00:09Intro
00:16Selain limbah, industri fashion juga menyisakan berbagai persoalan.
00:22International Labour Organization menyebut sebagian besar pekerja di pabrik tekstil adalah perempuan yang harus menghadapi kondisi kerja berat.
00:31Dengan jam kerja panjang namun upah relatif rendah.
00:36Namun kini kesadaran muncul, terutama di pelaku-pelaku usaha fashion lokal,
00:41memberikan perempuan jadi bukti nyata kontribusi anak negeri di bidang fashion yang berkelanjutan sekaligus membuka ruang kesetaraan.
00:49Hai Sobat Sustenetia,
00:52Jadi setelah aku cari tahu, ternyata ada lho brand tas lokal yang selain dia bentuknya unik,
00:57tapi juga menerapkan eco-conscious dalam produknya.
01:00Seunik apa sih produknya? Yuk kita lihat!
01:04Fuguku, sebuah brand tas lokal dengan bentuk unik menyerupai ikan fugu.
01:09Hadir dengan warna-warna cerah menarik perhatian.
01:12Selain tas, produksi pakaian dengan desain berani dan kreatif jadi salah satu daya tarif Fuguku menamaikan industri fashion tanah air.
01:20Brand yang telah berdiri sejak 2023 ini bahkan telah merambah pasar internasional.
01:30Halo, selamat siang Kak, di yang bisa saya bantu?
01:33Halo Kak! Kak, ini tasnya bentuknya unik banget, tapi ada hal unik lain nggak sih Kak di balik produk tas
01:40ini?
01:41Selain dari bentuknya yang unik, kita juga terbuatnya dari sampah limbah plastik, yaitu dari bahan recycle polyester dengan metode jumputan.
01:49Kita juga mempekerjakan 70 orang pengrajin, yaitu ibu-ibu, sejabodetabek.
01:55Jadi di balik produk tas Fuguku ini ada ibu-ibu yang diberdayakan ya Kak?
02:00Iya, betul banget.
02:01Nah, sobat sustennya siap, kita ketemu yuk sama salah satu ibu pengrajin dari tas Fuguku ini.
02:10Kami pun bertemu Yuni, ibu rumah tangga berusia 42 tahun yang lebih dari 2 tahun jadi mitra Fuguku.
02:18Sebagai mitra, Yuni berpeluang aktif menambah pendapatan keluarga selain mengurus rumah tangga.
02:24Meski tanpa pengalaman bergabung jadi mitra, Yuni diberi kesempatan belajar, keterampilan menjumput.
02:31Pengalaman yang menarik sekaligus memberi Yuni kepercayaan diri untuk terus berkembang.
02:37Dan saya belajar itu masih salah-salah juga, awal-awal menjumput.
02:45Satu, belum tentu saya bisa ngerjain dalam sehari, dua hari, itu satu piece bisa saya kerjain seminggu, lima hari paling
02:55cepat.
02:57Tapi lama-kelamaan kesini sebulan, dua bulan, tiga bulan saya bergabung, saya sudah menemukan gimana caranya.
03:07Jadi mitra Fuguku menjadi berkah tersendiri bagi Yuni.
03:11Terlebih, ia merupakan orang tua tunggal yang harus bekerja ekstra memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
03:18Saya jadi lebih punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya, untuk membiayai anak-anak sekolah, dan saya juga menjadi
03:31lebih percaya diri, karena di Fuguku ini saya kayak mempunyai keluarga baru.
03:42Bisa memperoleh penghasilan layak, sembari tetap mengurus anak jadi berkah berarti bagi Yuni.
03:48Yuni pun berharap kesempatan ini bisa terus menemani-nya menggapai cita-cita sederhana.
03:55Mimpi saya sih sederhana aja, kehidupan saya sama anak-anak saya lebih baik, bisa membiayai anak saya mungkin nanti kuliah.
04:06Di Indonesia, belum banyak brand dan produk fashion yang mengusung konsep ramah lingkungan, sekaligus memberikan perhatian pada kesejahteraan pekerjanya.
04:16Terlebih, di tengah gempuran produk fashion murah impor yang membanjiri pasar Indonesia, membuat brand-brand lokal seringkali sulit bersaing.
04:26Yang pertama adalah, dari sisi lingkungan, kita menerapkan circular economy yang kita memperpanjang usia limbah plastik, supaya tidak berakhir di
04:38laut atau di sungai.
04:41Jadi, si plastik ini kita jadikan produk kembali, itu sebagai tas.
04:45Yang kedua adalah, dari sisi kemanusiaan, kita menerapkan fair trade, di mana pengrajin-perrajin kita itu terpastikan mereka mendapatkan upah
04:54yang sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
04:57Jadi, kita juga menerapkan di mana bisnis itu, ethical business itu adalah tidak hanya profitable, tapi juga menjadikan solusi lingkungan
05:05dan kemanusiaan.
05:08Puluhan perempuan pengrajin kini terhimpun dan tersebar di wilayah Jabodetabek.
05:13Melalui kemitraan ini, para ibu rumah tangga diberdayakan agar memiliki keterampilan, pendapatan, dan kesempatan untuk lebih.
05:21Untuk saat ini, kita memperdayakan kurang lebih 50 pengrajin, itu yang tersebar di area urban village di Jakarta dan sekitarnya.
05:32Jadi, untuk ibu-ibu pengrajin kami, itu tentunya memberikan financial independence, di mana dengan menjadi bagian dari pengrajin kami,
05:43mereka dapat membantu untuk membayar sekolah anak, gitu, atau untuk membeli kebutuhan primer di keluarganya, gitu.
05:51Dan untuk Fuguku sendiri, ini merupakan strategi di mana kita bisa lebih fleksibel dan scalable, gitu.
06:01Karena kita dapat memproduksi ribuan tas tanpa harus membuat pabrik yang besar.
06:06Karena pabrik-pabrik kami itu adalah di rumah ibu-ibu ini, pengrajin kita.
06:12Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap produknya, Fuguku juga menyediakan layanan untuk memperbarui kondisi tas yang telah dimiliki oleh para pelanggan.
06:22Salah satu upaya untuk memperpanjang umur produk.
06:26Kalau kita lihat dari karakter dari tas Fuguku itu kan bisa melar.
06:30Setelah tentunya pemakaian, ada orang yang itu dipakai setiap hari untuk membawa laptop, membawa buku,
06:36itu akan semakin, dengan berjalannya waktu dan kegunaan, itu akan semakin melebar, gitu.
06:44Nah, di sini kita punya upgrading service di mana tas-tas tersebut bisa dibawa kembali ke kita, dikirimkan.
06:51Lalu kita rework ulang, gitu, untuk menjadikan sebuah produk yang baru dan nanti bentuknya akan kembali seperti semula.
07:00Munculnya brand fashion lokal yang tidak hanya berfokus pada desain, tetap juga memegang nilai keberlanjutan, tentu membanggakan.
07:07Praktik produksi yang bertanggung jawab, serta memberdayakan pekerja dan mitranya harus terus digalakan.
07:14Terima kasih sudah menonton!