Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MADIUN, KOMPAS.TV - Data Dinas Kesehatan mencatat sekitar 9.700 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Madiun hingga September 2026. Meskipun angka kejadian cukup tinggi, situasi penyakit saluran pernapasan di wilayah tersebut dinilai masih relatif terkendali dan tidak mengalami lonjakan signifikan.

Kondisi cuaca pada musim kemarau menjadi salah satu faktor yang dapat memicu gangguan pernapasan pada warga. Paparan asap akibat kebakaran serta daya tahan tubuh yang menurun di tengah cuaca ekstrem kerap dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan pernapasan di masyarakat.

Sebagai langkah pencegahan, pemenuhan asupan nutrisi dan gizi seimbang sangat diperlukan untuk menjaga imunitas tubuh. Masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup guna mencegah dehidrasi serta konsisten menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sementara itu, varian yang disebut super flu atau influenza A H3N2 dipastikan belum terdeteksi di wilayah Kabupaten Madiun. Apabila nantinya ditemukan gejala yang mengarah pada infeksi tersebut, penanganan medis akan dilakukan melalui prosedur pengambilan sampel usap (swab) untuk diuji lebih lanjut di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya guna memastikan jenis infeksi yang dialami pasien.

Baca Juga Terdampak Asap Karhutla, Kasus ISPA di Merauke Terus Meningkat | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/695891/terdampak-asap-karhutla-kasus-ispa-di-merauke-terus-meningkat-sapa-pagi

#madiun #ispa #kemarau #cuacaekstrem #kabutasap

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696183/full-dinkes-madiun-catat-9-700-kasus-ispa-hingga-september-2026-kondisi-cuaca-ekstrem-jadi-pemicu
Transkrip
00:03Intro
00:04Saudara kasus ISPA di Kabupaten Madiun, Jawa Timur tercatat mencapai sekitar 9.700 kasus hingga September 2026.
00:12Meski demikian, Dinas Kesehatan menyebut kondisi masih terkendali dan belum menemukan kasus superflu atau influenza A di wilayah tersebut.
00:24Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat kasus infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA di Kabupaten Madiun sekitar 9.700 kasus hingga
00:35bulan September 2026.
00:38Meskipun angka kejadian cukup tinggi, situasi penyakit saluran pernafasan di wilayah Madiun dinilai masih terkendali dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
00:47Kondisi cuaca pada musim kemarau menjadi salah satu faktor pendukung utama yang memicu timbulnya gangguan pernafasan bagi warga.
00:57Paparan asap akibat kebakaran lahan serta daya tahan tubuh yang menurun di tengah cuaca ekstrim kerap menjadi pemicu penularan ISPA
01:05di tengah mati.
01:06Sampai September di 9.700 sekian, tetapi itu tidak terjadi lonjakan yang signifikan, jadi masih bisa terkendali.
01:17Itu faktor kemarau mendukung?
01:19Faktor kemarau mendukung, kemudian daya tahan tubuh juga, terus kemudian ada kebakaran asap seperti itu, itu mendukung untuk terjadinya ISPA.
01:30Asupan makanan itu?
01:31Asupan makanan itu untuk menjaga imun tubuh.
01:33Ketika imun kita asupan makannya bagus, imun tubuhnya akan bagus, sehingga untuk terkena ISPA akan cenderung kecil sekali.
01:41Di samping itu kami mengharapkan ketika keluar dari rumah, diharapkan untuk memakai masker, jangan lupa untuk minum air putih yang
01:48banyak, sehingga tidak terjadi dehidrasi.
01:50Sementara itu, varian mutasi seperti superflu atau influenza A, H3N2 dipastikan belum terdeteksi di wilayah Kabupaten Madiun.
02:01Apabila nantinya ditemukan gejala yang mengarah pada varian tersebut, penanganan medis akan dilakukan melalui prosedur pengambilan sampel swab untuk diuji
02:10lebih lanjut di BPLK Surabaya,
02:12guna memastikan jenis infeksi yang dialami pasien.
02:15Imam Iswanto, Kompas TV Madiun, Jawa Timur
02:23Kasus ISPA di Kabupaten Madiun, Jawa Timur tercatat mencapai sekitar 9.700 kasus hingga September 2026.
02:30Waktu rapat dan bagaimana pencegahan ISPA kita bahas bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung
02:39Dodik Pujianto.
02:42Salam Nusantara Pagung, terima kasih telah bergabung di Jurnal Nusantara.
02:47Salam sehat kembali.
02:49Salam sehat Bapak. Terkait dengan jumlah kasus, ini ada 9.700 kasus untuk kasus ISPA di Madiun.
02:56Apa kemudian yang menjadi faktor utama penyebab meningkatnya kasus ISPA di sana?
03:03ISPA atau terjadinya tangguhan pada saluran pernafasan di Kabupaten Madiun ada beberapa sebab.
03:12Yang pertama, kita sudah tahu sendiri, adanya musim kemarau yang berkepanjangan,
03:19yang menyebarkan kemarau yang kering, kelembapan mendeksi rendah,
03:23biar adanya angin dari situ, yang menyebarkan di sehingga terhidup oleh kita,
03:31kemudian adanya kasus kebakaran juga di mana asapnya juga mengganggu saluran pernafasan.
03:38Seperti itu, banyak tersebutnya kasus ISPA sepanjang Januari sampai September di Kabupaten Madiun.
03:48Baik, musim kemarau ini menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya kasus ISPA di sana.
03:53Lalu kemudian apa saja gejala awal yang perlu dikenali masyarakat,
03:56lalu kapan masyarakat ini perlu memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan terdekat
04:01apabila mengalami gejala tersebut?
04:04Baik, ada beberapa gejala yang ringan, tetapi dianggap ranah,
04:11karena itu nanti akan menyebabkan penyakit yang lebih parah.
04:16Satu, diantaranya demam, kemudian basok, ilas,
04:20dan adanya sakit pendorokan, itu perlu kita waspadai,
04:25dan perlu kita turutai untuk seberapa kita pergi ke asas fasilitas kesehatan yang ada di wilayah.
04:33Sakit tenggorokan ini menjadi salah satu indikasi terjadinya atau peluang kasus ISPA di sana.
04:40Dan kemudian apabila mengidap ataupun menghadapi sakit tenggorokan,
04:45diharapkan dapat memeriksakan diri ke fasilitas terdekat untuk kemudian penanggulangannya.
04:51Lalu kemudian Bapak diperkirakan kemarau ini akan berjalan hingga November 2026.
04:56Apa saja sosialisasi yang telah diberikan kepada masyarakat
05:00untuk mencegah masyarakat agar tidak terkena ISPA?
05:02Baik, kami berdasarkan program, promosi kesehatan,
05:11di pustas mas wilayah kami yang terdekat dengan masyarakat.
05:16Itu kami menggindah yang pertama, ketika masyarakat keluar,
05:23agar tidak terjadi penyebaran kebi melalui saluran pasma patah.
05:30Kemudian yang kedua, dengan terlalu banyak mobilitas yang tidak perlu ketika kita berdasarkan di luaran.
05:44Kemudian yang ketiga, diharapkan untuk makanan berdisi, asupan yang berdisi,
05:54sehingga dapat meningkatkan daerah tahan imun tubuh.
05:57Kemudian diharapkan juga bahwa banyak minum air putih,
06:03sehingga tidak terjadi deizasi pada tubuh.
06:05Salah satu penyebab dari ISPA ini adalah arna adanya daerah di tubuh,
06:11sering di dalam tubuh, sehingga tersebutnya terasa tersebut.
06:17Kemudian dihimbau ketika sakit dengan kemana-mana,
06:22tetaplah isolasi diri di rumah, kegiatan sepertinya.
06:25Kemudian ketika menemui kejala yang saya sebutkan tadi,
06:29segera melakukan pemeriksaan kefasilitas kejahatan di sekitar wilayah.
06:37Makan-makanan bergizi dan kemudian minum air putih yang cukup,
06:40ini menjadi salah satu upaya untuk mencegah dan menjaga diri agar tidak terkena ISPA.
06:45Lalu kemudian Pak Agung, dengan kemarau yang akan berlangsung hingga November saat ini,
06:52lalu kemudian apa saja langkah yang telah dilakukan,
06:56agar kemudian mencegah masyarakat agar tidak terkena ISPA.
06:59Dan sebelumnya juga disebutkan,
07:01daerah tahan tubuh ini menjadi faktor penting untuk mencegah.
07:04Masyarakat terkena ISPA, mengapa daerah tahan tubuh ini menjadi faktor penting?
07:10Kenapa daerah tahan tubuh menjadi penting?
07:12Karena daerah tahan tubuh itu adalah daerah yang masuknya virus.
07:16Nah, ketika daerah tahan tubuh kita tinggi,
07:19maka virus yang masuk itu tidak akan berkembang, akan dilawan oleh tubuh.
07:23Kemudian yang kedua, jika terjadi ISPA,
07:29itu tidak akan memperparah keadaan atau memperparah kondisi fisik seseorang.
07:37Nah, kemudian yang ketiga, bahwa daya tahan tubuh ini perlu agar kita bisa beraktifitas seperti biasa,
07:46tidak terdampak oleh musim mengering di Kabupaten Indonesia.
07:53Daerah tahan tubuh ini menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah masyarakat agar tidak terkena ISPA.
07:59Lalu kemudian, Bapak, dari 9.700 kasus ISPA di sana,
08:03kelompok usia mana yang terdampak paling banyak dari kasus ISPA di sana?
08:09Ada kelompok rentan, yaitu kelompok balita, itu yang terbanyak.
08:14Kemudian yang kedua adalah kelompok lansia, lanjut usia.
08:19Ini yang sering terdampak, karena mereka adalah merupakan kelompok rentan.
08:25Lalu kemudian, apakah ada penanganan khusus untuk kelompok balita dan juga kelompok lansia di sana,
08:30baik penanganannya setelah terkena ISPA ataupun juga untuk pencegahannya?
08:35Baik, ketika mereka sudah kena, kita harapkan mereka segera mengerjakan kefasilitasan sejati-sejati.
08:43Satu pertanganan, kedua, kita harapkan pada kelompok-kelompok rentan ini tetap berperlaku hidup bersih dan sehat,
08:53dan nantinya tidak akan terdampak pada ISPA ini.
08:58Kemudian kita yang mengajurkan juga untuk vaksin, karena di kelompok balita ini,
09:04vaksin gasar itu harus juga terpenuh.
09:08Jadi, diantaranya vaksin PCP untuk pandemonia dan vaksin insulenta.
09:12Itu yang kita anjurkan kepada masyarakat.
09:17Baik sejumlah upaya dilakukan untuk kemudian mencegah masyarakat agar tidak terkena ISPA
09:23dan juga menanggulangi penyebaran kasus ISPA di sana.
09:26Terima kasih Pak Agung telah bergabung di Jurnal Nusantara.
09:29Sehat selalu dan semoga upaya untuk mencegah penyebaran ISPA ini berjalan dengan lancar.
09:35Salam Nusantara.
09:36Saya akan berhati-hati.
09:37Terima kasih.
09:37selamat menikmati

Dianjurkan