Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Karhutla Menyusut ke 639 Hektare, Presiden Prabowo Usulkan Penambahan 70 Ribu Polisi Hutan

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas guna membahas percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10). Dalam arahannya, Kepala Negara memaparkan data bahwa luas karhutla di enam provinsi kini telah menyusut drastis hingga tersisa sekitar 639 hektare.

Capaiat tersebut diapresiasi tinggi karena jauh di bawah perkiraan awal yang sempat dikira mencapai ratusan ribu hektare. Guna memperkuat pengawasan ke depan, Prabowo meminta agar kebutuhan 70 ribu polisi hutan segera disiapkan melalui koordinasi dengan MenPAN-RB serta pelatihan dari TNI dan Polri. Pemerintah menegaskan bahwa strategi utama penanganan karhutla ke depan akan berfokus pada pencegahan presisi hingga tingkat desa. Simak ulasan lengkap terkait pernyataan Presiden Prabowo dalam video di atas.

#karhutla #prabowo #polisihutan

Creative/Video Editor: Aqilah/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Jadi kondisi sekarang total di 6 provinsi yang masih harus dipadamkan, berarti masih terbakar, adalah 639,23 hektare. Apa benar
00:22itu?
00:23Betul Bapak Presiden.
00:24Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu ternyata sudah jauh ya. Karena itu tolong sampaikan ke Menpan RB,
00:41kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita.
00:51Iya ya, oke. Oh dari Kemenhut yang hanya 20 ribu, ya kalau enggak ya minta dilatih lah oleh polisi atau
01:00oleh tentara.
01:02Namanya aja polisi hutan. Iya kan? Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan ya.
01:08Iya. Alam kita berat. Tapi dari ratusan ribu, berapa minggu lalu kita sekarang dibawa seribu. Saya kira ini kalau enggak
01:18kita turun tangan secara besar-besaran, enggak bisa.
01:21Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan ke depan. Tanjung, Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu Taman Nasional.
01:32Saya ucapkan terima kasih atas juri payah saudara-saudara, para panglima, para kapal kapolda, ya para pejabat di daerah-daerah.
01:43Ya masalah asap nanti kita minta masukkan para profesor kita bagaimana.
01:50Nah tapi saya kira memang benar ujungnya ya hanya hujan air ya.
01:55Tapi kita dengan strategi yang kita telah bahas, waktu saya kumpulkan para pakar dari semua kampus, ya para pekar, profesor
02:06-profesor itu dan mereka ahli-ahli dari daerah-daerah sendiri.
02:11Bahwa langkah nanti yang paling utama adalah pencegahan, presisi, mitigasi di tingkat paling bawah.
02:20Di tingkat desa.
02:23Saya kira itu dari saya. Terima kasih. Selamat sore.

Dianjurkan