00:00Merespons tawaran bantuan Malaysia untuk pemadaman karhutlah di tanah air,
00:04pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan upaya dari Indonesia
00:08untuk memadamkan karhutlah ke Malaysia.
00:11Menlu Armanata menyebutkan waterbombing dan modifikasi cuaca
00:16telah dilakukan sebagai salah satu upaya pemadaman.
00:18Kita sudah berkomunikasi dengan, dari saya sudah berbicara juga dengan
00:24Menteri Luar Negeri Malaysia dan juga kita sudah jelaskan
00:29langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia
00:32seperti kita sudah menunjukkan lebih dari 60 ribu personel.
00:38Kita telah menunjukkan juga sekitar 48 helikopter dan pesawat
00:47untuk melakukan waterbombing dan juga pengalian cuaca.
00:51Memang ini merupakan tantangan karena udaranya yang saat ini tidak berada di pihak kita.
00:58Tapi harapan kita adalah segera ini akan reda karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan.
01:07Asap karhutlah sudah menggagung negara tetangga.
01:10Bagaimana kondisi terkininya di Malaysia?
01:12Kita bergabung dengan WNI di Malaysia, ada Bu Wida Ningsih.
01:16Selamat malam, Bu Wida.
01:19Selamat malam.
01:20Bu Wida, bagaimana kondisi di sana sekarang?
01:23Asapnya semakin tebal atau sudah mulai meredah?
01:27Oke, untuk hari ini saya lihat bahwa asap itu tidak separah pada waktu hari Sabtu.
01:33Pada hari Sabtu itu sangat tebal sekali sehingga kita tidak bisa memandang menara tower
01:39dari jarak dekat sekalipun.
01:41Untuk hari ini asap sudah agak meredah karena memang kondisi asap di Kuala Lumpur itu on off, Mas.
01:49Jadi kadang tebal, kadang agak meredah.
01:54Itu yang saya lihat.
01:55Dan saya rasakan ini terjadi mulai dari tanggal akhir Agustus.
02:00Rasanya saya jadi jarang melihat langit biru.
02:03Rata-rata saya melihat asap.
02:05Biasanya dari kondominium saya di mana saya tinggal, itu yang namanya menara tower itu terlihat.
02:11Tapi sekarang sama sekali tidak terlihat.
02:14Sebetulnya kapan kabut asap mulai menyelimuti Malaysia, Bu Wida?
02:19Sepertinya akhir Agustus.
02:21Sepertinya akhir Agustus.
02:22Ini kami mendapatkan visual di hari ini kabut asapnya itu yang ada kirim ini kabut asapnya sangat tebal dan juga
02:32menyelimuti wilayah Malaysia ini.
02:35Nah ini kondisi asap yang hari per hari ini itu tidak sangat tebal.
02:42Itu agak meredah.
02:44Beda lagi ketika kondisi asap pada waktu hari Sabtu kemarin.
02:47Itu sangat tebal.
02:48Nah ini hanya terjadi di Kuala Lumpur di mana saya tinggal di Kuala Lumpur itu kan semenanjung Malaysia bagian barat
02:56ya mas.
02:56Tapi ada lagi yang lebih parah atau orang sini mengatakan lebih teruk itu adalah sekitar daerah Johor.
03:04Johor, Melaka itu sangat parah.
03:07Yang di mana apabila kita menggunakan API, alat pengukur kesehatan udara, itu mencapai indeks sampai 176.
03:14Yang di mana indeks itu menyatakan bahwa kondisi udara sangat tidak sehat.
03:19Itu jadi untuk per hari ini saya baca di, saya lihat di berita, ada 26 wilayah yang di mana API
03:27-nya tidak sehat.
03:29Itu yang sehat.
03:29Tadi ada menceritakan bahwa kabut asap di Kuala Lumpur Malaysia terutama itu kadang tebal, kadang meredah.
03:35Lalu bagaimana dengan aktivitas warga di sana, Bu Wida?
03:38Ketika saya keluar rumah, aktivitas itu biasa tetapi tidak seperti halnya aktivitas ketika udara sehat.
03:47Jadi memang agak berkurang dan aktivitas seperti kami melakukan olahraga di pagi hari seperti Sabtu minggu itu sudah tidak ada
03:54lagi.
03:55Dan yang saya khawatirkan adalah mengenai laporan para cikgu yang ada di sekitar rumah saya selalu melaporkan bahwa di sekolah
04:03itu tiap hari kuantitas murid itu selalu menurun.
04:07Artinya kehadiran murid itu selalu menurun dikarenakan memang adanya faktor sakit yang terkait dengan penapasan.
04:15Itu yang dikatakan oleh guru-guru dan guru-guru.
04:18Apakah di sana banyak juga kasus ispa yang meningkat, Bu Wida?
04:22Oh iya, banyak. Itu yang dikatakan guru. Kebetulan jiran kami ada guru di sini.
04:27Jadi setiap hari itu selalu ada anak sakit.
04:29Dan itu juga berdampak karena yang saya tahu bulan Oktober ini di Malaysia ini adalah bulannya ujian.
04:35Nah itu juga mengganggu karena memang anak yang mau ujiannya terserang sakit pernafasan.
04:41Itu yang saya dapatkan laporan dari teman-teman sekitar dan yang saya lihat.
04:46Bagaimana dengan keluarga Anda, Bu Wida? Kerabat atau suami?
04:52Keluarga saya Alhamdulillah karena memang kita mengurangi kegiatan atau aktivitas di luar.
04:57Kalau suami ke kampus, rumah. Kampus, rumah gitu loh.
05:02Dan selalu memakai masker.
05:03Dan memang di sini pihak kerajaan itu sangat responsif memberikan announcement atau pengumuman ke masyarakat
05:11bahwa hari ini disesuaikan dengan kondisi asap, ketebalan asap.
05:16Diumumkan mana saja, wilayah mana saja yang harus meliburkan anak-anak sekolah.
05:21Dan kalau misalnya memang kondisi asap agak meredah, langsung diumumkan lagi bahwa sekolah hari ini boleh masuk.
05:29Jadi selalu adanya announcement dari pihak kerajaan. Itu yang saya lihat dan yang saya baca.
05:35Ada imbuan dari pemerintah Malaysia untuk warga di sana.
05:37Lalu apakah juga ada sosialisasi atau pembagian masker jika memang warganya harus terus beraktivitas di luar rumah?
05:43Nah seperti itu saya tidak melihat, tetapi yang saya lihat adalah pada waktu itu adanya demo dari orang-orang Malaysia
05:50di kedutaan.
05:51Itu yang saya lihat. Kebetulan saya lewat waktu itu.
05:54Itu aja sih. Tapi untuk pembagian masker, nampaknya saya tidak melihat itu.
05:59Bu Wida, ada pesan untuk pemerintah Indonesia soal penanganan karhutlah.
06:04Harapannya seperti apa?
06:05Oke, pesan dari saya adalah di mana pelaku apakah itu perorangan ataupun institusi di tindak tegas.
06:16Terus selanjutnya adalah selalu adanya koordinasi dengan pihak ASEAN.
06:24Tingkatkan koordinasi ASEAN termasuk bantuan pemadaman lintas negara bila kondisi memburuk.
06:30Tadi saya dengar dari Pak Presiden bahwa kita sudah mengeluarkan puluhan ribu polisi hutan.
06:35Tetapi karena memang medannya begitu sangat luas, tidak salah apabila menurut saya mengadakan koordinasi ke pihak ASEAN.
06:44Itu yang saya inginkan.
06:45Baik, terima kasih.
06:47Baik, terima kasih Bu Wida Ningsi, warga negara Indonesia yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia telah berbagi cerita bersama kami.
06:55Terima kasih Bu Wida.