Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Istana kembali menambah wajah baru dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden yang bertugas untuk membantu program kerja Prabowo. Ada 26 tokoh dilantik sebagai anggota Wantimpres.

Di antaranya, mantan Menko PMK Pratikno, dilantik sebagai Ketua Wantimpres. Sementara mantan Menko Perekonomian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Hatta Rajasa, menjadi Wakil Ketua.

Muhammad Qodari, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, kini menjabat Sekretaris Wantimpres.

Anggota Wantimpres berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ulama, pengusaha, mantan kepala daerah, akademisi, hingga pengamat politik.

Termasuk, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman, yang ikut dilantik sebagai anggota Wantimpres.

Rocky Gerung, salah satu akademisi, juga kini jadi bagian dalam pemerintahan.

Rocky menyebut, Wantimpres akan mengolah persepsi publik yang berbeda dengan pemerintah, agar sama dengan persepsi Presiden.

Perombakan kabinet dan pengisian sejumlah posisi baru ini juga mendapat sorotan terkait komposisi kekuatan politik di pemerintahan Prabowo.

Sugiat Santoso, juru bicara Partai Gerindra, menilai setelah dilantik, para pejabat tidak lagi ditempatkan berdasarkan latar belakang politiknya.

Di sisi lain, pengamat politik Yunarto Wijaya melihat masih adanya tokoh dari kubu atau kelompok politik lama dalam pemerintahan dapat dibaca sebagai representasi maupun bagian dari dinamika kompensasi politik.

Yunarto menilai, sejumlah tokoh yang sebelumnya dikenal dekat dengan Jokowi kini masih berada di lingkaran kekuasaan, namun dengan posisi yang dinilai tidak strategis sebelumnya.

Dengan tugas utamanya memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, 26 tokoh Wantimpres ini akan jadi upaya memperkuat arah kebijakan dan program-program prioritas Prabowo.

Baca Juga Relawan Gibran Tanggapi Laporan Khozinudin cs ke Bareskrim Polri: Cari-Cari Kesalahan di https://www.kompas.tv/nasional/694042/relawan-gibran-tanggapi-laporan-khozinudin-cs-ke-bareskrim-polri-cari-cari-kesalahan

#wantimpres #prabowo #gerindra

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/694045/wantimpres-diisi-tokoh-dari-beragam-latar-gerindra-usai-dilantik-semua-jadi-faksi-prabowo
Transkrip
00:01Pempat sempat kami lanjutkan, Istana kembali menambah wajah baru dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden
00:06yang bertugas untuk membantu program kerja Prabowo.
00:09Sebanyak 26 tokoh dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota One Team Press
00:13dengan latar belakang yang beragam.
00:15Mulai dari politisi, ulama, pengusaha, akademisi, mantan pejabat negara, hingga pengamat.
00:28Istana kembali melantik sejumlah pejabat baru untuk memperkuat dan mempercepat kerja-kerja program Presiden Prabowo.
00:35Ada 26 tokoh dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
00:39Di antaranya mantan Menko PMK Pratikno dilantik sebagai Ketua One Team Press.
00:45Sementara mantan Menko Perekonomian Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Hatta Rajasa menjadi wakil ketua.
00:52Muhammad Kodari yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah,
00:56kini menjabat Sekretaris One Team Press.
00:58Anggota One Team Press berasal dari berbagai latar belakang.
01:01Mulai dari ulama, pengusaha, mantan kepala daerah, akademisi, hingga pengamat politik.
01:07Termasuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman,
01:11yang ikut dilantik sebagai anggota One Team Press.
01:14Anwar Usman menjadi Ketua MK pada 2018
01:17dan mengakhiri masa jabatannya sebagai Hakim Konstitusi pada April 2026.
01:22dan eksmen Kopol Hukam Budi Genawan,
01:25yang ikut dilantik sebagai anggota One Team Press.
01:28Roki Gerung, salah satu akademisi, juga kini jadi bagian dalam pemerintahan.
01:32Roki menyebut, One Team Press akan mengolah persepsi publik yang berbeda dengan pemerintah,
01:37agar sama dengan persepsi Presiden.
01:41Dan yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu
01:46apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan
01:51dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri.
02:01Bukan mengolah persepsi, mengolah persepsi itu supaya sama dengan persepsi Presiden.
02:07Kan seringkali itu persepsi publik itu berbeda.
02:10Perombakan kabinet dan pengisian sejumlah posisi baru ini
02:14juga mendapat sorotan terkait komposisi kekuatan politik di pemerintahan Prabowo.
02:18Sugiyat Santoso, juru bicara Partai Gerindra menilai
02:22setelah dilantik, para pejabat tidak lagi ditempatkan berdasarkan latar belakang politiknya.
02:28Gini, kalau terlepas dari latar belakang bahwa sebelumnya dia dari partai mana, dari kelompok mana
02:34ketika dia sudah dilantik menjadi katakanlah pejabat negara
02:38apalagi menjadi masuk dalam kabinet
02:40saya pikir tidak ada lagi dikotomi antara orang Pak Jokowi,
02:44orang Pak Prabowo, orang Golkar, orang partai lain.
02:47Saya yakin dan percaya ketika mereka sudah dilantik,
02:50satu paksi semua, paksinya adalah paksi Prabowo.
02:53Di sisi lain, pengamat politik Yunarto Wijaya melihat
02:56masih adanya tokoh dari kubu atau kelompok politik lama dalam pemerintahan
03:01dapat dibaca sebagai representasi
03:03maupun bagian dari dinamika kompensasi politik.
03:07Yunarto menilai sejumlah tokoh yang sebelumnya dikenal dekat dengan Jokowi
03:11kini masih berada di lingkaran kekuasaan.
03:14Namun dengan posisi yang dinilai tidak se-strategis sebelumnya.
03:19representasi saja.
03:20Representasi ini dalam arti entah untuk kemudian
03:24menyenangkan kelompok yang diwakili oleh orang tersebut
03:28atau kemudian dalam konteks kompensasi secara politik.
03:33Karena kalau kita lihat kan misalnya
03:35di tengah kritik dari, bukan kritik ya,
03:39di tengah tafsir dari
03:40Reserval Kabinet kemarin yang banyak menafsirkan
03:44mulai terpinggirkannya kekuatan politik Jokowi,
03:48kita tahu juga gitu.
03:50Kemudian dalam Reserval kemarin,
03:53Nisityo Sigit dan Pak Pratikno masih masuk ke dalam sistem di istana.
03:57Walaupun secara fungsional sudah terpinggirkan,
03:59tidak se-strategi sebelumnya.
04:02Dengan tugas utamanya memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden,
04:0626 tokoh One Team Press ini akan jadi upaya memperkuat arah kebijakan
04:10dan program-program prioritas Prabowo.

Dianjurkan