00:00Saudara Anda masih menyaksikan Breaking News Kompas TV bersama saya DC50.
00:05Baru saja kita sudah menyaksikan pelantikan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresiden
00:11terkait dari jabatan wakil Menteri Negara Republik Indonesia
00:15dan juga adanya pengisian atau pergantian dari jabatan tinggi di tubuh TNI.
00:29Oke, kami sudah terhubung dengan Adi Prayitno, Saudara Direktur Eksekutif Parabatan Politik Indonesia.
00:36Selamat sore Mas Adi.
00:38Selamat sore Mbak.
00:39Oke, Mas Adi ini kan kita tadi sudah menyaksikan ya masnya pelantikan yang baru saja dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto
00:45yang untuk mengisi dan juga mengganti beberapa posisi-posisi strategis di pemerintahan Prabowo sendiri.
00:51Nah ini kalau Mas Adi sendiri bisa melihatnya arahnya mau kemana ini Mas?
00:56Ya kalau kita lihat rata-rata secara umum memang pelantikan, wamen dan sejumlah pejabat hari ini
01:03itu kan sangat tergantung bagaimana kebutuhan terutama adalah untuk mengakselerasi dan mempercepat visi-visi dan kinerja yang diinginkan oleh Presiden.
01:13Misalnya ada pelantikan sejumlah wamen, misalnya wamen pertahanan ya,
01:19Wakil Menteri Pertahanan kan kita tahu bahwa situasi global saat ini memang membutuhkan bagaimana,
01:26butuh respon yang cukup cepat termasuk juga soal langkah-langkah antisipatif yang memang harus dilakukan oleh pemerintahan Indonesia
01:33mengatasi gonjang-ganjing dan situasi global yang terus bergembang secara secukup senikan.
01:39Begitupun kalau kita melihat pelantikan yang terkait dengan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,
01:44ini tentu sepertinya dikaitkan dengan persoalan beberapa waktu yang lalu ketika ombudsman melakukan sidak kepada lapas di Bogor,
01:53kan ditemukan ada fasilitas yang mewah dan cukup fantastis dan tentu saja itu kan cukup melukai perasaan publik
02:00karena di lapas ada fasilitas mewah dan kemudian dianggap membanjakan para narapidana yang seharusnya itu tidak terjadi.
02:07Jadi posisi-posisi ini tentu sesuai dengan kebutuhan dan supaya hal-hal yang seperti yang terjadi di lapas beberapa waktu
02:15yang lalu
02:15itu tidak lagi terulang karena itu cukup melukai perasaan publik secara umum.
02:20Ataupun misalnya soal pergantian BNBB, pasti itu dikaitkan dengan peristiwa politik yang terkait dengan kasus OTT yang dilakukan oleh KPK,
02:29kan beberapa waktu yang lalu di BNBB.
02:32Bagaimana mungkin ini tidak menjadi atensi dari pemerintah dan presiden?
02:36Karena pada saat yang bersamaan di tengah begitu banyak persoalan bencana terutama kebakaran hutan yang asapnya hingga saat ini belum
02:44ada solusinya
02:44dan pada saat yang bersamaan sejumlah orang, sejumlah oknum yang ada di BNBB itu kan terindikasi terlibat dalam persoalan-persoalan
02:53korupsi
02:53dan itu sudah di OTT oleh KPK.
02:55Jadi bagi saya ini adalah variable-variable kunci yang bisa menjelaskan kepada publik bahwa dalam banyak hal pergantian kabinet,
03:03perjalanan pelantikan Wakil Menteri dan Pejabat Negara hari ini tujuannya adalah untuk mengakselerasi
03:09dan tentu saja semua persoalan-persoalan yang belakangan ini happening soal LAPA, soal BNBB,
03:16itu juga kemudian bisa selesai dan bisa tuntas dan ini tidak lagi terulang ya.
03:21Dan kalau kita kaitkan dengan sejumlah pergantian, bukan pergantian prosesnya, ini semacam rotasi di Pejabat TNI,
03:29ini kan rotasi posisi Wakil Menteri Pak Tandio dan kemudian menjadi kasat, dan Pak Kasat Pak Ruli misalnya,
03:37Pak Maruli Simanjuntak yang awalnya kasat dan kemudian dirotasi sebagai wakil ya, wakil Panglima TNI.
03:43Ini adalah semacam rotasi yang saya kira perkara alamiah dalam tubuh TNI,
03:49ya pastinya tubuh TNI adalah untuk melakukan penyegaran supaya ada inovasi-inovasi yang kemudian bisa
03:54sesuai dengan harapan-harapan publik dan harapan pemerintah secara teknifikan.
03:59Saya kira di situ sih, Pak, sebenarnya konteksnya.
04:01Oke, berarti bisa dilihat kalau ini tuh sebenarnya adalah urgensi ya, Mas,
04:06untuk bisa menstabilisasikan lagi pemerintahan Prabowo di tengah yang tadi Mas bilang gonjang-ganjing dari global, begitu ya.
04:12Ditambah juga kan beberapa belakangan ini ada kasus dari yang bisa tadi Mas Adi bilang,
04:18dari yang kasus OTT di BNPB, dan juga yang lepas mewah di Cibinong tersebut.
04:25Gimana Mas Adi?
04:27Ya, saya kira memang bagi kita sulit untuk tidak menerima secara akal sehat ya,
04:35bahwa pelantikan sejumlah wamen dan pejabat tinggi kali ini tentu itu dilatar belakang oleh peristiwa-peristiwa politik
04:41yang belakangan ini cukup happening ya.
04:43Apa yang terjadi di Lapas Cibinong, kemudian indikasi korupsi atau praktik korupsi yang ada di BNPB,
04:50itu kan cukup mencederai perasaan-perasaan publik.
04:53Maka itu yang sepertinya ditangkap oleh Presiden, ditangkap oleh pemerintah,
04:57supaya persoalan-persoalan yang terkait dengan Lapas, korupsi ada di BNPB, itu tidak lagi terulang.
05:02Dan tentu saja itu menghilangkan ekses negatif terhadap pemerintah, terutama jelang pemerintahan 2 tahun di bulan 20 Oktober 2026 ini.
05:12Begitupun dengan program-program strategis pemerintah, kan kalau tidak salah ada pelantikan Wakil Menteri Pertanian yang baru.
05:19Tujuannya tentu adalah bagaimana progres dan terkait dengan program andalan, terkait dengan suasana pada pangan,
05:25itu adalah sesuatu yang kemudian bisa diwujudkan secara signifikan.
05:28Kan kalau kita hitung rata-rata syurah umum, salah satu program prioritas yang dimiliki oleh pemerintahan kali ini adalah
05:36soal bagaimana suasana pada pangan itu betul-betul terwujud dan betul-betul terrealisasi.
05:42Maka wajar kalau kemudian hari ini kita bisa saksikan secara terbuka, ada pelantikan Wakil Menteri di bidang pertanian,
05:49supaya persoalan yang terkait dengan ketahanan pangan, itu ada solusi dan kemudian ada inovasi-inovasi ke depan.
05:56Kalau kita hitung ya rata-rata, bagaimana pidato politik yang disampaikan oleh Prabu Subianto beberapa waktu yang lalu,
06:04terutama terkait dengan menikapi situasi global ya, maka Indonesia itu kan diharapkan memiliki sejumlah ketahanan,
06:11ketahanan energi, ketahanan air, ketahanan pangan, dan termasuk juga adalah ketahanan di bidang teknologi, teknologi inovasi.
06:18Jadi sekalinya pun di luar itu terjadi kuncang ganjing, ada perang asimetris, tapi Indonesia sudah mempersiapkan segala-galanya,
06:26supaya tidak terdampak, sekalinya pun di dunia luar ya, terkait ketegangan-ketegangan di Eropa, di Timur Tengah.
06:34Tapi Indonesia kalau sudah mempersiapkan segala-galanya di hari ini, ketahanan pangan salah satunya,
06:39dan upaya untuk melakukan ketahanan energi misalnya, menurut saya ini adalah langkah-langkah yang sepertinya diinginkan oleh Presiden,
06:47bagaimana cita-cita dan keinginan untuk mengantisipasi persoalan global itu bisa diwujudkan secara signifikan.
06:54Meski pada setting bersamaan, ada persoalan-persoalan domestik yang saat ini sedang happening,
07:00ya soal BNPP yang kemarin ada, OTTKBK, termasuk juga soal apa.
07:04Saya kira dua hal ini yang kemudian bisa menjelaskan kenapa kemudian pelantikan sejumlah wakil menteri dan pejabat negara hari ini,
07:12itu sangat terlapandang, bisa dibaca sebagai upaya untuk menambal, jumpan, camping, kekurangan,
07:19dan tentu saja sebagai upaya untuk mengantisipasi segala kemungkinan gejala-gejala global yang tak ada satupun yang bisa memprediksi bagaimana
07:27dinamikanya.
07:28Oke, kalau kita lihat sebenarnya kan reshuffle ini cukup lumayan sering terjadi belakangan ini ya,
07:33dua pekan lalu juga terjadi reshuffle, dan sekarang juga terjadi reshuffle.
07:38Nah ini sebenarnya reshuffle yang tadi saya bilang lumayan sering terjadi ini,
07:43apakah sebenarnya bisa menjawab dari kepuasan publik ataupun juga bisa menyelesaikan permasalahan atau persoalan yang ada, Mas Adi?
07:51Ya, ada dua hal. Pertama sebenarnya publik itu kan tidak terlampau peduli apakah reshuffle itu sering dilakukan,
07:58apakah reshuffle itu jarang dilakukan, atau misalnya reshuffle itu bahkan tidak pernah dilakukan.
08:03Publik itu sebenarnya tutup mata dengan itu semua.
08:07Yang diinginkan oleh publik itu adalah soal siapapun yang menjadi menteri, siapapun yang menjadi one man,
08:13siapapun yang menjadi pejabat negara, yang paling penting adalah mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.
08:18Itu saja sih kuncinya.
08:20Makanya siapapun yang dilantik hari ini atau beberapa waktu yang lalu,
08:24ketika dilantik menjadi pejabat, tujuannya adalah bagaimana mereka bisa bekerja.
08:29Tidak perlu butuh adaptasi dan penyesuaian, langsung gasfall, tuntaskan keinginan,
08:35bagaimana program-program strategis yang diinginkan oleh presiden itu bisa diwujudkan secara signifikan.
08:40Nah yang kedua, kalau kita mau hitung ya, apa yang terjadi pada pelantikan hari ini,
08:45wamen ataupun sejumlah pejabat, itu kan terkait dengan sejumlah peristiwa yang betul-betul lagi happening dan sedang viral.
08:52BNPB, itu kan dianggap melukai perasaan publik, di tengah kebakaran hutan,
08:58membutuhkan dana dan atensi yang cukup serius, tapi kemudian dananya dikorupsi,
09:02dan itu terbukti bagaimana KPK melakukan OTT, itu kan melukai publik.
09:07Sepertinya itulah yang kemudian membuat atensi presiden, bahwa ini tidak bisa dibiarkan.
09:12Ini tentu melukai perasaan publik, sehingga ada pergantian di situ.
09:16Dan pada saat yang bersamaan terkait dengan lapas, ya.
09:18Kita tahu lapas itu adalah tempat pembinaan, supaya jerak, ada kemudian bagaimana ada pertaubatan di situ.
09:26Tapi kemudian sidak yang dilakukan oleh ombudsman, ditemukan fasilitas yang mewah, fantastis,
09:32ada fasilitas yang serupa dengan golf misalnya, itu kan juga dianggap sesuai dengan tidak.
09:37Bagaimana rasa keadilan publik itu dilukai.
09:40Jadi bagi saya peristiwa-peristiwa pelantikan semacam ini tentu tidak lahir dalam ruang hampa,
09:45tapi sangat tergantung pada istriwa politik, peristiwa hukum, dan tentu adalah terkait dengan gonjang-ganjing dunia.
09:52Makanya kalau kita hitung rata-rata, setika kita melihat ada pelantikan Wakil Menteri Pertahanan,
09:58kemudian Wakil Menteri Pertanian, itu yang tadi saya sebut sebagai ubah, ya.
10:03Bagaimana ada mitigasi, langkah-langkah konkret, solutif yang mesti dipersiapkan oleh bangsa Indonesia,
10:08di tengah menghadapi gejolak global yang entah sampai kapan ini cukup dinamis dan tidak akan ada yang pernah tahu sampai
10:16kapan gejolak ini akan berhenti.
10:18Sekalinya pun ada gejolak di luar, kalau ada kemandirian energi, kemandirian pangan, kemandirian air,
10:25tentu Indonesia akan aman dalam konteks itu.
10:27Menurut saya begitu, saya melihatnya dari jauh.
10:29Oke, tentunya ini menjadi salah satu langkah konkret juga ya dari pemerintah Prabowo untuk menyelesaikan persoalan yang tadi Mas Adi
10:37bilang,
10:37gonjang-ganjing global. Begitu ya Mas Adi?
10:40Iya, memang gonjang-ganjing global kan tidak pernah selesai hingga saat ini.
10:44Iya, betul. Baik, terima kasih Mas Adi Proyitno atas insight-nya,
10:49Direktur Eksekutif Parameter Polotik Indonesia.
10:51Adi Proyitno, terima kasih atas Waktunya di Kompas TV.