak,
05:49boleh diulang?
05:50Ya, kami dicap janda-janda karya.
05:53Janda-janda kaya?
05:54Ya, janda-janda kaya.
05:55Kalau kami pulang.
05:58Apakah lapan Kementerian ini
06:00akan buat satu data terintegrasi
06:03bahwa pekerja migran itu bukan orang kaya,
06:06tetapi pekerja yang rentan
06:08dan butuh jaminan sosial.
06:15Meskipun tidak ada Kementerian,
06:17tetapi ada Kementerian di logo itu adalah
06:19Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
06:22Kami cuti 14 hari setahun untuk jenguk anak.
06:26Anak kami butuh afirmasi,
06:28bukan cuma biasiswa yang syaratnya
06:30harus ada orang tua di rumah.
06:32Kami di sini,
06:34teman-teman ini di sini.
06:36Apakah ada kebijakan khusus
06:38untuk anak-anak pekerja migran
06:41agar tidak dipersulit masuk sekolah negeri
06:45saatnya ibunya di Hongkong?
06:48Dan saya sampai sekarang masih ngerantes
06:50kalau orang Jawa.
06:52Karena...
06:58Miss Yuni itu banyak mengirim kepada saya.
07:02Mereka scam, mereka tidak tahu
07:05dan mereka harus menanggung 12 atau 18
07:07atau bahkan 3 tahun di penjara di sini.
07:10Tanpa penghasilan.
07:12Siapa yang akan menanggung?
07:13Padahal mereka adalah beat winner.
07:15Mereka menanggung nafkah pokok warga.
07:18Apakah ini sampai ke telinga
07:20bapak-bapak menteri dan ibu
07:22siapa yang menanggung anak-anak mereka sekolah?
07:25Setiap hari saya menangani mereka,
07:26tentu saja mereka menangis.
07:29Dan kesempatan ini
07:30saya sampaikan tangkis mereka
07:31untuk mereka.
07:33Salam tiga jari.
07:34Selamat menanggung.