- 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Perdebatan soal hubungan Indonesia dan Singapura memanas ketika isu nasionalisme menjadi sorotan. Said Didu menolak anggapan bahwa nasionalisme merupakan sesat pikir.
Ia justru menilai polemik ini menjadi momentum untuk membongkar persoalan hubungan ekonomi Indonesia dengan Singapura yang selama ini dianggapnya merugikan Indonesia.
Namun, Ikrar Nusa Bhakti mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam pola konfrontasi dengan negara tetangga.
Perbedaan pandangan juga muncul terkait respons Presiden Prabowo Subianto, penanganan karhutla, diplomasi, dan kepentingan nasional.
Sejumlah pakar turut menguji sejauh mana nasionalisme harus diwujudkan melalui sikap tegas tanpa mengabaikan kepentingan rakyat dan hubungan internasional.
Produser: Prayogi Haro
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/698935/debat-panas-said-ikrar-hikmahanto-soal-nasionalisme-prabowo-hubungan-indonesia-dengan-singapura
Ia justru menilai polemik ini menjadi momentum untuk membongkar persoalan hubungan ekonomi Indonesia dengan Singapura yang selama ini dianggapnya merugikan Indonesia.
Namun, Ikrar Nusa Bhakti mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam pola konfrontasi dengan negara tetangga.
Perbedaan pandangan juga muncul terkait respons Presiden Prabowo Subianto, penanganan karhutla, diplomasi, dan kepentingan nasional.
Sejumlah pakar turut menguji sejauh mana nasionalisme harus diwujudkan melalui sikap tegas tanpa mengabaikan kepentingan rakyat dan hubungan internasional.
Produser: Prayogi Haro
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/698935/debat-panas-said-ikrar-hikmahanto-soal-nasionalisme-prabowo-hubungan-indonesia-dengan-singapura
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saya sangat terganggu
00:29Yang kata-kata dari
00:31Nasionalisme adalah sesat pikir
00:34Nasionalisme
00:35Pengertian Mbak juga tadi
00:37Kan itu kata saya Pak
00:38Bahwa karhutlah ini dikatakan
00:41Isu nasionalisme itu yang sesat
00:43Oke tapi oke
00:45Jadi jangan memputar
00:47Balikan foto lagi Pak
00:48Kata nasionalisme juga
00:51Nasionalisme kalau mohon maaf
00:53Adalah sikap pribadi orang
00:55Yang lebih mencintai negerinya
00:57Daripada terhadap yang lain
00:59Itu nasionalisme
01:00Bukan terhadap dirinya sendiri ya Pak
01:01Tapi jangan dibelok-belokkan
01:04Saya senang ini terbuka semua
01:07Karena saya dari lama menunggu
01:09Terjadi keributan antara
01:11Indonesia Singapura
01:12Kenapa? Supaya semua hubungan
01:16Selama ini yang boroknya itu
01:17Terbuka kita buka semua
01:19Jangan juga menganggap
01:21Semua bahwa kita adalah
01:23Apa namanya
01:24Singapura lebih bagus dari kita
01:26Saya ingin cerita
01:28Bagaimana Singapura
01:29Bekerjasama dengan pihak lain
01:31Melalui apapun untuk
01:33Merampok
01:34Memerah Indonesia
01:35Saya kasih contoh aja lah
01:36Kita ingat
01:38Pembahas
01:40Subsidi BBM saja
01:41Supaya mahasiswa paham
01:43BBM itu dulu
01:45Subsidi adalah
01:46Namanya premium
01:47Oke
01:48RON 90
01:50Yang memperduksi RON 90
01:53Hanya Singapura
01:54Dan
01:55Di undang-undang APBN
01:57Itu dimasukkan
01:58Harga
01:59Plus alpha
02:01Harga rata-rata Singapura
02:03Ditambah alpha
02:04Artinya
02:05Berapapun harga RON di Singapura
02:08Itu yang kita harus beli
02:09Dan itu masuk undang-undang
02:11Oke
02:11Nah
02:12Saya dua hari dua malam
02:14Bertahan
02:14Menolak itu
02:16Ya menolak
02:18Karena saya kepingin
02:20Itu adalah
02:21Dibeli di spot
02:23Minyak dimanapun
02:24Yang termurah
02:25Jangan hanya Singapura
02:26Saya
02:27Hari ketiga
02:29Setengah jam
02:3012 malam
02:31Datang
02:31Seorang Menko
02:32Mengusir saya keluar
02:33Itulah cara
02:35Singapura
02:36Memerah Indonesia
02:37Oke
02:38Nah yang lain
02:39Itu juga begitu
02:40Nah
02:41Saya berharap
02:42Dan saya menunggu
02:43Ini keributan
02:44Ini sudah agak lama
02:45Karena saya yakin
02:47Yang merasa sangat terganggu
02:49Dengan upaya
02:50Pemerintah sekarang
02:51Untuk mengendalikan
02:53Perdagangan komunitas Indonesia
02:56Yang selama ini
02:56Dinikmati oleh
02:57Para broker Singapura
02:59Itu pasti merasa kehilangan
03:01Itu saya tunggu
03:03Pasti marah
03:04Jadi
03:04Kebakaran hutan ini
03:07Hanyalah pemicu
03:08Terus
03:09Jadi wajar
03:10Kalau Pak Presiden
03:10Kemarin ngegas
03:11Ngegasnya bukan masalah ini
03:13Menggegasnya
03:14Coba begini
03:15Kita menyatakan
03:16Bahwa kita
03:17Membahas yang lain-lain
03:19Yang membahas awal
03:20Mereka loh
03:21Mereka loh
03:23Yang langsung menyatakan
03:24Putus internet
03:25Ini
03:26Kami akan bangun listrik
03:28Kita gak pernah
03:29Permasalahkan
03:30Pernyataan itu
03:31Kita selalu
03:32Menyalahkan
03:33Pemerintahan kita
03:34Karena mereka
03:34Yang menyerang kita
03:35Yang menyerang mereka loh
03:37Ini
03:38Jadi
03:41Mengekstrapolasi
03:42Isu
03:43Setelah
03:44Apa namanya
03:46Setelah bikin isu
03:46Adalah mereka
03:48Terus kita lawan
03:49Tapi bagus juga
03:50Saganda Bakom
03:52Memancing
03:52Supaya keluar semua ini
03:53Nah
03:54Saya minta
03:55Ini keributan ini berlanjut
03:57Supaya kita
03:58Menata ulang
03:59Hubungan kita
03:59Dengan Singapura
04:01Yang selama ini
04:02Menempatkan Indonesia
04:03Sebagai
04:04Bagaikan sapi perah
04:05Oke
04:05Pak Keralanda setuju
04:06Bahwa sekarang ini
04:07Yang cari gara-gara itu
04:09Sebenarnya Singapura
04:10Sehingga Presiden
04:11Punya sikap
04:12Yang cukup ngegas
04:12Kepada negara tetangga
04:13Saya
04:14Masih sependapat
04:16Dengan Dina ya
04:17Bahwa kita
04:19Janganlah kemudian
04:20Kembali ke era
04:21Konfrontasi
04:23Jangan lupa
04:24Kalau gak ada
04:26Singapura
04:27Kalau gak ada
04:28Australia
04:29Kita tuh
04:31Seperti
04:32Setelah negara
04:33Seperti kayak apa
04:34Janganlah kemudian
04:36Misalnya
04:36Kalau Singapura
04:37Mampu
04:38Membuat suatu
04:39Bank
04:40Yang hebat
04:41Lalu seakan-akan
04:42Kita kemudian
04:43Kok
04:44Cuma empat bank
04:45Kemudian
04:46Lebih gede
04:47Daripada
04:47Bank-bank
04:48Himbara kita punya
04:49Atau kayak
04:51Karhutlah
04:51Saya mau tanya pada Anda
04:53Karhutlah itu
04:54Yang berteriak pertama
04:55Siapa
04:56Ya
04:57Rakyat
04:58Anda
04:59Kalau lihatnya
05:00Harian Kompas
05:01Itu isinya
05:03Itu Karhutlah
05:04Atau apa semuanya
05:05Tentang pemerintahan
05:07Prabowo Subianto
05:09Kalau Anda lihat juga
05:10Bagaimana
05:11Anak-anak
05:12Demonstrasi itu
05:13Itu sejak kapan
05:14Demonstrasi ya
05:15Itu dari
05:1620 Oktober
05:17Kemarin
05:18Kemarin juga
05:1928 Oktober ya
05:20Dan jangan lupa
05:21Mereka juga
05:22Masih bicara
05:23Dan salah satu
05:24Tuntutan mereka
05:26Itu adalah
05:27Persoalan
05:28Karhutlah
05:29Siapa yang kemudian
05:30Bicara pertama
05:31Ibu-ibu yang kemudian
05:33Anaknya gak bisa
05:34Nafas
05:35Ya
05:36Kemudian
05:37Anak-anak sekolah
05:38Yang kemudian gak bisa
05:40Ulangan umum
05:41Gara-gara gak bisa
05:42Bernafas ya
05:43Dan kemudian
05:44Alhamdulillah
05:45Ini
05:46Apa namanya tuh
05:47Yang dibuat dengan
05:49Hujan buatan
05:51Alhamdulillah
05:52Akhirnya turun hujan
05:53Udah berkurang
05:54Tapi apa yang Anda lihat
05:56Masih belum sampai
05:57Selesai
05:58Janganlah kemudian
05:59Kita kembali ke
06:00Persoalan konfrontasi
06:02Ya
06:02Anda ingat ya
06:04Membangun hubungan Indonesia
06:05Dengan Singapura
06:07Itu yang namanya
06:08Lee Kuan Yew
06:09Dengan Pak Harto
06:10Itu bukan main
06:12Kepalawanannya
06:13Ya
06:13Anda masih ingat ya
06:15Bagaimana Singapura itu
06:17Waktu masih menjadi
06:18Bagian dari
06:19Malaysia
06:19Itu
06:20Ada dua marinir kita itu
06:23Di
06:23Ya
06:24Digantung
06:25Anda masih ingat ya
06:26Saya
06:26Bentar
06:27Saya
06:27Kok seakan-akan
06:29Selain Indonesia
06:30Mengajak
06:31Perang
06:32Yang mulai Singapura
06:33Kemarin Pak
06:34Mulai mereka
06:35Jadi
06:36Mari kita objektif
06:37Lihat
06:39Karhutlah itu
06:40Yang bicara banyak
06:41Itu orang Indonesia
06:42Bukan
06:43Yang Bapak
06:44Ini karhutlah
06:45Yang digunakan mereka
06:46Untuk menyerang kita
06:47Mau mutul internet
06:48Mau
06:49Membarung
06:50Jadi jangan juga
06:52Mari kita objektif
06:53Lihat
06:53Bahwa
06:55Saya tidak pernah
06:56Mendengarkan juga
06:57Presiden kita
06:58Menyatakan kita
06:59Perang
07:00Kalau yang
07:02Karhutlah itu
07:03Sebentar
07:03Karhutlah itu
07:05Jadi ceritanya
07:05Yang saya pahami
07:06Kalau kronologinya
07:08Jadi kan
07:09Mahasiswa juga teriak
07:10Juga kan
07:11Rakyat juga teriak
07:12Tapi kenapa
07:13Kalau Singapura yang teriak
07:14Atau
07:15Yang teriak
07:16Wah ini menghina
07:17Ya
07:17Sama
07:18Mereka berteriak
07:19Esensinya
07:20Padamkan mati
07:21Api
07:21Itu yang pertama
07:22Yang pertama
07:23Tuh dulu
07:23Yang kedua
07:24Jadi pada waktu
07:26Karhutlah itu
07:27Ada yang namanya
07:28National Environmental Agency
07:31Dari Singapura
07:32Misis siapa itu kan
07:34Dia mengatakan bahwa
07:35Kita akan
07:38Sebutkan
07:39Ada delapan nama perusahaan
07:41Ya kan
07:42Nah dari situ
07:43Kemudian muncul
07:44Pernyataan dari Pak Syahganda
07:45Dari Pak Syahganda
07:47Kemudian ada
07:48Minco
07:49Syahmugam
07:50Dia mantan menteri
07:51Dalam negeri
07:52Yang jadi Minco
07:53Yang mengatakan bahwa
07:54Pokoknya ya
07:55Akan saya gunakan
07:57Undang-undang
07:58Yang namanya
07:59Trains Boundary Haze
08:00Yang ada di Singapura
08:01Yang bisa diberlakukan
08:03Secara ekstra teritorial
08:04Nah dari situ
08:06Kemudian
08:06Ada pernyataan dari
08:08Pak Bahlil
08:09Bahwa mengatakan bahwa
08:11Mi gas
08:11Gas akan dikurangi
08:14Lalu muncul pernyataan dari
08:16Perdana Menteri Lawrence Wong
08:18Yang mengatakan
08:19Kita sebagai sebuah negara
08:20Dia bicara ke rakyatnya
08:22Kita sebagai negara
08:23Kita memang vulnerable
08:25Oleh karena itu
08:26Kita dapat dari macam-macam negara
08:28Nah tapi
08:30Dia bilang
08:31Kita punya opsi
08:32Bahwa
08:33Kita akan
08:34Bangun nuklir
08:35Supaya kita
08:36Tidak tergantung pada energi
08:37Jadi itu yang saya
08:38Ikuti
08:39Satu persatu
08:40Jadi awalnya itu adalah
08:42Karhut
08:42Nah terus kemudian
08:44Dimunculkan lah
08:45Gas mau dikurangi
08:47Bahkan kemudian
08:48Ibu
08:49Mutia
08:50Mengatakan bahwa
08:51Loh
08:51Kalau kayak begini
08:52Kita bisa putus
08:53Wamin haji
08:54Juga bicara
08:55Kalau misalnya
08:56Nanti kita naik haji
08:57Jangan berhenti
08:58Di Singapura
08:59Atau di Malaysia
09:00Ini apa maksudnya
09:02Gitu loh
09:02Terus apa maksudnya
09:03Juga mereka
09:04Jadi beginilah
09:05Ini dalam rangka
09:07Melihikan kedaulatan kita
09:08Kalau kita
09:09Mau melihikan kedaulatan kita
09:10Terus kita
09:11Kita harus tunduk
09:12Tunduk sama dia
09:13Kalau soal kedaulatan
09:15Saya 2022
09:16Keras bicara soal fear
09:18Saya ceritakan
09:20Ini gimana ini
09:21Saya bandingkan
09:23Saya ini sebagai pakar
09:24Tapi apa pemerintah
09:26Diiming-imingi
09:27Investasi masuk
09:28Lalu kemudian
09:29Nanti dikasih perjanjian ekstradisi
09:31DCA nanti juga
09:33Dibuat
09:33Mereka mau semua
09:35Saya yang dihabisin
09:37Bener gak sekarang
09:38Sekarang saya mau tanya nih
09:40Kita kalau bicara soal nasionalisme
09:42Pakai ini
09:44Maka saya
09:44Buat di kompas
09:46Tulisan
09:47Belajar kecerdikan dari Singapura
09:49Maksudnya apa
09:51Supaya orang membaca
09:52Sebenarnya bacanya itu
09:53Belajar kebodohan dari Indonesia
09:55Karena kita gak boleh
09:57Bermain dengan
09:58Asal
09:59Tembak sana
10:00Tembak sini
10:00Boleh kita
10:02Melawan
10:03Kita gak pakai senjata
10:04Tapi kita pakai kecerdikan kita
10:06Tapi kalau pakar-pakar
10:07Sudah di
10:08Hempaskan
10:09Gak ada artinya
10:10Sebentar
10:12Ini
10:13Hik bicara yang kemarin
10:15Saya mundur agak ke belakang sedikit
10:17Problem kita memang problem
10:20Ditata kelel pemerintahan
10:21Dan mental
10:23Saya ingat betul
10:25Ketika undang-undang
10:27Nomor 25
10:28Tahun 2007
10:29Tentang penanaman modal
10:31Belum diberlakukan
10:32Apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia
10:35Terhadap Singapura
10:36Mengeluarkan apa yang disebut dengan
10:38Investment Guarantee
10:39Janji dari pemerintah Singapura
10:42Tadi salah satunya
10:43Soal ekstradisi
10:44Salah satunya
10:46Lalu kemudian soal batasan-batasan lain
10:48Termasuk soal bagaimana udara
10:50Termasuk di dalamnya
10:52Yang paling menarik adalah soal bagaimana batam
10:55Sesungguhnya
10:55Nah dari sana
10:57Saya melihat begini
10:59Maaf ya
11:00Ini live ya
11:02Kebetulan
11:02Kita harus ngoreksi diri kita memang
11:04Betul
11:05Setuju
11:06Salah satu koreksi diri kita adalah
11:08Mental pejabat kita yang tempe
11:11Mental pejabat kita
11:13Yang mudah sekali disuap
11:15Dan orang-orang
11:16Anda punya pengalaman
11:17Saya punya pengalaman
11:18Salah satu pengalaman yang kita saksikan adalah
11:21Betapa mudahnya pejabat kita disuap
11:24Ini real yang saya saksikan
11:26Yang saya lihat
11:27Loh begitu tuh
11:29Sampai akhirnya kita-kita
11:30Yang mau bernegosiasi
11:32Atas nama anak bangsa
11:33Atas nama kepentingan
11:35Nah bicara
11:35Atas nama kepentingan nasional
11:37Itu nasionalisme
11:38Itu akhirnya tersingkir
11:41Kenapa?
11:41Karena sang pejabat
11:42Begitu mudah ditundukkan
11:44Nah itu kak
11:45Problem besarnya
11:46Nah dalam konstruksi ini
11:48Ketika Prabowo Subianto sebagai presiden
11:50Menghadapi sikap Singapura
11:52Dia tidak dulu menoleh ke dalam
11:54Ini salah metodologi
11:56Dalam bahasa saya
11:57Mustinya dia metodologinya
11:59Melihat dulu ke dalam
12:00Bagaimana cara melihat dalamnya
12:01Satu
12:02Bagaimana kapasitas
12:04Menteri Lingkungan Hidup
12:05Yang kedua
12:06Bagaimana kapasitas Menteri
12:08Luar negeri
12:08Bagaimana kapasitas Menteri
12:10Kehutanan
12:11Padahal seperti saya bilang tadi
12:13Ada problem kebakaran hutan ini
12:15Kronis
12:16Berulang-ulang
12:17Pelakunya
12:18Sorry
12:19Sama
12:20Gak ada bedanya
12:22Itu-itu aja pelakunya
12:24Sorry itu saja harus disebut
12:25Kelompok pengusaha ini
12:27Yang dipanggil oleh
12:28Yang namanya Menteri Kelingkungannya
12:29Kelompok pengusaha ini
12:30Yang dipanggil
12:31Dia-dia juga
12:32Gak ada posisinya
12:34Dalam bahasa yang sederhana
12:35Pendegakan hukum kita
12:37Di dalam pun lemah
12:38Jadi keluar
12:40Kita mudah dinegosiasikan
12:42Karena kemudian
12:43Kelemahan kita
12:44Dalam posisi bargaining
12:45Diplomasi dan negosiasi
12:46Kedalam kita
12:47Tidak mampu
12:48Mendegakan hukum
12:48Secara baik
12:49Apa posisinya
12:50Ya sudah
12:51Gak ada posisi tawar
12:52Penting itu adalah
12:53Jangan kemudian
12:55Masalah kardhutlah ini
12:56Gak bisa selesai
12:57Terus kemudian
12:58Mau di
12:58Kobar-kobarkan
13:00Masalah nasionalisme
13:01Bahwa inilah yang kita akan lawan
13:04Gak seperti itu juga
13:06Kita melakukan lawan itu
13:07Kalau misalnya
13:08Api tidak padam
13:10Itu dampaknya kepada rakyat kita
13:12Di Kalimantan
13:13Di Sumatera
13:14Itu sangat luar biasa
13:15Selesaikan dulu di situ
13:16Dan kalau mahasiswa berteriak
13:18Dengarkan
13:19Karena suara mahasiswa itu
13:21Mungkin juga
13:22Itu yang dipakai
13:23Oleh teman-teman dari Malaysia
13:24Dan di Singapura
13:26Jangan kemudian
13:27Kalau mahasiswa
13:28Bisa gak didengarkan
13:30Diacuhkan
13:31Tapi kalau misalnya
13:32Dari luar negeri
13:33Dibilang
13:34Itu menghina kita
13:35Gak benar
13:36Oke coba saya ke
13:37Mas Yubawanto
13:38Yang sudah sampai di studio
13:40Pertanyaannya begini
13:41Melihat
13:42Perang narasi
13:43Sampai ke level
13:44Kebijakan
13:45Pemotongan
13:46Suplai gas
13:47Yang lakukan oleh
13:47Pemerintah Indonesia
13:48Anda melihat ini
13:49Merupakan level
13:50Konfrontasi
13:51Tadi Pak Iqrar
13:52Yang menyebutkan
13:52Atau cuma
13:53Sekedar select saja
13:54Atau mungkin sedang cari-cari
13:56Celah negosiasi ulang
13:57Sebenarnya
13:58Saya melihatnya begini
14:00Jadi
14:01Sejak ASEAN berdiri
14:03Tahun 67
14:04Indonesia dan Singapura itu
14:06Membangun hubungan itu
14:08Berdasarkan
14:09Prinsip konstruktivisme
14:11Jadi berusaha
14:12Menyamakan
14:13Identitas
14:14Menyamakan persepsi
14:16Interes
14:17Norma
14:17Sehingga behaviornya
14:18Juga bisa compatible
14:19Sehingga
14:20Jika terjadi
14:22Ketidaksepakatan
14:22Semuanya itu
14:23Harus diselesaikan
14:24Di dalam ruang damai
14:25Itu poinnya
14:26Nah yang kedua
14:28Itu akhirnya seperti Amerika dan Kanada
14:29Kalau Kanada punya nuklir
14:31Amerika tidak takut
14:31Walaupun dekat
14:32Tapi kalau Iran yang punya nuklir
14:34Amerika takut
14:35Karena perbedaan ideologis
14:36Persepsi dan lain-lain
14:37Nah
14:37Yang berikutnya
14:39Kita bisa melihat
14:40Tadi sudah semua disampaikan
14:41Oleh para pakar
14:42Tentang
14:43Mental Learning Nation
14:45Bangsa yang belajar
14:47Nah
14:48ASEAN ini bisa kuat
14:50Jika memang
14:51Ada kerjasama yang produktif
14:53Wind-wind
14:54Ya selevel
14:55Sama-sama pintar
14:56Tadi Profix sudah menjelaskan
14:57Antara Indonesia
14:58Negara dengan kekuatan potensial terbesar
15:01Natural resources
15:02Territory
15:03Dan juga
15:05Demografi
15:06Dengan Singapura
15:07Yang kekuatan realnya
15:09Yang terkuat
15:10Di ASEAN
15:11Dimana Singapura
15:12Memperlukan bagian
15:13Dari Global North
15:14Satu-satunya di ASEAN
15:16Bagian dari Global North
15:17Sementara Indonesia
15:18Masih di Global South
15:19Nah
15:20Dari mana
15:21Titik samanya
15:22Dalam perspektif liberalisme
15:24Ketidaksamaan itu
15:25Menjadi aset
15:26Untuk bekerjasama
15:27Indonesia harus belajar
15:29Dari Singapura
15:30Dalam banyak hal
15:31Juga
15:32Begitu
15:32Lebih cerdik
15:34Bagaimana
15:34Menjadi masyarakat
15:36Yang meristokratis
15:37Saya baru dari SD
15:39Singapura
15:40Yang ada di Indonesia
15:41Saya pelajari
15:42Kurikulumnya
15:43Baru-baru ini
15:44Dua minggu lalu
15:44Bagaimana mereka
15:45Sangat meristokratis
15:46Tidak
15:48Memberikan toleransi
15:50Sedikit pun
15:50Terhadap
15:51Yang namanya
15:51Budaya potong kompas
15:53Langsung
15:53Cepat
15:54Mencapai hasil
15:55Itu bangsa
15:55Kita harus belajar
15:56Nah
15:57Pak Harto
15:58Juga dengan
15:58Likwani
15:58Itu juga
15:59Mempunyai
16:01Posisi
16:02Diplomasi
16:03Yang tegas
16:03Tapi berusaha
16:05Menghindari
16:05Konfrontasi
16:06Yang tidak diperlukan
16:07Contohnya pada saat
16:08Presiden Swarto
16:09Tahun 73
16:09Mengatakan kepada
16:10Likwani
16:11Boleh datang
16:12Temui saya
16:12Tapi
16:13Tolong nyekar dulu
16:14Ke makamnya
16:15Usman Harun
16:16Nah itu posisi
16:17Yang tegas
16:18Tetapi
16:18Disini
16:19Berarti kesimpulannya
16:20Apa mbak
16:21Kesimpulannya
16:21Menurut saya adalah
16:22Isu kedaulatan
16:23Memang kita harus
16:24Firm
16:25Wilayah kita
16:26Satu
16:27Yang kedua
16:27Kita tidak mungkin
16:29Tidak bekerja sama
16:31Tidak mungkin
16:32Tidak ada
16:32Interdependency
16:33Tapi yang harus
16:34Seperti yang tadi
16:34Anda sebutkan
16:35Indonesia harus belajar
16:36Dari Singapura
16:36Artinya Anda melihat
16:38Bahwa Pak Presiden
16:39Ini terlalu
16:40Realis
16:41Ya gak bisa juga
16:43Begitu
16:43Bukan itu
16:43Poin saya
16:44Jadi isu kedua
16:45Itu adalah
16:46Interdependency
16:47Isu ketiga adalah
16:48Strategic statecraft
16:49Bagaimana leadership
16:50Di dalam negara
16:51Masing-masing
16:52Nah kita harus belajar
16:53Dari pengalaman
16:54Presiden-presiden
16:54Yang masa lalu
16:55Nah yang sekarang
16:56Anda melihat
16:56Sikap Pak Presiden
16:58Di politik luar negeri
16:58Itu seperti apa
16:59Kenapa beda dengan
17:00Yang lain
17:00Cut hood lah
17:01Tidak cuma tahun ini
17:02Tapi
17:03Baru kali ini
17:04Presiden agak cukup
17:05Ngegas
17:05Sehingga menimbulkan
17:06Ketegangan
17:06Dengan negara tetangga
17:07Ya Pak Prabowo
17:09Memang
17:11Mempunyai
17:11Sikap yang
17:14Ekspresif
17:14Itu bisa
17:16Dinilai secara objektif
17:17Tetapi memang
17:18Ada yang benar juga
17:19Dibilang Pak Iksan
17:20Memang metodologinya
17:21Harus
17:22Introspesi ke dalam
17:23Itu yang penting
17:24Jadi kita itu
17:25Sebenarnya
17:27Kalau kita bicara
17:28Nasionalisme
17:29Semua paham
17:29Nasionalisme
17:30Tetapi juga
17:31Kita harus membedakan
17:32Mana nasionalisme
17:33Untuk kepentingan
17:34Jangka panjang
17:35Mana yang
17:36Politik
17:36Domestic interest
17:37Jangka pendek
17:38Itu poinnya
17:39Jadi kita
17:40Kalau sudah
17:41Melihat begini
17:42Yang harus dilakukan
17:43Adalah introspeksi diri
17:45Karena isunya
17:46Adalah bagaimana
17:47Kita bisa
17:48Kompet dengan
17:50Singapura
17:50Itu menggunakan
17:52Instrument
17:52Of national power kita
17:53Contoh
17:55Tadi sudah jelaskan
17:55Kapasitas
17:56Kapabilitas
17:57Menteri-menteri terkaitnya
17:58Gitu
17:59Dalam perspektif
18:00Diplomasi
18:02Tetap harus menjaga
18:03Komunikasi tingkat tinggi
18:04Dan menjaga eskalasi
18:06Memang ada
18:06Dubes kita disana
18:07Mantan Kopassus
18:09Mantan Dubes di Perancis
18:10Saya harapkan
18:11Beliau bisa memahami
18:12Cara pikir Pak Prabowo
18:13Dan bisa berkomunikasi
18:14Dengan baik
18:15Di Singapura
18:16Itu poin satu
18:17Poin kedua
18:18Tentang ekonomi
18:19Dan lain-lain
18:19Ya memang
18:21Mereka sangat disiplin
18:22Dengan
18:23Yang namanya itu
18:25Profesionalisme
18:26Dan
18:28Meristokrasi
18:29Yang menjalankan
18:30Manajemen
18:31Proses
18:31Di dalam suatu perusahaan
18:32Karena mereka itu
18:34Mempertaruhkan
18:35Diri mereka itu
18:36Sebagai
18:36Trade hub
18:38Investasi hub
18:40Sebagai
18:40Financial hub
18:41Tidak mungkin
18:42Tidak mungkin
18:42Mereka bisa
18:43Kompetitif
18:43Dalam tingkat global
18:44Masuk dalam kategori
18:45Global North
18:46Jika mereka
18:46Tidak bisa dipercaya
18:47Nah secara teknologi
18:50Mereka juga
18:51Sangat advance
18:52Mengadopsi
18:53Teknologi dari
18:54Global North
18:55Termasuk dari China
18:56Dari Australia
18:56Dari mana-mana
18:57Tadi
18:57Sudah jelaskan oleh
18:59Prof. Ikrar
18:59Nah secara security
19:01Menurut saya
19:02Memang
19:03Ada
19:04Ketergantungan
19:05Indonesia
19:05Internet
19:06Dari 1,5 juta
19:07Kabel bawah laut
19:09Ini
19:09Yang menghubungkan
19:10Internet dan lain-lain
19:11Konektivitas dunia ini
19:12Memang
19:14Kita tergantung
19:15Tetapi
19:16Singapura juga
19:17Mempunyai kepentingan
19:18Untuk membangun
19:18Dan menjaga ruang cyber
19:19Kita harus
19:20Mendiversifikasi itu
19:21Gitu loh
19:22Ketergantungan itu
19:22Jadi kita
19:24Bekerja sama itu
19:25Tidak subordinat
19:26Dan kita juga
19:27Harus mengurangi
19:28Ketergantungan
19:29Dengan mempunyai
19:30Kunggulan lain
19:30Itu aja
19:30Nanti kita
19:32Perjelas lagi
19:32Terkait dengan
19:33Tengah Anda
19:33Saya coba ke Pak Ferry
19:34Pak Ferry
19:34Dari ASAP
19:35Kita masuk ke MSCI
19:36Pak Presiden
19:38Mengatakan
19:39Tidak takut
19:40Sama MSCI
19:41Meski setelahnya
19:42Habis itu OJK
19:42Bersih-bersih ya
19:43Kemudian juga
19:44Kita lihat juga
19:45Bagaimana mantan mendak
19:46Menyebut dugaannya
19:48Ada campur tangan
19:49Tekanan dari temasek
19:50Dan CGI
19:50Di situ
19:51Anda melihat
19:51Putusan dari MSCI
19:53Untuk menurunkan
19:54Kelasnya
19:55Pasal modal kita
19:56Ke stand alone
19:57Itu objektif
19:58Atau perlu
19:59Sebenarnya
20:00Mempertanyakan
20:00Keputusan dari MSCI
20:01Itu buat saya
20:02Masih question mark
20:03A big question mark
20:04Masih question about
20:05Makanya saya katakan
20:06Dalam beberapa kasus
20:08Misalnya ketika
20:09MSCI ini kan
20:10Sebetulnya ini
20:11Lembaga research
20:12Berdasarkan acuan
20:13Dari MSCI
20:14Seolah-olah
20:15Konstituen
20:15Fund-fund manager ini
20:16Masuk ke saham-saham
20:18Yang memang
20:18Direkomendasikan oleh MSCI
20:20Masuk ke dalam keranjangnya
20:21Dan itu
20:22Tidak lupu
20:23Teripada kesalahan
20:24Saya kasih contoh
20:24Ketika Blackrock
20:25Masuk di saham brand
20:27Bulan Oktober 2024
20:28Itu akibat
20:29Daripada MSCI
20:30Memasukkannya
20:31Karena apa
20:32Sebelumnya MSCI
20:33Cuma memasukkan
20:34Saham-saham bank
20:35Nah ini di komplain
20:36Juga oleh
20:36Konstituennya
20:37Karena apa
20:37Saham-saham bank ini
20:38Tidak bergerak
20:39Saya tidak bisa
20:40Making money
20:40Yuk kasih dong
20:41Saham yang lain
20:42Dimasukkanlah saham-saham
20:43Yang valuasinya
20:44Sudah tidak masuk akal
20:45Jadi disini
20:47Makanya saya bilang
20:48Ini kesalahan MSCI
20:49Kita harus berani
20:50Gugat juga
20:50Bukan cuma mereka
20:52Menggugat kita
20:52Oke kita diskusi lagi
20:54Nah tapi kembali lagi
20:55Ke masalah Presiden
20:57Itu justru
20:58Memang Pak Presiden benar
20:59Kita tidak takut sama asing
21:00Masalahnya yang takut
21:01Itu asing sama kita
21:03Nah makanya asing sekarang
21:04Berbondong-bondong keluar
21:05Bagaimana rupiah tertekan
21:07Habis-habisan
21:08Sampai Pak Hasim
21:08Tadi mengatakan
21:09Bisa ini dolar
21:10Bisa ke 21.000
21:1222.000
21:13Dan itu kita lihat juga
21:15Ini akibat apa
21:16Capital flight
21:17Caps rolling down the street
21:18Ini tidak berhenti loh
21:19Nah tadi kita lihat pagi-pagi
21:21Bagaimana indeks harga saham
21:22Gabungan kita
21:23Jatuh lagi ke bawah
21:235.000 levelnya
21:25Ya padahal sudah
21:25Pertempat rebound
21:26Nah kembali terpuru
21:27Karena tadi
21:28Sebetulnya
21:29Karena menurut saya
21:29Ini bukan levelnya
21:31Pak Presiden
21:31Untuk ikut berbicara
21:33Tapi perlu tidak
21:34Maksudnya Pak Rujan Sing
21:35Presiden mengatakan bahwa
21:37Indonesia tidak takut
21:38Dengan MSCI
21:39Enggak
21:39Kalau dalam kasus MSCI
21:40Ini cukup-cukup
21:41Otoritas jasa keuangan
21:43Jadi Presiden
21:44Apakah pernyataan Pak Presiden
21:45Ikut menggoyang market
21:46Ya iyalah
21:48Ikut menggoyang market
21:49Dalam arti begini
21:50Yang di mata asing terutama
21:51Come on men
21:52Ini hal yang sederhana
21:53Nah kok sampai Pak Presiden
21:54Ikut turun tangan
21:55Ini kan bukan
21:56Level playing fieldnya
21:57Makanya saya katakan
21:59Berkali-kali
21:59Pak Presiden
22:00Ini bukan level
22:01Playing field Anda
22:02Anda jauh lebih tinggi dari itu
22:03Ya kalau justru
22:05Anda ikut campur di sini
22:06Anda menendahkan diri Anda
22:07Ini sebetulnya
22:08Cuma otoritas jasa keuangan
22:10Apakah sudah
22:10Mendeliver
22:11Apa yang diminta oleh MSCI
22:13Dan kalau memang sudah mendeliver
22:14Buktikan deliverinya
22:16Gitu kan
22:16Kalau masih kurang
22:17Tanya lagi sama MSCI
22:18Di mana kurangnya
22:19Come on men
22:20Kita discuss together
22:21Dan yang kedua
22:22Kembali lagi
22:23Saya juga tidak setuju dengan MSCI
22:25Dalam arti begini
22:26Tidak mungkin
22:27Ini juga sedikit sekali
22:29Probabilitynya
22:30Bahwa MSCI akan menurunkan
22:31Status kita dari emerging market
22:33Dua notch ke bawah
22:34Menjadi standalone
22:35Itu gak ada
22:36Buktinya
22:36Gak ada kriterianya
22:38Untuk kesana
22:39Oh iya
22:39Meskipun mereka sudah peringatkan
22:40Sejak Juni lalu
22:41Iya tapi kan begini
22:42Masalahnya
22:43Kita biar bagaimana
22:44Sebagai emerging market
22:45Kita masih sebetulnya
22:46Ada beberapa item
22:47Yang masih bisa katakan
22:49Bahwa Korea Selatan
22:49Lebih buruk dari kita
22:50Ya kan ada beberapa kriteria
22:52Ada tujuh atau delapan kriteria
22:54Yang mana kita masih lebih baik
22:56Yang kedua
22:56Jangan lupa juga
22:57Kalau sampai MSCI
22:59Berani menurunkan kita
23:00Seolah-olah sama dengan Zimbabwe
23:02Bisa bumerang
23:03Artinya justru investor
23:05Tidak percaya kepada MSCI
23:07Kalau memang tidak mungkin
23:08Apa motif MSCI
23:10Ingin mengancam Indonesia
23:12Ke level stand-alone
23:14Nah
23:14Kalau menurut saya
23:16Persoalannya adalah satu
23:17Kembali lagi
23:18Pertama adalah
23:19Bahwa ini
23:20Sejak Januari
23:22Yang diminta
23:23Yang ditagi
23:24Istilahnya
23:24PR-PRnya
23:25Ini tidak
23:28Tidak deliver
23:29Betul
23:29Jadi untuk
23:30Men-speed up
23:31Men-speed up
23:32Diancam lah
23:33Jadi ini
23:34Bluffing
23:35Sebab apa-apa
23:36Ada ongkosnya MSCI
23:38Seandainya gagah MSCI
23:39Memberikan kita status stand-alone
23:41Bisa-bisa
23:42Fund manager
23:42Tidak percaya sama MSCI
23:44Dan ini sudah terbukti
23:45400 fund manager
23:46Tidak mengadu loh
23:47Pada waktu kemarin
23:48MSCI mengeluarkan statement
23:50Dan indeks kita jebol ya
23:51Jadi ini tidak mungkin
23:52Ini masalah strategi
23:54Dalam diskusian
23:54Dalam negosiasi
23:55Oke baik
23:56Coba saya ke Pak Ishan
23:57Pak Ishan
23:58Apakah
23:59Menurut Anda memang
24:01Putusan MSCI
24:02Yang mengancam tadi
24:04Bentuknya
24:05Netral
24:05Atau sebenarnya
24:07Bias
24:08Ada kaitannya
24:09Dengan Singapura
24:10Seperti disampaikan oleh
24:11Mantan
24:11Menteri Perdagangan
24:13Yang bilang
24:13Oh ini ada campur tangan
24:14Temasek dan CGI
24:15Kalau di
24:17Tadik relasi
24:18Antara
24:18Temasek
24:19Dengan
24:20MSCI
24:21Dalam
24:22Studi keuangan
24:24Itu konspiratif namanya
24:26Gak beralasan
24:28Gak berdasar
24:29Saya dituding sebagai
24:30Alih konspirasi
24:31Dan saya menyatakan
24:33Itu konspiratif
24:34Kalau kayak gitu
24:35Meski yang ngomong
24:36Mantan Menteri Perdagangan
24:37Enggak peduli
24:38Karena ada kesalahan
24:40Di cara berpikir
24:41Kesalahan cara berpikirnya
24:43Begini
24:45Saya mengatakan
24:46Sejak awal
24:47Kasus
24:48Jiwasraya
24:49Kasus
24:51Asabri
24:52Yang masuk lewat
24:53Sekuritas
24:53Selalu pergi ke pasar modal
24:55Maka terbukti
24:56Pasar modal menjadi
24:57Tempat pencucian uang
24:58Anda setuju
25:00Tidak setuju
25:00Itu fakta
25:01Itu tergelar
25:03Baik di
25:04FTSX
25:05Baik di
25:05Semuanya tergelar
25:07Dalam bahasa yang sederhana
25:08Enak ya
25:10Pasar modal Indonesia
25:11Jadi tempat cuci uang
25:12Berarti gak salah
25:14Sepenuhnya dong MSCI
25:15Nah
25:15Disitu saya bilang
25:17Pada wilayah tertentu
25:19Ketika MSCI
25:19Bikin perbaikan kriteria
25:21Dia menghendaki
25:22Transparansi
25:23Eh sumber duitnya
25:24Dari mana nih
25:26Sumber duitnya
25:27Jangan duit kotor
25:27Masukin ke situ dong
25:28Kan kita punya kejelasan
25:30Itu makanya
25:31Saya sampai pada level itu
25:32Benar
25:33Keluar kebijakan
25:34Yang tadi Ferry bilang
25:35Di Januari
25:36Eh gak deliver
25:37Kan berarti problemnya
25:39Soalnya namanya
25:40Reputasi dan kredibilitasnya
25:41OJK
25:43Nah pada konstruksi reputasi
25:45Dan kredibilitasnya
25:46OJK itulah
25:46Kemudian kita lihat
25:47Masuk dalam kerangka
25:48Valuasi
25:50Semua permainan
25:52Yang dimunculkan
25:53Oleh MSCI
25:53Pada hakikat adalah
25:54Valuasi
25:56Kalau kita main pada kerangka
25:58Valuasi
25:58Sekarang kita bertanya
25:59Ini valuasi orang asing
26:01Valuasi kita
26:02Atau memang
26:03Valuasi internasional
26:04Kan itu pertanyaannya
26:06Kalau khusus dalam konstruksi
26:08Pasar modal
26:09Akhirnya memang berlaku
26:10Valuasi internasional
26:12Kan begitu kan ngeliatnya
26:14Tapi kalau di dalam kerangka
26:15Nanti hubungannya
26:16Valuasi pada posisi
26:17Bagaimana pasar modal
26:19Tadi bukan hanya
26:20Jibuabwe
26:20Nigeria juga begitu
26:22Argentina juga begitu
26:23Katakan
26:24Palestina dan Libanon
26:25Juga begitu
26:26Maka pertanyaan besarnya
26:27Ini apa-apaan sih
26:29Mendikte valuasi
26:30Kayak gini
26:30Kan ujungnya adalah
26:31Soal vonis
26:31Di balik valuasi
26:33Itu adalah vonis
26:34Sekarang pertanyaan
26:35Valuasi ini
26:36Atas kepentingan siapa
26:37Nah soal valuasi
26:38Atas kepentingan siapa
26:39Dari ancaman MSCI
26:40Orang itu
26:42Menggabungkan
26:43Maksudnya dikaitkan
26:44Dengan akusisi bayan
26:45Yang jumlah akusisinya
26:46Jauh sekali
26:47Di atas harga pasar
26:4880%
26:49Apakah memang itu
26:50Alasannya
26:51Nanti dijawab
26:52Kami silahkan kembali
26:52Saudara
26:53Tetap di Bola Liar