00:00Kembali di Kompas Petang Sodara, dalam sidang Kabinet Paripurna Evaluasi 2 tahun Pemerintahan Prabowo Gibran di Istana,
00:06Menteri Ater BPN Nusron Wahid hadir.
00:14Menteri Ater BPN Nusron Wahid hadir dan duduk bersama jajaran Menteri Lane.
00:19Nama Nusron menjadi sorotan setelah ia dua kali mangkir dalam pemerisaan KPK terkait kasus swab HGB.
00:26Namun hasil temuan Maki sehari sebelumnya pemeriksaan Nusron pergi ke Malaysia.
00:41Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyerahkan sepenuhnya pemeriksaan Menteri Nusron Wahid kepada KPK.
00:49Bahlil menyebut Golkar menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah berjalan.
00:53Sebelumnya KPK sudah memanggil Nusron dua kali untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus swab HGB.
01:01Namun dalam dua kali panggilan Nusron mangkir.
01:04Ketua Umum Partai Golkar menghargai sebuah persyukum yang terjadi, negara-negara kita negara hukum dan kita serahkan semuanya kepada hukum
01:21yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia.
01:30Sebelumnya KPK sudah dua kali memanggil Nusron sebagai saksi dalam kasus swab HGB.
01:36Namun Nusron Wahid tidak hadir dari temuan masyarakat anti korupsi Indonesia.
01:40Nusron sempat pergi ke Malaysia sehari sebelum dipanggil KPK.
01:44KPK pun melayangkan surat permintaan unduran catwa perusahaan dari Nusron.
01:50KPK memanggil Nusron untuk memeriksa aliran uang dan alur perintah.
01:56Pasalnya, empat orang kepercayaan Nusron dan satu pejabat eselon satu kementerian ATRBPN sudah menjadi tersangka.
02:03Kasus swab HGB dengan barang bukti hasil operasi tangkap tangan mencapai lebih dari 100 miliar rupiah.
02:16Di tengah rencana pemeriksaan KPK terkait kasus swab HGB, Menteri ATRBPN Nusron Wahid hadir di sidang paripurna kabinet di istana.
02:23Nusron hingga saat ini masih belum memenuhi panggilan KPK terkait kasus korupsi HGB.
02:30KPK bahkan mengatakan tidak menutup upaya panggil paksa jika pada panggilan ketiga Nusron tidak juga datang.
02:36Sejumlah mantan pimpinan KPK mempertahankan langkah KPK yang terkesan lambat dalam kasus Nusron.
02:42Lalu apa yang membuat KPK terkesan lambat dalam menangani kasus ini?
02:47Benarkah ada pengaruh politik dalam kasus ini?
02:49Seberapa besar pengaruh Nusron di Golkar dan pemerintahan sekarang?
02:52Kita akan membahasnya bersama Kuniawan Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo dan Direktur dan Gubernur Guru Besar Ilmu Politik UIN Sharifi
03:03Diyatullah Prof. Burhan Muhammad Muhtadi.
03:06Selamat sore Bang Iwan dan juga Prof. Burhan. Semoga sehat-sehat selalu.
03:10Sore.
03:12Ya saya ke Bung Iwan terlebih dahulu.
03:14Bung Iwan kita mengatakan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen terkait dengan pemberantasan korupsi.
03:20Dan pada bulan Agus lalu di Jemberana Bali Presiden menegaskan bahwa memerantas dan memerangi korupsi adalah
03:28satu tindakan yang harus dijalankan oleh pemerintah dan harus diberantas ke akar-akarnya.
03:33Lalu seperti apa sebenarnya informasi Anda terkait dengan adanya panggilan Nusron Wai dan dua kali tidak hadir dari panggilan KPK.
03:41Apakah ada informasi Prabowo menegur Menteri Nusron terkait dengan kasus yang tengah menjerat ataupun terlibat?
03:49Jadi gini Mas ya.
03:52Saat ini program unggulannya Pak Prabowo itu sudah jelas pemberantasan korupsi tanpa kebang pilih ya.
03:59Makanya kita sangat menyayangkan sekali apabila pembantunya Prabowo sendiri yang terjerat di lingkaran korupsi itu sendiri ya.
04:07Dan saya yakin Pak Prabowo tidak akan mengintervensi sedikitpun terhadap pembantunya yang melakukan aktivitas korupsi ya.
04:15Kita menghormati asas peradukan tak bersalah kita mengerti menghadapi asas itu.
04:19Tapi dengan masalah Nusron Wahid saya yakin ya Pak Prabowo tidak mengintervensi sedikitpun dalam penegaan hukumnya ya.
04:32Makanya kami sangat menyayangkan sekali ketika dua kali panggilan dari KPK Mas Nusron tidak hadir ya.
04:38Kalaupun memang beliau tidak bersalah hadapi saja proses hukumnya supaya semuanya tenang beneran.
04:45Jadi jangan juga gara-gara ketidakadiran Mas Nusron ini menjadi beban politik bagi seorang Prabowo Julianto.
04:51Anda menilai ada beban politik seperti apa bila tidak hadir dan kemudian nanti ada upaya panggilan paksa yang ketiga?
04:59Hadirnya Nusron memenuhi panggilan KPK akan menjadikan beban politik dalam artinya begini.
05:04Jangan sampai ada opini miring dari masyarakat Indonesia terhadap pembantunya Pak Prabowo yang tidak hadir saat pemanggilan dari KPK ya.
05:15Jadi ini akan menjadi beban.
05:18Nanti ada upaya dari masyarakat mengatakan bahwa Pak Prabowo seloganya pemerintah korupsi tanpa kebang belik.
05:24Tapi anggotanya sendiri yang melakukan pelanggaran korupsi.
05:28Walaupun kita juga sampai saat ini belum mengetahui prosesnya ini apakah saudara Nusron ini benar korupsi atau tidak.
05:37Masanya, saran saya, mas Nusron anda bisa ceritakan semua prosesnya.
05:41Kalau memang tidak bersalahkan pasti dia yang bisa lepas.
05:45Dari jelasan korupsi, kasus korupsi tersebut ya.
05:49Justru dengan berlama-lama tidak menghadiri panggilan KPK, ini yang bisa membuat blunder dan multitaksir dari seluruh rakyat Indonesia yang
05:57sampai saat ini pasti monitoring perkembangan kasus-kasus Nusron.
06:00Bila Anda milih sebagai beban, mengapa juga Pak Prabowo untuk melakukan ataupun mencopot posisi Nusron dari Menteri ATR BPN?
06:10Saya rasa, begitu sudah ada indikasi kuat, saudara Nusron yang terlibat, saya yakin akan segera dicopot ya.
06:19Bahkan mungkin dalam beberapa hari ke depan ada mungkin resafel ataupun keputusan tersebut dari Pak Prabowo, kita monitor aja.
06:27Yang jelas, dari pihak Pak Prabowo tidak akan interveni sedikitpun kepada pembantunya, kepada orang dekatnya, kalaupun memang tersangkut masalah korupsi.
06:35Anda mau bilang ada sinyal resafel dalam waktu dekat, Bung Iwan?
06:40Tidak, mudah-mudahan ada ya.
06:42Oke, saya ke Prof. Buhan. Prof. Buhan bahwa kita mengetahui bahwa ada dua panggilan, kemudian Menteri Nusron ini tidak hadir
06:48dalam panggilan itu.
06:49Ini tentu menjadi ujian dan juga publik menilai bahwa ini integritas penyelenggaraan negara tidak menghadiri proses hukum, terutama untuk terkait
06:58sebagai saksi.
06:59Lalu seperti apa Anda menilai? Apakah ini ada peran ataupun urusan kental terkait dengan urusan politik di sana?
07:07Ini satu terhadap yang buruk yang ditunjukkan oleh pengurus negara ketika ada panggilan dari KPK terkait dengan kasus yang menurut
07:18saya sangat mungkin untuk dimintai pertanggung jawaban kepada orang nomor satu di kementeriannya.
07:24Karena jangan lupa, empat orang yang sudah ditangkap oleh KPK, KPK mengklaim sebagai tangan-tangan atau kepercayaan saudara Nusron.
07:35Jadi wajar kalau kemudian KPK melayakan surat panggilan kepada Nusron Wahid sebagai saksi.
07:42Tetapi dua kali surat panggilan, dua kali juga mangkir.
07:46Dan alasan yang terakhir, tanpa jelas duduk perkaranya, tiba-tiba konon melakukan perjalanan luar negeri ke Malaysia dan Singapura.
07:58Jadi satu hal yang buruk yang ditunjukkan oleh Menteri Pak Prabowo.
08:03Dan Pak Prabowo harusnya mengambil langkah lebih tegas.
08:08Karena ini bukan sekali saja.
08:11Tegas dalam arti langsung mencopot seperti itu?
08:14Ya tentu, harapannya paling tidak misalnya ya.
08:18Kalau tidak bersedia untuk dipanggil sekali lagi, minimal dinonaktifkan dulu sebagai Menteri ATR.
08:28Karena bagaimanapun ada situasi yang menunjukkan seolah-olah beliau sebagai pengurus negara kurang taat terhadap penegakan hukum.
08:37Nah yang menarik adalah, Ketua Umum Partai Kulkar, Bahlil Hadalia, sudah memberikan pernyataan tegas,
08:45menyerahkan kadernya tersebut, kader Partai Kulkar, untuk diusut lebih jauh.
08:51Nah artinya, kalau pertanyaannya berkaitan dengan constraint secara politik,
08:56Dugaan saya pun seringnya bukan dari internal Partai Kulkar.
09:00Karena Partai Kulkar dilihat dari pernyataan Ketua Umumnya, bahkan elit Partai Kulkar yang lain,
09:06termasuk juga Doli Kurnia, dan Pak Sekjennya, Saru Muji,
09:10itu seolah-olah sudah melepaskan Saudara Nusron kepada urusan penegakan hukum.
09:17Nah mungkin ada satu cantolan politik yang lain yang membuat Saudara Nusron
09:25seperti tidak mengindahkan panggilan KPK,
09:28dan kalau misalnya ini tidak segera dieksekusi, diselesaikan oleh Pak Prabowo,
09:34jangan salahkan kalau publik kemudian mengaitkan cantolan politik itu ke kekuasaan yang lebih tinggi.
09:40Anda mau menilai bahwa cantolan politik ini ada kaitan dengan timbal balik dengan pemerintahan, seperti itu?
09:46Saya tidak tahu ya, saya tidak mau berspekulasi lebih jauh,
09:49tetapi minimal dari internal Partai Kulkar sepertinya sudah lepas tangan soal Nusron.
09:55Tetapi kalau kita lihat modal politik Saudara Nusron itu kan bukan hanya dari Kulkar,
10:01beliau adalah sekretaris tim kampanye nasional Prabowo Gibran 2024.
10:05Beliau juga punya saham besar, terutama dalam konteks politik NU.
10:11Minimal di Bukta Amar terakhir, di Jombang, kontribusi Saudara Nusron cukup besar juga
10:18untuk memenangkan calon yang dianggap dekat dengan istana.
10:21Jadi minimal dia punya modal politik banyak, bukan hanya dari Kulkar.
10:25Nah kalau kemudian Pak Prabowo yang tegas mengatakan pembelansan korupsi sebagai agenda penting,
10:32pemerintah hanya tidak menunjukkan ketegasan dalam kasus ini,
10:35seperti yang tadi dibilang Pak Iwan, orang kemudian bisa curiga.
10:39Jangan-jangan yang melindungi bukan Partai Kulkar,
10:42tapi kekuatan politik yang lebih tinggi.
10:44Nah kecurigaan semacam ini, saya setuju dengan Pak Iwan,
10:48perlu dibuang jauh-jauh dengan cara menunjukkan ketegasan dan sinyal
10:55dari Presiden Prabowo kepada anak buahnya yang dianggap mbalilo dari undangan KPK.
11:02Oke, saya ke Bang Iwan, untuk saat ini seperti apa sebenarnya aura
11:08ataupun juga nuansa dari pemerintahan terkait dengan adanya Menteri Nusron
11:13yang juga saat ini tengah dipanggil KPK dua kali,
11:15Anda menilainya perlu ketegasan dan sikap seperti apa Presiden
11:19untuk menyelesaikan ataupun kasus yang tengah menjerat dari Menteri Nusron?
11:25Saya rasa begini, ini kan tinggal waktu saja, kita juga berkejaran dengan waktu.
11:31Saya yakin dalam beberapa hari ke depan, itu akan ada sesuatu yang tegas
11:36dilakukan oleh Bapak Prabowo Sulianto, karena Pak Prabowo ya saya yakin
11:38dia tidak akan mengorbankan nama besarnya, populertasnya hanya untuk melindungi seorang Nusron.
11:46Dan saya juga menghimbau kepada Nusron, saudara Mas Nusron ini,
11:51ini kan kawan kemarin waktu di TKN ya, kebetulan dia sekgennya,
11:55saya juga merasa kaget ya, kenapa justru pembantu hukumannya Prabowo sendiri
12:00yang tidak bisa merawat, menjaga, dan serta menyesuaikan program kerja Prabowo
12:06dalam pemberantian korupsi.
12:08Jadi, saya yakin Pak Prabowo tidak akan mengintervensi,
12:11dan saya yakin juga dalam beberapa hari ke depan
12:14pasti akan ada tindakan tegas dari seorang Prabowo Sulianto kepada pembantunya
12:17yang terindikasi korupsi, walaupun belum terbukti secara sah, secara hukum.
12:23Risafal artinya dan sinyal ini dari mana, Bung Iwan?
12:28Dalam beberapa hari ini, kawan-kawan di kiri kabinet juga
12:31sedang rapat pertemuan-pertemuan di sana,
12:34saya yakin juga membahas masalah ini ya, internal di Pak Prabowo juga membahas itu.
12:39Saya sebagai ketua menggerakkan cerita Prabowo, tentunya
12:41saya yang akan selalu mengkritisi Bapak Prabowo ketika ada kekurangannya
12:47dan mendukung Prabowo apabila sudah benar,
12:49tetapi tetap diserang dari pembunyai-pembunyai Prabowo.
12:52Dan saya yakin Pak Prabowo akan berlalu tegas kepada siapapun,
12:56termasuk pada orang paling tegas sekalipun.
12:59Jadi kita tunggu aja mas.
13:00Dalam beberapa hari ke depan pasti ada tindakan tegas dari Prabowo
13:03sebagai sinyal untuk melanjutkan penyidikan kepada Saudara Nusran Wahid.
13:08Baik kita nantikan, tentu proses asas peraduga tak bersalah kita nantikan juga,
13:13namun juga pengusutan ini kita nantikan bagaimana proses yang akan dilakukan
13:19atau sikap dari Presiden Prabowo terkait dengan kasus yang tengah menjerat
13:23nama Menteri ATRBPN Nusran Wahid.
13:25Terima kasih sekali lagi Prof. Burhanidin Muhtadi,
13:28Guru Besar Imo Politik, UIN Syarif Yudayatullah Jakarta,
13:31dan juga Bung Kurniawan,
13:34Gerakan atau Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo
13:36telah berbagi informasi di Kompas Petang.
13:39Sehat-sehat terlalu, Pak.