00:00Saudara kobaran api mendadak kembali muncul dari lahan gambut dan semak kering di Jalan Trans Kalimantan, Palangkaraya.
00:07Relawan pemadam Karhutla melakukan pemadaman manual.
00:12Ancaman kebakaran lahan gambut di Jalan Trans Kalimantan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah terus mengintai saudara.
00:18Kantong-kantong barah api yang tersembunyi di bawah permukiman lahan gambut dan semak kering kembali memantik kobaran api
00:25hingga membahayakan kawasan permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi.
00:30Kondisi angin dan vegetasi yang sangat kering, api dengan cepat merambat.
00:35Relawan pemadam Karhutla terpaksa melakukan penyekatan manual dengan alat seadanya.
00:41Dekat pemukiman, sini kan dekat rumah ada pemukiman menorang, makanya kami lakukan pemadaman dengan cara di pukul-pukul dulu.
00:49Baru tadi dari jam 1an kami berangkat, tapi kalau mereka dari BPBD sudah dari pagi, siaga di sini.
00:58Rumah-rumah warganya ada di sana merembet gitu kan, jadi upaya kami ini untuk penyekatan aja lah gitu.
01:04Oleh mungkin ada yang menyalur dari bawah, terus kan ini masih ada sisa tumbuhan yang mengering nih, jadi cepat itu
01:10jadinya.
01:12Lahan gambut itu kan cepat penyebaran apinya.
01:36Selamat sore Ibu, ini kita jelaskan untuk saat ini wilayah yang terbakar itu cukup luas.
01:43Mungkin di TKP ini diperkirakan kurang lebih 10 hektare, dan saat ini kita sedang melakukan pemadaman dan pendinginan menggunakan expire
01:52begitu.
01:53Di sini kita sudah padamkan kurang lebih hampir 3 hari, kita mengalami kesulitan karena api dan bara api sudah masuk
02:01jauh ke dalam tanah begitu.
02:03Jadi, untuk pemadaman agak terkendala karena sumber air cukup jauh dan bara api yang cukup banyak menyebar begitu.
02:13Pak Antonius, dengan tadi ada kendala-kendala karena sumber airnya jauh dan juga alat seadanya.
02:19Lalu bagaimana petugas di sana berjibaku, berusaha untuk terus memadamkan api?
02:26Karena kalau kami lihat dari sini di belakang Bapak sangat tebal sekali asap yang ada di sana.
02:34Untuk saat ini kita berusaha memadamkan menggunakan expire, kita gunakan suntikan gambut begitu, karena bara api yang cukup dalam.
02:44Kita dibantu juga oleh relawan-relawan dan untuk saat ini kita sedang ada pembuatan sumberbor di sekitaran lokasi begitu, untuk
02:52membantu suplai airnya.
02:55Terkait dengan suplai air sendiri, apakah memang di sana tersedia cukup banyak Pak Anton?
02:59Karena kan memang tadi dilihat ada mungkin ada beberapa titik baru dan juga api-api juga yang baru muncul Pak.
03:06Untuk saat ini sumber air kita ambil dari sumber air yang cukup jauh, jadi kita gunakan mobil-mobil tanki untuk
03:14suplai air ke TKP di sini.
03:17Pak Anton, apakah memang api juga sudah menekati permukiman warga di sana Bapak?
03:23Untuk saat ini memang api sangat dekat dengan permukiman warga, TKP saat ini kita berada itu di seputaran dikelilingi perumahan
03:31warga.
03:32Saat ini warga sendiri seperti apa Pak? Apakah mereka sudah mengungsi atau juga mungkin ada warga yang ikut membantu Bapak
03:39dan juga rekan-rekan di sana untuk memadamkan api?
03:43Untuk saat ini warga ikut membantu Bapak, Ibu.
03:46Tidak ada yang mengungsi, semua masih bertahan di rumah masing-masing, membantu untuk memadamkan di sekitaran rumahnya masing-masing.
03:53Pak Anton, kalau memang kami lihat dari sini sangat tebal sekali asap, masker juga tentunya tidak terlepas dipakai pada hari
04:02ini dan juga hari-hari ke depan.
04:03Yang paling berat bagi petugas Bapak untuk menghadapi yang tak kunjung padam atau menyaksikan masyarakat ini kehilangan rasa untuk bernafas
04:13dengan baik Bapak?
04:13Bagaimana di sana Bapak?
04:16Kalau untuk bernafasnya ya kita agak kesusahan begitu karena bisa dilihat ini cukup tebal asapnya dan lagi pula kalau misalnya
04:27angin cukup kencang ini api akan kembali berkabar kembali.
04:32Yang paling dibutuhkan saat ini terutama juga untuk Bapak dan rekan-rekan dan juga masyarakat di sana apa, Pak?
04:40Mungkin kalau untuk saat ini kita sangat membutuhkan oksigen karena banyak juga dari rekan-rekan kita pada saat melakukan pemadaman
04:49mengalami sesak nafas, Ibu.
04:52Apakah di sana juga sudah ada mungkin rekan-rekan medis di sana yang menyiapkan oksigen atau masker pengganti atau masker
04:59yang lebih tertutup rapat untuk para petugas, Pak?
05:04Untuk saat ini tim medis kita ada standby untuk antisipasi apabila ada rekan-rekan kita yang mengalami sesak nafas.
05:13Dan untuk perlengkapan kita sendiri banyak dari rekan-rekan yang menggunakan masker-masker tertutup begitu untuk antisipasi menghirup asap terlalu
05:23banyak, Ibu.
05:24Apakah memang suplai-suplai terkait dengan tadi oksigen dan juga masker yang paling krusial di sana bisa terpenuhi dengan mudah
05:32seperti itu, Pak?
05:34Untuk saat ini masih bisa terpenuhi. Cukup lah untuk anggota-anggota cukup.
05:40Lalu, Pak, ini kan tadi Bapak bilang ada muncul juga api-api baru di sana.
05:45Apakah juga ada mungkin habitat hutan dan lingkungan di sana yang akhirnya terganggu karena kebakaran ini?
05:52Untuk saat ini di Kalimantan Tengah ada beberapa taman nasional yang terbakar.
05:58Khususnya taman nasional Sebangau, taman nasional Tanjung Puting, dan sekitarnya.
06:04Itu tergena dampak juga dari kebakaran ini, Bapak.
06:07Kalau boleh kami tanyakan, Bapak, di belakang Bapak itu apakah api betul-betul sudah padam?
06:13Atau mungkin ada rekan-rekan lain yang saat ini masih berjibaku untuk memadamkan api?
06:19Untuk saat ini, TKP yang ada saat ini belum padam betul, Ibu.
06:23Ini masih banyak rekan-rekan kita yang masih memadamkan karena bara api masih banyak menyebar di berbagai titik, Ibu.
06:31Penyebabnya apakah memang karena di sana lahan gambut atau mungkin karena kekeringan atau seperti apa, Pak Anton?
06:37Untuk penyebabnya ya ini lahan gambut yang cukup tebal, kemudian dia mengalami kering yang sangat kering.
06:43Jadi untuk api, menyala di atas, terus dia turun sampai ke bawah sekitar 2-3 meter bara di bawah tanah.
06:51Nah, itu yang kita kendalanya susah untuk padamkan.
06:54Lalu bagaimana dengan sistem pergantian antara kan Bapak, karena kan kita tahu tadi Bapak katakan sampai 2 meter ke bawah
07:01itu masih ada titik-titik api.
07:03Tentunya kan kalau misalnya semuanya bersama-sama melakukan bisa lebih lelah seperti itu.
07:08Sistem pergantiannya seperti apa, Pak? Apakah memang bisa terlaksana?
07:14Untuk kita antisipasi dengan cara melakukan piket begitu, perregu.
07:20Jadi untuk setiap harinya bergantian, Ibu.
07:22Untuk antisipasi menjaga kesehatan dan keselamatan rekan-rekan juga.
07:27Setelah titik saat ini Bapak memadamkan, lalu akan beralih ke titik mana lagi, Pak, yang akan dipadamkan?
07:35Apabila ini sudah selesai, sudah kita padamkan, kita akan kembali ke titik-titik berikutnya.
07:40Apabila ada laporan dari masyarakat di seputaran rumah warga yang terbakar, kita akan menuju langsung ke tanah.
07:47Terakhir, Pak Anton, mungkin apa yang paling dibutuhkan, yang bisa disampaikan di sini supaya bisa didengar juga
07:53agar kebutuhan-kebutuhan itu bisa segera terpenuhi dan tim relawan dan juga petugas di sana bisa memadamkan api dengan sepadam
08:02-padamnya?
08:03Untuk saat ini yang kami sangat butuhkan yaitu oksigen, terus masker, terus vitamin mungkin untuk multivitamin rekan-rekan kita
08:15karena kita bekerja setiap hari begitu tanpa istirahat, terus untuk sumber air,
08:22mungkin kita butuh embung-embung air, diperbanyak begitu.
08:25Baik, Bripka Antonius, KT Munit Pamat, Direkturat Samabta Polda Kalteng, terima kasih atas perbincangan singkatnya di siang hari ini.
08:33Kami berdoa agar api di sana bisa segera padam dan rekan-rekan juga tetap sehat dan selamat hingga selesai.
08:40Terima kasih, Bapak.
08:42Terima kasih, Ibu.
08:43Terima kasih, Ibu.