00:00Jelang pertandingan final Viva Sian Cup Indonesia versus Thailand, kita akan bahas lebih dalam bersama analis sepak bola Anton Sanjoy
00:07yang sudah hadir di Studio Kompas TV.
00:09Selamat datang, selamat malam. Bung Joy, terima kasih sudah hadir.
00:13Ini bukannya tidak optimistis, tapi saya ingin tanya, keresahan apa atau alarm apa yang menurut Bung Joy perlu diwaspadai dari
00:20tim Thailand saat ini, Bung Joy?
00:22Ya, blazing in disguise-nya adalah generasi timnas Indonesia sekarang itu tidak pernah mengalami mimpi buruk bersama Thailand kira-kira
00:325 atau 6 tahun yang lalu.
00:34Kalau dulu saya bilang, bahkan para pemain juga mengatakan sebelum ketemu Thailand itu mental block-nya sudah dulu ya, pada
00:42kualifikasi Piala Dunia 2022 pun Indonesia 2 kali ketemu, 1 kali kalah telak 0-3.
00:48Sementerasi dangkat saat itu ya.
00:50Betul, tapi setelah generasi para pemain naturalisasi ini, mereka tidak pernah mengalami itu.
00:56Dan kalau melihat penampilan terakhir Indonesia melawan Bangladesh, begitu heroiknya para pemain ini untuk memperjuangkan posisi untuk masuk final,
01:07saya cukup optimistis bahwa generasi timnas sekarang itu tidak terpengaruh oleh catatan statistik yang buruk Indonesia terhadap Thailand.
01:16Oke, head-to-head yang lalu lupakan saja Om Joy ya.
01:19Head-to-head tidak berlaku lah untuk yang ini.
01:21Kalau head-to-headnya kan Indonesia memang kalah dari 78 kali pertemuan, 37 kali Thailand menang, 25 kali Indonesia menang,
01:2918 kali sisanya draw.
01:31Tapi 5 pertemuan terakhir Indonesia tidak pernah menang melawan Thailand.
01:35Jadi ini yang saya selalu bilang ini mental block.
01:38Tapi saya yakin tim ini sekarang yang diasuh oleh John Hartman, Kevin Dix, dan kawan-kawan tidak pernah punya mental
01:46block seperti yang dialami oleh generasi sebelumnya.
01:49Jadi mudah-mudahan itu yang terbawa ke final dengan semangat ketika mereka menghadapi Bangladesh.
01:55pertandingan 1-2 menurut saya tidak terlalu bagus.
01:58Tapi melawan Bangladesh terlihatkan karakter asli.
02:02Dan salah satu pemain jenius ini baru bergabung dengan timnas senior, kami akan tunjukkan salah satu statistiknya ini dia.
02:08Bung Joy, Mitch Baker di timnas penampilan 7 kali, goal telah dicetak 9 ini gabungan dengan IFF.
02:16Artinya senjata amunisi Mitch Baker ini bisa menjadi solusi bagi Hartman untuk bisa membongkar pertahanan Thailand.
02:25Ya Mitch Baker ini sebetulnya juga seperti keping yang hilang dari Indonesia.
02:30Karena sebetulnya sejak Rafael Streik misalnya, Indonesia tidak pernah punya pemain posisi nomor 9 yang murni.
02:38Bahkan oleh Romani sekalipun, yang kemarin juga bermain sangat bagus dengan 4 asisnya.
02:43Impresif sekali.
02:43Nah itu sebetulnya dia bukan pemain nomor punggung 9, dia adalah pemain yang berada di posisi sayap atau di posisi
02:50nomor 10.
02:51Tapi Mitch Baker ini murni pemain nomor 9.
02:54Kan dia sempat di IFF tidak terlalu bagus, kemarin bahkan dikritik ya tidak pernah mencetak goal lagi.
03:00Itulah setelah penampilan perdana dia kemarin langsung cetak 5 goal.
03:04Jadi sebetulnya kita sudah menemukan, meskipun lawannya oke lah Bang Bades.
03:09Tapi paling tidak dengan 5 goal yang dia bikin dan Indonesia bisa menang 9-2 ya melawan Bang Bades.
03:18Itu kan sebetulnya sebuah pencapaian yang bukan saja soal kemenangan dan mencapai final, tapi juga soal moral.
03:25Indonesia bertahan mati-matian melawan Malaysia ketika kehilangan satu pemain.
03:29Dan bisa menahan Malaysia yang juga sebetulnya sangat bagus.
03:32Sekarang harus menghadapi Thailand, menurut saya mentalnya sudah puncak.
03:40Artinya final ini sudah harus merupakan catatan buruk Indonesia dan bisa memenangi laga dan menjadi juara.
03:47Tadi ada nama yang disinggung oleh Bung Joy, yakni sosok Romani.
03:51Ini namanya digaungkan di GBK, kami tampilkan statistiknya.
03:55Memang tidak mencetak goal, namun bagaimana kontribusinya pertandingan melawan Bang Bades membuat sosok yang satu ini sangat dipuja-puja, sangat
04:07dikagumi.
04:08Tiga asis kalau misalnya, ketika empat asis Bang Bades itu.
04:12Ini bagaimana Spartannya, militansinya seorang Ole Romani?
04:17Bahkan sampai detik-detik terakhir dia masih sprint kencang sekali untuk mencetak satu asis kepada Mitch Baker.
04:23Ketika dia berada di kanan, itu juga dia dua kali mencetak asis.
04:28Berada di kiri, dia bisa mencetak asis juga.
04:31Jadi dia sebetulnya utility lini depan, tapi bukan striker.
04:34Dia adalah orang yang mensupport kepada Mitch Baker atau siapapun yang di posisi nomor sembilan.
04:41Nah ini menarik, saya sebetulnya mencermati Bung Joy ketika secara line up kan Ragnar kiri oleh di kanan,
04:48tapi ketika praktiknya di lapangan, mereka switch bergantian.
04:51Ini menarik sekali Bu Joy, sebetulnya game plan seperti apa yang diterapkan seorang Herdman saat lawan Bang Laris itu?
04:57Ya sebetulnya kalau Ragnar Orat Mangun itu posisinya di kiri sebetulnya, tapi Ole ini bisa di kiri, bisa di kanan.
05:04Kan terbukti ketika dia berada di kiri, dia menerima umpan yang sangat bagus dari Egy,
05:09dan dia bisa menyelesaikan dengan satu asis yang luar biasa.
05:12Jadi kalau permutasi antara Ole dan Ragnar Orat Mangun bagus, itu akan menyulitkan para pemain belakang Thailand nanti.
05:20Meskipun yang kita hadapi adalah Thailand, tim yang sudah tiga tahun bermain bersama,
05:26sebagian besar mereka berada di liga domestik, sehingga lebih sering berkumpul,
05:31dan itu menurut saya faktor keuntungan yang diperoleh oleh Thailand.
05:36Sehingga kalau kita tahu bahwa dia adalah raja di ASEAN kan, dia enam kali juara AFF, Indonesia belum sama sekali.
05:43Cuma era Vila Tiger juga sudah juara duluan.
05:45Kita akan lihat, nah karena tadi Bungja juga menyinggung soal kekuatan Thailand,
05:50kami tampilkan ini beberapa pemain Mikkelsen, Seracat, Popemai yang top score saat ini, 4 golnya.
05:57Ini sosok-sosok pemain andal yang harus diwaspadai.
06:01Karena kemarin saya ngobrol dengan Coach Kurniawan, bukan hanya soal strategi,
06:06tapi bagaimana head-to-head antar pemain ini yang biasanya Thailand unggul nih, Bung Joy.
06:12Ya, sebetulnya kalau saya amati sejak mungkin 20-30 tahun terakhir,
06:18rival paling pahit dari Indonesia adalah Thailand, bukan Malaysia, bukan Myanmar, bukan Singapura.
06:26Vietnam.
06:26Bukan Vietnam, Vietnam baru-baru aja. Vietnam itu baru tahun 90-an,
06:30tapi rival paling pahit Indonesia adalah Thailand.
06:33Karena saya ingat betul tahun 77 ketika Indonesia pertama kali ikut di SEA Games,
06:40itu Indonesia harus menyerah pada Thailand lewat pertandingan yang sangat kontroversi.
06:46Sangat kontroversial dan sejak itulah sebetulnya ada mental block dari para pemain Indonesia.
06:52Kalau ketemu Malaysia masih oke lah, dulu jamannya Santok Singh, Iswadi Idris, Arumuga.
06:59Kita masih bisa unggul.
07:00Iya, tapi Malaysia itu lebih karena backyard.
07:03Tapi kalau di ASEAN, rival terberat Indonesia adalah Thailand.
07:07Jadi mudah-mudahan sejarah itu tidak dipandang lagi oleh para pemain Indonesia sekarang,
07:12karena kebetulan mereka kebanyakan di abroad, di Belanda.
07:18Jadi mereka nggak tahu sejarah itu, mudah-mudahan karena itu mereka lebih plong, lebih lepas bermain.
07:23Tapi yang juga menarik, Bung Joy, bagaimana ini kedua pelatih, Hudson dan juga Hurtman, saling mengenal.
07:30Mereka berpapakai ketemu ketika Hudson menangani interim Amerika Serikat,
07:34Hurtman ketika saat itu menangani Kanada di era yang sama,
07:37dan mereka pun mengakui, paham betul masing-masing karakter permainan mereka, Bung Joy.
07:42Iya, kalau pelatih sudah di level internasional memang sering ya, rekor pertemuannya itu sering.
07:51Dan itu, ya menurut saya itu hal yang sangat wajar, dan ini akan menjadi adu strategi.
07:58John Hurtman tahu bagaimana Hudson menyusun strateginya, demikian juga Hudson tahu bagaimana John Hurtman.
08:04Jadi ini betul-betul kecerdikan dari dua pelatih ini untuk menyusun strategi di lapangan,
08:09karena kalau yang saya lihat dalam penampilan terakhir Thailand misalnya,
08:15dia nggak pernah tuh nggak mampu menyerang lawannya secara frontal.
08:20Lawan Vietnam aja dihajar habis-habisan sebetulnya.
08:23Vietnam itu yang kita tahu tim yang sangat kuat juga.
08:26John Hurtman baru kelihatan ketika melawan Bangladesh.
08:29Oke, melawan Bangladesh sebetulnya statistiknya naik, grafisnya naik.
08:35Karena ketika menghadapi Singapura, menang tapi permainannya nggak meyakinkan.
08:39Kurang puas kita.
08:41Melawan Malaysia, kehilangan satu pemain langsung Indonesia dikurung.
08:45Dan itu ketika melawan Bangladesh semuanya berubah.
08:48Ya mudah-mudahan peaknya belum nih.
08:50Jadi peaknya nanti ketika menghadapi Thailand.
08:53Tapi terakhir nih prediksinya, menurut Bung Joy,
08:57dengan kesempatan saat ini timnas juara atau tidak, Bung Joy?
09:02Baikannya pas panjang banget.
09:03Ini memang sangat berat, tapi melihat daya juang mereka ketika menghadapi Malaysia,
09:09dihajar habis-habisan mereka bertahan total.
09:12Ketika menghadapi Bangladesh, mereka harus menang banyak.
09:15Bahkan sampai last second mereka harus berjuang.
09:19Saya yakin sebisa.
09:20Juara.
09:21Ini bisa juara mengalahkan Thailand.
09:23Mengakhiri catatan buruk dalam lima pertemuan terakhir.
09:26Indonesia nggak pernah menang.
09:28Kali ini Indonesia juara.
09:29Mudah-mudahan ini bisa mengobati semuanya ya.
09:33Karena sepak bola itu sebetulnya kan katup pengaman.
09:47Katup.
09:48Kita nanti hari Senin doakan agar timnas berhasil menjadi juara.
09:51Terima kasih sekali lagi, Bung Joy.
09:53Sudah hadir di Studio Kompas TV.