Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kobaran api mendadak kembali muncul dari lahan gambut dan semak kering di Jalan Trans Kalimantan, Palangka Raya. Relawan pemadam karhutla melakukan pemadaman secara manual.

Ancaman kebakaran lahan gambut di Jalan Trans Kalimantan, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus mengintai.

Kantong-kantong bara api yang tersembunyi di bawah permukaan lahan gambut dan semak kering kembali memantik kobaran api hingga membahayakan kawasan permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi.

Kondisi angin dan vegetasi yang sangat kering membuat api dengan cepat merambat. Relawan pemadam karhutla terpaksa melakukan penyekatan manual dengan alat seadanya.

#kalimantan #relawan #karhutla

Baca Juga Mahfud MD: DPR Bisa Memakzulkan Gibran, Ini Alasannya | DIPO di https://www.kompas.tv/video/695737/mahfud-md-dpr-bisa-memakzulkan-gibran-ini-alasannya-dipo



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695740/katim-unit-pammat-direktorat-samapta-polda-kalteng-ungkap-kendala-pemadaman-karhutla
Transkrip
00:00Saudara kobaran api mendadak kembali muncul dari lahan gambut dan semak kering di Jalan Trans Kalimantan, Palangkaraya.
00:07Relawan pemadam Karhutla melakukan pemadaman manual.
00:12Ancaman kebakaran lahan gambut di Jalan Trans Kalimantan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah terus mengintai saudara.
00:18Kantong-kantong barah api yang tersembunyi di bawah permukiman lahan gambut dan semak kering kembali memantik kobaran api
00:25hingga membahayakan kawasan permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi.
00:30Kondisi angin dan vegetasi yang sangat kering, api dengan cepat merambat.
00:35Relawan pemadam Karhutla terpaksa melakukan penyekatan manual dengan alat seadanya.
00:41Dekat pemukiman, sini kan dekat rumah ada pemukiman menorang, makanya kami lakukan pemadaman dengan cara di pukul-pukul dulu.
00:49Baru tadi dari jam 1an kami berangkat, tapi kalau mereka dari BPBD sudah dari pagi, siaga di sini.
00:58Rumah-rumah warganya ada di sana merembet gitu kan, jadi upaya kami ini untuk penyekatan aja lah gitu.
01:04Oleh mungkin ada yang menyalur dari bawah, terus kan ini masih ada sisa tumbuhan yang mengering nih, jadi cepat itu
01:10jadinya.
01:12Lahan gambut itu kan cepat penyebaran apinya.
01:36Selamat sore Ibu, ini kita jelaskan untuk saat ini wilayah yang terbakar itu cukup luas.
01:43Mungkin di TKP ini diperkirakan kurang lebih 10 hektare, dan saat ini kita sedang melakukan pemadaman dan pendinginan menggunakan expire
01:52begitu.
01:53Di sini kita sudah padamkan kurang lebih hampir 3 hari, kita mengalami kesulitan karena api dan bara api sudah masuk
02:01jauh ke dalam tanah begitu.
02:03Jadi, untuk pemadaman agak terkendala karena sumber air cukup jauh dan bara api yang cukup banyak menyebar begitu.
02:13Pak Antonius, dengan tadi ada kendala-kendala karena sumber airnya jauh dan juga alat seadanya.
02:19Lalu bagaimana petugas di sana berjibaku, berusaha untuk terus memadamkan api?
02:26Karena kalau kami lihat dari sini di belakang Bapak sangat tebal sekali asap yang ada di sana.
02:34Untuk saat ini kita berusaha memadamkan menggunakan expire, kita gunakan suntikan gambut begitu, karena bara api yang cukup dalam.
02:44Kita dibantu juga oleh relawan-relawan dan untuk saat ini kita sedang ada pembuatan sumberbor di sekitaran lokasi begitu, untuk
02:52membantu suplai airnya.
02:55Terkait dengan suplai air sendiri, apakah memang di sana tersedia cukup banyak Pak Anton?
02:59Karena kan memang tadi dilihat ada mungkin ada beberapa titik baru dan juga api-api juga yang baru muncul Pak.
03:06Untuk saat ini sumber air kita ambil dari sumber air yang cukup jauh, jadi kita gunakan mobil-mobil tanki untuk
03:14suplai air ke TKP di sini.
03:17Pak Anton, apakah memang api juga sudah menekati permukiman warga di sana Bapak?
03:23Untuk saat ini memang api sangat dekat dengan permukiman warga, TKP saat ini kita berada itu di seputaran dikelilingi perumahan
03:31warga.
03:32Saat ini warga sendiri seperti apa Pak? Apakah mereka sudah mengungsi atau juga mungkin ada warga yang ikut membantu Bapak
03:39dan juga rekan-rekan di sana untuk memadamkan api?
03:43Untuk saat ini warga ikut membantu Bapak, Ibu.
03:46Tidak ada yang mengungsi, semua masih bertahan di rumah masing-masing, membantu untuk memadamkan di sekitaran rumahnya masing-masing.
03:53Pak Anton, kalau memang kami lihat dari sini sangat tebal sekali asap, masker juga tentunya tidak terlepas dipakai pada hari
04:02ini dan juga hari-hari ke depan.
04:03Yang paling berat bagi petugas Bapak untuk menghadapi yang tak kunjung padam atau menyaksikan masyarakat ini kehilangan rasa untuk bernafas
04:13dengan baik Bapak?
04:13Bagaimana di sana Bapak?
04:16Kalau untuk bernafasnya ya kita agak kesusahan begitu karena bisa dilihat ini cukup tebal asapnya dan lagi pula kalau misalnya
04:27angin cukup kencang ini api akan kembali berkabar kembali.
04:32Yang paling dibutuhkan saat ini terutama juga untuk Bapak dan rekan-rekan dan juga masyarakat di sana apa, Pak?
04:40Mungkin kalau untuk saat ini kita sangat membutuhkan oksigen karena banyak juga dari rekan-rekan kita pada saat melakukan pemadaman
04:49mengalami sesak nafas, Ibu.
04:52Apakah di sana juga sudah ada mungkin rekan-rekan medis di sana yang menyiapkan oksigen atau masker pengganti atau masker
04:59yang lebih tertutup rapat untuk para petugas, Pak?
05:04Untuk saat ini tim medis kita ada standby untuk antisipasi apabila ada rekan-rekan kita yang mengalami sesak nafas.
05:13Dan untuk perlengkapan kita sendiri banyak dari rekan-rekan yang menggunakan masker-masker tertutup begitu untuk antisipasi menghirup asap terlalu
05:23banyak, Ibu.
05:24Apakah memang suplai-suplai terkait dengan tadi oksigen dan juga masker yang paling krusial di sana bisa terpenuhi dengan mudah
05:32seperti itu, Pak?
05:34Untuk saat ini masih bisa terpenuhi. Cukup lah untuk anggota-anggota cukup.
05:40Lalu, Pak, ini kan tadi Bapak bilang ada muncul juga api-api baru di sana.
05:45Apakah juga ada mungkin habitat hutan dan lingkungan di sana yang akhirnya terganggu karena kebakaran ini?
05:52Untuk saat ini di Kalimantan Tengah ada beberapa taman nasional yang terbakar.
05:58Khususnya taman nasional Sebangau, taman nasional Tanjung Puting, dan sekitarnya.
06:04Itu tergena dampak juga dari kebakaran ini, Bapak.
06:07Kalau boleh kami tanyakan, Bapak, di belakang Bapak itu apakah api betul-betul sudah padam?
06:13Atau mungkin ada rekan-rekan lain yang saat ini masih berjibaku untuk memadamkan api?
06:19Untuk saat ini, TKP yang ada saat ini belum padam betul, Ibu.
06:23Ini masih banyak rekan-rekan kita yang masih memadamkan karena bara api masih banyak menyebar di berbagai titik, Ibu.
06:31Penyebabnya apakah memang karena di sana lahan gambut atau mungkin karena kekeringan atau seperti apa, Pak Anton?
06:37Untuk penyebabnya ya ini lahan gambut yang cukup tebal, kemudian dia mengalami kering yang sangat kering.
06:43Jadi untuk api, menyala di atas, terus dia turun sampai ke bawah sekitar 2-3 meter bara di bawah tanah.
06:51Nah, itu yang kita kendalanya susah untuk padamkan.
06:54Lalu bagaimana dengan sistem pergantian antara kan Bapak, karena kan kita tahu tadi Bapak katakan sampai 2 meter ke bawah
07:01itu masih ada titik-titik api.
07:03Tentunya kan kalau misalnya semuanya bersama-sama melakukan bisa lebih lelah seperti itu.
07:08Sistem pergantiannya seperti apa, Pak? Apakah memang bisa terlaksana?
07:14Untuk kita antisipasi dengan cara melakukan piket begitu, perregu.
07:20Jadi untuk setiap harinya bergantian, Ibu.
07:22Untuk antisipasi menjaga kesehatan dan keselamatan rekan-rekan juga.
07:27Setelah titik saat ini Bapak memadamkan, lalu akan beralih ke titik mana lagi, Pak, yang akan dipadamkan?
07:35Apabila ini sudah selesai, sudah kita padamkan, kita akan kembali ke titik-titik berikutnya.
07:40Apabila ada laporan dari masyarakat di seputaran rumah warga yang terbakar, kita akan menuju langsung ke tanah.
07:47Terakhir, Pak Anton, mungkin apa yang paling dibutuhkan, yang bisa disampaikan di sini supaya bisa didengar juga
07:53agar kebutuhan-kebutuhan itu bisa segera terpenuhi dan tim relawan dan juga petugas di sana bisa memadamkan api dengan sepadam
08:02-padamnya?
08:03Untuk saat ini yang kami sangat butuhkan yaitu oksigen, terus masker, terus vitamin mungkin untuk multivitamin rekan-rekan kita
08:15karena kita bekerja setiap hari begitu tanpa istirahat, terus untuk sumber air,
08:22mungkin kita butuh embung-embung air, diperbanyak begitu.
08:25Baik, Bripka Antonius, KT Munit Pamat, Direkturat Samabta Polda Kalteng, terima kasih atas perbincangan singkatnya di siang hari ini.
08:33Kami berdoa agar api di sana bisa segera padam dan rekan-rekan juga tetap sehat dan selamat hingga selesai.
08:40Terima kasih, Bapak.
08:42Terima kasih, Ibu.
08:43Terima kasih, Ibu.

Dianjurkan