Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Pemohon gugatan keabsahan ijazah Gibran Rakabuming Raka, Denny Indrayana, merespons pernyataan Presiden ke-7 RI Jokowi terkait adanya operasi politik untuk menjatuhkan reputasinya.

Denny menyampaikan tidak ada operasi politik dalam gugatan ijazah Gibran. Justru ia membawa ke MK supaya bisa diperiksa secara teliti.

Eks Wakil Menteri Hukum dan HAM ini menilai tanpa perlu di-downgrade, reputasi Gibran memang tidak layak untuk dicalonkan maju sebagai calon wakil presiden. Bahkan, Denny bilang Gibran tidak layak menjadi Wali Kota Solo.

Pernyataan ini disampaikan Denny lewat unggahan video di akun Instagramnya, Sabtu (17/10).

#dennyindrayana #jokowi #gibran #ijazahgibran #wapresgibran
Transkrip
00:00Apakah betul ada upaya mendowngrade reputasi politik Saudara Gibran dan Pak Jokowi?
00:06Untuk Saudara Gibran, tanpa didowngrade sekalipun, memang reputasinya masih belum layak.
00:13Beliau seharusnya tidak dipasarkan menjadi Wakil Presiden.
00:18Bahkan untuk menjadi Wali Kota Solo pun sama-sama kita tahu masih perlu dipertanyakan kelayakannya.
00:26Jadi tidak ada reputasi yang didowngrade.
00:30Memang belum layak untuk menjadi Wakil Presiden.
00:35Reputasi Pak Jokowi sendiri, sebenarnya saya termasuk yang memilih untuk Pilpres tahun 2014.
00:42Meskipun saya saat itu diminta netral karena masih memegang amanah sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM.
00:49Tapi seiring perjalanan waktu, reputasi kepresidenan Bapak dirusak sendiri oleh Presiden Jokowi.
00:56Di mana politik kebangsaan dan kenegaraannya menjadi politik partisan, politik kekeluargaan.
01:05Memilih Saudara Gibran untuk melanjutkan dinasti kekuasaan Solo adalah langkah yang menurut saya menunjukkan Bapak kehilangan nilai-nilai kenegarawanannya.
01:18Menjadi presiden relawan, presiden yang hanya didukung oleh kelompok-kelompok partisan saja.

Dianjurkan