00:00Negara sebesar kita, dinamika politik sebesar kita, pasti persaingannya keras.
00:10Kursi terbatas.
00:14Kok ada yang senyum?
00:17Pemimpin partai ini sadar.
00:22Kursi terbatas.
00:24Presiden hanya satu.
00:27Kita dituduh.
00:30Kabinet gemuk.
00:33Iya kan?
00:37Tidak efisien.
00:40Tapi, saudara-saudara, saya ingatkan negara kita hampir 300 juta.
00:50Negara kita fisiknya sebesar Eropa.
00:55Eropa itu 30 negara.
00:58Ada 30 kabinet.
01:02Ada 30 menteri keuangan.
01:05Ada 30 panglima TNI.
01:07Ada 30 jaksa agung.
01:10Ada 30 kapolri.
01:16Indonesia satu kabinet, saudara-saudara.
01:21Mana yang tidak efisien.
01:26Mana yang tidak efisien.
01:31Dan kita mampu mengendalikan.
01:35Ada bencana alam.
01:37Kita hadapi.
01:40Sumatera bagian utara kemarin.
01:44Habis-habisan kita turun.
01:49Gempa bumi.
01:51Apa itu?
01:52Krakatau.
01:54Karhutlah.
01:55Kita kompak.
01:57Kita hadapi.
01:58Kita tidak puas.
02:00Kita belajar.
02:02Tapi, saudara-saudara.
02:06Ternyata, hasil penyelidikan kita di lapangan.
02:12Bahwa fenomena Karhutlah tidak semata-mata alamiah.
02:17Ada campur tangan manusia.
02:20Dan menurut saya harus kita sikapi.
02:24Dengan hati-hati.
02:25Dengan teliti.
02:26Saya minta kepolisian, kejaksaan, kementerian kehutanan, dibantu TNI, dibantu intelligence, untuk serdiki.
02:42Karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab.
02:50Rakyat juga menangkep berbagai oknum yang sengaja membakar yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan.
03:04Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.
03:19Terima kasih.