Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Di tengah rencana pemeriksaan KPK terkait kasus suap HGB, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid hadir di sidang paripurna kabinet di Istana. Nusron hingga saat ini masih belum memenuhi panggilan KPK terkait kasus korupsi HGB.

KPK bahkan mengatakan tak menutup upaya panggil paksa jika pada panggilan ketiga tak juga datang. Sejumlah mantan pimpinan KPK mempertanyakan langkah KPK yang terkesan lambat dalam kasus Nusron.

Apa yang membuat KPK terkesan lambat dalam menangani Nusron? Benarkah ada pengaruh politik di kasus ini? Seberapa besar pengaruh Nusron di Golkar dan pemerintahan sekarang? Kita bahas bersama Kurniawan, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, dan Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Burhanudin Muhtadi.

#kpk #atr/bpn #nusronwahid

Baca Juga [FULL] Ahmad Doli & David Pajung Bahas soal DPR Bakal Bahas RUU Pemilu, Pasal Gibran Disorot? di https://www.kompas.tv/nasional/697522/full-ahmad-doli-david-pajung-bahas-soal-dpr-bakal-bahas-ruu-pemilu-pasal-gibran-disorot



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697523/full-burhanudin-muhtadi-dan-ketum-gerakan-cinta-prabowo-soroti-nusron-2-kali-mangkir-panggilan-kpk
Transkrip
00:00Kembali di Kompas Petang Sodara, dalam sidang Kabinet Paripurna Evaluasi 2 tahun Pemerintahan Prabowo Gibran di Istana,
00:06Menteri Ater BPN Nusron Wahid hadir.
00:14Menteri Ater BPN Nusron Wahid hadir dan duduk bersama jajaran Menteri Lane.
00:19Nama Nusron menjadi sorotan setelah ia dua kali mangkir dalam pemerisaan KPK terkait kasus swab HGB.
00:26Namun hasil temuan Maki sehari sebelumnya pemeriksaan Nusron pergi ke Malaysia.
00:41Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyerahkan sepenuhnya pemeriksaan Menteri Nusron Wahid kepada KPK.
00:49Bahlil menyebut Golkar menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah berjalan.
00:53Sebelumnya KPK sudah memanggil Nusron dua kali untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus swab HGB.
01:01Namun dalam dua kali panggilan Nusron mangkir.
01:04Ketua Umum Partai Golkar menghargai sebuah persyukum yang terjadi, negara-negara kita negara hukum dan kita serahkan semuanya kepada hukum
01:21yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia.
01:30Sebelumnya KPK sudah dua kali memanggil Nusron sebagai saksi dalam kasus swab HGB.
01:36Namun Nusron Wahid tidak hadir dari temuan masyarakat anti korupsi Indonesia.
01:40Nusron sempat pergi ke Malaysia sehari sebelum dipanggil KPK.
01:44KPK pun melayangkan surat permintaan unduran catwa perusahaan dari Nusron.
01:50KPK memanggil Nusron untuk memeriksa aliran uang dan alur perintah.
01:56Pasalnya, empat orang kepercayaan Nusron dan satu pejabat eselon satu kementerian ATRBPN sudah menjadi tersangka.
02:03Kasus swab HGB dengan barang bukti hasil operasi tangkap tangan mencapai lebih dari 100 miliar rupiah.
02:16Di tengah rencana pemeriksaan KPK terkait kasus swab HGB, Menteri ATRBPN Nusron Wahid hadir di sidang paripurna kabinet di istana.
02:23Nusron hingga saat ini masih belum memenuhi panggilan KPK terkait kasus korupsi HGB.
02:30KPK bahkan mengatakan tidak menutup upaya panggil paksa jika pada panggilan ketiga Nusron tidak juga datang.
02:36Sejumlah mantan pimpinan KPK mempertahankan langkah KPK yang terkesan lambat dalam kasus Nusron.
02:42Lalu apa yang membuat KPK terkesan lambat dalam menangani kasus ini?
02:47Benarkah ada pengaruh politik dalam kasus ini?
02:49Seberapa besar pengaruh Nusron di Golkar dan pemerintahan sekarang?
02:52Kita akan membahasnya bersama Kuniawan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo dan Direktur dan Gubernur Guru Besar Ilmu Politik UIN Sharifi
03:03Diyatullah Prof. Burhan Muhammad Muhtadi.
03:06Selamat sore Bang Iwan dan juga Prof. Burhan. Semoga sehat-sehat selalu.
03:10Sore.
03:12Ya saya ke Bung Iwan terlebih dahulu.
03:14Bung Iwan kita mengatakan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen terkait dengan pemberantasan korupsi.
03:20Dan pada bulan Agus lalu di Jemberana Bali Presiden menegaskan bahwa memerantas dan memerangi korupsi adalah
03:28satu tindakan yang harus dijalankan oleh pemerintah dan harus diberantas ke akar-akarnya.
03:33Lalu seperti apa sebenarnya informasi Anda terkait dengan adanya panggilan Nusron Wai dan dua kali tidak hadir dari panggilan KPK.
03:41Apakah ada informasi Prabowo menegur Menteri Nusron terkait dengan kasus yang tengah menjerat ataupun terlibat?
03:49Jadi gini Mas ya.
03:52Saat ini program unggulannya Pak Prabowo itu sudah jelas pemberantasan korupsi tanpa kebang pilih ya.
03:59Makanya kita sangat menyayangkan sekali apabila pembantunya Prabowo sendiri yang terjerat di lingkaran korupsi itu sendiri ya.
04:07Dan saya yakin Pak Prabowo tidak akan mengintervensi sedikitpun terhadap pembantunya yang melakukan aktivitas korupsi ya.
04:15Kita menghormati asas peradukan tak bersalah kita mengerti menghadapi asas itu.
04:19Tapi dengan masalah Nusron Wahid saya yakin ya Pak Prabowo tidak mengintervensi sedikitpun dalam penegaan hukumnya ya.
04:32Makanya kami sangat menyayangkan sekali ketika dua kali panggilan dari KPK Mas Nusron tidak hadir ya.
04:38Kalaupun memang beliau tidak bersalah hadapi saja proses hukumnya supaya semuanya tenang beneran.
04:45Jadi jangan juga gara-gara ketidakadiran Mas Nusron ini menjadi beban politik bagi seorang Prabowo Julianto.
04:51Anda menilai ada beban politik seperti apa bila tidak hadir dan kemudian nanti ada upaya panggilan paksa yang ketiga?
04:59Hadirnya Nusron memenuhi panggilan KPK akan menjadikan beban politik dalam artinya begini.
05:04Jangan sampai ada opini miring dari masyarakat Indonesia terhadap pembantunya Pak Prabowo yang tidak hadir saat pemanggilan dari KPK ya.
05:15Jadi ini akan menjadi beban.
05:18Nanti ada upaya dari masyarakat mengatakan bahwa Pak Prabowo seloganya pemerintah korupsi tanpa kebang belik.
05:24Tapi anggotanya sendiri yang melakukan pelanggaran korupsi.
05:28Walaupun kita juga sampai saat ini belum mengetahui prosesnya ini apakah saudara Nusron ini benar korupsi atau tidak.
05:37Masanya, saran saya, mas Nusron anda bisa ceritakan semua prosesnya.
05:41Kalau memang tidak bersalahkan pasti dia yang bisa lepas.
05:45Dari jelasan korupsi, kasus korupsi tersebut ya.
05:49Justru dengan berlama-lama tidak menghadiri panggilan KPK, ini yang bisa membuat blunder dan multitaksir dari seluruh rakyat Indonesia yang
05:57sampai saat ini pasti monitoring perkembangan kasus-kasus Nusron.
06:00Bila Anda milih sebagai beban, mengapa juga Pak Prabowo untuk melakukan ataupun mencopot posisi Nusron dari Menteri ATR BPN?
06:10Saya rasa, begitu sudah ada indikasi kuat, saudara Nusron yang terlibat, saya yakin akan segera dicopot ya.
06:19Bahkan mungkin dalam beberapa hari ke depan ada mungkin resafel ataupun keputusan tersebut dari Pak Prabowo, kita monitor aja.
06:27Yang jelas, dari pihak Pak Prabowo tidak akan interveni sedikitpun kepada pembantunya, kepada orang dekatnya, kalaupun memang tersangkut masalah korupsi.
06:35Anda mau bilang ada sinyal resafel dalam waktu dekat, Bung Iwan?
06:40Tidak, mudah-mudahan ada ya.
06:42Oke, saya ke Prof. Buhan. Prof. Buhan bahwa kita mengetahui bahwa ada dua panggilan, kemudian Menteri Nusron ini tidak hadir
06:48dalam panggilan itu.
06:49Ini tentu menjadi ujian dan juga publik menilai bahwa ini integritas penyelenggaraan negara tidak menghadiri proses hukum, terutama untuk terkait
06:58sebagai saksi.
06:59Lalu seperti apa Anda menilai? Apakah ini ada peran ataupun urusan kental terkait dengan urusan politik di sana?
07:07Ini satu terhadap yang buruk yang ditunjukkan oleh pengurus negara ketika ada panggilan dari KPK terkait dengan kasus yang menurut
07:18saya sangat mungkin untuk dimintai pertanggung jawaban kepada orang nomor satu di kementeriannya.
07:24Karena jangan lupa, empat orang yang sudah ditangkap oleh KPK, KPK mengklaim sebagai tangan-tangan atau kepercayaan saudara Nusron.
07:35Jadi wajar kalau kemudian KPK melayakan surat panggilan kepada Nusron Wahid sebagai saksi.
07:42Tetapi dua kali surat panggilan, dua kali juga mangkir.
07:46Dan alasan yang terakhir, tanpa jelas duduk perkaranya, tiba-tiba konon melakukan perjalanan luar negeri ke Malaysia dan Singapura.
07:58Jadi satu hal yang buruk yang ditunjukkan oleh Menteri Pak Prabowo.
08:03Dan Pak Prabowo harusnya mengambil langkah lebih tegas.
08:08Karena ini bukan sekali saja.
08:11Tegas dalam arti langsung mencopot seperti itu?
08:14Ya tentu, harapannya paling tidak misalnya ya.
08:18Kalau tidak bersedia untuk dipanggil sekali lagi, minimal dinonaktifkan dulu sebagai Menteri ATR.
08:28Karena bagaimanapun ada situasi yang menunjukkan seolah-olah beliau sebagai pengurus negara kurang taat terhadap penegakan hukum.
08:37Nah yang menarik adalah, Ketua Umum Partai Kulkar, Bahlil Hadalia, sudah memberikan pernyataan tegas,
08:45menyerahkan kadernya tersebut, kader Partai Kulkar, untuk diusut lebih jauh.
08:51Nah artinya, kalau pertanyaannya berkaitan dengan constraint secara politik,
08:56Dugaan saya pun seringnya bukan dari internal Partai Kulkar.
09:00Karena Partai Kulkar dilihat dari pernyataan Ketua Umumnya, bahkan elit Partai Kulkar yang lain,
09:06termasuk juga Doli Kurnia, dan Pak Sekjennya, Saru Muji,
09:10itu seolah-olah sudah melepaskan Saudara Nusron kepada urusan penegakan hukum.
09:17Nah mungkin ada satu cantolan politik yang lain yang membuat Saudara Nusron
09:25seperti tidak mengindahkan panggilan KPK,
09:28dan kalau misalnya ini tidak segera dieksekusi, diselesaikan oleh Pak Prabowo,
09:34jangan salahkan kalau publik kemudian mengaitkan cantolan politik itu ke kekuasaan yang lebih tinggi.
09:40Anda mau menilai bahwa cantolan politik ini ada kaitan dengan timbal balik dengan pemerintahan, seperti itu?
09:46Saya tidak tahu ya, saya tidak mau berspekulasi lebih jauh,
09:49tetapi minimal dari internal Partai Kulkar sepertinya sudah lepas tangan soal Nusron.
09:55Tetapi kalau kita lihat modal politik Saudara Nusron itu kan bukan hanya dari Kulkar,
10:01beliau adalah sekretaris tim kampanye nasional Prabowo Gibran 2024.
10:05Beliau juga punya saham besar, terutama dalam konteks politik NU.
10:11Minimal di Bukta Amar terakhir, di Jombang, kontribusi Saudara Nusron cukup besar juga
10:18untuk memenangkan calon yang dianggap dekat dengan istana.
10:21Jadi minimal dia punya modal politik banyak, bukan hanya dari Kulkar.
10:25Nah kalau kemudian Pak Prabowo yang tegas mengatakan pembelansan korupsi sebagai agenda penting,
10:32pemerintah hanya tidak menunjukkan ketegasan dalam kasus ini,
10:35seperti yang tadi dibilang Pak Iwan, orang kemudian bisa curiga.
10:39Jangan-jangan yang melindungi bukan Partai Kulkar,
10:42tapi kekuatan politik yang lebih tinggi.
10:44Nah kecurigaan semacam ini, saya setuju dengan Pak Iwan,
10:48perlu dibuang jauh-jauh dengan cara menunjukkan ketegasan dan sinyal
10:55dari Presiden Prabowo kepada anak buahnya yang dianggap mbalilo dari undangan KPK.
11:02Oke, saya ke Bang Iwan, untuk saat ini seperti apa sebenarnya aura
11:08ataupun juga nuansa dari pemerintahan terkait dengan adanya Menteri Nusron
11:13yang juga saat ini tengah dipanggil KPK dua kali,
11:15Anda menilainya perlu ketegasan dan sikap seperti apa Presiden
11:19untuk menyelesaikan ataupun kasus yang tengah menjerat dari Menteri Nusron?
11:25Saya rasa begini, ini kan tinggal waktu saja, kita juga berkejaran dengan waktu.
11:31Saya yakin dalam beberapa hari ke depan, itu akan ada sesuatu yang tegas
11:36dilakukan oleh Bapak Prabowo Sulianto, karena Pak Prabowo ya saya yakin
11:38dia tidak akan mengorbankan nama besarnya, populertasnya hanya untuk melindungi seorang Nusron.
11:46Dan saya juga menghimbau kepada Nusron, saudara Mas Nusron ini,
11:51ini kan kawan kemarin waktu di TKN ya, kebetulan dia sekgennya,
11:55saya juga merasa kaget ya, kenapa justru pembantu hukumannya Prabowo sendiri
12:00yang tidak bisa merawat, menjaga, dan serta menyesuaikan program kerja Prabowo
12:06dalam pemberantian korupsi.
12:08Jadi, saya yakin Pak Prabowo tidak akan mengintervensi,
12:11dan saya yakin juga dalam beberapa hari ke depan
12:14pasti akan ada tindakan tegas dari seorang Prabowo Sulianto kepada pembantunya
12:17yang terindikasi korupsi, walaupun belum terbukti secara sah, secara hukum.
12:23Risafal artinya dan sinyal ini dari mana, Bung Iwan?
12:28Dalam beberapa hari ini, kawan-kawan di kiri kabinet juga
12:31sedang rapat pertemuan-pertemuan di sana,
12:34saya yakin juga membahas masalah ini ya, internal di Pak Prabowo juga membahas itu.
12:39Saya sebagai ketua menggerakkan cerita Prabowo, tentunya
12:41saya yang akan selalu mengkritisi Bapak Prabowo ketika ada kekurangannya
12:47dan mendukung Prabowo apabila sudah benar,
12:49tetapi tetap diserang dari pembunyai-pembunyai Prabowo.
12:52Dan saya yakin Pak Prabowo akan berlalu tegas kepada siapapun,
12:56termasuk pada orang paling tegas sekalipun.
12:59Jadi kita tunggu aja mas.
13:00Dalam beberapa hari ke depan pasti ada tindakan tegas dari Prabowo
13:03sebagai sinyal untuk melanjutkan penyidikan kepada Saudara Nusran Wahid.
13:08Baik kita nantikan, tentu proses asas peraduga tak bersalah kita nantikan juga,
13:13namun juga pengusutan ini kita nantikan bagaimana proses yang akan dilakukan
13:19atau sikap dari Presiden Prabowo terkait dengan kasus yang tengah menjerat
13:23nama Menteri ATRBPN Nusran Wahid.
13:25Terima kasih sekali lagi Prof. Burhanidin Muhtadi,
13:28Guru Besar Imo Politik, UIN Syarif Yudayatullah Jakarta,
13:31dan juga Bung Kurniawan,
13:34Gerakan atau Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo
13:36telah berbagi informasi di Kompas Petang.
13:39Sehat-sehat terlalu, Pak.

Dianjurkan