Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
Usai Dilantik Presiden Prabowo, Prof. Satyawan Emban Tugas Cegah Karhutla dan Restorasi Mangrove

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Satyawan Pudyatmoko dan Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai Kepala serta Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Usai pelantikan, Prof. Satyawan menyampaikan arahan utama Presiden yakni mengelola serta menekan potensi kebakaran gambut agar tidak mengganggu kesehatan dan kehidupan masyarakat, terutama saat kemarau ekstrem.

Langkah awal BPGMN mencakup pemetaan sekat kanal guna mengembalikan kelembapan alami gambut tanpa mematikan perekonomian masyarakat sekitar. Lembaga ini juga akan merestorasi ekosistem mangrove yang terdeforestasi serta melibatkan kelompok ahli akademisi lintas bidang. Selain itu, penanganan pemicu kebakaran akan didukung oleh rencana penambahan ribuan personel polisi hutan untuk patroli dan edukasi warga. Prof. Satyawan menegaskan komitmennya untuk memenuhi target Presiden agar kawasan gambut di seluruh Indonesia bebas dari kebakaran. Simak ulasan selengkapnya mengenai arahan strategis ini dalam tayangan di atas.

#ProfSatyawanDilantikKepalaBPGMN #ArahanPrabowoCegahKebakaranGambut

Creative/Video Editor: Aqilah/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Jadi kan persoalan gambut di Indonesia itu adalah kebakaran yang selalu terulang,
00:07terutama ketika musim-musim panas yang sangat panjang seperti saat ini,
00:12saat-saat El Nino itu kebakaran gambut ada di mana-mana.
00:16Dan arahan Pak Presiden kita diharapkan untuk bisa mengelola gambut,
00:21namanya badan pengelolaan, mengelola gambut agar nanti ketika terjadi musim kemarau yang ekstrim
00:27seperti saat ini kebakaran bisa ditekan sehingga tidak mengganggu kehidupan masyarakat
00:34dan juga tidak mengganggu kesehatan.
00:36Itu yang paling penting dari badan pengelolaan gambut dan mangrove,
00:42walaupun kita juga punya tugas tentu saja selain mengelola gambut,
00:47juga melakukan pengelolaan mangrove, melakukan perlindungan kepada mangrove,
00:52mengurangi deforestasi mangrove, sekaligus juga nanti melakukan pemulihan.
00:57Terhadap ekosistem gambut maupun ekosistem mangrove yang sudah terbakar,
01:02yang sudah deforestasi itu dipulihkan kembali ekosistemnya sehingga menjadi ekosistem yang baik.
01:07Langkah ca pendek dan juga langkah panjangnya untuk menangani kebakaran khususnya di lantam sendiri?
01:12Ya, jadi begini, gambut itu terbakar karena ada upaya untuk mengubah sifat natural gambut
01:23dari dia sifatnya basah, sifatnya lembab menjadi kering.
01:28Ini adalah problem utama dari pengelolaan gambut di Indonesia.
01:32Sehingga yang kita lakukan, saya dengan Pak Sri Anto,
01:36nanti yang pertama tentu akan membuat plan untuk kembali membuat gambut menjadi lembab dan basah.
01:45Bagaimana caranya?
01:46Nah, tentu karena kita tahu sumber dari kekeringan itu adalah kanal,
01:52kanalnya sudah banyak sekali, gambut itu ada kubahnya.
01:55Seringkali kubah yang sebagai tempat penyimpan air itu dibuat kanal.
01:59Padahal itu adalah menara airnya.
02:01Sehingga ketika musim kemarau, seperti saat ini, air dari kubah sudah habis.
02:06Nah, ini yang kita kembalikan lagi untuk membuat gambut menjadi basah dengan pemetaan kanal,
02:15lalu membuat sekat kanal agar air tidak terdrainase dengan deras.
02:23Tentu saja juga harus bekerjasama dengan masyarakat,
02:26mengaktifkan peran masyarakat dalam mengelola gambut
02:30agar tidak membudidayakan dengan komoditas-komoditas yang anti air.
02:37Dan mendorong komoditas yang dia ramah air.
02:43Misalnya ada saku, ada jelutung, ada nanas, dan komoditas-komoditas lain.
02:49Jadi, jangan sampai juga nanti perlengguan gambut mematikan ekonomi masyarakat.
02:53Ini yang menjadi tugas kita untuk gambut.
02:55Ini yang akan melibatkan profesional dan juga akademisi sejauh mana sih Pak?
03:04Ya, jadi betul sekali.
03:06Jadi memang gambut ini kan perlu sain yang cukup canggih itu ya.
03:11Baik itu nanti misalnya di pemodelan,
03:13mengetahui kapan kering, di mana kering,
03:16resiko kebakaran, di mana kan harus dipetakan.
03:20Nah, nanti di gambut, di struktur organisasinya ada yang namanya kelompok ahli.
03:24Kelompok ahli ini nanti dari berbagai bidang,
03:27ada yang dari gambut, hidrologinya,
03:32revegetasi gambut, lalu sosial ekonominya,
03:34begitu juga di mangrove.
03:35Ada juga kelompok ahli untuk mangrove.
03:37Itu yang akan kita mintai advice dalam mengelola kedua ekosistem
03:43yang masuk dalam ekosistem esensial dalam aturan perundangan di Indonesia.
03:48Ini kan kalau ini bukan yang hal baru ya Pak,
03:50ini sering terjadi di Indonesia,
03:51apalagi kalau musim kemarau.
03:52Ada strategi khusus nggak sih Pak sebenarnya ataupun rumusannya
03:55agar ini tidak terjadi lagi di Indonesia?
03:57Karputlah ini Pak.
03:57Ya itu tadi, sebenarnya karputlah terjadi
03:59kalau ada bahan bakar yang cukup kering
04:01dan ada pemicu, pemicunya api.
04:04Kalau tadi bahan bakar kering tadi kita akan upayakan dengan
04:09pembahasan kembali,
04:10mengembalikan ekosistem gambut seperti kondisi semula,
04:14lalu pemicu.
04:15Nah pemicu ini arahan Pak Presiden
04:17dan juga kita sudah tahu bahwa
04:19nanti kerjasama dengan Kementerian Kehutanan ya,
04:23itu kan polisi hutan kita jumlahnya makisih sangat sedikit.
04:26Arahan Pak Presiden kan ada penambahan polhut sejumlah 70 ribu orang.
04:32Nah tahun ini kita harapkan sudah ada 21 ribu orang penambahan polhut
04:37yang tugasnya sebenarnya nanti kita harapkan
04:40tidak hanya pada patroli,
04:42tapi juga penyuluhan kepada masyarakat dan juga pendampingan.
04:45Sudah resmi ini badannya Pak,
04:47apakah ada target penyelesaian karhutannya akan selesai?
04:50Nah tentu kalau target untuk kapan selesai
04:55tentu kita akan dibatasi juga oleh waktu.
04:58Paling tidak yang kita harapkan ada penurunan secara gradual.
05:02Yang dulunya terbakar, terulang,
05:06tidak lagi terbakar,
05:08lalu ada sekitar 500 sekian
05:15KHG, kesatuan derogis gambut,
05:16tentu juga akan kita petakan nanti.
05:19Seperti DAS, ada DAS kritis,
05:20DAS super kritis, KHG juga dibatikan, kita petakan.
05:23Adanya KHG, KHG, kesatuan derogis gambut tahu ya,
05:26yang apa yang kritis itu dimana saja itu yang akan kita prioritiskan
05:29untuk disehatkan kembali.
05:31Tapi Presiden tidak menargetkan untuk menyelesaikan masalah ini Pak?
05:34Arahan Presiden tidak ada kebakaran lagi di gambut.
05:38Tentu saja seluruh Indonesia.

Dianjurkan