00:00Pembangunan saat ini menunjukkan bahwa operasi telah memasuki tahap yang semakin kompleks
00:06karena area pencarian semakin luas dan metode pencarian harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
00:16Dari pelaksanaan operasi, beberapa hal yang dapat kami sampaikan.
00:24Pertama, operasi telah melibatkan unsur sargabungan.
00:30Dari jumlah besar, baik unsur darat, laut maupun udara, melibatkan seluruh potensi sar nasional
00:41khususnya dari TNI, Polri, Kementerian, Lembaga, dan swasta.
00:50Saya sampaikan 7 pesawat udara kita operasikan selama ini.
00:5624 kapal besar kita operasikan
01:01dan 63 personel yang memiliki kemampuan khusus untuk melaksanakan sar underwater.
01:11Jumlah personel yang terlibat lebih dari 1.200 personel.
01:17Kemudian yang kedua, pelaksanaan pencarian tidak hanya dilakukan dengan satu metode
01:25tetapi melalui beberapa pendekatan
01:28mulai dari pencarian melalui udara, permukaan laut, dan pesisir pantai
01:34serta pencarian di bawah permukaan dengan penyelaman.
01:39Ketiga, area pencarian hingga saat ini sudah sangat luas
01:46mencakup Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
01:54Artinya, operasi telah mengalami perkembangan dari pencarian yang semula terfokus
02:00di sekitar lokasi kecelakaan
02:02menjadi pencarian dengan catupan wilayah yang lebih luas
02:07berdasarkan penemuan korban dan perkembangan situasi.
02:14Rekan-rekan media sekalian, salah satu upaya yang juga penting disampaikan
02:21dalam operasi ini adalah operasi SAR underwater
02:25dengan metode penyelaman.
02:29Dari hasil evaluasi pelaksanaan penyelaman
02:31dilaksanakan rata-rata 4-5 sorti per hari.
02:37Setiap sorti dikerahkan 2-3 tim
02:42dengan kekuatan 5 penyelam tiap tim
02:46yang dilaksanakan dari pukul 9 sampai dengan 16 waktu Indonesia Tengah.
02:54Sampai dengan operasi SAR hari ke-21
03:00penyelam telah mengevakuasi
03:0350 korban dalam kondisi meninggal dunia.
03:10Capaian tersebut menunjukkan bahwa
03:12metode penyelaman ini telah memberikan kontribusi
03:15yang signifikan terhadap proses pencarian
03:19dan evakuasi korban
03:21dihadapkan dengan keterbatasan
03:24yang dihadapi baik itu
03:26kondisi cuaca maupun kondisi dari lokasi pelaksanaan SAR underwater tersebut.
03:37Kita juga mengevaluasi bahwa
03:40semakin jauh operasi penyelaman dilakukan kebagian dalam kapal
03:44semakin kompleks kula resiko yang dihadapi.
03:48Pada titik inilah diperlukan keseimbangan antara strategi
03:52upaya pencarian dengan keselamatan personil.
03:59Berikutnya saya sampaikan
04:00rencana strategi kelanjutan operasi SAR.
04:07Aspek-aspek yang menjadi pertimbangan operasi SAR underwater
04:12Yang pertama, penyelam telah melakukan penetrasi sekitar 10 hingga 15 meter ke dalam kapal.
04:23Penetrasi lebih jauh terhambat oleh banyaknya barang-barang material dan debris di dalam kapal.
04:33Kedua, beberapa jendela sudah dibuka dan dapat dimasuki penyelam.
04:41Namun, dari akses tersebut
04:44saya sampaikan sejak hari ke-19
04:48sudah tidak diketemukan korban.
04:53Ketiga,
04:55terdapat struktur kapal yang tidak stabil.
05:00Posisi kapal masih dapat mengalami perubahan trim dan pemiringan.
05:06Kondisi ini meningkatkan resiko terhadap penyelam yang berada di dalam kapal.
05:11Dikawatirkan kapal masih terus mengalami penurunan yang lebih ekstrim
05:16jika penurunan pemiringan tersebut terjadi secara tiba-tiba
05:20saat penyelam berada di dalam kapal.
05:24Yang keempat,
05:25visibilitas sangat rendah.
05:28Akibat sedimen dan debris,
05:31kondisi ini tidak hanya menghambat pencarian,
05:33tetapi juga meningkatkan resiko disorientasi penyelam.
05:38Kelima,
05:40terdapat banyak benda tajam yang dapat menyebabkan luka maupun cedera bagi penyelam.
05:48Keenam,
05:50terdapat potensi bahaya kimia
05:52akibat tumpahan minyak dan kontaminasi lainnya.
05:56Ketujuh,
05:58pada kedalangan sekitar 27 meter,
06:02kondisi gas menjadi salah satu faktor pembatas waktu kerja penyelam.
06:07Dengan penggunaan skubar diperkirakan waktu kerja tidak lebih hanya 20 menit di setiap penyelaman.
06:18Dengan adanya pertimbangan tersebut,
06:21resiko operasi SAR penyelaman saat ini
06:24merupakan kombinasi antara kondisi kapal,
06:28kondisi lingkungan bawah air,
06:30keterbatasan visibilitas,
06:31struktur, debris, kontaminasi,
06:35kedalaman,
06:36serta keterbatasan
06:37waktu kerja.
06:41Berdasarkan seluruh perkembangan yang saya sampaikan tersebut,
06:46kami menyampaikan beberapa kebijakan yang harus
06:50diambil dalam operasi SAR
06:53terhadap KM Virgo Transport 8 berikutnya atau berdepan.
06:59Pertama,
07:01memberikan kesempatan dan mendorong kepada tim salvage
07:05untuk melaksanakan pekerjaan penangkatan dan stabilisasi kapal
07:10atas dasar amanah Undang-Undang No. 17 tahun 2008.
07:168. Operasi pencarian dalam badan kapal
07:20dapat dilaksanakan kembali
07:22setelah kapal berhasil diangkat.
07:28Berada dalam kondisi stabil
07:31dan resiko terhadap tim evakuasi
07:34dapat terukur atau dikendalikan.
07:37Kedua,
07:39operasi SAR tetap dilaksanakan secara simultan
07:43selama proses salvage berlangsung.
07:49Fokus operasi dialihkan dan dioptimalkan
07:54melalui pencarian permukaan
07:56dan pencarian pesisir pantai.
08:01Area prioritas meliputi
08:03Kalimantan Selatan,
08:06Kalimantan Tengah,
08:07dan Kalimantan Barat.
08:09Dengan penyesuaian
08:12berdasarkan
08:13kemungkinan arah hanyut
08:16kondisi arus,
08:18angin, gelombang,
08:19dan perkembangan temuan di lapangan
08:22serta melibatkan kekuatan
08:25yang akan disesuaikan
08:27sesuai dengan kebutuhan.
08:30Dengan perdekatan ini,
08:32kita tetap menjaga dua tujuan secara bersamaan.
08:35Pertama,
08:37mempertahankan upaya pencarian
08:39Anda sudah mendengarkan
08:40keterangan dari Kepala Basarnas
08:41yang menyebutkan bahwa
08:42proses pencarian terhadap para korban
08:44kecelakaan KM Virgo Transport 8
08:46di perairan Laut Jawa
08:47akan dilakukan setelah kapal diangkat.
08:49Artinya proses salvage
08:50akan dijalankan segera
08:51sambil dilakukan pencarian
08:52terhadap para korban
08:54dengan fokus di permukaan laut
08:55dan pesisir pantai
08:56dengan fokus prioritas
08:57di wilayah Kalimantan Selatan,
08:59Kalimantan Tengah,
09:00dan Kalimantan Barat.