00:00Di tengah kebakaran hutan dan lahan yang terus mengancam sejumlah wilayah,
00:04para petugas Manggala Agni berjuang menaklukkan api di tengah sulitnya medan dan terbatasnya sumber air.
00:11Upaya ini bukan sekadar untuk menghentikan penyebaran api,
00:14tapi juga menjaga hutan tetap jadi ruang hidup bagi Satwalia.
00:26Menembus akses yang sulit menghadapi keterbatasan air dan bergerak di tengah rapatnya vegetasi.
00:32Inilah tantangan yang dihadapi para petugas Manggala Agni dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Jambi.
00:39Di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang dan Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam,
00:44penambahan personel terus dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman.
00:48Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatra 9, Kota Jambi, Rinaldi menyebut,
00:53sejumlah regu dari berbagai daerah operasi diterjunkan untuk membantu penanganan kebakaran di sejumlah titik.
00:59Dukungan personel tambahan juga datang dari luar provinsi.
01:03Namun dibalik penambahan kekuatan personel, perjuangan memadamkan api masih jauh dari mudah.
01:09Petugas Satuan Tugas Darat harus menempuh akses yang sulit menuju titik api.
01:13Sejumlah lokasi bahkan tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga pergerakan petugas jadi terbatas.
01:20Kendaraan kita di lapangan pertama, akses, aksesibilitas untuk ke lokasi titik api.
01:27Kita mesti lewat jalan narat, tidak bisa akses kendaraan.
01:32Dan kedua adalah sumber air yang terbatas di lapangan.
01:39Perjuangan memadamkan api jadi penting karena dampak karhutlah tidak hanya dirasakan masyarakat melalui asap dan gangguan aktivitas sehari-hari.
01:48Kerusakan hutan juga mengancam satwa liar yang kehilangan habitat dan sumber makanannya.
01:53Di Kalimantan Tengah, ancaman itu terlihat ketika seekor orang hutan betina berusia 20 tahun
01:58ditemukan warga di sekitar kawasan perkebunan Gang Sahabat.
02:02Jalan Cilik-Riwud, kecamatan Baamang, Kabupaten Kota Waringin Timur.
02:07Orang hutan tersebut ditemukan sekitar 9 km dari Sampit ke arah Palangka Raya.
02:13Warga melaporkan keberadaannya kepada petugas sekitar pukul 10 pagi.
02:17Dalam proses evakuasi, seorang petugas harus memanjat pohon dan menjangkau sang orang hutan
02:22setelah dibius agar dapat dievakuasi dengan aman.
02:26Tubuhnya perlahan diturunkan menggunakan jaring pengaman yang dipegang petugas lain di bawah.
02:39Tim kemudian memeriksa kondisi kesehatannya sebelum membawanya ke tempat yang lebih aman.
02:44Penyelamatan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Kalimantan Tengah
02:49bersama orang hutan Foundation International dan komunitas penyelamat Satwa Sampit.
02:54Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan tanda infeksi saluran pernafasan akut atau kelainan pada paru-paru.
03:00Meski demikian, paparan asap dan kehilangan habitat tetap jadi ancaman bagi satwa liar di tengah karhutlah.
03:08Bagi orang hutan, hutan adalah tempat mencari makanan, bergerak, dan bertahan hidup.
03:14Tim Liputan Kompas TV
03:20Kita tinjau kondisi terbaru dari proses pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
03:27lewat laporan langsung jurnalis Kompas TV, Zahwa Majid, dan judul kamera Bimo Wicaksana.
03:32Sepanjang hari ini, Zahwa, dari yang Anda pantau sejak pagi sampai malam hari ini,
03:37hal apa yang jadi tantangan tim pemadam selama proses pemadaman kebakaran di beberapa titik,
03:42setidaknya di Palangkaraya?
03:48Ya, Tifal dan juga Saudara, jika melihat beberapa titik yang kami kunjungi hari ini di Palangkaraya, Kalimantan Tengah,
03:56yang menjadi tantangan bagi petugas dalam memadamkan api,
04:00tentu adalah bagaimana karakteristik dari tanah gambut ini sendiri.
04:03Karena memang tanah gambut bukanlah jenis tanah yang mudah menyerap air.
04:07Dan ketika tanah tersebut sudah terbakar, api tidak hanya menjular di permukaan saja,
04:13namun juga masuk ke dalam permukaan tanah.
04:16Dan ini yang membuat asap begitu tebal dan asap yang beracun ini terus ada begitu.
04:24Dan susah sekali untuk dipadamkan, karena memang tadi lahan gambut ini susah untuk menyerap air.
04:30Bahkan ketika sudah dilakukan penyiraman secara langsung ke dalam tanah,
04:34itu tanah-tanah gambut tersebut tidak bisa menyerap air, Tifal.
04:39Maka dari itu, itulah yang menjadi tantangan bagi para relawan,
04:44para petugas hari ini dalam memadamkan api,
04:48dalam rangka untuk memberhentikan kabut asap yang berada di kota Palangkaraya ini
04:54dan di seluruh Kalimantan Tengah, Tifal.
04:57Itu untuk proses pemadaman kebakaran sendiri,
05:00tapi sedikit banyaknya, walaupun kadarnya sudah berkurang,
05:03Zahwa, kabut asap masih menyelimuti di situ.
05:06Apa kabar warga di sana?
05:11Ya, Tifal, memang kabut asap masih sangat terlihat jelas begitu.
05:16Di kota Palangkaraya sendiri, kami juga tadi lihat kabut masih begitu tebal
05:21dan jika melihat indeks kabut pada sore hari ini termasuk kategori tidak sehat,
05:27namun warga sekitar di kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini masih melakukan aktivitas seperti biasa.
05:34Bahkan tadi ada yang lari sore, ada yang jajan-jajan di pinggir-pinggir,
05:39lalu juga ada yang bermain di alun-alun.
05:42Namun untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana perasaan begitu,
05:47dari para masyarakat di kota Palangkaraya ini, kami akan langsung ngobrol saja.
05:52Halo Kak, mungkin boleh diceritakan dengan kondisi kabut asap yang begitu parah,
05:58kondisi udara yang juga tidak sehat, bagaimana Kakak menjalani keseharian?
06:05Bagi kami yang memang asli warga lokal di sini, mungkin sudah sedikit biasa ya dengan keadaan udara yang seperti ini,
06:13tapi untuk hari ini pada tanggal 17 Oktober, kabutnya memang agak sedikit berkurang dari yang kita lihat tanggal 14 Oktober
06:24kemarin,
06:24itu kan sempat menguning juga di sosial media, banyak kan kita lihat di situ,
06:28karena pada Jumat sore itu sempat ada hujan di beberapa titik, sehingga mengurangi kabut yang ada pada hari ini.
06:36Tapi untuk kondisinya bagaimana kami beraktifitas, untuk sekolahan itu masih ada yang PJJ,
06:46tapi bagi para pekerja yang kantoran itu mungkin mereka masih tetap beraktifitas seperti biasanya.
06:53Apa sih Kak yang menjadi khawatiran terbesar bagi para warga di tengah kabut asap yang begitu tebal?
06:59Oke baik, yang seperti kita lihat kan sekarang kabut asap ini sudah sekitar 4 bulanan lebih ya untuk kabut asap
07:10ini.
07:11Yang kami khawatirkan adalah di mana cuaca yang buruk ini juga mengganggu,
07:17pastinya semakin mengganggu untuk setiap warga untuk menjalani aktivitasnya hari-hari,
07:22di mana juga pasti ada anak kecil yang terdampak, kucing-kucing, dan juga orang lansia,
07:29di mana kan mereka itu memiliki imunitas tubuh yang berbeda dengan kita yang masih segar bugar seperti ini kan, seperti
07:39itu.
07:40Jadi harapan kami untuk kabut asap ini semoga cepat berlalu, semoga cepat juga turun hujannya, seperti itu.
07:49Dan juga untuk para pemerintah kami harap untuk bisa, untuk membantu para relawan yang sudah membantu melakukan evakuasi di beberapa
08:03titik api seperti itu.
08:04Terima kasih banyak, semoga sehat selalu ya Kak.
08:07Ya Tifal dan juga Saudara begitulah dari masyarakat tentu masih berharap untuk kondisi yang membaik,
08:14bahkan mereka harus terbiasa dengan kondisi asap, karena mau tidak mau mereka tetap harus melanjutkan hidup.
08:21Seperti biasa, kendati sudah berbulan-bulan asap ini menyelimuti kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
08:29Tifal.
08:30Masjid dan Bimo Wicaksana, ada juga tambahan rekan kami, Muhammad Andika Pratama, langsung dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Terima kasih.