Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kompas.TV - Fuguku, brand tas lokal yang berdiri sejak 2023, menghadirkan produk dengan desain unik melalui pemanfaatan bahan daur ulang sekaligus memberdayakan perempuan pengrajin.

Menggunakan bahan recycled polyester dari limbah plastik dengan teknik jumputan, Fuguku berupaya memperpanjang usia material agar tidak berakhir mencemari lingkungan. Melalui proses pengolahan tersebut, limbah plastik dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku produk tas yang memiliki nilai guna. Penggunaan material daur ulang ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong praktik industri fashion yang lebih berkelanjutan.

Tak hanya berfokus pada aspek lingkungan, Fuguku juga memberikan perhatian pada pemberdayaan perempuan melalui kemitraan dengan para pengrajin di Jakarta dan sekitarnya. Dalam proses produksi, para pengrajin perempuan dilibatkan untuk menghasilkan produk tas yang memiliki karakter dan nilai jual.

Melalui perpaduan pemanfaatan bahan daur ulang dan pemberdayaan perempuan, Fuguku berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial dan lingkungan.

Saksikan #Sustenesia setiap Sabtu pukul 09.00 WIB hanya di KompasTV!

Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV

Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop untuk mendapatkan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga Kurangi Limbah Fashion, Setali Indonesia Olah Pakaian Tak Terpakai | SUSTENESIA di https://www.kompas.tv/video/696575/kurangi-limbah-fashion-setali-indonesia-olah-pakaian-tak-terpakai-sustenesia

Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

#Sustenesia #FastFashion #SustainableFashion

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/696577/fuguku-olah-limbah-plastik-jadi-tas-berdayakan-perempuan-pengrajin-sustenesia
Transkrip
00:09Intro
00:16Selain limbah, industri fashion juga menyisakan berbagai persoalan.
00:22International Labour Organization menyebut sebagian besar pekerja di pabrik tekstil adalah perempuan yang harus menghadapi kondisi kerja berat.
00:31Dengan jam kerja panjang namun upah relatif rendah.
00:36Namun kini kesadaran muncul, terutama di pelaku-pelaku usaha fashion lokal,
00:41memberikan perempuan jadi bukti nyata kontribusi anak negeri di bidang fashion yang berkelanjutan sekaligus membuka ruang kesetaraan.
00:49Hai Sobat Sustenetia,
00:52Jadi setelah aku cari tahu, ternyata ada lho brand tas lokal yang selain dia bentuknya unik,
00:57tapi juga menerapkan eco-conscious dalam produknya.
01:00Seunik apa sih produknya? Yuk kita lihat!
01:04Fuguku, sebuah brand tas lokal dengan bentuk unik menyerupai ikan fugu.
01:09Hadir dengan warna-warna cerah menarik perhatian.
01:12Selain tas, produksi pakaian dengan desain berani dan kreatif jadi salah satu daya tarif Fuguku menamaikan industri fashion tanah air.
01:20Brand yang telah berdiri sejak 2023 ini bahkan telah merambah pasar internasional.
01:30Halo, selamat siang Kak, di yang bisa saya bantu?
01:33Halo Kak! Kak, ini tasnya bentuknya unik banget, tapi ada hal unik lain nggak sih Kak di balik produk tas
01:40ini?
01:41Selain dari bentuknya yang unik, kita juga terbuatnya dari sampah limbah plastik, yaitu dari bahan recycle polyester dengan metode jumputan.
01:49Kita juga mempekerjakan 70 orang pengrajin, yaitu ibu-ibu, sejabodetabek.
01:55Jadi di balik produk tas Fuguku ini ada ibu-ibu yang diberdayakan ya Kak?
02:00Iya, betul banget.
02:01Nah, sobat sustennya siap, kita ketemu yuk sama salah satu ibu pengrajin dari tas Fuguku ini.
02:10Kami pun bertemu Yuni, ibu rumah tangga berusia 42 tahun yang lebih dari 2 tahun jadi mitra Fuguku.
02:18Sebagai mitra, Yuni berpeluang aktif menambah pendapatan keluarga selain mengurus rumah tangga.
02:24Meski tanpa pengalaman bergabung jadi mitra, Yuni diberi kesempatan belajar, keterampilan menjumput.
02:31Pengalaman yang menarik sekaligus memberi Yuni kepercayaan diri untuk terus berkembang.
02:37Dan saya belajar itu masih salah-salah juga, awal-awal menjumput.
02:45Satu, belum tentu saya bisa ngerjain dalam sehari, dua hari, itu satu piece bisa saya kerjain seminggu, lima hari paling
02:55cepat.
02:57Tapi lama-kelamaan kesini sebulan, dua bulan, tiga bulan saya bergabung, saya sudah menemukan gimana caranya.
03:07Jadi mitra Fuguku menjadi berkah tersendiri bagi Yuni.
03:11Terlebih, ia merupakan orang tua tunggal yang harus bekerja ekstra memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
03:18Saya jadi lebih punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya, untuk membiayai anak-anak sekolah, dan saya juga menjadi
03:31lebih percaya diri, karena di Fuguku ini saya kayak mempunyai keluarga baru.
03:42Bisa memperoleh penghasilan layak, sembari tetap mengurus anak jadi berkah berarti bagi Yuni.
03:48Yuni pun berharap kesempatan ini bisa terus menemani-nya menggapai cita-cita sederhana.
03:55Mimpi saya sih sederhana aja, kehidupan saya sama anak-anak saya lebih baik, bisa membiayai anak saya mungkin nanti kuliah.
04:06Di Indonesia, belum banyak brand dan produk fashion yang mengusung konsep ramah lingkungan, sekaligus memberikan perhatian pada kesejahteraan pekerjanya.
04:16Terlebih, di tengah gempuran produk fashion murah impor yang membanjiri pasar Indonesia, membuat brand-brand lokal seringkali sulit bersaing.
04:26Yang pertama adalah, dari sisi lingkungan, kita menerapkan circular economy yang kita memperpanjang usia limbah plastik, supaya tidak berakhir di
04:38laut atau di sungai.
04:41Jadi, si plastik ini kita jadikan produk kembali, itu sebagai tas.
04:45Yang kedua adalah, dari sisi kemanusiaan, kita menerapkan fair trade, di mana pengrajin-perrajin kita itu terpastikan mereka mendapatkan upah
04:54yang sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
04:57Jadi, kita juga menerapkan di mana bisnis itu, ethical business itu adalah tidak hanya profitable, tapi juga menjadikan solusi lingkungan
05:05dan kemanusiaan.
05:08Puluhan perempuan pengrajin kini terhimpun dan tersebar di wilayah Jabodetabek.
05:13Melalui kemitraan ini, para ibu rumah tangga diberdayakan agar memiliki keterampilan, pendapatan, dan kesempatan untuk lebih.
05:21Untuk saat ini, kita memperdayakan kurang lebih 50 pengrajin, itu yang tersebar di area urban village di Jakarta dan sekitarnya.
05:32Jadi, untuk ibu-ibu pengrajin kami, itu tentunya memberikan financial independence, di mana dengan menjadi bagian dari pengrajin kami,
05:43mereka dapat membantu untuk membayar sekolah anak, gitu, atau untuk membeli kebutuhan primer di keluarganya, gitu.
05:51Dan untuk Fuguku sendiri, ini merupakan strategi di mana kita bisa lebih fleksibel dan scalable, gitu.
06:01Karena kita dapat memproduksi ribuan tas tanpa harus membuat pabrik yang besar.
06:06Karena pabrik-pabrik kami itu adalah di rumah ibu-ibu ini, pengrajin kita.
06:12Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap produknya, Fuguku juga menyediakan layanan untuk memperbarui kondisi tas yang telah dimiliki oleh para pelanggan.
06:22Salah satu upaya untuk memperpanjang umur produk.
06:26Kalau kita lihat dari karakter dari tas Fuguku itu kan bisa melar.
06:30Setelah tentunya pemakaian, ada orang yang itu dipakai setiap hari untuk membawa laptop, membawa buku,
06:36itu akan semakin, dengan berjalannya waktu dan kegunaan, itu akan semakin melebar, gitu.
06:44Nah, di sini kita punya upgrading service di mana tas-tas tersebut bisa dibawa kembali ke kita, dikirimkan.
06:51Lalu kita rework ulang, gitu, untuk menjadikan sebuah produk yang baru dan nanti bentuknya akan kembali seperti semula.
07:00Munculnya brand fashion lokal yang tidak hanya berfokus pada desain, tetap juga memegang nilai keberlanjutan, tentu membanggakan.
07:07Praktik produksi yang bertanggung jawab, serta memberdayakan pekerja dan mitranya harus terus digalakan.
07:14Terima kasih sudah menonton!

Dianjurkan