Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Prabowo Ungkap Prinsip Luar Negeri: Jalankan 'Good Neighbor Policy' Sejak Era Jokowi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam menjalankan diplomasi the good neighbor policyatau kebijakan bertetangga yang baik saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Prinsip politik luar negeri bebas aktif ini terus dipegang teguh sebagaimana warisan para pendiri bangsa demi menjaga perdamaian serta kepentingan nasional. Prabowo mengungkapkan bahwa pendekatan diplomasi tersebut sudah ia terapkan sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Dalam pemaparannya, ia mengulang kembali pameo diplomasi bahwa seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak bagi Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dengan blok militer mana pun serta konsisten menolak segala bentuk imperialisme dan penjajahan sesuai amanat UUD 1945. Sementara untuk politik dalam negeri,Presiden menekankan pentingnya merangkul seluruh kekuatan nasional di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dan ekonomi global.

#PrabowoUngkapPrinsipLuarNegeri #GoodNeighborPolicyPrabowo

Creative/Video Editor: Aqilah/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kita berada dalam kondisi harus survive.
00:04Dan ini tidak hanya kita.
00:07Banyak negara di dunia sekarang mengalami seperti kita.
00:12Dalam keadaan survival.
00:14Yang utama adalah kepentingan nasional.
00:18Dan kepentingan rakyat.
00:21Karena itu.
00:24Saudara sudah berkali-kali saya juga sampaikan.
00:28Di hadapan umum dan juga intern.
00:33Bahwa garis politik yang saya jalankan.
00:37Garis politik luar negeri.
00:40Yang kita jalankan adalah.
00:44Tradisi yang kita waris.
00:46Yang kita dapat warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita.
00:49Yaitu.
00:51Kita ingin.
00:54Menghormati semua negara.
00:56Dan semua kekuatan besar.
01:00Saya sudah sampaikan.
01:02Garis politik luar negeri saya adalah.
01:06Seribu kawan.
01:09Terlalu sedikit.
01:11Satu musuh.
01:12Terlalu banyak.
01:15Saya ingin.
01:17Menjadi the good neighbor.
01:20Yang saya ingin jalankan adalah.
01:22The good neighbor policy.
01:25Dari sejak awal.
01:27Bahkan.
01:28Sebelum saya resmi.
01:31Dilantik sebagai presiden.
01:33Saya masih.
01:35Jadi menteri pertahanan.
01:37Dalam kabinet.
01:39Yang dipimpin presiden Joko Widodo.
01:42Saya.
01:43Mengikuti juga.
01:45Garis politik Pak.
01:47Joko Widodo pada saat itu.
01:49Kita ingin.
01:51Punya hubungan baik.
01:52Dengan semua tetangga kita.
01:55Saya keliling.
01:58Saya mau kerjasama dengan mereka.
02:01Apa yang mereka minta.
02:03Sebagian besar saya ikuti.
02:09Dan itu yang kita berusaha.
02:11Kita pegang.
02:11Teguh.
02:14Lebih luas.
02:15Dari region kita.
02:17Bila kita.
02:18Kita juga.
02:19Menjaga.
02:20Sehingga kita bisa diterima.
02:23Kita tidak mau ikut.
02:24Blok manapun.
02:27Kita tidak mau ikut.
02:28Fakta-fakta.
02:30Militer manapun.
02:32Kita hormati.
02:34Kita tidak mau.
02:38Terlibat.
02:41Tapi kita.
02:43Sesuai dengan undang-undang dasar kita.
02:45Kita anti imperialisme.
02:47Kita anti penjajahan.
02:52Saudara-saudara kalian.
02:55Demikian juga.
02:56Dalam garis politik.
02:58Saya dalam negeri.
02:59Terima kasih.
03:00Terima kasih.
03:03Terima kasih.
03:06Terima kasih.

Dianjurkan