Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS. TV - Banjir rob dan abrasi kian mengancam kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, air pasang merendam permukiman warga hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dampaknya juga dirasakan para petani tambak. Hasil panen yang dahulu mencapai berton-ton kini merosot drastis, sementara modal usaha terus meningkat.

Gunadi, salah satu petani tambak, bahkan harus mencari penghasilan tambahan sebagai nelayan dan pekerja proyek untuk menyambung hidup.

Di tengah ancaman rob yang kian parah, warga tetap bertahan meski harus berulang kali meninggikan rumah mereka.

Rob dan abrasi yang terus meluas tidak hanya mengancam permukiman, tetapi juga mata pencaharian masyarakat pesisir Pantura.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan hidup warga dan masa depan kawasan pesisir Demak

Saksikan #Sustenesia setiap Sabtu pukul 09.00 WIB hanya di KompasTV!

Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV

Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop untuk mendapatkan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga Rumah Batik Bintan Jadi Ruang Belajar Generasi Muda Lestarikan Budaya | SUSTENESIA di https://www.kompas.tv/video/697060/rumah-batik-bintan-jadi-ruang-belajar-generasi-muda-lestarikan-budaya-sustenesia

Subscribe channel YouTube KompasTV dan aktifkan lonceng supaya kamu tidak ketinggalan video terbaru dari KompasTV.

#LingkunganHidup #PerubahanIklim #PembangunanBerkelanjutan #Sustenesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/698228/pantura-terancam-tenggelam-petani-tambak-demak-kini-sulit-panen-sustenesia
Transkrip
00:05Di tengah terik menyengat, Gunadi, seorang petani tambak ikan di pesisir pantura menapaki pematang.
00:13Menyusuri kolam yang telah belasan tahun menjadi sumber penghidupannya, sedikit demi sedikit, pakan ditebar, menunggu ikan-ikannya tumbuh besar, dengan
00:24harapan kali ini bisa dipanen.
00:27Beberapa tahun terakhir, Gunadi merasa hasil tambak ikannya terus berkurang. Bahkan ia berkali-kali gagal panen, akibat manji rob yang
00:37semakin sering datang.
00:39Dan September ini sekarang sudah mulai rob gede, apalagi Desember, full sampai Maret, Juni, itu full banyu terus semua. Galeng
00:51ini kan tanggul, sering jebol.
00:57Saat hasil panen Gunadi dalam beberapa tahun terakhir turun drastis, modal yang harus ia keluarkan justru terus naik.
01:05Dulu tabur ikan lima ratu, lima ribu, dapatnya satu ton, setengah. Sekarang tabur lima ribu, dapatnya satu pintar saja susah.
01:27Ustawa ini juga, ameh, tak hebat. Ameh di orang durusi emang-emang. Didol orang payu. Ditaburi ya, jangan-jangan tak,
01:38tabur namun masuk lima sasi panen.
01:52Untuk terus menyambung hidup, Gunadi tak bisa hanya bergantung pada hasil tambak.
01:58Ia mencari tambahan penghasilan dari pekerjaan apapun yang bisa dilakoni.
02:03Ya ikut nelayan, kadang ada program apa-apa, proyek-proyek. Ikut proyek. Ada proyek di apa jenis? Bangunan, kadang ikut.
02:14Kadang nelayan, pas musim barat di Rembang, ikut ke Rembang. Di Sumatera, ikut ke Sumatera.
02:23Desa Purworejo, kecamatan Bonang, Kabupaten Demak menjadi salah satu wilayah pesisir Pantai Utara Jawa
02:30yang kini merasakan dampak rop menenggelamkan wilayah mereka.
02:37Sobat Sustanesia, kita tidak sedang berada di sungai, tapi ini adalah salah satu permukiman warga di Desa Purworejo yang sudah
02:46mulai tenggelam.
02:47Kira-kira bagaimana ya kehidupan masyarakat di sini dan seperti apa cara mereka bertahan hidup?
02:59Warga RW 6 Dukuh Tambak Malang menjadi masyarakat yang paling terdampak rop di Desa Purworejo.
03:06Hampir setiap hari mereka harus beraktivitas di tengah kenangan air.
03:14Sebetulnya sudah seberapa parah rop di Desa Purworejo ini Pak?
03:18Rob di Purworejo ini sangat parah banget karena sudah hampir 80% itu terkenang air pasang karena terjadinya abrasi yang
03:28ada di wilayah kami.
03:29Iya gitu, jadi memang Desa ini sangat bingung untuk pembangunnya karena sudah tidak ada anggaran lagi di sini Pak.
03:38Jadi memang mayoritas masih dengan kondisi air seperti ini, jadi tiap hari, tiap pagi anak-anak sekolah pun juga selalu
03:48lewatnya juga lewat sini.
03:50Karena ini salah satu akses perkampungan yang utama.
03:53Dan rata-rata memang masyarakat pada akhirnya sudah meninggikan rumah seperti yang...
03:59Di sini masyarakat sudah meninggikan rumah itu minimal kalau pembangun rumah renov itu paling tidak 1,5 meter.
04:06Ya sebelumnya juga dasarnya itu juga 1 meter sampai 1,5 meter.
04:11Tapi sekarang dengan kondisinya sudah seperti ini, ini dulu peninggiannya juga 1 meter lebih.
04:19Dalam satu dekade, roh perlahan mengubah kehidupan di desa ini.
04:24Padahal dulu pematang tanggul tambah ini salah satunya itu pun juga gede-gede.
04:31Dan pemanfaatan tambah pun juga sangat maksimal.
04:35Tetapi untuk 10 tahun terakhir ini, pematang tambah sudah pada hilang dan air pun juga langsung masuk ke area pemukiman.
04:43Kita juga kerepotan juga. Makanya untuk bibir pantai pun juga semakin hari, semakin ini, semakin mengikis.
04:51Meski roh perlahan menenggelamkan tempat tinggal mereka, banyak warga memilih bertahan.
05:00Salah satunya Muhrodi.
05:03Rumah yang ditempatinya selama puluhan tahun kini hanya tersisa beberapa meter hingga bagian atap.
05:10Bapak sudah lama tinggal di sini?
05:13Saya telah berlumah tahun lani, telah berlumah.
05:19Saya telah berlumah, saya juga mengadang, saya tidak menurut saya, saya tidak berlumah.
05:23Lagi tidur, ada roh, sampai masuk rumah itu ya, Pak?
05:27Bapak sudah meninggikan rumah sampai berapa kali ini, Pak? Sampai jingung pendek?
05:32Telah berlumah.
05:34Telah berapa saja itu, Pak? Ingat tidak?
05:35Ya, buat yang ingat, ada, ya.
05:39Telah-tahun, guru-ki.
05:42Ya, telah-tahun malai, guru-ki.
05:44Ya, telah-tahun, guru-ki.
05:46Dan ini, buat yang tidak ada, ya terlalu, buat yang guru-ki.
06:09Terpaksa berdamai dengan keadaan, meninggalkan desa yang perlahan terendam bukanlah pilihan mudah.
06:16Sebab, laut yang airnya merenggut rumah-rumah mereka lah yang selama ini memberi hidup.
06:23Ya, kalau dari pemerintah desa sendiri tidak meninggikan rumah atau meninggikan jalan,
06:28karena ya bukan seberapa luas lagi, saya yakin pasti akan hilang.
06:34Saya pasti akan lihat desa ini dan hanya sebagai kenangan saja.
06:38Desa Purwaja sendiri itu pun juga sebagai benteng utama yang ada di wilayah Kecamatan Bunang.
06:43Kalau desa Purwaja sendiri kok hilang, Kecamatan Bunang pun juga hilang.
06:48Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan