00:00Dari rangkaian peristiwa tertangkap tangan, sejak hari Kamis kemarin, tanggal 15 Oktober 2026,
00:09tim KPK mengamankan sejumlah orang, sebanyak 23 orang, yang berasal dari 3 lokasi,
00:19yaitu di Kabupaten Klaten, Surakarta, dan di Jakarta.
00:25Kemudian 10 orang, diantaranya dibawa dan dilakukan pemeriksaan, lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.
00:34Ada pun keseluruhan dari 23 orang tersebut, yaitu 8 orang diamankan di Kabupaten Klaten.
00:44Ini yang pertama, Saudara HWI, selaku Bupati Klaten periode 2025-2030.
00:56Yang kedua, Saudara AGS, selaku Inspektur Daerah MKAP Klaten.
01:03Saudara MHP, selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Kabupaten Klaten.
01:11Yang keempat, Saudara FDI, selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
01:19Asisten dua, Ketariat Daerah PMKAP Klaten.
01:24Yang kelima, Saudara RZI, selaku Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klaten.
01:33Yang keenam, Saudara BSR, selaku Ajudan Bupati Klaten.
01:40Yang ketujuh, Saudara MAW, selaku Pia Swasta dari PT MWC.
01:50Yang kedelapan, Saudara HAS, selaku Pia Swasta dan sekaligus yang bersangkutan merupakan adik kandung dari Bupati Klaten.
02:03Kemudian satu orang, tim amankan di wilayah Surakarta.
02:09Ini Saudara ALU, selaku Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah.
02:19Kemudian satu lagi diamankan di Jakarta.
02:22Yang ke sepuluh, yaitu Saudara IHS, selaku Kepala Bidang Pemeriksaan Jateng III dari BPK Perwakilan Jateng.
02:33Ini ada sepuluh orang yang kemudian ini kita tim bawa ke Gedung Merah Putih untuk pemeriksaan lebih lanjut di hari
02:44kemarin, tanggal 15 Oktober 2026.
02:50Kemudian untuk konstruksi perkaranya, terbagi dalam lima klaster.
02:57Ada beberapa klaster-klaster peristiwa yang kemudian diidentifikasi oleh tim.
03:04Yang pertama, klaster pemberian uang terkait pemeriksaan laporan keuangan tahun anggaran 2025 MKP Klaten.
03:16Jadi pada bulan April 2026, BPK Perwakilan Provinsi Jateng melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Klaten tahun 2025.
03:31Dimana dalam pemeriksaan tersebut ditemukan kelebihan pembayaran honorarium sebesar kurang lebih 5 miliar
03:40yang terdiri dari honorarium narasumber sosialisasi peraturan yang tidak sesuai dengan jam pelaksanaan sebesar 4,16 miliar rupiah
03:51dan ini merupakan temuan atas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Klaten yang dilakukan oleh BPK Perwakilan Jawa Tengah.
04:10Bahwa atas temuan tersebut, sodara HWI selaku Bupati Klaten periode 2025-2030
04:20dan sodara AGS selaku Inspektur Daerah PMK Platen melakukan pertemuan di Semarang dengan sodara IHS.
04:34IHS adalah selaku Kepala Bidang Pemeriksaan Jateng III dari PBK Perwakilan
04:41dan yang bersangkutan juga selaku Wakil Pendanggung Jawab dalam kegiatan pemeriksaan laporan keuangan.
04:51Kemudian ada juga sodara ALU di pertemuan tersebut yang bersangkutan selaku Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah.
05:02Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang rencana dropping dua temuan
05:08terkait kelebihan pembayaran honorarium sebesar 5 miliar rupiah
05:14sebagaimana ditemukan dalam hasil pemeriksaan.
05:18Bahwa kemudian menilai lanjuti pertemuan tersebut dilakukan pertemuan lanjutan.
05:25Jadi ada beberapa kali pertemuan.
05:27Yang pertama ini membahas bagaimana cara melakukan dropping temuan.
05:32Kemudian yang kedua, pertemuan dilakukan di Semarang pada bulan Mei 2026
05:39antara sodara HWI dengan sodara ALU.
05:45Dalam rangka negosiasi agar temuan pemeriksaan tersebut dihapus dalam laporan hasil pemeriksaan atau HLAPE.
05:58Jadi dalam pertemuan tersebut, sodara ALU menyampaikan permintaan kepada HWI
06:05dengan mengatakan, tolong support kami 600 juta.
06:12Ini bahasa permintaan dari sodara ALU.
06:16Akan tetapi sodara HWI tidak menyanggupi.
06:19Artinya keberatan.
06:21Kemudian mengajukan negosiasi.
06:23Hingga terjadi kesepakatan dalam pertemuan tersebut.
06:27Dealnya adalah sebesar 400 juta.
06:32Bahwa selanjutnya, dari pertemuan tersebut,
06:35sodara HWI melakukan pertemuan dengan sodara JP,
06:40selaku PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten,
06:44sodara RJI,
06:46selaku Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan,
06:50dan sodara MHP,
06:52selaku Kepala Badan Pengelolaan Kewangan Aset Daerah.
06:57Nah, dalam pertemuan tersebut,
06:59sodara ALU memberikan kontak kode AMIDIS,
07:06jadi tertulis dalam post-it warna kuning,
07:10tertulis di situ kata-kata AMIDIS kepada sodara HWI,
07:16melalui perantara sodara IHS,
07:19selaku bawahan sodara ALU,
07:21dan AGS.
07:23bahwa kemudian,
07:25sodara HWI memberikan kode AMIDIS tersebut kepada sodara RJI,
07:31beserta permintaan untuk menyiapkan uang sebesar 400 juta,
07:37sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan oleh sodara ALU dan HWI.
07:41bahwa selanjutnya,
07:45sodara RJI memberikan kode AMIDIS tersebut kepada sodara MAW.
07:51MAW selaku pihak swasta dari PT. WMWC,
07:59beserta juga dengan permintaan penyiapan uang sebesar 400 juta.
08:05namun,
08:06karena adanya peristiwa tertangkap tangan di Kabupaten Muara Enim,
08:13beberapa waktu yang lalu oleh KPK juga,
08:16yang terkait dengan dugaan swap audit laporan keuangan BPK di Kabupaten Muara Enim,
08:23maka kemudian pemberian oleh MAW kepada sodara AMIDIS,
08:28sesuai dengan kode yang diberikan oleh sodara HWI,
08:33sodara, maaf, sodara HLU,
08:35itu ditunda,
08:37jadi tidak jadi terlaksana.
08:41Di sisi lain,
08:43pada bulan Juni 2026,
08:45BPK telah menyampaikan LHP kepada Pemkap Klaten,
08:51dan dari hasil LHP tersebut,
08:56BPK perwakilan Jateng telah menghapus temuan atau dropping
09:02terkait kelebihan pembayaran honorarium narasumber
09:06sebagaimana kesepakatan antara sodara ALU dan HWI.
09:11Jadi temuan awal atas kelebihan bayar di laporan keuangan
09:17di awal bulan April,
09:19itu sudah berdasarkan hasil negosiasi antara HWI dan ALU,
09:26terbukti di laporan LHP-nya sudah tidak ada lagi temuan
09:31sebagaimana dimaksud.
09:34Itu klaster yang pertama.
09:36Kemudian klaster kedua,
09:39terkait dengan penerimaan uang
09:41dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa.
09:48Bahwa sejak menjabat sebagai Bupati Klaten,
09:51sodara HWI diduga menerima
09:53P dari sejumlah penyedia atau kontraktor
09:57atas pengadaan di Kabupaten Klaten
10:00dengan nilai lebih dari 2 miliar.
10:05Dengan rincian sebagai berikut,
10:06dari sodara MAW melalui sodara RZI
10:12sebesar 1,90 miliar
10:15yang digunakan
10:17untuk keperluan pribadi Bupati
10:20diantaranya pembayaran utang pilkada
10:24dan kebutuhan operasional.
10:27Yang kedua,
10:29dari pihak swasta
10:30melalui sodara BSR
10:32selaku ajudan
10:36dengan nilai 240 juta
10:39yang digunakan
10:41untuk keperluan pribadi
10:42HWI selaku Bupati.
10:45Yang ketiga,
10:46dari pihak swasta
10:47melalui RZI
10:49selaku ajudan
10:51dengan nilai 100 juta
10:53yang digunakan
10:55untuk keperluan pribadi HWI.
10:57Jadi ini temuan
10:59beberapa pemberian-pemberian
11:01yang sudah diidentifikasi
11:02dalam proses pemeriksaan kemarin
11:04oleh tim.
11:07Kemudian klaster yang ketiga,
11:10penerimaan uang terkait
11:11tambang galian C
11:13di Kabupaten Klaten.
11:17Bahwa pada tahun 2026,
11:19sodara HWI juga diduga
11:21menerima sejumlah uang
11:22total sebesar
11:23245 juta
11:25yang berasal dari
11:28Paguyuban Tambang
11:30yang dikelola oleh
11:31sodara LEG
11:32selaku pihak swasta.
11:35Adapun uang tersebut
11:36diserahkan
11:37melalui sodara
11:39HAS
11:40selaku pihak swasta
11:42yang sekaligus
11:43yang bersangkutan
11:45merupakan adik kandung
11:46Bupati Klaten
11:47yang penggunaan uangnya
11:50untuk beberapa
11:52kegiatan
11:53di
11:54Pemkap Klaten.
11:56Selain itu,
11:57pihak pengusaha galian C
11:59juga diduga
12:00memberikan sejumlah uang
12:02secara rutin.
12:04Jadi selain memberikan
12:05kepada Bupati
12:06pihak
12:08tambang yang tadi
12:09di
12:10dalam Paguyuban Tambang
12:13yang dikelola oleh
12:14sodara LEG
12:14juga memberikan
12:15sejumlah uang
12:16rutin kepada
12:17LSM
12:20inisial LA
12:22hingga mencapai
12:24Rp2 miliar per bulan.
12:29Dan untuk
12:30pertemuan tersebut
12:31khusus yang
12:33ke LSM
12:34KPK
12:35juga akan
12:36mengkoordinasikan
12:37pertemuan tersebut
12:39dengan pihak
12:40APH
12:41dalam hal ini
12:43Bares Kim
12:44Mabes Pori
12:44terkait dengan
12:46dugaan
12:47indikasi
12:47kegiatan
12:50pertambangannya
12:51di bukan
12:52dalam ranah
12:53tindak-tindak korupsinya
12:55yang menjadi
12:55kewenangan KPK.
12:57Kemudian klaster yang keempat
13:00penerimaan rutin
13:02uang lainnya
13:03terkait
13:03BULD
13:05BUMD
13:06dan
13:06OPD
13:07di Kabupaten
13:08Klaten.
13:12Bahwa di sisi lain
13:13sejak menjabat
13:14sebagai Bupati
13:14Klaten
13:15saudara HWI
13:16juga
13:16diduga
13:18mendapat
13:18setoran rutin
13:19dengan total
13:21sekurang-kurangnya
13:22Rp1,8 miliar
13:25sejak yang
13:26bersangkutan
13:27menjabat
13:27dari
13:282025
13:29sampai dengan
13:30saat ini.
13:33Yang diterimanya
13:34dari
13:34beberapa
13:36BULD
13:36BUMD
13:37hingga
13:37OPD
13:38dengan
13:39rincian
13:39yang
13:41kemarin
13:42ditemukan oleh
13:43tim
13:43senilai
13:44Rp30 juta
13:45per bulan
13:45dari
13:46PDAM
13:49Yang kedua
13:50Rp15 juta
13:52sampai Rp20 juta
13:53per bulan
13:53dari
13:54PT
13:56AUP
13:57Kemudian yang ketiga
13:59senilai
13:59Rp30 juta
14:00per bulan
14:01dari
14:01BPR
14:03Klaten
14:05Dan yang keempat
14:06senilai Rp15 juta
14:07sampai Rp20 juta
14:09dari
14:09RSUD
14:10BW
14:12yang ada di
14:13Kabupaten Klaten
14:15Kemudian
14:16klaster yang kelima
14:17ada juga
14:19penerimaan
14:19yang dilakukan oleh
14:20Bupati
14:21yang berasal dari
14:22penerimaan
14:23upah
14:23pungut
14:24Ini sudah
14:26sebenarnya sudah
14:27pernah kita
14:28menangani juga
14:29dan dugaannya
14:30juga terjadi
14:31di beberapa
14:32Kabupaten lain
14:34Bahwa selanjutnya
14:37pada periode
14:372025-2026
14:39Saudara HWI
14:42juga diduga
14:42menerima
14:43uang
14:43potongan
14:44upah
14:44pungut
14:45yang berasal
14:46dari
14:46setoran
14:47pejabat
14:48dan pegawai
14:49di lingkungan
14:50Badan Pengelolaan
14:51Keuangan Pendapatan
14:53dan Aset Daerah
14:54BPKAD
14:54Kabupaten Klaten
14:56dari kemarin
14:58temuan
14:59penyidik
15:00dan penyidik
15:01sekurang-kurangnya
15:01sebesar
15:02280 juta
15:06Jadi rinciannya
15:08pada tahun
15:082025
15:09HWI
15:10menerima
15:11uang
15:11potongan
15:12upah
15:12pungut
15:12sebesar
15:1325 juta
15:15sampai
15:1650 juta
15:17per
15:17triwulan
15:18yang dikumpulkan
15:20melalui
15:21saudara
15:21RZI
15:22selaku
15:23ajudan
15:24Sementara
15:25tahun
15:262026
15:26HWI
15:28menerima
15:29uang
15:29potongan
15:30upah
15:30pungut
15:30sebesar
15:3170 juta
15:32per
15:32triwulan
15:33melalui
15:33saudara
15:34RZI
15:35juga
15:35Jadi ada
15:37kenaikan
15:38tiap tahun
15:39untuk nilai
15:40setoran
15:40upah
15:41pungutnya
15:43bahwa
15:44dari rangkaian
15:44peristiwa
15:45tertangkap
15:45tangan
15:46ini
15:46kemudian
15:47tim KPK
15:47berhasil
15:49mengamankan
15:50barang bukti
15:51berupa dokumen
15:52hingga
15:52uang tunai
15:53dengan total
15:55mencapai
15:551,2
15:57miliar
15:57dengan rincian
16:01yang pertama
16:02senilai
16:03934 juta
16:05ini ditemukan
16:06di kediaman
16:07saudara
16:08HHS
16:09selaku
16:10adik
16:10kandung
16:11bupati
16:12yang disimpan
16:14dalam sebuah
16:16tong
16:16berwarna
16:18biru
16:18yang ada
16:19di rumah
16:19yang bersangkutan
16:22kemudian
16:23yang kedua
16:24senilai
16:24300 juta
16:26di dalam
16:27sejumlah
16:27amplop
16:28dan yang terakhir
16:30ada
16:31uang
16:31falas
16:32senilai
16:325.972
16:35yuan
16:35atau sekitar
16:3716 juta
16:40itu untuk
16:41barang bukti
16:42yang
16:44berhasil
16:45diamankan
16:45dalam peristiwa
16:46tertangkap
16:46tangan
16:47kemarin
16:47kemudian
16:49untuk
16:49selamat menikmati