00:08Intro
00:22Tragedi polisi tembak polisi kembali terjadi, insiden terbaru.
00:26Seorang anggota poli diduga tewas ditembak oleh juniornya sendiri di Markes Komando Direkturat Kepolisian Udara di Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
00:35Peristiwa ini kembali menyisakan tanda tanya mengapa sistem pengawasan di internal korps Bayangkara seolah tak mampu membendung tindak kekerasan yang
00:43dilakukan antar sesama polisi.
00:45Masih lekat dalam ingatan peristiwa yang mengguncang tubuh kepolisian pada tahun 2022.
00:51Kematian Brigadir Yosua Huta Barat yang melibatkan ex-Kadif Propan Polri Verdi Sambo menjadi aib di internal Polri yang tidak
00:59mudah untuk dilupakan.
01:00Verdi Sambo dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan perencana terhadap Brigadir Yosua Huta Barat.
01:06Sambo juga terbukti terlibat dalam obstruction of justice atas skenario palsu kematian Yosua hingga perusahaan CCTV yang mengakibatkan sistem elektronik
01:16tidak bekerja sebagaimana mestinya.
01:18Menyatakan terdakwa Verdi Sambo S.I.K.M.H. telah terbukti sarasa dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta
01:27melakukan pembunuhan berencana dan tanpa hak melakukan tindakan yang berakibat sistem elektronik tidak bekerja sebagaimana mestinya yang dilakukan secara bersama
01:39-sama.
01:40Kasus Sambo bukan satu-satunya peristiwa yang mengisahkan luka.
01:43Dua tahun berselang di Solok Selatan, Sumatera Barat, polisi kembali berhadapan dengan polisi.
01:48Kali ini peristiwa terjadi justru di dalam lingkungan Polres Solok Selatan.
01:55Kala itu kasat reskrim Polres Solok Selatan, Kompol Anumerta Ulil Rianto Ansar, tewas ditembak oleh Kabak Ops Polres Solok Selatan,
02:03AKP Dadak Iskandar.
02:07Persoalan bermula dari penanganan perkara galiance atau tambang ilegal.
02:11Namun konflik yang terjadi di antara keduanya justru berujung pada kematian.
02:17Tim depo investigasi sempat mendatangi langsung lokasi kejadian di Solok Selatan.
02:22Di sana kami menelusuri lokasi tempat peristiwa itu terjadi,
02:25tepatnya di lingkungan Polres yang menjadi saksi bisu ketika dua orang anggota Polri yang seharusnya berada dalam satu barisan justru
02:33berhadap-hadapan.
02:35Tim juga menelusuri lokasi galiance yang diduga berkaitan dengan perkara pemicu konflik.
02:40Apakah betul tambang ilegal ini galiance dan mungkin ada beberapa titik di Sungai Pagu itu di-backingi oleh polisi?
02:50Kebetulan yang di sini kan, ini kan yang ulayan, ini kan polisi juga punya nih, Pak Suardi itu kan polisi
02:55juga itu, yang lola kakaknya.
02:56Pak Suardi kerja di polisi?
02:58Polisi di Polres Kitas Selatan.
03:00Ya artinya tentu kenal dengan AKP Dadak, ya Pak?
03:03Oh iyalah satu kantor.
03:06Teranggiri polisi tembak polisi bukan semata-mata tentang siapa yang menarik pelatuk,
03:11namun sejauh mana sistem pengawasan memastikan aparat tidak menyalahgunakan dan memenang.
03:16Pembatasan penggunaan senjata api oleh anggota Polri bahkan pernah menjadi wacana dalam rapat dengan pendapat di DPR RI.
03:23Berdasarkan data sepanjang tahun 2022 hingga 2024,
03:27Kontras mencatat terdapat lebih dari 300 peristiwa penyalahgunaan senjata api
03:32dikat total 494 korban dan institusi yang paling mendominasi adalah jajaran di tingkat kepolisian resort.
03:40Kini tragedi pendok cabai menambah satu catatan kelam apakah ini sekedar perbuatan individu
03:45atau ada celah dalam sistem hingga pengawasan yang belum benar-benar berjalan.
03:52Saudara tragedi penembakan Baratu Faldo masih menyisakan tanda tanya besar
03:57meskika Polri sudah menekankan bahwa kasus ini tengah didalami oleh Propam,
04:01namun sejumlah pihak menilai tragedi polisi tembak polisi
04:05masih menyimpan sejumlah misteri dan juga berbagai persoalan yang ada di tubuh Polri.
04:12Lalu bagaimana Kompolnas memaknai peristiwa yang kembali terulang,
04:15tragedi polisi tembak polisi?
04:16Saya akan tanyakan secara langsung kepada Komisioner Kompolnas Bapak Yusuf Warsim.
04:20Pak Yusuf, terima kasih untuk waktunya Pak.
04:23Pak Yusuf, bahwa kasus penembakan yang akibatkan Baratu Faldo meninggal dunia ini
04:28tidak hanya dilakukan di dalam markas komando,
04:31tetapi dilakukan oleh juniornya, kepada seniornya sendiri.
04:36Bagaimana Kompolnas menilai hal ini?
04:37Sangat prihatin bahwa ada penyalahgunaan kembali senjata api,
04:45ini alarm keras tentunya.
04:47Alarm keras?
04:47Iya.
04:48Ketika hal ini menjadi alarm keras, artinya Kompolnas juga sepakat bahwa ada kelalaian
04:52dalam hal pengawasan penggunaan senjata api termasuk juga pelanggaran prosedur?
04:56Iya, penyalahgunaan senjata api itu bukan soal digunakan untuk menembak,
05:03tapi penyalahgunaan itu juga merupakan bagian dari rantai sistem pengawasan.
05:12Karena ketika ada seperti ini terjadi, ya maka di sini ada problem pengawasan.
05:16Sebenarnya, kemarin-kemarin itu dalam pengawasan kita,
05:20pengawasan penggunaan senjata api, itu sangat sudah diketatkan.
05:25Sudah diketatkan?
05:26Sempat yang diberikan izin itu ditarik semua, diaudit.
05:30Nah, ini tentu perlu menjadi perhatian kembali.
05:35Ketika ada celah dalam proses pengawasan penggunaan senjata api oleh personil polis,
05:40siapa pihak yang harus bertanggung jawab, Pak?
05:42Jika memang betul ada celah itu?
05:44Kalau bertanggung jawab, ya tentu sistem pengawasan itu yang harus dimintain pertanggung jawaban,
05:50dan pengawasan itu kan melekat, saya sebut melekat tadi ya, pimpinan.
05:56Ini diduga senjata yang disimpan, artinya ada kelemahan pengawasan dalam penyimpanan.
06:04Nah, kan itu harus dimintain tanggung jawabnya,
06:07tidak semata-mata tersangka yang saat ini sedang diproses.
06:11Nah, harus ada pertanggung jawaban pengawasan, itu berjenjang.
06:15Di siapa atasannya? Dalam penugasan apa dia diberikan?
06:19Baru nanti evaluasi selanjutnya dikaitkan dengan fakta-fakta yang terkait dengan penyidikan.
06:27Kita menyarankan di dalam proses penyidikan itu dilakukan pemeriksaan psikologi forensik
06:35untuk memastikan bagaimana kejiwaannya.
06:38Berbicara soal tragedi polisi tembak polisi, tentu ini bukanlah yang kali pertama kita masih ingat betul
06:44ada peristiwa penembakan polisi, tembak polisi di Solok Selatan.
06:47Bahkan kita tahu juga bahwa beberapa tahun yang lalu, mantan Kadir Kropampori
06:52juga turut terlebat dalam proses pembunuhan berencana Brigadir Yosua.
06:56Tetapi nampaknya, momen tahun ini kembali terulang.
07:00Apa yang kemudian akan didorong oleh Kompolnas agar peristiwa polisi tembak polisi ini
07:05tidak kembali terjadi, Pak Yosua?
07:07Sementara ini karena sudah termonitor jelas, kasusnya dituntaskan
07:13baik itu pidananya maupun kode etiknya.
07:18Yang kedua, ada pemenuhan hak-hak korban.
07:22Kita tentu sangat berduka dan berempati.
07:26Baru yang ketiga, pembelajaran bahwa harapannya tidak terjadi.
07:32Sehingga kita punya optimisme bahwa senjata yang diberikan kepada polisi itu
07:38untuk melindungi kehidupan.
07:39Yang kedua, soal pembinaan.
07:42Pembinaan SDM.
07:44Baru yang ketiga, pengawasan di dalam tugas.
07:51Dari rentetan kasus ini, apakah bisa ditafsirkan
07:54bahwa memang sudah ada niat perencanaan dalam pembunuhan ini?
07:58Ya, saya kira dua-duanya ada ya.
07:59Niatnya ada, perencanaannya ada.
08:02Terima kasih telah menonton!
Komentar