00:03Intro
00:04Saudara kasus ISPA di Kabupaten Madiun, Jawa Timur tercatat mencapai sekitar 9.700 kasus hingga September 2026.
00:12Meski demikian, Dinas Kesehatan menyebut kondisi masih terkendali dan belum menemukan kasus superflu atau influenza A di wilayah tersebut.
00:24Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat kasus infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA di Kabupaten Madiun sekitar 9.700 kasus hingga
00:35bulan September 2026.
00:38Meskipun angka kejadian cukup tinggi, situasi penyakit saluran pernafasan di wilayah Madiun dinilai masih terkendali dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
00:47Kondisi cuaca pada musim kemarau menjadi salah satu faktor pendukung utama yang memicu timbulnya gangguan pernafasan bagi warga.
00:57Paparan asap akibat kebakaran lahan serta daya tahan tubuh yang menurun di tengah cuaca ekstrim kerap menjadi pemicu penularan ISPA
01:05di tengah mati.
01:06Sampai September di 9.700 sekian, tetapi itu tidak terjadi lonjakan yang signifikan, jadi masih bisa terkendali.
01:17Itu faktor kemarau mendukung?
01:19Faktor kemarau mendukung, kemudian daya tahan tubuh juga, terus kemudian ada kebakaran asap seperti itu, itu mendukung untuk terjadinya ISPA.
01:30Asupan makanan itu?
01:31Asupan makanan itu untuk menjaga imun tubuh.
01:33Ketika imun kita asupan makannya bagus, imun tubuhnya akan bagus, sehingga untuk terkena ISPA akan cenderung kecil sekali.
01:41Di samping itu kami mengharapkan ketika keluar dari rumah, diharapkan untuk memakai masker, jangan lupa untuk minum air putih yang
01:48banyak, sehingga tidak terjadi dehidrasi.
01:50Sementara itu, varian mutasi seperti superflu atau influenza A, H3N2 dipastikan belum terdeteksi di wilayah Kabupaten Madiun.
02:01Apabila nantinya ditemukan gejala yang mengarah pada varian tersebut, penanganan medis akan dilakukan melalui prosedur pengambilan sampel swab untuk diuji
02:10lebih lanjut di BPLK Surabaya,
02:12guna memastikan jenis infeksi yang dialami pasien.
02:15Imam Iswanto, Kompas TV Madiun, Jawa Timur
02:23Kasus ISPA di Kabupaten Madiun, Jawa Timur tercatat mencapai sekitar 9.700 kasus hingga September 2026.
02:30Waktu rapat dan bagaimana pencegahan ISPA kita bahas bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung
02:39Dodik Pujianto.
02:42Salam Nusantara Pagung, terima kasih telah bergabung di Jurnal Nusantara.
02:47Salam sehat kembali.
02:49Salam sehat Bapak. Terkait dengan jumlah kasus, ini ada 9.700 kasus untuk kasus ISPA di Madiun.
02:56Apa kemudian yang menjadi faktor utama penyebab meningkatnya kasus ISPA di sana?
03:03ISPA atau terjadinya tangguhan pada saluran pernafasan di Kabupaten Madiun ada beberapa sebab.
03:12Yang pertama, kita sudah tahu sendiri, adanya musim kemarau yang berkepanjangan,
03:19yang menyebarkan kemarau yang kering, kelembapan mendeksi rendah,
03:23biar adanya angin dari situ, yang menyebarkan di sehingga terhidup oleh kita,
03:31kemudian adanya kasus kebakaran juga di mana asapnya juga mengganggu saluran pernafasan.
03:38Seperti itu, banyak tersebutnya kasus ISPA sepanjang Januari sampai September di Kabupaten Madiun.
03:48Baik, musim kemarau ini menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya kasus ISPA di sana.
03:53Lalu kemudian apa saja gejala awal yang perlu dikenali masyarakat,
03:56lalu kapan masyarakat ini perlu memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan terdekat
04:01apabila mengalami gejala tersebut?
04:04Baik, ada beberapa gejala yang ringan, tetapi dianggap ranah,
04:11karena itu nanti akan menyebabkan penyakit yang lebih parah.
04:16Satu, diantaranya demam, kemudian basok, ilas,
04:20dan adanya sakit pendorokan, itu perlu kita waspadai,
04:25dan perlu kita turutai untuk seberapa kita pergi ke asas fasilitas kesehatan yang ada di wilayah.
04:33Sakit tenggorokan ini menjadi salah satu indikasi terjadinya atau peluang kasus ISPA di sana.
04:40Dan kemudian apabila mengidap ataupun menghadapi sakit tenggorokan,
04:45diharapkan dapat memeriksakan diri ke fasilitas terdekat untuk kemudian penanggulangannya.
04:51Lalu kemudian Bapak diperkirakan kemarau ini akan berjalan hingga November 2026.
04:56Apa saja sosialisasi yang telah diberikan kepada masyarakat
05:00untuk mencegah masyarakat agar tidak terkena ISPA?
05:02Baik, kami berdasarkan program, promosi kesehatan,
05:11di pustas mas wilayah kami yang terdekat dengan masyarakat.
05:16Itu kami menggindah yang pertama, ketika masyarakat keluar,
05:23agar tidak terjadi penyebaran kebi melalui saluran pasma patah.
05:30Kemudian yang kedua, dengan terlalu banyak mobilitas yang tidak perlu ketika kita berdasarkan di luaran.
05:44Kemudian yang ketiga, diharapkan untuk makanan berdisi, asupan yang berdisi,
05:54sehingga dapat meningkatkan daerah tahan imun tubuh.
05:57Kemudian diharapkan juga bahwa banyak minum air putih,
06:03sehingga tidak terjadi deizasi pada tubuh.
06:05Salah satu penyebab dari ISPA ini adalah arna adanya daerah di tubuh,
06:11sering di dalam tubuh, sehingga tersebutnya terasa tersebut.
06:17Kemudian dihimbau ketika sakit dengan kemana-mana,
06:22tetaplah isolasi diri di rumah, kegiatan sepertinya.
06:25Kemudian ketika menemui kejala yang saya sebutkan tadi,
06:29segera melakukan pemeriksaan kefasilitas kejahatan di sekitar wilayah.
06:37Makan-makanan bergizi dan kemudian minum air putih yang cukup,
06:40ini menjadi salah satu upaya untuk mencegah dan menjaga diri agar tidak terkena ISPA.
06:45Lalu kemudian Pak Agung, dengan kemarau yang akan berlangsung hingga November saat ini,
06:52lalu kemudian apa saja langkah yang telah dilakukan,
06:56agar kemudian mencegah masyarakat agar tidak terkena ISPA.
06:59Dan sebelumnya juga disebutkan,
07:01daerah tahan tubuh ini menjadi faktor penting untuk mencegah.
07:04Masyarakat terkena ISPA, mengapa daerah tahan tubuh ini menjadi faktor penting?
07:10Kenapa daerah tahan tubuh menjadi penting?
07:12Karena daerah tahan tubuh itu adalah daerah yang masuknya virus.
07:16Nah, ketika daerah tahan tubuh kita tinggi,
07:19maka virus yang masuk itu tidak akan berkembang, akan dilawan oleh tubuh.
07:23Kemudian yang kedua, jika terjadi ISPA,
07:29itu tidak akan memperparah keadaan atau memperparah kondisi fisik seseorang.
07:37Nah, kemudian yang ketiga, bahwa daya tahan tubuh ini perlu agar kita bisa beraktifitas seperti biasa,
07:46tidak terdampak oleh musim mengering di Kabupaten Indonesia.
07:53Daerah tahan tubuh ini menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah masyarakat agar tidak terkena ISPA.
07:59Lalu kemudian, Bapak, dari 9.700 kasus ISPA di sana,
08:03kelompok usia mana yang terdampak paling banyak dari kasus ISPA di sana?
08:09Ada kelompok rentan, yaitu kelompok balita, itu yang terbanyak.
08:14Kemudian yang kedua adalah kelompok lansia, lanjut usia.
08:19Ini yang sering terdampak, karena mereka adalah merupakan kelompok rentan.
08:25Lalu kemudian, apakah ada penanganan khusus untuk kelompok balita dan juga kelompok lansia di sana,
08:30baik penanganannya setelah terkena ISPA ataupun juga untuk pencegahannya?
08:35Baik, ketika mereka sudah kena, kita harapkan mereka segera mengerjakan kefasilitasan sejati-sejati.
08:43Satu pertanganan, kedua, kita harapkan pada kelompok-kelompok rentan ini tetap berperlaku hidup bersih dan sehat,
08:53dan nantinya tidak akan terdampak pada ISPA ini.
08:58Kemudian kita yang mengajurkan juga untuk vaksin, karena di kelompok balita ini,
09:04vaksin gasar itu harus juga terpenuh.
09:08Jadi, diantaranya vaksin PCP untuk pandemonia dan vaksin insulenta.
09:12Itu yang kita anjurkan kepada masyarakat.
09:17Baik sejumlah upaya dilakukan untuk kemudian mencegah masyarakat agar tidak terkena ISPA
09:23dan juga menanggulangi penyebaran kasus ISPA di sana.
09:26Terima kasih Pak Agung telah bergabung di Jurnal Nusantara.
09:29Sehat selalu dan semoga upaya untuk mencegah penyebaran ISPA ini berjalan dengan lancar.
09:35Salam Nusantara.
09:36Saya akan berhati-hati.
09:37Terima kasih.
09:37selamat menikmati