- 7 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau meluas hingga sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan bahwa pihaknya terus mengupayakan pemadaman karhutla, terutama di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.
Sementara itu, pengamat tata kota sekaligus Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Nirwono Joga, menyebut pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menyiapkan langkah mitigasi apabila kualitas udara Jakarta memburuk.
Baca Juga KPK: Pengadaan HT untuk Karhutla Diduga Dikorupsi di Kasus BNPB di https://www.kompas.tv/nasional/696557/kpk-pengadaan-ht-untuk-karhutla-diduga-dikorupsi-di-kasus-bnpb
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696559/full-asap-karhutla-terdeteksi-hingga-jakarta-pemprov-dki-siapkan-mitigasi-sapa-pagi
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan bahwa pihaknya terus mengupayakan pemadaman karhutla, terutama di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.
Sementara itu, pengamat tata kota sekaligus Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Nirwono Joga, menyebut pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menyiapkan langkah mitigasi apabila kualitas udara Jakarta memburuk.
Baca Juga KPK: Pengadaan HT untuk Karhutla Diduga Dikorupsi di Kasus BNPB di https://www.kompas.tv/nasional/696557/kpk-pengadaan-ht-untuk-karhutla-diduga-dikorupsi-di-kasus-bnpb
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696559/full-asap-karhutla-terdeteksi-hingga-jakarta-pemprov-dki-siapkan-mitigasi-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Intro
00:04Saudara dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di tanah air kian mengkhawatirkan.
00:09Bahkan kini asap kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di lapisan atmosfer Jakarta dan seluruh wilayah Sumatera Utara.
00:17Lalu bagaimana respon dari BNPB menindaklanjuti temuan ini?
00:21Dan apa pula kebijakan yang harus dilakukan di wilayah yang terdampak?
00:25Sudah bergabung bersama kami, Kepala Pusat Data Informasi dan Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan.
00:31Serta ada pengamatan Tata Kota, Pak Nirwono Yoga.
00:35Selamat pagi Bapak-Bapak, Assalamualaikum.
00:38Waalaikumsalam, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:40Saya ingin ke Pak Berton dulu.
00:42Pak Berton ini kan kalau kita lihat ya, dari informasi yang didapatkan bahwa memang asap dari Karhutla yang ada di
00:50Sumatera dan Kalimantan ini
00:51bahkan sudah mencapai wilayah atmosfer Jakarta.
00:56Jadi kita ingin tahu dulu, sebenarnya ada perbaikan nggak soal penanganan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan hingga saat ini?
01:04Ya, tentu kita patut menyayangkan, apa namanya, prihatin ya, bahwa memang sampai ke Sumatera Utara,
01:13sampai ke Jakarta, bahkan di sekitar Jakarta juga sudah ada Karhutla ditemukan.
01:21Tentu ini bisa membawa dampak negatif terhadap kesehatan ataupun aktivitas di Jakarta maupun di tempat-tempat yang lain.
01:33Tentu dari BNPB kami senantiasa melakukan hal yang terbaik, hal-hal yang bisa kami laksanakan untuk memadamkan api ini.
01:42Segala upaya kami lakukan, upaya-upaya inovasi baru yang ada disampaikan oleh para ahli,
01:50kami coba untuk segera bisa diterapkan di beberapa tempat, terutama di Sumatera Selatan maupun di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
01:59Jadi, kami tetap berupaya keras, seperti sebagaimana dari awal hingga saat ini tidak ada kata putus, kata gentar dari kami.
02:10Kami siap tetap melaksanakan berbagai upaya.
02:14Demikian, Pak.
02:14Jadi, untuk saat ini dari data yang Anda dapatkan, berapa hektare luas lahan yang saat ini terbakar dan berapa yang
02:25sisanya masih diupayakan untuk dipadamkan?
02:30Ya, dari data yang ada pada kami, itu masih sekitar 600 sampai 700, jadi sekitar itu.
02:39Jadi, 660, 650, itu yang memang sedang terbakar dan diupayakan.
02:45Namun, kami perlu juga sampaikan, masih ada juga wilayah-wilayah yang memang tidak ada apinya, tetapi ada asapnya.
02:53Nah, ini yang sulit kita pantau dan sulit karena kita membutuhkan air yang banyak untuk memadamkan barah api hingga ke
03:05bagian dalam dari permukaan gambut tersebut.
03:10Jadi, kami tetap mengupayakan terutama di tiga provinsi ini karena memang sangat masif api dan low dari visibilitas juga sangat
03:26rendah ya.
03:26Visibilitas jarak pandang yang sangat rendah ini menyebabkan juga terhalangnya kegiatan-kegiatan operasi udara maupun operasi darat.
03:33Oke, saya ingin ke Pak Nirwono. Pak Nirwono, ini kan tentu menjadi kabar yang kurang mengenakan bagi kita.
03:39Tentu saja, masyarakat di wilayah Jakarta dan juga sekitarnya ketika mendengar informasi bahwa asap dari Karhutlah, kabutnya sudah mencapai atmosfer
03:52wilayah Jakarta.
03:53Dan ini sudah mencemari wilayah udara Jakarta.
03:58Nah, apa sebenarnya yang bisa dilakukan oleh warga Jakarta?
04:03Ya, paling tidak saya melihat ada beberapa upaya yang bisa dilakukan ya.
04:10Yang pertama, jika kondisi udara yang memburuk seperti sekarang ya, BMKG dan BNBB ya, tentu nanti dinas lingkungan hidup akan
04:17memberikan, perlu memberikan rekomendasi apa.
04:20Nah, paling tidak yang pertama, karena ini hari Sabtu Minggu ya, mungkin belum terlalu terasa, tapi begitu Senin nanti sudah
04:26mulai aktivitas akan dimulai, ada tiga pertimbangan.
04:30Yang pertama tentu, terutama kita konsentrasi kepada anak-anak dulu, jadi anak-anak sekolah ya, jika kondisinya memburuk tentu pilihan
04:38rekomendasi seperti pembelajaran jarak jauh, PJJ, perlu diterapkan.
04:43Terus kemudian, terutama juga kelompok lansia ya, mengurangi untuk mobilitas atau aktivitas di luar ruangan ya, kalaupun bagi para pekerja
04:51yang terpaksa harus keluar untuk bekerja, tentu pertimbangannya harus menggunakan masker.
04:55Ini yang pilihan paling pertama yang bisa dilakukan dalam waktu dekat ya, untuk persiapan ya.
05:01Artinya, kita menunggu saat besok malam, mbak.
05:04Jadi kalau besok malam udaranya terus memburuk, tentu kebijakan itu yang perlu segera diinformasikan.
05:08Nah kedua, secara teknis nih, kalau kita bicara perkotaan, secara teknis yang bisa dilakukan juga adalah seperti upaya pembuatan water
05:16mist di gedung-gedung ya, untuk mengurangi tingkat polusi udara maupun asap tadi, secara segerikan di lokasi-lokasi pusat kegiatan
05:23perkotaannya ya.
05:26Nah kedepan juga, sekarang kan ada rencana Jakarta membuat vertical garden, ini juga perlu dipertimbangkan sebagai upaya untuk mengurangi tingkat
05:32polusi udaranya tadi.
05:33Nah ketiga, jika kondisi memungkinkan, tidak terutup kemungkinan ya, untuk dilakukan penjajakan operasi modifikasi cuaca ya, apalagi di sudah bulan
05:43Oktober, Oktober, November, Desember, kalau sudah bulan Berber ini kan, sebenarnya cukup terbantukan untuk adanya hujan yang akan membantu mengurangi
05:52asap-asap tadi.
05:53Termasuk polusi udara ya, sebenarnya Mbak ya, Mbak Ristri ya, kira-kira itu yang bisa disiapkan.
06:00Oke, ada beberapa hal yang disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi hal ini, walaupun ini akhir pekan baru akan
06:07terasa mungkin dampaknya pada hari Senin begitu ya, tapi ada beberapa hal yang kemudian sudah disiapkan mitigasinya.
06:14Salah satunya adalah mungkin pembelanjaran jarak jauh, work from home, kemudian tadi ada disebutkan oleh Water Miss di sana, tapi
06:21kemudian sudah adakah arahan dari Pemprov sendiri dalam hal ini adalah Pak Gubernur DKI Jakarta, Pak Pramono Anung, bersama dengan
06:32jajaran untuk bisa membahas hal ini ke depannya akan seperti apa?
06:36Ya, sesuai dengan informasi BMKG ya, jadi sejak hari Jumat kemarin itu sudah dilakukan upaya mitigasi ya, koordinasi antara BMKG,
06:46terus penelan-penelan daerah ya, penelan-penelan daerah ya, penelan-penelan daerah dan juga Dinas Luruan Hidup untuk melakukan upaya
06:53-upaya.
06:53Ya, hasil rekomendasinya yang tadi sedang disiapkan, SOP-nya ya, sesuai dengan beberapa kejadian sebelumnya, yaitu penanganan polisi udara, pertimbangan
07:03-pertimbangan nanti akan diputuskan pada saat kepastian datanya tadi tuh Mbak Risti.
07:08Ya, kira-kira tadi, kalau sampai terus memburuk, maka perkiraan minggu malam ya, kalau kondisi buruk tentu akan direkomendasikan antara
07:16lain tadi, PJJ, work from home ya, itu hal yang paling bisa cepat dilakukan dulu, tujuannya untuk mengurangi aktivitas masyarakat
07:24di ruang publik kan sebenarnya.
07:25Nah, kedua tadi, ada pertimbangan untuk mendorong penggunaan waterways di gedung-gedung sebagai upaya pencegahan, dan ketiga tentu jika kondisi
07:34memungkinkan akan dilakukan operasi modifikasi cuaca.
07:38Ini beberapa langkah yang sudah disiapkan menjadi SOP, yang tentu akan mengikuti data terbaru ya, dari BMKG maupun dari BNPP,
07:47kondisi yang akan melintas di Jakarta.
07:49Karena gini, saya mencatat ada dua. Satu, di luar asap tadi, harus diakui memang kondisi udara Jakarta dalam beberapa bulan
07:58terakhir ini yang musim panasnya panjang, itu kan sebenarnya tingkat polisi udaranya tinggi ya.
08:01Jadi, ini juga jadi faktor pertimbangan. Nah, kalau kita bicara polisi udara, di Jakarta ada dua penyebab utamanya.
08:08Satu tentu transportasi ya, baik itu transportasi publik maupun transportasi kendaraan ya, yang bisa diakui 70%nya itu dari transportasi.
08:15Jadi, kedua juga pembanget listrik yang ada di Jabodetabek kan masih menggunakan batu barah, Mbak.
08:21Artinya, ini juga menjawab kenapa hari Sabtu, Minggu, akhir Pekan seperti sekarang ini kok polisi udaranya pagi ini juga kurang
08:27cerah-cerah amat sebenarnya ya.
08:29Jadi, dua sektor tadi itu yang sedang jadi pertimbangan terutama untuk mengurangi polisi udara yang ada di Jakarta sendiri.
08:38Oke, lalu bagaimana soal kaum komrentan begitu ya, Balita, kemudian juga ada Lansia,
08:44di wilayah DKI Jakarta. Penyiapan fasilitas kesehatan, itu juga penting dilakukan.
08:50Betul. Catatannya begini, yang sudah disiapkan dalam ESOP tersebut adalah keterlibatan dua.
08:58Satu tentu dari dinas sosial dan dua tentu dari dinas pendidikan ya.
09:04Untuk dinas sosial dan pemberdayaan perempuan dan anak, fokusnya kepada anak-anak tadi ya, anak-anak sekolah ya,
09:09yang akan dipertimbangkan untuk mengurangi aktivitas keluar ya.
09:13Artinya, semakin berkurang anak-anak beraktifitas di luar, itu semakin mengurangi kemungkinan untuk terjadinya ISPA tadi.
09:21Ini yang pertama. Tentu bukan berarti kemudian anak-anaknya bermain di luar ya,
09:25dalam kondisi udara yang buruk tadi itu.
09:28Itu yang dilakukan untuk PCC.
09:30Nah, kedua untuk Lansia, Jakarta kan sudah punya namanya pasukan putih, Mbak.
09:34Nah, pasukan putih ini yang mendata, mengawal bagaimana kondisi dari Lansia-Lansia terutama difokuskan yang komorbid.
09:40Nah, ini juga menjadi perhatian khusus bagaimana para Lansia tadi juga dapat mengurangi aktivitas,
09:48tetapi tetap dipantau untuk data-data kesehatannya,
09:51sehingga kalau terjadi ISPA maupun juga tanda-tanda ISPA seperti batuk, pil, keradang tenggorok misalnya,
09:58itu dapat segera dilakukan pengobatan secara masif.
10:01Nah, ini yang sedang disiapkan SOP-nya.
10:04Oke. Saya ingin ke Pak Berton.
10:06Pak Berton, ini sudah disiapkan langkah-langkah yang begitu matang oleh Pemprov DKI Jakarta
10:10ketika nanti akan ada kondisi yang memburuk pada hari Minggu,
10:14begitu mulai dari PJJ, kemudian work from home.
10:16Tapi kemudian kita membahas sumber akar masalahnya adalah soal karhutlah di beberapa wilayah terdampak di Sumatera dan juga Kalimantan.
10:23Yang terbaru di bawah pucuk pimpinan kepala BNPB, begitu ya,
10:29pemerintah sudah membuka perbantuan ketika luar negeri akan membantu negara-negara tetangga.
10:37Nah, kalau tadi Menteri Luar Negeri mengatakan ini sudah pada level teknis dalam hal ini adalah di BNPB.
10:43Nah, sudah ada informasikah siapa yang nantinya akan siap untuk membantu negara-negara mana
10:48dan sebenarnya apa yang paling dibutuhkan saat ini oleh pemerintah kita untuk bisa ada perbantuan dari negara lain?
10:57Saya kira memang benar Bapak Presiden, kemudian dari Kementerian Luar Negeri juga sudah menyampaikan membuka jalur tersebut
11:06dan tentu kami dari level teknis sedang berdiskusi ini untuk membuat surat apa permintaan-permintaan apa yang akan kami berikan.
11:18Nah, hari ini kami dari tim teknis sedang rapat nih, selesai dari sini, kira-kira apa yang dibutuhkan.
11:25Nah, kami melihat situasi yang ada di sana, ini masih perkiraan kami Mbak.
11:31Jadi, sebenarnya yang paling efektif itu adalah bagaimana kita mengupayakan saat gas darat itu semakin banyak dan tentu alat-alatnya,
11:43airnya banyak.
11:44Kalau saat gas udara, ini karena melihat situasinya ya saat ini, alutsista kita juga relatif cukup sebenarnya, namun karena visibility
11:53yang rendah sehingga tidak bisa beroperasi.
11:55Nah, harapan kami sebenarnya kalau bisa itu nanti dipenuhi adalah bagaimana kita di darat bekerja secara luar biasa, banyak pasukan,
12:07banyak alat, banyak air yang bisa kita deploy, distribusi ke sumber masalah.
12:14Oke, berarti itu artinya perbantuan personil juga diperlukan dalam hal ini?
12:20Ya, terutama personil yang memang qualified dalam hal api.
12:24Jadi, kita tidak boleh sepelekan bahwa api itu orang yang tidak terlatih bisa melakukannya.
12:33Enggak, karena bagaimanapun api itu sangat menguras energi, sangat menguras air, ya, menguapkan air yang ada di tubuh kita, sehingga
12:43dalam pelaksanaannya perlu hal yang memperhatikan keselamatan.
12:50Sementara api, kalau kita nanti di sumber api itu bisa sampai 2 meter ya, 2 meter tingginya, ini lidah api
12:57atau kepala api itu bisa menyambar kemana-mana, angin yang kencang bisa kemana-mana.
13:01Nah, ini harus secara ini harus sigap untuk melakukan pencegahan terhadap personal maupun peralatan.
13:08Peralatan tentu ini tidak bisa kuat, tidak tahan terhadap api, kalaupun ada tahan pasti panas.
13:14Jadi, ini membutuhkan hal-hal yang memang kesigapan yang terlatih, orang-orang yang terlatih dalam menangani pemadaman ini di sektor
13:25darat.
13:26Oke, terakhir saya ingin tahu juga sebenarnya, jadi tantangan terbesar apa yang dihadapi oleh teman-teman di sana untuk pemadaman
13:36Karhutlah dan evaluasi ke depannya akan seperti apa, Pak Berton?
13:41Ya, tantangan di sektor darat, di Satgas Darat adalah bahwa memang ini adalah gambut, sering kami lakukan ini gambut yang
13:51memang tidak segampang itu memadamkannya, ini butuh air yang banyak, air sementara air juga tidak terlalu banyak saat ini karena
14:01kekeringan.
14:01Di pihak lain jarak juga menentukan dari jaraknya pos sekarang ini di mana berada atau di mana pemukiman berada ke
14:09lokasi api, titik api juga membutuhkan waktu, membutuhkan energi.
14:15Akses ke sana belum tentu ada, akses motor ataupun mobil apalagi belum tentu ada.
14:19Ini tantangan-tantangan yang kita hadapi di sana, di samping visibility, tentu orang-orang Satgas Darat pun ketika visibility rendah,
14:29ini juga perlu kita, mereka bisa melambat karena memang mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan.
14:36Dan ketika jarak pandang teman-teman relawan kita di darat juga terhalang, ini juga akan mempengaruhi kerja dan kecapean yang
14:50luar biasa juga akan mempengaruhi.
14:52Oke, di bawah kepemimpinan yang baru Kepala BNPB, Letjen Christome, sudah mengatakan pada saat pelantikan, selesai dilantik oleh Presiden Prabowo
15:01Subianto,
15:02Kepala BNPB yang terpenting jangan sampai ada korban. Instruksi untuk teknisnya akan seperti apa untuk penuntasan karhutlah tiga poin kritis
15:11dari Kepala BNPB kepada jajaran di bawahnya?
15:15Ya, tentu kemarin kami sudah mendapatkan arahan dari beliau dan kami memang mendapatkan agar tidak ada orang yang korban yang
15:27bisa kita cegah, jangan sampai kita cegah.
15:29Jadi itu memang poin yang penting, sehingga gerak-gerak cepat, kemudian saran yang cepat juga menjadi hal yang utama, informasi
15:36dan data menjadi penting.
15:40Keakurasi maupun kecepatan data tersebut, informasi menjadi penting bagi kami.
15:46Jadi kami akan bergerak lebih cepat dan beliau juga akan ke lapangan sesegera mungkin untuk melihat situasi di lapangan seperti
15:54apa,
15:55sehingga beliau bisa mendapatkan gambaran mungkin yang utuh maupun parsial, sehingga nanti bisa memberikan arahan yang lebih presisi sesuai dengan
16:06hasil pengemantauan di lapangan.
16:09Oke, berarti dalam waktu dekat Pak Kristome akan melakukan kunjungan begitu ya ke beberapa wilayah terdampak dari karhutlah. Kapan itu
16:17dan rencananya akan di mana?
16:18Jadi rencananya hari ini kalau memang ada nanti penerbangan akan ke Kalimantan Tengah, kemudian nanti melalui darat ini ke beberapa
16:28lokasi titik-titik api.
16:30Oke, terakhir saya ingin ke Pak Nirwono Yoga. Pak Nirwono ini kan Anda sekaligus juga menjadi staff khusus dari Gubernur
16:39DKI Jakarta, Mas Pram.
16:40Adakah imbauan kepada warga DKI Jakarta untuk tetap tidak panik menghadapi situasi saat ini, tapi juga tetap harus waspada?
16:51Ya, betul. Tentu kalau belajar dari beberapa pengalaman ya, Bapak Gubernur akan memberikan arahan tiga paling tidak ya.
16:58Yang pertama tentu warga Jakarta dan juga pemerintah Pak Kristal Kuluhan sebenarnya untuk memantau informasi terbaru yang diberikan oleh BMKG
17:07dan juga BNPB tentang kualitas udara di Jakarta khususnya.
17:11Ya, ini akan menjadi catatan karena dengan situ bisa diambil pilihan. Misalnya tadi, kalau kondisinya terus memburuk tentu paling yang
17:19akan ditempuh adalah PJJ maupun juga work from home.
17:22Itu yang akan dilakukan jika kondisinya terus memburuk. Namun demikian, pilihan yang kedua, jika kondisi udara masih bisa untuk aktivitas,
17:31tentu diharapkan warga Jakarta khususnya, jika beraktivitas jangan lupa menggunakan masker.
17:37Tetapi juga ditunjang misalnya dengan banyak minum air putih dan vitamin, supaya kondisi tubuh kita juga bisa lebih fit menghadapi
17:47kualitas udara yang masih buruk ini.
17:49Dan ketiga, tentu pada akhirnya kita berharap jika masih memungkinkan perbaikan lingkungan tadi dalam jangka pendek tadi adalah mengoperasi modifikasi
17:59cuaca jika memungkinkan jika hujan.
18:01Karena ini akan sangat membantu sekali, akan mengurangi polusi udara itu sendiri maupun juga asap yang melintas di wilayah Jakarta.
18:08Nah, tiga pilihan ini tentu yang akan jadi pertimbangan oleh Bapak Bukudur dan diinformasikan kepada jajaran.
18:13Yang menarik sebenarnya ini, Mbak Sadisni, untuk tadi, kalau anak-anak ini kan lebih ke arah PJJ ya, untuk lansia,
18:20pengerahan pasukan putih ya, yang selama ini mendampingi lansia di tingkat puskesmas,
18:25baik itu di kelurahan maupun di kecamatan, itu disiagakan selama 24 jam.
18:29Nah, ini tujuannya untuk mengawal terutama dari lansia dan komorbit terutama yang sangat rentan, untuk tetap terjaga kesehatannya di kondisi
18:37udara yang kurang baik ini.
18:39Kira-kira itu langkah yang disiapkan.
18:40Oke, baik. Terima kasih pengamatan Tata Kota sekaligus juga staf khusus dari Gubernur RKI Jakarta, Panirwono Yuga, telah bergabung bersama
18:47kami.
18:48Kemudian juga ada Kepala Pusat Data Informasi dan Kebencanaan BNPB, Pak Berton Panjaitan, juga telah bergabung bersama kami.
18:55Sehat selalu, Bapak-Bapak. Assalamualaikum, selamat pagi, selamat bertugas.
18:59Bagus, salam bertugas. Sehat semuanya.
19:03Saudara informasi penting lainnya masih akan kami hadirkan dari Bali, Saudara Pemprov Bali dan Pertamina.