Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Hari ke-21 operasi SAR KM Virgo Transport 8, petugas gabungan masih mencari 55 korban yang hilang.

Operasi pencarian oleh penyelam akan dilanjutkan usai kapal berhasil diangkat dan dalam kondisi stabil.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, menyebut operasi SAR bawah laut terkendala sejumlah hal.

Di antaranya struktur kapal tidak stabil, posisi kapal miring, visibilitas sangat rendah, dan terdapat material serta benda tajam di dalam kapal yang dapat meningkatkan risiko bagi penyelam.

Sehingga operasi bawah laut akan kembali dilakukan usai operasi salvage dilakukan. Basarnas mendorong percepatan operasi salvage atau pengangkatan badan KM Virgo, guna melancarkan evakuasi korban yang belum ditemukan.

Baca Juga FULL! Kepala Basarnas Ungkap 7 Hambatan Pencarian Korban di KM Virgo, Menunggu Proses Pengangkatan? di https://www.kompas.tv/nasional/694060/full-kepala-basarnas-ungkap-7-hambatan-pencarian-korban-di-km-virgo-menunggu-proses-pengangkatan

#kmvirgo #basarnas #korban #evakuasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/694072/terbaru-perkembangan-operasi-sar-km-virgo-basarnas-kapal-mulai-miring-berisiko-bagi-penyelam
Transkrip
00:00Pembangunan saat ini menunjukkan bahwa operasi telah memasuki tahap yang semakin kompleks
00:06karena area pencarian semakin luas dan metode pencarian harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
00:16Dari pelaksanaan operasi, beberapa hal yang dapat kami sampaikan.
00:24Pertama, operasi telah melibatkan unsur sargabungan.
00:30Dari jumlah besar, baik unsur darat, laut maupun udara, melibatkan seluruh potensi sar nasional
00:41khususnya dari TNI, Polri, Kementerian, Lembaga, dan swasta.
00:50Saya sampaikan 7 pesawat udara kita operasikan selama ini.
00:5624 kapal besar kita operasikan
01:01dan 63 personel yang memiliki kemampuan khusus untuk melaksanakan sar underwater.
01:11Jumlah personel yang terlibat lebih dari 1.200 personel.
01:17Kemudian yang kedua, pelaksanaan pencarian tidak hanya dilakukan dengan satu metode
01:25tetapi melalui beberapa pendekatan
01:28mulai dari pencarian melalui udara, permukaan laut, dan pesisir pantai
01:34serta pencarian di bawah permukaan dengan penyelaman.
01:39Ketiga, area pencarian hingga saat ini sudah sangat luas
01:46mencakup Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
01:54Artinya, operasi telah mengalami perkembangan dari pencarian yang semula terfokus
02:00di sekitar lokasi kecelakaan
02:02menjadi pencarian dengan catupan wilayah yang lebih luas
02:07berdasarkan penemuan korban dan perkembangan situasi.
02:14Rekan-rekan media sekalian, salah satu upaya yang juga penting disampaikan
02:21dalam operasi ini adalah operasi SAR underwater
02:25dengan metode penyelaman.
02:29Dari hasil evaluasi pelaksanaan penyelaman
02:31dilaksanakan rata-rata 4-5 sorti per hari.
02:37Setiap sorti dikerahkan 2-3 tim
02:42dengan kekuatan 5 penyelam tiap tim
02:46yang dilaksanakan dari pukul 9 sampai dengan 16 waktu Indonesia Tengah.
02:54Sampai dengan operasi SAR hari ke-21
03:00penyelam telah mengevakuasi
03:0350 korban dalam kondisi meninggal dunia.
03:10Capaian tersebut menunjukkan bahwa
03:12metode penyelaman ini telah memberikan kontribusi
03:15yang signifikan terhadap proses pencarian
03:19dan evakuasi korban
03:21dihadapkan dengan keterbatasan
03:24yang dihadapi baik itu
03:26kondisi cuaca maupun kondisi dari lokasi pelaksanaan SAR underwater tersebut.
03:37Kita juga mengevaluasi bahwa
03:40semakin jauh operasi penyelaman dilakukan kebagian dalam kapal
03:44semakin kompleks kula resiko yang dihadapi.
03:48Pada titik inilah diperlukan keseimbangan antara strategi
03:52upaya pencarian dengan keselamatan personil.
03:59Berikutnya saya sampaikan
04:00rencana strategi kelanjutan operasi SAR.
04:07Aspek-aspek yang menjadi pertimbangan operasi SAR underwater
04:12Yang pertama, penyelam telah melakukan penetrasi sekitar 10 hingga 15 meter ke dalam kapal.
04:23Penetrasi lebih jauh terhambat oleh banyaknya barang-barang material dan debris di dalam kapal.
04:33Kedua, beberapa jendela sudah dibuka dan dapat dimasuki penyelam.
04:41Namun, dari akses tersebut
04:44saya sampaikan sejak hari ke-19
04:48sudah tidak diketemukan korban.
04:53Ketiga,
04:55terdapat struktur kapal yang tidak stabil.
05:00Posisi kapal masih dapat mengalami perubahan trim dan pemiringan.
05:06Kondisi ini meningkatkan resiko terhadap penyelam yang berada di dalam kapal.
05:11Dikawatirkan kapal masih terus mengalami penurunan yang lebih ekstrim
05:16jika penurunan pemiringan tersebut terjadi secara tiba-tiba
05:20saat penyelam berada di dalam kapal.
05:24Yang keempat,
05:25visibilitas sangat rendah.
05:28Akibat sedimen dan debris,
05:31kondisi ini tidak hanya menghambat pencarian,
05:33tetapi juga meningkatkan resiko disorientasi penyelam.
05:38Kelima,
05:40terdapat banyak benda tajam yang dapat menyebabkan luka maupun cedera bagi penyelam.
05:48Keenam,
05:50terdapat potensi bahaya kimia
05:52akibat tumpahan minyak dan kontaminasi lainnya.
05:56Ketujuh,
05:58pada kedalangan sekitar 27 meter,
06:02kondisi gas menjadi salah satu faktor pembatas waktu kerja penyelam.
06:07Dengan penggunaan skubar diperkirakan waktu kerja tidak lebih hanya 20 menit di setiap penyelaman.
06:18Dengan adanya pertimbangan tersebut,
06:21resiko operasi SAR penyelaman saat ini
06:24merupakan kombinasi antara kondisi kapal,
06:28kondisi lingkungan bawah air,
06:30keterbatasan visibilitas,
06:31struktur, debris, kontaminasi,
06:35kedalaman,
06:36serta keterbatasan
06:37waktu kerja.
06:41Berdasarkan seluruh perkembangan yang saya sampaikan tersebut,
06:46kami menyampaikan beberapa kebijakan yang harus
06:50diambil dalam operasi SAR
06:53terhadap KM Virgo Transport 8 berikutnya atau berdepan.
06:59Pertama,
07:01memberikan kesempatan dan mendorong kepada tim salvage
07:05untuk melaksanakan pekerjaan penangkatan dan stabilisasi kapal
07:10atas dasar amanah Undang-Undang No. 17 tahun 2008.
07:168. Operasi pencarian dalam badan kapal
07:20dapat dilaksanakan kembali
07:22setelah kapal berhasil diangkat.
07:28Berada dalam kondisi stabil
07:31dan resiko terhadap tim evakuasi
07:34dapat terukur atau dikendalikan.
07:37Kedua,
07:39operasi SAR tetap dilaksanakan secara simultan
07:43selama proses salvage berlangsung.
07:49Fokus operasi dialihkan dan dioptimalkan
07:54melalui pencarian permukaan
07:56dan pencarian pesisir pantai.
08:01Area prioritas meliputi
08:03Kalimantan Selatan,
08:06Kalimantan Tengah,
08:07dan Kalimantan Barat.
08:09Dengan penyesuaian
08:12berdasarkan
08:13kemungkinan arah hanyut
08:16kondisi arus,
08:18angin, gelombang,
08:19dan perkembangan temuan di lapangan
08:22serta melibatkan kekuatan
08:25yang akan disesuaikan
08:27sesuai dengan kebutuhan.
08:30Dengan perdekatan ini,
08:32kita tetap menjaga dua tujuan secara bersamaan.
08:35Pertama,
08:37mempertahankan upaya pencarian
08:39Anda sudah mendengarkan
08:40keterangan dari Kepala Basarnas
08:41yang menyebutkan bahwa
08:42proses pencarian terhadap para korban
08:44kecelakaan KM Virgo Transport 8
08:46di perairan Laut Jawa
08:47akan dilakukan setelah kapal diangkat.
08:49Artinya proses salvage
08:50akan dijalankan segera
08:51sambil dilakukan pencarian
08:52terhadap para korban
08:54dengan fokus di permukaan laut
08:55dan pesisir pantai
08:56dengan fokus prioritas
08:57di wilayah Kalimantan Selatan,
08:59Kalimantan Tengah,
09:00dan Kalimantan Barat.

Dianjurkan