Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Babak final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung pembuktian bagi John Herdman untuk mempersembahkan trofi pertamanya bersama Timnas Indonesia.

2 gol di masa injury time mengubah tekanan menjadi euforia. Timnas Indonesia memastikan langkah ke partai final setelah melewati laga dramatis.

Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, bergemuruh oleh sorak-sorai suporter dan skuad Garuda yang berhasil mengamankan tiket final.

Keberhasilan melaju ke partai puncak kembali membuka asa Timnas Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar juara yang telah berlangsung selama 35 tahun.

Bagi John Herdman, final ini juga memiliki arti tersendiri. Setelah menjalani perjalanan bersama Timnas Indonesia, Herdman kini berpeluang mengantarkan skuad Garuda meraih trofi pertamanya sebagai pelatih.

Sebelum mencapai titik ini, Herdman sempat mengalami kegagalan di Piala AFF 2026. Timnas Indonesia tersingkir di fase grup.

Di sisi lain, Thailand datang dengan ambisi yang sama. Pelatih Thailand, Anthony Hudson mengakui kekuatan Timnas Indonesia menjadi perhatian besar jelang partai final.

Hudson menilai skuad Garuda memiliki banyak pemain dinamis. Kekuatan fisik, kemampuan atletis, serta semangat juang tinggi menjadi modal Indonesia yang harus diwaspadai Thailand.

Kini, kedua tim hanya berjarak satu pertandingan dari trofi. Timnas Indonesia dan Thailand akan saling berhadapan di partai final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin malam.

Kita akan membahas lebih dalam bersama Analis Sepak Bola, Anton Sanjoyo, yang sudah bergabung bersama kami.

Baca Juga Duel Panas di GBK! Timnas Siap Taklukkan Thailand, Ini Pandangan Analis Sepak Bola | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/694035/duel-panas-di-gbk-timnas-siap-taklukkan-thailand-ini-pandangan-analis-sepak-bola-kompas-petang

#fifaaseancup #johnherdman #timnasindonesia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/694067/full-herdman-bidik-trofi-perdananya-bersama-timnas-indonesia-begini-analisis-anton-sanjoyo
Transkrip
00:00Jelang pertandingan final Viva Sian Cup Indonesia versus Thailand, kita akan bahas lebih dalam bersama analis sepak bola Anton Sanjoy
00:07yang sudah hadir di Studio Kompas TV.
00:09Selamat datang, selamat malam. Bung Joy, terima kasih sudah hadir.
00:13Ini bukannya tidak optimistis, tapi saya ingin tanya, keresahan apa atau alarm apa yang menurut Bung Joy perlu diwaspadai dari
00:20tim Thailand saat ini, Bung Joy?
00:22Ya, blazing in disguise-nya adalah generasi timnas Indonesia sekarang itu tidak pernah mengalami mimpi buruk bersama Thailand kira-kira
00:325 atau 6 tahun yang lalu.
00:34Kalau dulu saya bilang, bahkan para pemain juga mengatakan sebelum ketemu Thailand itu mental block-nya sudah dulu ya, pada
00:42kualifikasi Piala Dunia 2022 pun Indonesia 2 kali ketemu, 1 kali kalah telak 0-3.
00:48Sementerasi dangkat saat itu ya.
00:50Betul, tapi setelah generasi para pemain naturalisasi ini, mereka tidak pernah mengalami itu.
00:56Dan kalau melihat penampilan terakhir Indonesia melawan Bangladesh, begitu heroiknya para pemain ini untuk memperjuangkan posisi untuk masuk final,
01:07saya cukup optimistis bahwa generasi timnas sekarang itu tidak terpengaruh oleh catatan statistik yang buruk Indonesia terhadap Thailand.
01:16Oke, head-to-head yang lalu lupakan saja Om Joy ya.
01:19Head-to-head tidak berlaku lah untuk yang ini.
01:21Kalau head-to-headnya kan Indonesia memang kalah dari 78 kali pertemuan, 37 kali Thailand menang, 25 kali Indonesia menang,
01:2918 kali sisanya draw.
01:31Tapi 5 pertemuan terakhir Indonesia tidak pernah menang melawan Thailand.
01:35Jadi ini yang saya selalu bilang ini mental block.
01:38Tapi saya yakin tim ini sekarang yang diasuh oleh John Hartman, Kevin Dix, dan kawan-kawan tidak pernah punya mental
01:46block seperti yang dialami oleh generasi sebelumnya.
01:49Jadi mudah-mudahan itu yang terbawa ke final dengan semangat ketika mereka menghadapi Bangladesh.
01:55pertandingan 1-2 menurut saya tidak terlalu bagus.
01:58Tapi melawan Bangladesh terlihatkan karakter asli.
02:02Dan salah satu pemain jenius ini baru bergabung dengan timnas senior, kami akan tunjukkan salah satu statistiknya ini dia.
02:08Bung Joy, Mitch Baker di timnas penampilan 7 kali, goal telah dicetak 9 ini gabungan dengan IFF.
02:16Artinya senjata amunisi Mitch Baker ini bisa menjadi solusi bagi Hartman untuk bisa membongkar pertahanan Thailand.
02:25Ya Mitch Baker ini sebetulnya juga seperti keping yang hilang dari Indonesia.
02:30Karena sebetulnya sejak Rafael Streik misalnya, Indonesia tidak pernah punya pemain posisi nomor 9 yang murni.
02:38Bahkan oleh Romani sekalipun, yang kemarin juga bermain sangat bagus dengan 4 asisnya.
02:43Impresif sekali.
02:43Nah itu sebetulnya dia bukan pemain nomor punggung 9, dia adalah pemain yang berada di posisi sayap atau di posisi
02:50nomor 10.
02:51Tapi Mitch Baker ini murni pemain nomor 9.
02:54Kan dia sempat di IFF tidak terlalu bagus, kemarin bahkan dikritik ya tidak pernah mencetak goal lagi.
03:00Itulah setelah penampilan perdana dia kemarin langsung cetak 5 goal.
03:04Jadi sebetulnya kita sudah menemukan, meskipun lawannya oke lah Bang Bades.
03:09Tapi paling tidak dengan 5 goal yang dia bikin dan Indonesia bisa menang 9-2 ya melawan Bang Bades.
03:18Itu kan sebetulnya sebuah pencapaian yang bukan saja soal kemenangan dan mencapai final, tapi juga soal moral.
03:25Indonesia bertahan mati-matian melawan Malaysia ketika kehilangan satu pemain.
03:29Dan bisa menahan Malaysia yang juga sebetulnya sangat bagus.
03:32Sekarang harus menghadapi Thailand, menurut saya mentalnya sudah puncak.
03:40Artinya final ini sudah harus merupakan catatan buruk Indonesia dan bisa memenangi laga dan menjadi juara.
03:47Tadi ada nama yang disinggung oleh Bung Joy, yakni sosok Romani.
03:51Ini namanya digaungkan di GBK, kami tampilkan statistiknya.
03:55Memang tidak mencetak goal, namun bagaimana kontribusinya pertandingan melawan Bang Bades membuat sosok yang satu ini sangat dipuja-puja, sangat
04:07dikagumi.
04:08Tiga asis kalau misalnya, ketika empat asis Bang Bades itu.
04:12Ini bagaimana Spartannya, militansinya seorang Ole Romani?
04:17Bahkan sampai detik-detik terakhir dia masih sprint kencang sekali untuk mencetak satu asis kepada Mitch Baker.
04:23Ketika dia berada di kanan, itu juga dia dua kali mencetak asis.
04:28Berada di kiri, dia bisa mencetak asis juga.
04:31Jadi dia sebetulnya utility lini depan, tapi bukan striker.
04:34Dia adalah orang yang mensupport kepada Mitch Baker atau siapapun yang di posisi nomor sembilan.
04:41Nah ini menarik, saya sebetulnya mencermati Bung Joy ketika secara line up kan Ragnar kiri oleh di kanan,
04:48tapi ketika praktiknya di lapangan, mereka switch bergantian.
04:51Ini menarik sekali Bu Joy, sebetulnya game plan seperti apa yang diterapkan seorang Herdman saat lawan Bang Laris itu?
04:57Ya sebetulnya kalau Ragnar Orat Mangun itu posisinya di kiri sebetulnya, tapi Ole ini bisa di kiri, bisa di kanan.
05:04Kan terbukti ketika dia berada di kiri, dia menerima umpan yang sangat bagus dari Egy,
05:09dan dia bisa menyelesaikan dengan satu asis yang luar biasa.
05:12Jadi kalau permutasi antara Ole dan Ragnar Orat Mangun bagus, itu akan menyulitkan para pemain belakang Thailand nanti.
05:20Meskipun yang kita hadapi adalah Thailand, tim yang sudah tiga tahun bermain bersama,
05:26sebagian besar mereka berada di liga domestik, sehingga lebih sering berkumpul,
05:31dan itu menurut saya faktor keuntungan yang diperoleh oleh Thailand.
05:36Sehingga kalau kita tahu bahwa dia adalah raja di ASEAN kan, dia enam kali juara AFF, Indonesia belum sama sekali.
05:43Cuma era Vila Tiger juga sudah juara duluan.
05:45Kita akan lihat, nah karena tadi Bungja juga menyinggung soal kekuatan Thailand,
05:50kami tampilkan ini beberapa pemain Mikkelsen, Seracat, Popemai yang top score saat ini, 4 golnya.
05:57Ini sosok-sosok pemain andal yang harus diwaspadai.
06:01Karena kemarin saya ngobrol dengan Coach Kurniawan, bukan hanya soal strategi,
06:06tapi bagaimana head-to-head antar pemain ini yang biasanya Thailand unggul nih, Bung Joy.
06:12Ya, sebetulnya kalau saya amati sejak mungkin 20-30 tahun terakhir,
06:18rival paling pahit dari Indonesia adalah Thailand, bukan Malaysia, bukan Myanmar, bukan Singapura.
06:26Vietnam.
06:26Bukan Vietnam, Vietnam baru-baru aja. Vietnam itu baru tahun 90-an,
06:30tapi rival paling pahit Indonesia adalah Thailand.
06:33Karena saya ingat betul tahun 77 ketika Indonesia pertama kali ikut di SEA Games,
06:40itu Indonesia harus menyerah pada Thailand lewat pertandingan yang sangat kontroversi.
06:46Sangat kontroversial dan sejak itulah sebetulnya ada mental block dari para pemain Indonesia.
06:52Kalau ketemu Malaysia masih oke lah, dulu jamannya Santok Singh, Iswadi Idris, Arumuga.
06:59Kita masih bisa unggul.
07:00Iya, tapi Malaysia itu lebih karena backyard.
07:03Tapi kalau di ASEAN, rival terberat Indonesia adalah Thailand.
07:07Jadi mudah-mudahan sejarah itu tidak dipandang lagi oleh para pemain Indonesia sekarang,
07:12karena kebetulan mereka kebanyakan di abroad, di Belanda.
07:18Jadi mereka nggak tahu sejarah itu, mudah-mudahan karena itu mereka lebih plong, lebih lepas bermain.
07:23Tapi yang juga menarik, Bung Joy, bagaimana ini kedua pelatih, Hudson dan juga Hurtman, saling mengenal.
07:30Mereka berpapakai ketemu ketika Hudson menangani interim Amerika Serikat,
07:34Hurtman ketika saat itu menangani Kanada di era yang sama,
07:37dan mereka pun mengakui, paham betul masing-masing karakter permainan mereka, Bung Joy.
07:42Iya, kalau pelatih sudah di level internasional memang sering ya, rekor pertemuannya itu sering.
07:51Dan itu, ya menurut saya itu hal yang sangat wajar, dan ini akan menjadi adu strategi.
07:58John Hurtman tahu bagaimana Hudson menyusun strateginya, demikian juga Hudson tahu bagaimana John Hurtman.
08:04Jadi ini betul-betul kecerdikan dari dua pelatih ini untuk menyusun strategi di lapangan,
08:09karena kalau yang saya lihat dalam penampilan terakhir Thailand misalnya,
08:15dia nggak pernah tuh nggak mampu menyerang lawannya secara frontal.
08:20Lawan Vietnam aja dihajar habis-habisan sebetulnya.
08:23Vietnam itu yang kita tahu tim yang sangat kuat juga.
08:26John Hurtman baru kelihatan ketika melawan Bangladesh.
08:29Oke, melawan Bangladesh sebetulnya statistiknya naik, grafisnya naik.
08:35Karena ketika menghadapi Singapura, menang tapi permainannya nggak meyakinkan.
08:39Kurang puas kita.
08:41Melawan Malaysia, kehilangan satu pemain langsung Indonesia dikurung.
08:45Dan itu ketika melawan Bangladesh semuanya berubah.
08:48Ya mudah-mudahan peaknya belum nih.
08:50Jadi peaknya nanti ketika menghadapi Thailand.
08:53Tapi terakhir nih prediksinya, menurut Bung Joy,
08:57dengan kesempatan saat ini timnas juara atau tidak, Bung Joy?
09:02Baikannya pas panjang banget.
09:03Ini memang sangat berat, tapi melihat daya juang mereka ketika menghadapi Malaysia,
09:09dihajar habis-habisan mereka bertahan total.
09:12Ketika menghadapi Bangladesh, mereka harus menang banyak.
09:15Bahkan sampai last second mereka harus berjuang.
09:19Saya yakin sebisa.
09:20Juara.
09:21Ini bisa juara mengalahkan Thailand.
09:23Mengakhiri catatan buruk dalam lima pertemuan terakhir.
09:26Indonesia nggak pernah menang.
09:28Kali ini Indonesia juara.
09:29Mudah-mudahan ini bisa mengobati semuanya ya.
09:33Karena sepak bola itu sebetulnya kan katup pengaman.
09:47Katup.
09:48Kita nanti hari Senin doakan agar timnas berhasil menjadi juara.
09:51Terima kasih sekali lagi, Bung Joy.
09:53Sudah hadir di Studio Kompas TV.

Dianjurkan