Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sepakat dengan Usulan Luhut, Prabowo Setuju Ubah Definisi Korupsi Demi Kelancaran Danantara

Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengenai penyesuaian definisi korupsi agar tidak menghambat fleksibilitas dan operasional Badan Pengelola Investasi Daya Anagdata Nusantara (Danantara).

Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum dan ruang gerak bagi para pengelola dana investasi negara agar tidak dibayangi ketakutan akan kriminalisasi atas keputusan bisnis.

Meski demikian, wacana ini memicu perhatian publik mengenai batas tegas antara diskresi keputusan investasi dan tindakan kerugian negara.

#korupsi #danantara #luhut

Creative/Video Editor: Icha/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Tadi Presiden juga setuju dengan kajian yang dibuat oleh tim dari Dewan Ekonomi Nasional
00:05mengenai definisi korupsi, karena itu penting untuk supaya masalah penanganan korupsi di Indonesia itu
00:16berstandar internasional.
00:18Itu kami mengacu kepada UN Charter mengenai definisi korupsi,
00:23di mana definisi korupsi di UN Charter yang sudah diratifikasi oleh Indonesia 20 tahun yang lalu adalah bribery, penyuapan.
00:33Jadi tidak bicara mengenai kerugian negara, karena Indonesia satu-satunya negara yang menerapkan masalah kerugian negara.
00:41Dan ini memang memberatkan kepada seperti Danantara untuk membuat bisnis yang tentu setiap bisnis apapun pasti ada risikonya.
00:52Nah ini saya kira penting.
00:54Yang lain, kami tadi terakhir saya lapor Presiden, kami akan memfeeding Presiden dengan data-data yang akurat
01:02sehingga proses pengambilan keputusan Presiden nanti basisnya akan banyak dengan data.
01:09Karena dengan data ini saya kira proses pengambilan keputusan akan bisa jauh lebih akurat.
01:14Nah Dewan Ekonomi juga saya minta terakhir tadi kepada Presiden,
01:18kiranya kami akan lebih intensif memberikan data-data briefing pada Presiden,
01:25sehingga dengan begitu dalam keadaan global ekonomi dunia ini sekarang,
01:29Presiden terupgrade dengan data-data yang update betul.
01:36Saya persilakan kalau ada pertanyaan.
01:38Selesai dari kami.
01:51Terima kasih.
02:09Ya itu bukan bidang kami, tapi kami meminta tadi pada Bapak Presiden
02:15untuk melakukan rapat kontijensi terhadap keadaan yang ini alam, bukan keadaan kita.
02:22Jadi apa sih langkah yang kita lakukan?
02:24Jadi jangan nanti sudah banjir lagi, pertanian tadi agak tersendat, kita belum siap.
02:30Itu saja mengenai kontijensi.
02:32Jadi sebenarnya ini di mana saja bisa terjadi di dunia.
02:38Tadi juga kita laporkan, kita lihat menyangkut masalah kelangkaan bahan bakar dan sebagainya,
02:45kita juga mengusulkan tadi mengenai ekosistem bagaimana untuk mengatasi hal ini tidak terjadi lagi ke depan.
02:53Dan memang ada kekhawatiran kita, mungkin di kita sendiri perlu ada perbaikan di sana-sini.
03:02Kalau tidak ada, terima kasih kepada semua teman-teman media.

Dianjurkan