Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Seorang siswa kelas 2 SD di Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah diduga dianiaya. Sebelum meninggal, korban sempat mengaku dipukuli tiga kakak kelas dan mengeluh sakit pada bagian perut.

Korban bernama Muhammad Hasbi Al Aqib, berusia 8 tahun. Korban sempat dirawat di rumah sakit di Pemalang selama sembilan hari sejak 17 September. Setelah beberapa hari dirawat, korban akhirnya mengaku kepada ibunya bahwa ia sempat dipukuli tiga kakak kelasnya di sekolah.

Plt Bupati Pemalang menyatakan telah terjadi tindak kekerasan di sekolah dan menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan di sekolah serta akan melakukan evaluasi.

Polisi telah melakukan autopsi jenazah korban di Biddokkes Polda Jawa Tengah. Jenazah korban kemudian dimakamkan. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, sementara keluarga berharap kasus ini diusut tuntas.

#pemalang #jawatengah #kekerasananak #sekolah #polisi #siswasd

Baca Juga Remaja Tewas Tertembak Saat Tawuran di Tallo, 10 Polisi Diperiksa, Uji Balistik Ditunggu | BORGOL di https://www.kompas.tv/regional/694003/remaja-tewas-tertembak-saat-tawuran-di-tallo-10-polisi-diperiksa-uji-balistik-ditunggu-borgol

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/694005/siswa-kelas-2-sd-meninggal-usai-mengaku-dipukuli-3-kakak-kelas-polisi-autopsi-jenazah-borgol
Transkrip
00:02Dunia pendidikan di Pemalang kembali berduka.
00:05Seorang bocah kelas 2 SD, 8 tahun, meninggal dunia saat hendak dilarikan ke rumah sakit untuk kedua kalinya.
00:12Sebelum meninggal, korban sempat dirawat di rumah sakit di Pemalang selama 9 hari.
00:18Ibu korban bilang, awalnya anaknya mengeluhkan sakit pada bagian perut.
00:22Korban kemudian dirawat di rumah sakit sejak 17 September silam.
00:27Pada awal perawatan, anaknya belum mau menceritakan apa yang dialaminya.
00:32Namun setelah beberapa hari dirawat, korban akhirnya mengaku sempat dipukuli oleh tiga kakak kelasnya di sekolah.
00:44Dia menjawab itu setelah diperiksa sama dokter, baru dia cerita.
00:51Ketanya diapakan?
00:55Ada ya?
00:57Dan itu pun saya pertama nggak tahu kalau anak itu udah dibukul, Pak.
01:05Saya baru tahu kemarin-kemarin.
01:08Tadi ibu-ibu bilang katanya akik memang dibukul sama kakak kelas.
01:12Saya sudah klarifikasi ke sekolahan sama suami.
01:17PLT Bupati Pemalang menjelaskan telah terjadi tindak kekerasan di sekolah.
01:22Ia menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan di sekolah dan akan melakukan evaluasi.
01:28Tapi yang jelas pemerintah tidak mentolerir adanya bullying atau perundingan.
01:35Dan kita harap kejadian ini akan kejadian yang terakhir, tidak ada lagi.
01:39Dan nanti kita akan langsung kita kumpulkan seluruh dinas pendidikan termasuk jajaran pendidikan.
01:48Dan kita cari formula yang tepat untuk bisa tidak terjadi ini.
01:51Bahkan itu lebih penting nanti kita akan melakukan otopsi kepada jenazah korban di Bidokkes, Polda, Jateng.
02:00Jenazah korban dimakamkan.
02:03Kita sudah melaksanakan interogasi awal kepada orang tua atau orang-orang tertekan kepada korban.
02:10Dan hari ini, pagi ini, kami sudah melaksanakan otopsi kepada korban
02:15atau mengetahui penyebab kematian dari pemerintah korban kami.
02:19Kalau jenazah, nanti kami akan dijelaskan, akan didalami dengan pihak forensik Bidokkes, Polda, Jateng.
02:27Karena saat ini terkait dengan pelaksanaan otopsi, kami dibantu oleh Bidokkes, Polda, Jateng.
02:35Secara sains, krim, krim, kris, kris, kris.
02:38Keluarga korban berharap polisi mengusut tuntas kasus ini.
02:42Kini, polisi masih melakukan penelitikan lebih lanjut.
02:47Ari Himawan, Kompas TV, Pemalang, Jawa Tengah.

Dianjurkan