Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
Konstruksi Kasus OTT Bupati Klaten: KPK Ungkap Gurita Korupsi 5 Klaster dan Barang Bukti

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala BPK Jateng Ahmad Luthfi, dan seorang pengusaha sebagai tersangka kasus suap. Penyidikan mengungkap gurita korupsi Bupati Hamenang yang terbagi dalam lima klaster mendasar, termasuk rekayasa temuan audit LHP BPK senilai Rp5 miliar. Selain suap audit, bupati juga diduga menerima fee pengadaan barang dan jasa, setoran tambang galian C, upeti BUMD/OPD, hingga pemotongan upah pungut BPKAD.

Tim KPK mengamankan total 23 orang dari Klaten, Surakarta, dan Jakarta beserta barang bukti senilai Rp1,2 miliar. Penemuan paling menonjol berupa uang tunai Rp934 juta yang disembunyikan di dalam tong biru di rumah adik kandung sang bupati. Ketiga tersangka kini mendekam di Rutan KPK untuk penahanan awal selama 20 hari demi kepentingan penyidikan. Simak ulasan selengkapnya mengenai konstruksi 5 klaster korupsi Klaten ini dalam tayangan di atas.

Selengkapnya dalam video di atas.

#KonstruksiKasusOTTBupatiKlaten #KPKUngkapGuritaKorupsi5KlasterdanBarangBukti

Creative/Video Editor: Aqilah/Rizal
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Dari rangkaian peristiwa tertangkap tangan, sejak hari Kamis kemarin, tanggal 15 Oktober 2026,
00:09tim KPK mengamankan sejumlah orang, sebanyak 23 orang, yang berasal dari 3 lokasi,
00:19yaitu di Kabupaten Klaten, Surakarta, dan di Jakarta.
00:25Kemudian 10 orang, diantaranya dibawa dan dilakukan pemeriksaan, lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.
00:34Ada pun keseluruhan dari 23 orang tersebut, yaitu 8 orang diamankan di Kabupaten Klaten.
00:44Ini yang pertama, Saudara HWI, selaku Bupati Klaten periode 2025-2030.
00:56Yang kedua, Saudara AGS, selaku Inspektur Daerah MKAP Klaten.
01:03Saudara MHP, selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Kabupaten Klaten.
01:11Yang keempat, Saudara FDI, selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
01:19Asisten dua, Ketariat Daerah PMKAP Klaten.
01:24Yang kelima, Saudara RZI, selaku Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klaten.
01:33Yang keenam, Saudara BSR, selaku Ajudan Bupati Klaten.
01:40Yang ketujuh, Saudara MAW, selaku Pia Swasta dari PT MWC.
01:50Yang kedelapan, Saudara HAS, selaku Pia Swasta dan sekaligus yang bersangkutan merupakan adik kandung dari Bupati Klaten.
02:03Kemudian satu orang, tim amankan di wilayah Surakarta.
02:09Ini Saudara ALU, selaku Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah.
02:19Kemudian satu lagi diamankan di Jakarta.
02:22Yang ke sepuluh, yaitu Saudara IHS, selaku Kepala Bidang Pemeriksaan Jateng III dari BPK Perwakilan Jateng.
02:33Ini ada sepuluh orang yang kemudian ini kita tim bawa ke Gedung Merah Putih untuk pemeriksaan lebih lanjut di hari
02:44kemarin, tanggal 15 Oktober 2026.
02:50Kemudian untuk konstruksi perkaranya, terbagi dalam lima klaster.
02:57Ada beberapa klaster-klaster peristiwa yang kemudian diidentifikasi oleh tim.
03:04Yang pertama, klaster pemberian uang terkait pemeriksaan laporan keuangan tahun anggaran 2025 MKP Klaten.
03:16Jadi pada bulan April 2026, BPK Perwakilan Provinsi Jateng melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Klaten tahun 2025.
03:31Dimana dalam pemeriksaan tersebut ditemukan kelebihan pembayaran honorarium sebesar kurang lebih 5 miliar
03:40yang terdiri dari honorarium narasumber sosialisasi peraturan yang tidak sesuai dengan jam pelaksanaan sebesar 4,16 miliar rupiah
03:51dan ini merupakan temuan atas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Klaten yang dilakukan oleh BPK Perwakilan Jawa Tengah.
04:10Bahwa atas temuan tersebut, sodara HWI selaku Bupati Klaten periode 2025-2030
04:20dan sodara AGS selaku Inspektur Daerah PMK Platen melakukan pertemuan di Semarang dengan sodara IHS.
04:34IHS adalah selaku Kepala Bidang Pemeriksaan Jateng III dari PBK Perwakilan
04:41dan yang bersangkutan juga selaku Wakil Pendanggung Jawab dalam kegiatan pemeriksaan laporan keuangan.
04:51Kemudian ada juga sodara ALU di pertemuan tersebut yang bersangkutan selaku Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah.
05:02Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang rencana dropping dua temuan
05:08terkait kelebihan pembayaran honorarium sebesar 5 miliar rupiah
05:14sebagaimana ditemukan dalam hasil pemeriksaan.
05:18Bahwa kemudian menilai lanjuti pertemuan tersebut dilakukan pertemuan lanjutan.
05:25Jadi ada beberapa kali pertemuan.
05:27Yang pertama ini membahas bagaimana cara melakukan dropping temuan.
05:32Kemudian yang kedua, pertemuan dilakukan di Semarang pada bulan Mei 2026
05:39antara sodara HWI dengan sodara ALU.
05:45Dalam rangka negosiasi agar temuan pemeriksaan tersebut dihapus dalam laporan hasil pemeriksaan atau HLAPE.
05:58Jadi dalam pertemuan tersebut, sodara ALU menyampaikan permintaan kepada HWI
06:05dengan mengatakan, tolong support kami 600 juta.
06:12Ini bahasa permintaan dari sodara ALU.
06:16Akan tetapi sodara HWI tidak menyanggupi.
06:19Artinya keberatan.
06:21Kemudian mengajukan negosiasi.
06:23Hingga terjadi kesepakatan dalam pertemuan tersebut.
06:27Dealnya adalah sebesar 400 juta.
06:32Bahwa selanjutnya, dari pertemuan tersebut,
06:35sodara HWI melakukan pertemuan dengan sodara JP,
06:40selaku PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten,
06:44sodara RJI,
06:46selaku Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan,
06:50dan sodara MHP,
06:52selaku Kepala Badan Pengelolaan Kewangan Aset Daerah.
06:57Nah, dalam pertemuan tersebut,
06:59sodara ALU memberikan kontak kode AMIDIS,
07:06jadi tertulis dalam post-it warna kuning,
07:10tertulis di situ kata-kata AMIDIS kepada sodara HWI,
07:16melalui perantara sodara IHS,
07:19selaku bawahan sodara ALU,
07:21dan AGS.
07:23bahwa kemudian,
07:25sodara HWI memberikan kode AMIDIS tersebut kepada sodara RJI,
07:31beserta permintaan untuk menyiapkan uang sebesar 400 juta,
07:37sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan oleh sodara ALU dan HWI.
07:41bahwa selanjutnya,
07:45sodara RJI memberikan kode AMIDIS tersebut kepada sodara MAW.
07:51MAW selaku pihak swasta dari PT. WMWC,
07:59beserta juga dengan permintaan penyiapan uang sebesar 400 juta.
08:05namun,
08:06karena adanya peristiwa tertangkap tangan di Kabupaten Muara Enim,
08:13beberapa waktu yang lalu oleh KPK juga,
08:16yang terkait dengan dugaan swap audit laporan keuangan BPK di Kabupaten Muara Enim,
08:23maka kemudian pemberian oleh MAW kepada sodara AMIDIS,
08:28sesuai dengan kode yang diberikan oleh sodara HWI,
08:33sodara, maaf, sodara HLU,
08:35itu ditunda,
08:37jadi tidak jadi terlaksana.
08:41Di sisi lain,
08:43pada bulan Juni 2026,
08:45BPK telah menyampaikan LHP kepada Pemkap Klaten,
08:51dan dari hasil LHP tersebut,
08:56BPK perwakilan Jateng telah menghapus temuan atau dropping
09:02terkait kelebihan pembayaran honorarium narasumber
09:06sebagaimana kesepakatan antara sodara ALU dan HWI.
09:11Jadi temuan awal atas kelebihan bayar di laporan keuangan
09:17di awal bulan April,
09:19itu sudah berdasarkan hasil negosiasi antara HWI dan ALU,
09:26terbukti di laporan LHP-nya sudah tidak ada lagi temuan
09:31sebagaimana dimaksud.
09:34Itu klaster yang pertama.
09:36Kemudian klaster kedua,
09:39terkait dengan penerimaan uang
09:41dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa.
09:48Bahwa sejak menjabat sebagai Bupati Klaten,
09:51sodara HWI diduga menerima
09:53P dari sejumlah penyedia atau kontraktor
09:57atas pengadaan di Kabupaten Klaten
10:00dengan nilai lebih dari 2 miliar.
10:05Dengan rincian sebagai berikut,
10:06dari sodara MAW melalui sodara RZI
10:12sebesar 1,90 miliar
10:15yang digunakan
10:17untuk keperluan pribadi Bupati
10:20diantaranya pembayaran utang pilkada
10:24dan kebutuhan operasional.
10:27Yang kedua,
10:29dari pihak swasta
10:30melalui sodara BSR
10:32selaku ajudan
10:36dengan nilai 240 juta
10:39yang digunakan
10:41untuk keperluan pribadi
10:42HWI selaku Bupati.
10:45Yang ketiga,
10:46dari pihak swasta
10:47melalui RZI
10:49selaku ajudan
10:51dengan nilai 100 juta
10:53yang digunakan
10:55untuk keperluan pribadi HWI.
10:57Jadi ini temuan
10:59beberapa pemberian-pemberian
11:01yang sudah diidentifikasi
11:02dalam proses pemeriksaan kemarin
11:04oleh tim.
11:07Kemudian klaster yang ketiga,
11:10penerimaan uang terkait
11:11tambang galian C
11:13di Kabupaten Klaten.
11:17Bahwa pada tahun 2026,
11:19sodara HWI juga diduga
11:21menerima sejumlah uang
11:22total sebesar
11:23245 juta
11:25yang berasal dari
11:28Paguyuban Tambang
11:30yang dikelola oleh
11:31sodara LEG
11:32selaku pihak swasta.
11:35Adapun uang tersebut
11:36diserahkan
11:37melalui sodara
11:39HAS
11:40selaku pihak swasta
11:42yang sekaligus
11:43yang bersangkutan
11:45merupakan adik kandung
11:46Bupati Klaten
11:47yang penggunaan uangnya
11:50untuk beberapa
11:52kegiatan
11:53di
11:54Pemkap Klaten.
11:56Selain itu,
11:57pihak pengusaha galian C
11:59juga diduga
12:00memberikan sejumlah uang
12:02secara rutin.
12:04Jadi selain memberikan
12:05kepada Bupati
12:06pihak
12:08tambang yang tadi
12:09di
12:10dalam Paguyuban Tambang
12:13yang dikelola oleh
12:14sodara LEG
12:14juga memberikan
12:15sejumlah uang
12:16rutin kepada
12:17LSM
12:20inisial LA
12:22hingga mencapai
12:24Rp2 miliar per bulan.
12:29Dan untuk
12:30pertemuan tersebut
12:31khusus yang
12:33ke LSM
12:34KPK
12:35juga akan
12:36mengkoordinasikan
12:37pertemuan tersebut
12:39dengan pihak
12:40APH
12:41dalam hal ini
12:43Bares Kim
12:44Mabes Pori
12:44terkait dengan
12:46dugaan
12:47indikasi
12:47kegiatan
12:50pertambangannya
12:51di bukan
12:52dalam ranah
12:53tindak-tindak korupsinya
12:55yang menjadi
12:55kewenangan KPK.
12:57Kemudian klaster yang keempat
13:00penerimaan rutin
13:02uang lainnya
13:03terkait
13:03BULD
13:05BUMD
13:06dan
13:06OPD
13:07di Kabupaten
13:08Klaten.
13:12Bahwa di sisi lain
13:13sejak menjabat
13:14sebagai Bupati
13:14Klaten
13:15saudara HWI
13:16juga
13:16diduga
13:18mendapat
13:18setoran rutin
13:19dengan total
13:21sekurang-kurangnya
13:22Rp1,8 miliar
13:25sejak yang
13:26bersangkutan
13:27menjabat
13:27dari
13:282025
13:29sampai dengan
13:30saat ini.
13:33Yang diterimanya
13:34dari
13:34beberapa
13:36BULD
13:36BUMD
13:37hingga
13:37OPD
13:38dengan
13:39rincian
13:39yang
13:41kemarin
13:42ditemukan oleh
13:43tim
13:43senilai
13:44Rp30 juta
13:45per bulan
13:45dari
13:46PDAM
13:49Yang kedua
13:50Rp15 juta
13:52sampai Rp20 juta
13:53per bulan
13:53dari
13:54PT
13:56AUP
13:57Kemudian yang ketiga
13:59senilai
13:59Rp30 juta
14:00per bulan
14:01dari
14:01BPR
14:03Klaten
14:05Dan yang keempat
14:06senilai Rp15 juta
14:07sampai Rp20 juta
14:09dari
14:09RSUD
14:10BW
14:12yang ada di
14:13Kabupaten Klaten
14:15Kemudian
14:16klaster yang kelima
14:17ada juga
14:19penerimaan
14:19yang dilakukan oleh
14:20Bupati
14:21yang berasal dari
14:22penerimaan
14:23upah
14:23pungut
14:24Ini sudah
14:26sebenarnya sudah
14:27pernah kita
14:28menangani juga
14:29dan dugaannya
14:30juga terjadi
14:31di beberapa
14:32Kabupaten lain
14:34Bahwa selanjutnya
14:37pada periode
14:372025-2026
14:39Saudara HWI
14:42juga diduga
14:42menerima
14:43uang
14:43potongan
14:44upah
14:44pungut
14:45yang berasal
14:46dari
14:46setoran
14:47pejabat
14:48dan pegawai
14:49di lingkungan
14:50Badan Pengelolaan
14:51Keuangan Pendapatan
14:53dan Aset Daerah
14:54BPKAD
14:54Kabupaten Klaten
14:56dari kemarin
14:58temuan
14:59penyidik
15:00dan penyidik
15:01sekurang-kurangnya
15:01sebesar
15:02280 juta
15:06Jadi rinciannya
15:08pada tahun
15:082025
15:09HWI
15:10menerima
15:11uang
15:11potongan
15:12upah
15:12pungut
15:12sebesar
15:1325 juta
15:15sampai
15:1650 juta
15:17per
15:17triwulan
15:18yang dikumpulkan
15:20melalui
15:21saudara
15:21RZI
15:22selaku
15:23ajudan
15:24Sementara
15:25tahun
15:262026
15:26HWI
15:28menerima
15:29uang
15:29potongan
15:30upah
15:30pungut
15:30sebesar
15:3170 juta
15:32per
15:32triwulan
15:33melalui
15:33saudara
15:34RZI
15:35juga
15:35Jadi ada
15:37kenaikan
15:38tiap tahun
15:39untuk nilai
15:40setoran
15:40upah
15:41pungutnya
15:43bahwa
15:44dari rangkaian
15:44peristiwa
15:45tertangkap
15:45tangan
15:46ini
15:46kemudian
15:47tim KPK
15:47berhasil
15:49mengamankan
15:50barang bukti
15:51berupa dokumen
15:52hingga
15:52uang tunai
15:53dengan total
15:55mencapai
15:551,2
15:57miliar
15:57dengan rincian
16:01yang pertama
16:02senilai
16:03934 juta
16:05ini ditemukan
16:06di kediaman
16:07saudara
16:08HHS
16:09selaku
16:10adik
16:10kandung
16:11bupati
16:12yang disimpan
16:14dalam sebuah
16:16tong
16:16berwarna
16:18biru
16:18yang ada
16:19di rumah
16:19yang bersangkutan
16:22kemudian
16:23yang kedua
16:24senilai
16:24300 juta
16:26di dalam
16:27sejumlah
16:27amplop
16:28dan yang terakhir
16:30ada
16:31uang
16:31falas
16:32senilai
16:325.972
16:35yuan
16:35atau sekitar
16:3716 juta
16:40itu untuk
16:41barang bukti
16:42yang
16:44berhasil
16:45diamankan
16:45dalam peristiwa
16:46tertangkap
16:46tangan
16:47kemarin
16:47kemudian
16:49untuk
16:49selamat menikmati

Dianjurkan