Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Petugas gabungan dan relawan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Hingga 16 Oktober 2026, tercatat 896 kejadian karhutla di Palangka Raya dengan luas lahan terbakar lebih dari 1.446 hektare.

Sementara itu, di seluruh Kalimantan Tengah, total luas lahan terbakar mencapai 19.170 hektare dari 6.494 kejadian. Kobaran api kini mendekati permukiman sehingga upaya pemadaman terus diintensifkan untuk mencegah api meluas.

Bagaimana kondisi terkini penanganan karhutla di Palangka Raya? Simak laporan langsung jurnalis KompasTV Zahwa Madjid bersama juru kamera Bimo Wicaksana.

#karhutla #palangkaraya #kalimantantengah #kebakaranhutan #kebakaranlahan #kompastv

Baca Juga Kebakaran 190 Hektare Hutan Raja Ampat Ancam Habitat Cenderawasih Merah | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/696570/kebakaran-190-hektare-hutan-raja-ampat-ancam-habitat-cenderawasih-merah-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696580/inilah-pemandangan-udara-karhutla-kalimantan-tengah-19-170-hektare-lahan-terbakar-sapa-malam
Transkrip
00:00Di tengah kebakaran hutan dan lahan yang terus mengancam sejumlah wilayah,
00:04para petugas Manggala Agni berjuang menaklukkan api di tengah sulitnya medan dan terbatasnya sumber air.
00:11Upaya ini bukan sekadar untuk menghentikan penyebaran api,
00:14tapi juga menjaga hutan tetap jadi ruang hidup bagi Satwalia.
00:26Menembus akses yang sulit menghadapi keterbatasan air dan bergerak di tengah rapatnya vegetasi.
00:32Inilah tantangan yang dihadapi para petugas Manggala Agni dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Jambi.
00:39Di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang dan Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam,
00:44penambahan personel terus dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman.
00:48Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatra 9, Kota Jambi, Rinaldi menyebut,
00:53sejumlah regu dari berbagai daerah operasi diterjunkan untuk membantu penanganan kebakaran di sejumlah titik.
00:59Dukungan personel tambahan juga datang dari luar provinsi.
01:03Namun dibalik penambahan kekuatan personel, perjuangan memadamkan api masih jauh dari mudah.
01:09Petugas Satuan Tugas Darat harus menempuh akses yang sulit menuju titik api.
01:13Sejumlah lokasi bahkan tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga pergerakan petugas jadi terbatas.
01:20Kendaraan kita di lapangan pertama, akses, aksesibilitas untuk ke lokasi titik api.
01:27Kita mesti lewat jalan narat, tidak bisa akses kendaraan.
01:32Dan kedua adalah sumber air yang terbatas di lapangan.
01:39Perjuangan memadamkan api jadi penting karena dampak karhutlah tidak hanya dirasakan masyarakat melalui asap dan gangguan aktivitas sehari-hari.
01:48Kerusakan hutan juga mengancam satwa liar yang kehilangan habitat dan sumber makanannya.
01:53Di Kalimantan Tengah, ancaman itu terlihat ketika seekor orang hutan betina berusia 20 tahun
01:58ditemukan warga di sekitar kawasan perkebunan Gang Sahabat.
02:02Jalan Cilik-Riwud, kecamatan Baamang, Kabupaten Kota Waringin Timur.
02:07Orang hutan tersebut ditemukan sekitar 9 km dari Sampit ke arah Palangka Raya.
02:13Warga melaporkan keberadaannya kepada petugas sekitar pukul 10 pagi.
02:17Dalam proses evakuasi, seorang petugas harus memanjat pohon dan menjangkau sang orang hutan
02:22setelah dibius agar dapat dievakuasi dengan aman.
02:26Tubuhnya perlahan diturunkan menggunakan jaring pengaman yang dipegang petugas lain di bawah.
02:39Tim kemudian memeriksa kondisi kesehatannya sebelum membawanya ke tempat yang lebih aman.
02:44Penyelamatan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Kalimantan Tengah
02:49bersama orang hutan Foundation International dan komunitas penyelamat Satwa Sampit.
02:54Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan tanda infeksi saluran pernafasan akut atau kelainan pada paru-paru.
03:00Meski demikian, paparan asap dan kehilangan habitat tetap jadi ancaman bagi satwa liar di tengah karhutlah.
03:08Bagi orang hutan, hutan adalah tempat mencari makanan, bergerak, dan bertahan hidup.
03:14Tim Liputan Kompas TV
03:20Kita tinjau kondisi terbaru dari proses pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
03:27lewat laporan langsung jurnalis Kompas TV, Zahwa Majid, dan judul kamera Bimo Wicaksana.
03:32Sepanjang hari ini, Zahwa, dari yang Anda pantau sejak pagi sampai malam hari ini,
03:37hal apa yang jadi tantangan tim pemadam selama proses pemadaman kebakaran di beberapa titik,
03:42setidaknya di Palangkaraya?
03:48Ya, Tifal dan juga Saudara, jika melihat beberapa titik yang kami kunjungi hari ini di Palangkaraya, Kalimantan Tengah,
03:56yang menjadi tantangan bagi petugas dalam memadamkan api,
04:00tentu adalah bagaimana karakteristik dari tanah gambut ini sendiri.
04:03Karena memang tanah gambut bukanlah jenis tanah yang mudah menyerap air.
04:07Dan ketika tanah tersebut sudah terbakar, api tidak hanya menjular di permukaan saja,
04:13namun juga masuk ke dalam permukaan tanah.
04:16Dan ini yang membuat asap begitu tebal dan asap yang beracun ini terus ada begitu.
04:24Dan susah sekali untuk dipadamkan, karena memang tadi lahan gambut ini susah untuk menyerap air.
04:30Bahkan ketika sudah dilakukan penyiraman secara langsung ke dalam tanah,
04:34itu tanah-tanah gambut tersebut tidak bisa menyerap air, Tifal.
04:39Maka dari itu, itulah yang menjadi tantangan bagi para relawan,
04:44para petugas hari ini dalam memadamkan api,
04:48dalam rangka untuk memberhentikan kabut asap yang berada di kota Palangkaraya ini
04:54dan di seluruh Kalimantan Tengah, Tifal.
04:57Itu untuk proses pemadaman kebakaran sendiri,
05:00tapi sedikit banyaknya, walaupun kadarnya sudah berkurang,
05:03Zahwa, kabut asap masih menyelimuti di situ.
05:06Apa kabar warga di sana?
05:11Ya, Tifal, memang kabut asap masih sangat terlihat jelas begitu.
05:16Di kota Palangkaraya sendiri, kami juga tadi lihat kabut masih begitu tebal
05:21dan jika melihat indeks kabut pada sore hari ini termasuk kategori tidak sehat,
05:27namun warga sekitar di kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini masih melakukan aktivitas seperti biasa.
05:34Bahkan tadi ada yang lari sore, ada yang jajan-jajan di pinggir-pinggir,
05:39lalu juga ada yang bermain di alun-alun.
05:42Namun untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana perasaan begitu,
05:47dari para masyarakat di kota Palangkaraya ini, kami akan langsung ngobrol saja.
05:52Halo Kak, mungkin boleh diceritakan dengan kondisi kabut asap yang begitu parah,
05:58kondisi udara yang juga tidak sehat, bagaimana Kakak menjalani keseharian?
06:05Bagi kami yang memang asli warga lokal di sini, mungkin sudah sedikit biasa ya dengan keadaan udara yang seperti ini,
06:13tapi untuk hari ini pada tanggal 17 Oktober, kabutnya memang agak sedikit berkurang dari yang kita lihat tanggal 14 Oktober
06:24kemarin,
06:24itu kan sempat menguning juga di sosial media, banyak kan kita lihat di situ,
06:28karena pada Jumat sore itu sempat ada hujan di beberapa titik, sehingga mengurangi kabut yang ada pada hari ini.
06:36Tapi untuk kondisinya bagaimana kami beraktifitas, untuk sekolahan itu masih ada yang PJJ,
06:46tapi bagi para pekerja yang kantoran itu mungkin mereka masih tetap beraktifitas seperti biasanya.
06:53Apa sih Kak yang menjadi khawatiran terbesar bagi para warga di tengah kabut asap yang begitu tebal?
06:59Oke baik, yang seperti kita lihat kan sekarang kabut asap ini sudah sekitar 4 bulanan lebih ya untuk kabut asap
07:10ini.
07:11Yang kami khawatirkan adalah di mana cuaca yang buruk ini juga mengganggu,
07:17pastinya semakin mengganggu untuk setiap warga untuk menjalani aktivitasnya hari-hari,
07:22di mana juga pasti ada anak kecil yang terdampak, kucing-kucing, dan juga orang lansia,
07:29di mana kan mereka itu memiliki imunitas tubuh yang berbeda dengan kita yang masih segar bugar seperti ini kan, seperti
07:39itu.
07:40Jadi harapan kami untuk kabut asap ini semoga cepat berlalu, semoga cepat juga turun hujannya, seperti itu.
07:49Dan juga untuk para pemerintah kami harap untuk bisa, untuk membantu para relawan yang sudah membantu melakukan evakuasi di beberapa
08:03titik api seperti itu.
08:04Terima kasih banyak, semoga sehat selalu ya Kak.
08:07Ya Tifal dan juga Saudara begitulah dari masyarakat tentu masih berharap untuk kondisi yang membaik,
08:14bahkan mereka harus terbiasa dengan kondisi asap, karena mau tidak mau mereka tetap harus melanjutkan hidup.
08:21Seperti biasa, kendati sudah berbulan-bulan asap ini menyelimuti kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
08:29Tifal.
08:30Masjid dan Bimo Wicaksana, ada juga tambahan rekan kami, Muhammad Andika Pratama, langsung dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Terima kasih.

Dianjurkan